Delegasi FH Raih Prestasi Gemilang di Islamic Law Fair VIII Undip

Delegasi FH UB Raih Prestasi Gemilang di Islamic Law Fair VIII 2024 Universitas Diponegoro.

Tahun ini, delegasi Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) berhasil meraih prestasi luar biasa dengan memenangkan Juara 1 di kategori Legal Opinion dan Juara 2 serta Berkas Terbaik di kategori Kompetisi Perancangan Undang-Undang (KPUU) dalam ajang Islamic Law Fair VIII 2024 yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Diponegoro melalui Kelompok Studi Hukum Islam (KSHI).

Islamic Law Fair menjadi ajang bergengsi bagi fakultas hukum di Indonesia. Kompetisi yang diadakan setiap dua tahun sekali ini mempersembahkan Piala Prof. Abdullah Kelib, S.H., dan mencakup tiga cabang kompetisi: Legal Opinion, Karya Tulis Ilmiah, dan Kompetisi Perancangan Undang-Undang (KPUU).

Dalam kategori Legal Opinion, delegasi FH UB berhasil membawa pulang Juara satu dengan tim yang terdiri dari Naufal Oktavian , Muhammad Effendi Sidik, Syahrul Aliefi Hidayat , dan Margaretha Anggraeni Raja Seda . Legal Opinion Competition ini diikuti oleh 25 tim dari berbagai universitas ternama seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, dan Universitas Sebelas Maret.

Juara 1 Lomba Legal Opinion Islamic Law Fair VIII 2024 Piala Prof. Abdullah Kelib, S.H.

Sementara itu, di kategori KPUU, berhasil meraih Juara 2 serta penghargaan Berkas Terbaik dengan tim yang terdiri dari Nurhasim , Juan Pratama , Mutamimul Yhauma , Nurul Hikmah , dan Ervin Luviana .

Ervin Luviana, anggota delegasi KPUU FH , menjelaskan bahwa tim KPUU terdiri dari empat mahasiswa angkatan 2022 yang belum pernah mengikuti lomba KPUU sebelumnya, sementara Juan Pratama, satu-satunya anggota dari angkatan 2021, menjadi senior di tim KPUU ini.

“Rasanya campur aduk. Excited dan stress karena harus menyambi tugas-tugas lain juga ada, tapi benar-benar gak menyesal dan jadi pengalaman berharga,” ungkap Ervin.

“Sebagai pengalaman pertama di KPUU, bahkan juga sebagai pengalaman kompetisi offline pertama untuk beberapa di antara kami, bisa mendapat juara 2 serta berkas terbaik tentu menjadi hal yang lebih dari bagus,” tambah Ervin.

Selama persiapan, berdasarkan cerita dari Ervin, tim KPUU menghadapi berbagai tantangan, termasuk masalah kesehatan.

“Selama pemberkasan rancangan undang-undang ini kita masing-masing sempat sakit, ada yang sampai dikerok, ada yang pemberkasan di rumah sakit, ada yang terkena flu sampai darah rendah,” cerita Ervin.

Ervin juga menekankan pentingnya mengatur waktu, kerja keras dan kebersamaan dalam tim.

“Kami hampir tiap hari bertemu untuk mendiskusikan rancangan undang-undang kami, latihan presentasi, menyiapkan ppt dan bahan lainnya untuk final, bahkan sampai tiduran di lapangan rektorat sampai lampu dimatikan karena sudah larut malam,” ungkapnya.

Nurhasim, Ketua Delegasi KPUU, memberikan pesan semangat bagi mahasiswa UB yang sedang mempersiapkan lomba untuk memaksimalkan seluruh potensi yang ada.

“Untuk kalian yang sekarang sedang mempersiapkan perlombaan ataupun sedang ikut perlombaan terus semangat. Maksimalkan potensi yang ada, selesaikan apa yang sudah kalian mulai. Jika lelah istirahat sejenak, setelah itu bangkit lagi, dan semangat lagi. Selamat mempersiapkan, dan jangan lupa usaha harus dibarengi doa,” ungkap Nurhasim.

Juara 2 dan Berkas Terbaik Kompetisi Perancangan Undang-Undang Islamic Law Fair VIII 2024 Piala Prof. Abdullah Kelib, S.H.

Sementara itu, Naufal Oktavian, Ketua Delegasi Legal Opinion, menyoroti tantangan yang dihadapi timnya.

“Kompetisi Legal Opinion cukup menarik, mengingat isu yang diangkat masuk dalam ranah pidana dan perdata, yaitu tindak pidana korupsi dan hukum perusahaan. Tantangan tersendiri bagi delegasi untuk mengelaborasikan keduanya,” ujarnya.

Pengalaman unik tentang travel dan ayam juga dialami oleh tim saat menuju lokasi lomba. Namun, kesulitan tersebut tidak menghalangi semangat mereka untuk meraih prestasi.

“Hal unik ketika lomba ini adalah kita berangkat menggunakan travel dan di dalamnya kita duduk bersama ayam,” kata Naufal.

Naufal juga menyampaikan harapannya untuk masa depan FH UB.

“Untuk FH dan delegasi FH ke depannya, semoga kita bisa membawa nama baik FH UB tanpa terkendala biaya lagi,” ungkapnya.

Islamic Law Fair VIII 2024 bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga merupakan wadah pembelajaran dan pengembangan diri bagi para mahasiswa hukum di Indonesia. Prestasi yang diraih oleh delegasi FH UB menjadi bukti bahwa kerja keras, semangat, dan kebersamaan dapat membawa hasil yang gemilang. (Rma/Humas FH/OKY/Humas UB)