Prasetya Online

>

Berita UB

BIOPONIC Solusi Atasi Limbah Organik di Desa Madiredo

Dikirim oleh dietodita pada 19 Mei 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 124

BIOPONIC Atasi Limbah Organik di Desa Madiredo
BIOPONIC Atasi Limbah Organik di Desa Madiredo
Salah satu wilayah Kabupaten Malang yang berpotensi besar pada sektor pertanian dan peternakan ialah Desa Madiredo yang terletak di Kecamatan Pujon.

Meskipun mayoritas penduduknya bermatapencaharian sebagai petani dan peternak sapi perah. Akan tetapi sistem pengolahan limbah, baik limbah sayur maupun limbah feses masih kurang optimal.

Limbah sayur dan limbah feses yang dihasilkan oleh ternak di pasar Desa Madiredo dibuang sembarangan.

Jika hal tersebut tidak segera ditangani maka dapat mencemari lingkungan. Disisi lain kedua limbah tersebut merupakan bahan potensial untuk membuat pupuk organik.

Para Pakar Berpendapat Keharmonisan Bisa Tercipta Lewat Komunikasi Multikultural

Dikirim oleh prasetyaFISIP pada 18 Mei 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 113

Workshop Dengan Tema “Multicultural Communication  In Workplace”
Workshop Dengan Tema “Multicultural Communication In Workplace”

Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UB menggelar workshop dengan tema “Multicultural Communication  in Workplace”  di Auditorium Nuswantara Gedung B FISIP UB. Seminar tersebut sekaligus sebagai tanggapan tentang fenomena komunikasi Masyarakat Indonesia akhir akhir ini.

Acara tersebut menghadirkan dua pembicara yang pertama Dewita Annysa Carson selaku tutor dari Curtin University sekaligus Dosen di South Metropolitan TAFE Perth Western Australia dan kedua yaitu Rachmat Kriyantono selaku Dosen dan Peneliti dari Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya. Dalam kesempatan tersebut, Rachmat menyampaikan bahwa Indonesia terdiri dari masyarakat yang sangat multikulturalis, hal tersebut juga tercermin dari Bhinneka Tunggal Ika sebagai sebagai semboyan negara Indonesia. Saat ini multikultural merupakan fenomena yang paling sering dihadapi oleh masyarakat khususnya dalam dunia kerja. Dalam dunia kerja individu akan berhadapan dengan proses adaptasi dengan rekan kerja, atasan, dan bawahan dari berbagai budaya, ras, suku dan agama.

Masyarakat Informasi Rentan terhadap Berita Hoax

Dikirim oleh prasetyaFISIP pada 18 Mei 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 91

Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya Mengadakan Kultam dengan tema
Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya Mengadakan Kultam dengan tema

Kuliah Tamu yang diselenggarakan oleh Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya dengan tema "Media Online, Masyarakat Infromasi dan Hoax" mendapat respons positif dari audiens.

Auditorium Nuswantara Gedung B FISIP UB sebagai lokasi acara dipenuhi oleh berbagai segmen audiens, mulai dari dosen, mahasiswa dan masyarakat umum.

Kuliah Tamu yang dihadiri oleh Budiono Darsono sebagai pembicara. Budiono Darsono merupakan pendiri detik.com sekaligus Presiden Komisaris kumparan.com. Dia juga sempat mengelola kompas.com.>Acara yang diselenggarakan pada Kamis (18/05/2017) dimoderatori oleh Dosen Ilmu Komunikasi Fisip UB yaitu Bayu Indra Pratama dengan dua pembicara yaitu Budiono Darsono dan Megasari Noer Fatanti selaku Dosen Ilmu Komunkasi UB.

Guru Besar Berbagi Ilmu Kepada Mahasiswa di UB

Dikirim oleh oky_dian pada 18 Mei 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 202

3937_20170518153403
3937_20170518153403
Guru besar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB), Prof Simon B Wijanarko berbagi ilmu menghadapi dunia industri kepada mahasiswa yang hadir dalam acara Simposium Nasional Teknologi Pertanian Karya Anak Bangsa (SIENTESA), Rabu (17/5/2017).

Dia mengatakan untuk menghadapi dunia industri harus bisa membuka diri. Salah satu yang bisa dilakukan adalah menulis hasil penelitian ke dalam blog.

"Jika kita membuat inovasi tapi tidak dikenal oleh masyarakat maka dunia industri pun juga tidak akan mengenal inovasi yang kita buat. Oleh karena itu, kita harus aktif menulis semua hasil penelitian kita ke dalam blog agar masyarakat luar mengetahui,"kata Simon.

NORMEX, Alat Ekstraksi Pigmen Antosianin Karya Mahasiswa FTP UB

Dikirim oleh prasetyaftp pada 18 Mei 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 118

NORMEX
NORMEX
Lima orang mahasiswa UB Rismoyo Nahri Filanto (FTP 2015), Bagus Wisnu (FTP 2014), Yuni Puspitasari (FTP 2014), Faidiatul Andika Nuriah (FTP 2014) dan Aldilah Daydeva (FTP 2014) membuat Non-Thermal Pigment Extractor (NORMEX).

NORMEX merupakan alat ekstraksi pigmen antosianin. Pembuatan NORMEX dilatarbelakangi banyaknya pewarna makanan yang digunakan oleh industri pangan sebagai bahan tambahan untuk meningkatkan penerimaan konsumen terhadap suatu produk.

Menurut BPOM RI tahun 2012, hampir 90% industri pangan di Indonesia menggunakan pewarna sintetis. Padahal Departemen Kesehatan RI tahun 2012 mengungkapkan bahwa penggunaan pewarna sintetis pada makanan dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan reaksi alergi, hiperaktif pada anak, serta dapat memicu timbulnya kanker. Salah satu zat pewarna sintetis yang sering digunakan adalah Rhodamin B. Zat pewarna tersebut dilarang penggunaannya pada produk-produk pangan karena umum digunakan sebagai pewarna tekstil yang seharusnya tidak boleh ditambahkan pada bahan pangan. Sampai saat ini aplikasi zat pewarna alami belum banyak diterapkan baik oleh masyarakat maupun produsen. Hal ini dikarenakan rendemen yang dihasilkan rendah, teknologi yang kurang praktis karena menggunakan energi yang tinggi, serta kualitas yang didapatkan kurang baik. Hal ini mendorong mahasiswa UB untuk menciptakan bernama NORMEX.