432 Mahasiswa UB Ikuti MMD di Kabupaten Banyuwangi

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

Sebanyak kurang lebih 432 mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) pada Selasa (4/7/2023) diterjunkan ke 32 Desa yang ada di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur dalam rangka melaksanakan Program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) 2023.

Terkait dengan kegiatan tersebut Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang diwakili Sekertaris Daerah Kabupaten Banyuwangi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Drs. Dwi Yanto beserta Komandan Kodim 0825 Banyuwangi Letkol. Kav. Eko Julianto Ramadan, M. Tr. (Han) melaksanakan penyambutan terhadap perwakilan mahasiswa yang pelaksanaannya di pusatkan didepan Gedung Pemkab. Banyuwangi.

Ketua LPPM UB Prof. Luchman Hakim, S.Si.,M.Agr.Sc.,Ph.D yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa Program Mahasiswa Membangun 1000 Desa Universitas Brawijaya diikuti kurang lebih 14.000 mahasiswa yang nantinya akan diterjukan di desa-desa di seluruh Jawa Timur.  Dengan jumlah peserta yang cukup besar tersebut tentunya dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk mensusseskannya.

“Kita telah melakukan komunikasi baik dengan Pemerintah Jawa Timur dan juga dengan Pangdam V Brawijaya terkait dengan kegitan MMD Universitas Brawijaya ini. Dan Alhamdullilah mendukung dan siap membantu mensukseskan kegitan MMD UB di Jawa Timur.  Untuk itu kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, ” ujar Prof. Loeman.

“Dan bahkan untuk di Banyuwangi sendiri kami juga turut mengucapkan terima kasih/matur nuwun kepda PCNU Banyuwangi dan para alim ulama karena telah menerima dan membantu kami untuk melaksanakan dan mensukseskan program MMD kali ini di Banyuwangi”.

Ditambahkan Prof. Loekman, di Kabupaten Banyuwangi sendiri mahasiswa yang ikut dalam program MMD 2023 kali ini secara keseluruhan berjumlah 432 mahasiswa yang nantinya akan tersebar di 32 desa di 8 Kecamatan yang ada di Banyuwangi yaitu Kecamatan Bangurejo, Cluring, Kalibaru, Sempu, Kabat kalipuro, Wongsorejo serta Giri.

Sedangkan Drs. Dwi Yanto dalam sambutannya menyampaikan terimakasih terhadap UB yang telah memilih Banyuwangi sebagai logos Mahasiswa Membangun Desa.

“Sesuai dengan arahan Ibu Bupati mari didalam selama mahasiswa membangun desa ini benar-benar membangun, jadi adik adik benar-benar bangun dan terus bergerak jangan pernah berhenti. Maka selama waktu yang hampir 5 minggu yang saya rasa waktu yang tidak terlalu lama menurut saya, maka program-program harus segera di rencanakan dan sudah harus dieksekusi tiap hari laporan-laporan dan itu terpantau, tidak ada waktu yang luang jeda satu pun didesa,” ujarnya.

“Kami bermohon, kalo ingin membangun bolehlah, nanti membangun batas desa, poskamling mungkin itu KKN masa lalu, tapi yang terpenting bagaimana memutus mata rantai kemiskinan yang ada disana. Kami ingin berdasarkan latar belakang keilmuan masing-masing  mahasiswa mampu mengangkat potensi daerah baik itu budaya maupun produk-produk sumber daya alam Banyuwangi agar lebih dikenal luas secara nasional dan bahkan Internasional,” tambah Dwi.

Ditambhakan Dwi, Tahun 2010 kemiskinan di Banyuwangi berada di angka 20,04% sekarang tinggal satu digit saja 7,51 atau kurang lebih 128 ribu dan itu sangat besar. Oleh karena itu beliau berharap mudah-mudahan MMD nanti benar-benar fokus kepada menumbuh kembangkan ekonomi kreatif, digitalisasi kependudukan, kesehatan teruatama SOP tentang ibu hamil resiko tinggi serta pengentasan kemiskinan itu sendiri.

“Kami mohon juga kepada adik-adik, yang pertama untuk menjaga nama baik almamter, bisa menyatu dengan masyarakat serta jangan lupa setiap hari, setiap kegiatan itu di upload di media sosial adik-adik supaya nanti Banyuwangi menjadi semakin terkenal sehingga semakin banyak mahasiswa yang berkegiatan seperti MMD ini di sini dan itu merupakan keberkahan bagi Kabupaten Banyuwangi,” pungkas Drs. Dwi. (rs/humasub)