Dosen Industri Cegah Penyebaran COVID-19 dengan Bilik Plasma Ozone Sterilizer

Tim Pengabdian Teknik Industri (TI), Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB), memberikan bantuan berupa Bilik Plasma Ozone Sterilizer (POS) kepada mitra PT Karya Anak Bangsa, yang akrab dikenal dengan Gojek.

“Ini adalah bentuk implementasi dari kerjasama antara FTUB dan Gojek yang sudah terjalin sejak 5 Maret 2020 yang lalu,” ujar salah satu anggota tim, Suluh Elman Swara, S.T., M.T.

Gojek sebagai salah satu perusahaan yang melayani layanan pesan antar makanan/barang maupun tranportasi menjadi salah satu alat pemenuh kebutuhan di masa pembatasan sosial saat pandemi.

Meningkatya kegiatan belanja online ini sayangnya juga menimbulkan dampak negatif, utamanya bagi para driver/pengantar yang notabene sering di luar, berinteraksi dengan berbagai kalangan di berbagai tempat.

Para driver ini bisa berpotensi menjadi transmitter jika tidak diberikan tameng. Melihat fenomena ini, lanjutnya, tim berniat untuk memutus mata rantai penyebaran.

“Kami letakkan alatnya di kantor Gojek Malang. Dengan begitu diharapkan dalam interval tertentu driver bisa mensterilisasi diri dan perangkatnya,” terang Suluh.

Ide pembuatan bilik POS ini, lanjutnya, merupakan hasil diskusi tim dengan pakar business analyst TI-UB, L. Tri Wijaya Nata Kusuma, S.T., M.T., Ph.D., dan pakar fenomena elektronika, material, simulasi, dan desain prototype dari Teknik Elektro UB Eka Maulana, S.T., M.T., M.Eng.

Pada kegiatan ini Suluh juga dibantu oleh rekannya Dr.Eng. Zefry Darmawan, S.T.,M.T , Marudut Sirait, S.T., M.T, dan. Ir. Raditya Ardianwiliandri, S.T., M.MT.

Menurut Suluh, alat ini adalah bentuk pertama yang jadi dan digunakan. Dari hasil diskusi dengan pembuat alat, Eka Maulana, alat ini nantinya akan fleksibel bisa dipasang di mana saja.

Plasma Ozone Sterilizer (POS) ini sendiri merupakan alat sterilisasi non-contact berteknologi ozone generator dan ultraviolet berbasis teknologi tegangan tinggi untuk membunuh bakteri, virus, jamur, maupun pathogen lainnya.

POS diletakkan pada bilik sebagai tempat objek yang akan disterilisasi. Udara di sekitar objek akan dialirkan diproses dalam POS untuk diionisasi, lalu disterilkan dengan ultra violet.

Udara steril yang mengandung ozon kemudian dihembuskan kembali ke dalam bilik untuk mensterilkan objek di dalamnya.

Eka Maulana mengatakan POS bisa dibuat sesuai dengan kebutuhan. Bisa dibentuk seperti AC, hand dryer, ataupun chamber.

“Semoga bisa dibuat portabel nantinya, jadi bisa dipasang di mana saja. Usai saya letakkan di mobil, begitu keluar, bisa saya pindah di kantor atau di rumah,” pungkasnya. (mic/Humas UB)

DETAIL ALAT KLIK DI SINI