Dosen FTP Beri Spinner dan Oven Pengering ke-UKM STN

Manisan merupakan salah satu makanan tradisional yang sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat Indonesia. Salah satu komoditas sayuran yang memiliki prospek menjadi produk olahan ekonomis adalah tomat dan belimbing wuluh. Namun, tomat dan belimbing wuluh cepat sekali rusak karena pengaruh mekanik, kimia dan mikrobiologi sehingga mudah menjadi busuk sehingga pengolahan tomat dan belimbing wuluh untuk memperpanjang masa simpannya sangat penting. Alternatif yang saat ini digemari masyarakat adalah manisan sayuran dengan potensi pasar manisan tomat dan belimbing wuluh cukup menjanjikan dengan permintaan produk cukup tinggi.

UKM STN merupakan anggota dari Asosiasi Malang Jatiraya Kabupaten Malang yang produksi aneka olahan sayuran menjadi keripik dan manisan. Produk unggulannya antara lain keripik sayuran (keningkir, junggul, bayam dan terong) serta manisan sayuran (tomat, belimbing wuluh). Kapasitas produksi keripik sayuran mencapai 3 kg per komoditas sayuran sehingga untuk 4-5 item mencapai 15 kg per hari. Sedangkan produksi manisan sayuran untuk belimbing wuluh 25 kg dan tomat 15 kg per 3 hari produksi. Teknologi proses produksi mayoritas manual mulai dari proses pemasakan, penirisan sampai pengemasan.

Melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Kemenristek Dikti dan LPPM Universitas Brawijaya tahun 2020, Wendra G Rohmah, STP, MP, bersama dengan Dr. Evi Kurniati, STP, MT dan Riska Septifani, STP, MP memberikan solusi tepat melalui teknologi tepat guna Spinner Inverter dan Oven Pengering Kabinet yang mudah diadopsi oleh UKM mitra. Kelebihan mesin produksi ini adalah. “Melalui fasilitasi Spinner Inverter dan Oven Pengering Kabinet ini kami harap proses produksi menjadi lebih efektif dan efisien, sehingga produktivitas tenaga kerja juga bisa meningkat. Seperti penggunaan Pengering Kabinet dengan kapasitas produksi 10-15 kg per proses, 3 hari bisa menjadi 1 hari saja dengan biaya yang lebih ekonomis dan keuntungan maksimal”, Jelas Wendra G Rohmah selaku ketua tim.

Selain fasilitasi Spinner Inverter dan Oven Pengering Kabinet, tim dosen dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya ini juga memberikan bimbingan teknis dan pendampingan kepada UKM mitra antara lain tentang sistem produksi, cara proses produksi yang baik (CCPOB) atau Good Manufacturing Practices (GMP), manajemen pengelolaan usaha, standar jaminan mutu produk dan juga pemasaran. “Harapan kami semoga dengan adanya kegiatan ini dapat semakin memotivasi Bu Siti selaku pemilik UKM STN untuk membesarkan usahanya dan menghasilkan produk yang berkualitas dan berdaya saing sebagai produk camilan khas Malang”, pungkas Wendra.