Dosen FPIK UB Menerapkan Konsep Ekonomi Sirkular dalam Pengendalian Sampah di Desa Nelayan Kondangmerak

Tim pengabdian FPIK UB bersama mitra dalam kegiatan workshop pengelolaan sampah dan pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin
Tim pengabdian FPIK UB bersama mitra dalam kegiatan workshop pengelolaan sampah dan pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin

Berawal dari rasa kepedulian tim dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UB mengenai keberadaan sampah yang ada di Pantai Kondang Merak, tercetuslah ide untuk mengajukan proposal Pengabdian kepada Masyarakat dengan judul Penerapan Konsep Ekonomi Sirkular dalam Pengelolaan Sampah untuk Menunjang Green Economy di Desa Nelayan Kondangmerak, Kabupatan Malang. Penyusunan proposal diketuai oleh dosen dari Program Studi Ilmu Kelautan, yaitu Fahreza Okta Setyawan, S.Kel, M.T., dengan anggota tim terdiri dari dua dosen yang berasal dari Program Studi Ilmu Kelautan dan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, yaitu Defri Yona, S.Pi., M.Sc. Stud., D.Sc dan Muhammad Arif Rahman, S.Pi., M.App.Sc. Pada pertengahan tahun 2023, proposal pengabdian ini mendapat pendanaan dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdiankepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Tahun Anggaran 2023.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini meliputi beberapa aktivitas diantaranya adalah keterlibatan mahasiswa dalam berinteraksi dengan masyarakat, kemudian sosialisasi dan workshop terkait pengelolaan sampah dan pemanfaatan limbah serta pemberian tong sampah khusus untuk menampung botol plastik. Kedua mahasiswa yang  terlibat berperan aktif dalam proses pengabdian selama kurang lebih 2 minggu bersama masyarakat di desa nelayan Kondangmerak.

Kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa bersama masyarakat umumnya berorientasi pada kegiatan harian mitra dan pengelola pantai. Selama berada bersama masyarakat, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk melihat dan mengidentifikasi jenis-jenis sampah yang ada, melakukan diskusi terkait pengelolaan sampah, serta mendapatkan ide untuk desain tong sampah yang akan diberikan sebagai bagian dari kegiatan pengabdian.

Secara langsung, mahasiswa terlibat dalam pembersihan pantai dan penanganan sampah yang telah dilakukan oleh pengelola pantai selama ini. Selain itu, mereka juga juga ikut andil dalam menghias desa sebagai rangkaian program yang digagas oleh PLN.

Selanjutnya, untuk menunjang rangkaian kegiatan yang dilakukan, Aditya dan Vivi Sofiana dari komunitas “ZERO WASTE Malang” diundang untuk menjadi pemateri workshop dalam program pengabdian di desa nelayan tersebut.

Kegiatan penyampaian materi serta praktek langsung pembuatan minyak jelantah menjadi lilin diikuti dengan antusias oleh mitra pengabdian, diantaranya oleh komunitas ibu-ibu rukun nelayan (Mina Jaya Mandiri) dan bapak-bapak pengelola pantai. Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah pemberian tong sampah yang telah didesain khusus sebagai wadah pembuangan botol plastik dengan tujuan untuk merangsang pengunjung membuang sampah botol tersebut pada tempatnya. Sampah botol plastik yang dibuang di tempat yang seharusnya, akan memudahkan masyarakat dan pengelola pantai untuk mengumpulkan sampah plastik sehingga bisa dimanfaatkan kembali atau dijual.

Ketua pelaksana kegiatan, Fahreza Okta Setyawan mengatakan rangkaian kegiatan pengabdian yang dilakukan pada bulan September – Oktober 2023 di Desa Nelayan, Kondangmerak, diharapkan dapat membantu masyarakat setempat untuk mengelola sampah dan memanfaatkan limbah menjadi barang yang bersifat ekonomis dan memiliki nilai jual.

“Jika pengelolaan sampah dan limbah dilakukan secara berkala dan menjadi agenda rutin, dapat meningkatkan faktor ekonomi masyarakat di desa nelayan itu sendiri karena selain memiliki pantai yang indah dan kuliner yang enak, juga memiliki pantai yang bersih, ” kata Fahreza Setyawan [DFR/OKY/Humas Ub]