Prasetya Online

>

Berita UB

Mahasiswa Teknik Kimia Percepat Pembuatan Kefir 75%

Dikirim oleh prasetyaFT pada 12 Juli 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 277

kefir
kefir
Perkembangan industri produk olahan susu sapi di Kota Batu tergolong cukup potensial ditinjau dari situasi geografis dari kota yang dikenal atas berbagai destinasi pariwisatanya tersebut. Oleh karena itu, banyak dijumpai produsen susu sapi perah di Kota Batu dengan berbagai produk olahannya, di antaranya adalah kefir.

Kefir sendiri merupakan hasil fermentasi susu dengan suatu granula kefir (kefir grains) yang terdiri dari hubungan simbiotik yang kompleks antara berbagai bakteri, yeast, dan kasein. Kefir dapat dipisahkan lagi menjadi curd yang berbentuk kental dan whey yang berbentuk cair dan encer. Curd dapat digunakan sebagai masker kecantikan dan kosmetik, sedangkan whey dapat dikonsumsi karena mengandung berbagai khasiat untuk kesehatan manusia.

Alat Pemantau CO2 Antar Mahasiswa UB Raih Silver Medal di Jepang

Dikirim oleh prasetyaFT pada 12 Juli 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 439

I Wayan Angga Jayadiyuda (FT 2016), Muhammad Khuzain (FT 2016), Hafidh Hidayat (FT 2016), Naila El Arisie (FT 2016), dan Allysa Apsarini Shahfah (FILKOM 2016)
I Wayan Angga Jayadiyuda (FT 2016), Muhammad Khuzain (FT 2016), Hafidh Hidayat (FT 2016), Naila El Arisie (FT 2016), dan Allysa Apsarini Shahfah (FILKOM 2016)
Indonesia menempati urutan ke-4 di Asia sebagai negara penyumbang emisi gas CO2 terbesar. Diperkirakan pada tahun 2030, emisi total GAS RUMAH KACA di Indonesia mencapai angka 1563 juta ton CO2 (Suryani, 2016).

Mengingat letak Indonesia yang berada pada garis khatulistiwa dimana memiliki keunggulan berupa potensi energi surya yang melimpah, lima mahasiswa Universitas Brawijaya memandang hal tersebut sebagai peluang yang besar dan memanfaatkannya menjadi energi listrik.

Tim ini mengombinasikannya dengan zeolite alam Indonesia (adsorbent gas CO2)  melalui terobosan baru yang disebut dengan, API-SIWA (Air Pollution Information System Integrated with Air Filtering, Internet of Things, and Renewable Energy).

API-SIWA akan memantau kondisi tingkat CO2 di lingkungan sekitarnya. Jika kadar karbon dioksida yang dideteksi melebihi 600 ppm (batas normal kadar CO2 di lingkungan), maka relai akan dihidupkan untuk menghirup udara. Kemudian, saat itulah proses filtering terjadi dan kipas penghisap akan menangkap gas CO2, sehingga gas yang tersisa untuk dihembuskan hanyalah oksigen saja.

Mahasiswa Arsitek Ciptakan Penjernih Udara dari Batok Kelapa

Dikirim oleh prasetyaFT pada 12 Juli 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 278

Asti Ainun Nabilah (FT’2017), Intan Rosita Dewi (FT’2017) dan Sriwati Ajrina Sani
Asti Ainun Nabilah (FT’2017), Intan Rosita Dewi (FT’2017) dan Sriwati Ajrina Sani
Polusi udara menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi seluruh dunia, termasuk Indonesia. Polusi udara yang umumnya diketahui oleh masyarakat adalah polusi yang berasal dari asap pabrik, kendaraan dan sebagainya, sehingga sumber polusi udara lebih sering dikaitkan sebagai permasalahan lingkungan luar ruangan.

