16 Peserta MBKM Semeru Dapatkan Pendampingan Psikososial dan Kesehatan Ibu Anak

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

Sebanyak 16 mahasiswa lintas fakultas yang tergabung dalam program MBKM Semeru menerima pendampingan terkait permasalahan psikososial serta kesehatan ibu dan anak. Pendampingan ini ditujukan untuk memudahkan mahasiswa dalam memberi penjelasan tujuan dan proses pelaksanaan tema tersebut.
Tidak hanya itu, seluruh peserta MBKM Semeru juga aktif menyelenggarakan kegiatan pendukung untuk warga terdampak, berupa fun game, mewarnai bersama, maupun bazar UMKM. 16 mahasiswa ini didukung oleh Ilhamuddin, S.Psi., MA dan Ratri Nurwanti, M.Psi., Psikolog dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya.
Bidang Dukungan Psikososial dan Pendidikan Anak akan melaksanakan 5 (lima) rangkaian aktivitas pendampingan kepada korban hingga April 2022, yaitu skrining kesehatan mental, pemetaan masalah psikososial dan pendidikan anak, perancangan intervensi dukungan psikososial dan pendidikan anak, pelaksanaan impelementasi rancangan intervensi serta evaluasi pelaksanaan intervensi.
“Mahasiswa yang menjadi relawan dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat, seperti relawan pendampingan korban bencana dapat menjadikan aktivitasnya sebagai bagian dari proses pengembangan akademik di kampusnya. Oleh karena itu, agar semua aktivitasnya berjalan dengan baik para mahasiswa harus memahami konteks dimana mereka menjadi relawan dan bagaimana menghubungkan antara aktivitas bencana dengan bidang ilmunya.” Jelas Ilhamuddin.
Dalam pendampingan lanjutan ini mahasiswa mendapatkan 2 (dua) materi. Materi Pengenalan Instrumen Screening Kesehatan Mental disampaikan oleh Ratri Nurwanti. Ratri mengenalkan instrument Global Psychotrauma Screen (GPS). Dengan instrumen ini, mahasiswa dimudahkan untuk menentukan apakah seseorang perlu mendapatkan dukungan psikososial lebih lanjut atau tidak.
Adapun materi Building Rapport terhadap Penyintas Bencana Alam disampaikan oleh Ilhamuddin. “Prinsip dari Building Rapport adalah pendekatan kepada penyintas agar mereka bersedia untuk terlibat dalam kegiatan dukungan psikososial. Agar mereka bersedia, maka mahasiswa hadir di tengah-tengah mereka, memperkenalkan diri, terlibat dalam kegiatan kerelawanan, dan membantu aktivitas pelaksanaan tugas di Posko.” Jelas Ilham.
Turut berpartisipasi dalam kegiatan pendampingan ini adalah dr. Ayunda Dewi, anggota Bidang Kesehatan ibu, anak, dan kesehatan masyarakat. Selanjutnya setelah mahasiswa mendapat arahan, mahasiswa diharapkan akan lebih siap untuk mengobservasi kondisi dan situasi yang terjadi di warga sekitar. Sampai saat ini mahasiswa yang mengambil tema Kesehatan Ibu dan Anak, aktif membantu percepatan vaksinasi. (VQ)