Dosen dan Alumni Fapet UB Berkolaborasi dengan AFENUE Kembangkan Studi Berbasis Meta Analisis

Dosen dan Alumni Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB) yang terdiri dari Dr. Ir. Osfar Sjofjan, M.Sc.,IPM.,ASEAN Eng (Dosen), Dicky Tri Utama, S.Pt.,Ph.D (Dosen), Danung Nur Adli, S.Pt., M.Pt.,M.Sc (Mahasiswa Program Doktor), dan Ainun Pizar Seruni, S.Pt, M.S (Alumni) mengembangkan studi berbasis meta-analisis.

Penelitian tersebut dilakukan bersama Animal Feed Nutrition Modelling Research Group (AFENUE) milik Fapet Institut Pertanian Bogor (IPB). Pembuatan bangun data telah direncanakan pada akhir 2019 silam dan rampung awal tahun 2021 yang terganjal akibat pandemi.

Dr. Osfar mengatakan latar belakang penyusunan riset berdasarkan perkembangan revolusi industri 4.0 yang semakin pesat. Sehingga berkembang pula teknologi berbasis cloud, big data, dan artificial intelligence tidak terkecuali bidang industri peternakan.

“Meta-analisis ialah analisis studi statistik dengan cara menganalisis data yang berasal dari studi primer. Selanjutnya hasil analisis digunakan sebagai dasar faktor koreksi, menerima, mendukung dari penelitian yang sudah ada sebelumnya,” terang Osfar yang kini menjabat sebagai ketua umum Asosiasi Ahli Nutrisi dan Pakan Indonesia (AINI)

Pelaksanaan penelitian dikoordinatori oleh Danung beserta akademisi AFENUE, dengan judul paper “the effects of probiotics on the performance, egg quality and blood parameters of laying hens: A meta-analysis (Journal of Animal and Feed Sciences) (Poland); dan the effects of lactic acid bacteria and yeasts as probiotics on growth performance, relative organ weight, blood parameters, and immune responses of broilers: A meta-analysis (F1000 Research; Taylor and Francis) (London, UK).”

Menurut Danung, tim kolaborasi ini mencoba mengembangkan salah satu model matematika menggabungkan topik dari jumlah penelitian terhadap probiotik untuk ayam petelur dan pedaging selama kurun waktu 20 tahun.

“Di Indonesia pelarangan penambahan avoparcin sebagai probiotik sedikit lebih lambat yakni awal 2018. Sedangkan di Eropa mulai dari tahun 1997 sudah tidak diperkenankan lagi,” kata alumni Double Degree itu

“Kami berharap kedepan akan melahirkan banyak penelitian dari bidang ternak non ruminansia supaya memajukan industri peternakan,” lanjutnya

Paper yang dihasilkan dari meta-analisis ini sudah terindeks dan berimpact faktor tinggi di Eropa, tepatnya di Polandia dan United Kingdom. (dta/Humas UB)