Masyarakat kurang menyadari bahwa di dalam rumah sebenarnya juga terdapat banyak penghasil polutan yang dapat menurunkan kualitas udara yang berada di sekitarnya. Studi Environmental Protection Agency (EPA) bahkan menyatakan bahwa polusi udara di dalam ruangan dapat 2-5 kali lebih besar dibandingkan polusi di luar ruangan. Aktivitas yang dilakukan di dalam rumah serta objek yang dapat ditemukan sehari-hari seperti memasak dan pengecatan dinding nyatanya juga turut menghasilkan polusi udara.

Inovator Dari Berbagai Dunia Berkumpul dalam IYSSE 2019

Dikirim oleh prasetyaftp pada 11 Juli 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 147

WD III FTP Bersama Perwakilan dari Mahasiswa  Amerika Serikat, Indonesia, Jepang, Thailand dan Malaysia.
WD III FTP Bersama Perwakilan dari Mahasiswa Amerika Serikat, Indonesia, Jepang, Thailand dan Malaysia.
Puluhan mahasiswa inovator dari  berbagai negara sedunia berkumpul di Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan pada event "International Youth Scientific Seminar and Expo" (IYSSE) 2019, di FTP UB, Senin (8/7/2019).

“Melalui event ini, mahasiswa dapat saling bertukar pengetahuan dengan mempresentasikan hasil penelitian dari negaranya masing-masing. Tak hanya menjadi pembelajaran bagi mahasiswa FTP UB, namun juga mahasiswa asing, agar mereka paham dan peka pada realitas di masyarakat terhadap kebutuhan inovasi. Terlebih teknologi pertanian merupakan ilmu terapan, sehingga semua inovasi hasil penelitian mahasiswa harus bisa menjadi produk yang siap untuk dikomersilkan. Istilahnya, angka Technology Readiness Level (TRL) harus angka sembilan. Artinya siap dikomersilkan. Jadi tidak ada penelitian yang selesai hanya sampai di buku dan disimpan di perpustakaan saja. Tapi harus bisa diwujudkan dalam bentuk produk yang bisa di komersilkan,” kata WD III FTP, Yusuf Hendrawan, STP. M.App.Life Sc. Ph.D.

Pembukaan IYSSE 2019 tersebut dihadiri mahasiswa delegasi Amerika Serikat, Indonesia, Jepang, Thailand dan Malaysia.

Beberapa tema yang dibahas pada seminar internasional tersebut, antaralain inovasi Microwave Vacuum Drying oleh mahasiswa Amerika Serikat, Kekayaan Nutrisi Bubur Tradisional Thailand oleh mahasiswa Thailand, Efektifitas Dashboard Mobil oleh Mahasiswa Malaysia serta Skema Aliran Listrik Guna Efisiensi Biaya Perindustrian oleh mahasiswa Jepang.

Teliti Kualitas Air Sumber Maron, Mahasiswi Asal Libya Raih Gelar Doktor

Dikirim oleh ireneparamita pada 11 Juli 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 216

Faiza Bersama Para Supervisor Usai Ujian Disertasi
Faiza Bersama Para Supervisor Usai Ujian Disertasi
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Brawijaya (UB) asal Libya Faiza Tawati Abdulnaser Tawati, baru saja meraih gelar Doktor Kajian Lingkungan. Dengan diraihnya gelar tersebut, Faiza menjadi wanita pertama asal Libya yang meraih gelar Doktor di UB. Gelar doktor ini diraih setelah ia mempertahankan disertasinya yang berjudul "Study of Chemical, Physical and Biological Properties of Sumber Maron River-Kepanjen-Malang-Indonesia a Contribution for Environmental Management".

Dalam disertasinya, Faiza mengangkat tempat wisata alam Sumber Maron yang berada di daerah Karangsuko, Pagelaran, Malang. Sumber Maron merupakan salah satu sungai utama di daerah tersebut yang dijadikan kawasan wisata. Sungai ini mengalir ke arah barat sekitar 30 mil melalui area hutan hijau dimana terdapat iklim basah dan kering.