Dosen Fapet UB Ubah Bonggol Nanas Jadi Stik Susu

pelatihan online pembuatan stick susu

Pada buah nanas selain daging buahnya yang mengandung vitamin terdapat bagian tengah alias bonggol yang juga berkhasiat. Bagian ini bertekstur keras dan kerap dibuang, padahal di dalamnya mengandung bromolin, yaitu enzim yang membantu memecah protein dan membantu pencernaan.

Melalui kreativitas tim dosen Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB), yang terdiri dari Dr. Premy Puspitawati Rahayu, S.Pt.,MP, Mulia Winirsya Apriliyani, S.Pt.,MP, Dr. Abdul  Manab, S.Pt.,MP, Ria Dewi Andriani, S.Pt.MP.,M.Sc, dan Dr.Ir. Manik Eirry Sawitri, MS bonggol nanas diolah menjadi stik susu.

Bahan utama pembuatan stik susu adalah curd, yakni bagian protein kasein dalam susu yang mengalami presipitasi membentuk gumpalan. Ekstrak bromelin kasar dari bonggol nanas ditambahkan dalam proses pasteurisasi susu untuk menghasilkan curd yang lunak.

Selanjutnya pemberian tepung tapioka dan tepung terigu sebagai sumber amilosa dan amilopektin. Serta bahan tambahan pangan berupa garam dan bawang putih sebagai pengawet yang bersifat sebagai antimikroba.

Selain itu  untuk mencegah terbentuknya tekstur yang kasar dapat pula ditambahkan telur dalam adonan. Karena telur berdasarkan sifat fungsinya sebagai emulsifier yang dapat mempertahankan adonan dalam keadaan stabil, sebagai pengembang, dan menghambat terjadinya kristalisasi.

Pengolahan susu menjadi camilan sehat serta teknik pengemasan disosialisasikan kepada masyarakat secara online, Sabtu (7/11/2020). Peserta berasal dari berbagai lapisan masyarakat, seperti guru, dosen, Dinas Pertanian dan Pangan, dan mahasiswa.

Menurut Dr. Abdul Manab yang didaulat sebagai narasumber, stick susu merupakan inovasi olahan susu sebagai makanan pendamping yang mengandung protein cukup tinggi. Sehingga dapat digunakan sebagai sumber protein untuk menunjang gaya hidup sehat. Sebab dalam susu memiliki komponen nutrisi seperti lemak, protein, karbohidrat, air, dan mikro nutrient lainnya.

Tujuan pelatihan tersebut agar masyarakat dapat mengoptimalkan pemanfaatan enzim bromelin buah nanas untuk mendapatkan curd pada produk stik susu. Sehingga mampu memproduksi dan mengomersialkannya serta menciptakan wirausaha baru. Disamping itu fungsi pengemasan produk adalah menjaga kualitas produk dan mempengaruhi ketertarikan konsumen untuk membeli. (dta/Humas UB)