Prasetya Online

>

Berita UB

Mahasiswa UB Analisis Pengaruh Vlog bagi Kehidupan Remaja Kota Malang

Dikirim oleh ireneparamita pada 19 Mei 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 201

Tim PKM Feccyture
Tim PKM Feccyture
Video Blog (Vlog)
, yaitu video keseharian atau aktivitas seseorang yang diunggah pada akun youtube, saat ini menjadi salah satu media social yang sedang popular. Vlog banyak disukai oleh kalangan pelajar atau mahasiswa terutama kaum perempuan. Hal ini dibuktikan dari 33 siswa dan mahasiswa di Kota Malang yang mengaku sering menonton vlog, 26 di antaranya adalah perempuan.

Video yang ditampilkan dalam Vlog tidak hanya menjadi hiburan semata bagi penonton, tapi dimungkinkan juga dapat mempengaruhi aspek kehidupan mereka. Oleh karena itu, empat mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Brawijaya (UB) melakukan penelitian yang bertujuan untuk melihat pengaruh vlog terhadap aspek kehidupan remaja Kota Malang dilihat dari aspek finansial, social, dan kognitif. Mereka adalah Rakadipta Septian D (Statistika 2014), Mailani Putri (Statistika 2014), Lisa Chofifi (Statistika 2015), dan Devy Intan K. (Statistika 2015).

Eksistensi Tradisi Ngrebeg Mekotek di Era Global

Dikirim oleh ireneparamita pada 19 Mei 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 176

Tim PKM 'Eksistensi Tradisi Ngrebeg Mekotek di Era Global'
Tim PKM 'Eksistensi Tradisi Ngrebeg Mekotek di Era Global'
"Tak tek tak tek" merupakan suara kayu yang akan timbul jika dibenturkan secara bersamaan. Hal tersebutlah yang mendasari munculnya salah satu nama tradisi di Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Provinsi Bali yang disebut dengan tradisi ngrebeg mekotek. Tradisi ini merupakan salah satu kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Munggu yang belakangan ini mulai muncul eksistensinya di mata masyarakat lokal dan masyarakat internasional. Menurut Sujana selaku Bendasa Adat Desa Munggu mengatakan bahwa pada tahun 2016, tradisi ngrebeg mekotek ini tercatat sebagai warisan budaya takbenda oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Mahasiswa UB Ciptakan Alat Pasteurisasi-Fermentasi Single-stage untuk Kefir Wortel

Dikirim oleh ireneparamita pada 19 Mei 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 162

INUVINE
INUVINE
Lima Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP-UB), menciptakan alat praktis untuk memproduksi olahan produk kefir. Mereka adalah Widya Nur Habibah (THP 2015), Hairil Fiqri (THP 2015), Venisa Yosephi (THP 2015), Murtadha Ali (TEP 2015), dan Joko Tri Rubiyanto (TIP 2014). Alat tersebut diberi nama Integrated UV Pasteurisation And Chemostat Fermentation Lowgrade-Carrot Kefir Machine (INUVINE). INUVINE yaitu suatu alat integrasi Pasteurisasi UV-C dan Fermentasi Light Heating.

Ketua Tim Widya Nur Habibah menyampaikan, alat ini dibuat karena melihat rendahnya nilai ekonomi wortel dengan kualitas rendah (low grade). Menurutnya, dalam sekali produksi, wortel dapat menghasilkan wortel low grade sebanyak delapan hingga sepuluh persen.

Mahasiswa UB Manfaatkan Bakteri dan Limbah Susu Sortasi sebagai Alternatif Listrik

Dikirim oleh ireneparamita pada 19 Mei 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 181

Tim PKM MARFEL
Tim PKM MARFEL
Kebutuhan energi dari tahun ke tahun terus meningkat hingga mencapai 6% pertahunnya. Adanya krisis energi, masalah lingkungan, serta maraknya arus globalisasi semakin memaksa manusia untuk mencari sumber energi alternatif yang bersifat terbarukan, efisien dan tidak memberikan dampak pencemaran terhadap lingkungan.

Pengembangan energi listrik yang saat ini berkembang yaitu memanfaatkan sumber daya alam energi surya (solar cell), angin, panas, dan air. Namun pengembangan tersebut masih memiliki kekurangan yaitu dapat menyebabkan kerusakan lingkungan pada rumah kaca, over heating, tergantung pada faktor cuaca dan harga yang relatif mahal.

Limbah Genteng sebagai Pemurnian Biogas Menjadi Biometan

Dikirim oleh dietodita pada 19 Mei 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 82

Limbah Genteng sebagai Pemurnian Biogas Menjadi Biometan
Limbah Genteng sebagai Pemurnian Biogas Menjadi Biometan
Biogas merupakan salah satu hasil pengolahan limbah ternak sebagai upaya mengurangi pencemaran lingkungan. Namun kalori yang dihasilkan oleh biogas masih belum memiliki kualitas yang baik. Adapun metode pemurnian biogas yang berkembang di masyarakat kurang efisien dan memerlukan biaya yang mahal.

Menyikapi hal tersebut mahasiswa Fakultas Peternakan (Fapet) UB memiliki solusi memanfaatkan limbah genteng sebagai penyerap. Dibawah asuhan dosen Prof. Moch. Junus, tim yang terdiri dari Dewi Mulia Sari (2014), Rinda Dwi Lestari (2014), Pranaya Arya Satya (2015), dan M. Husni Mubarok (2015) menciptakan Roof Waste Biogas Absorption atau Roof-Biotion. Roof-Biotion merupakan alat untuk pemurnian biogas menjadi biometan menggunakan limbah genteng.