Prasetya Online

>

Berita UB

Dr. Deborah Wise Jane: Positioning Konsep Kunci Riset Kualitatif Public Relations

Dikirim oleh prasetyafisip pada 08 October 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 270

Dosen dari Universitas Newscastle Dr. Deborah Wise Jane
Dosen dari Universitas Newscastle Dr. Deborah Wise Jane
Jurusan Ilmu Komunikasi mengadakan Workshop Metode Riset Kualitatif PR mengenai Discourse Analysis dengan mengundang dosen dari Universitas Newscastle Australia Dr. Deborah Wise Jane sebagai pemateri. Bertempat di ruangan 5.2 Gedung A FISIP UB, workshop ini diadakan Selasa (2/10/2018).

Public Relations (PR) merupakan salah satu bidang peminatan Jurusan Ilmu Komunikasi yang ada di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UB.

Praktisi Public Relations Harus Mengikuti Perkembangan Teknologi

Dikirim oleh prasetyafisip pada 08 October 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 143

Dr. Deborah Jane Wise dari University of Newcastle
Dr. Deborah Jane Wise dari University of Newcastle
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi dunia kehumasan adalah perkembangan teknologi yang kurang diimbangi oleh pengetahuan dan keterampilan para praktisi Public Relation (PR). Padahal, kedua hal tersebut sangat penting dalam menunjang kegiatan kehumasan.

Teori PR Diterapkan Berbeda Di Setiap Negara

Dikirim oleh prasetyafisip pada 08 October 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 166

Kuliah tamu oleh dosen dari universitas Newcastle Dr. Deborah Wise Jane
Kuliah tamu oleh dosen dari universitas Newcastle Dr. Deborah Wise Jane
Teori merupakan sesuatu hal penting dalam melakukan suatu penelitian. Teori-teori Pubic Relations (PR) secara konseptual memang bisa diterapkan untuk menganalisis, tapi pengaplikasiannya bisa saja berbeda. Perbedaan pengaplikasian teori PR terjadi antara Indonesia dan Australia karena memiliki perbedaan background sosial budaya.

Mahasiswa FIB UB Magang di Jepang

Dikirim oleh prasetyafib pada 08 October 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 316

Rombongan FIB UB bersama Mr. Genichi Kato
Rombongan FIB UB bersama Mr. Genichi Kato

Bagi mahasiswa tingkat akhir, magang merupakan salah satu syarat wajib untuk mendapatkan gelar sarjana. Tuntutan dunia kerja yang semakin tinggi mengakibatkan proses magang menjadi sangat penting. Chandra Trisnadi dan Amaliya Akhsani, mahasiswa Sastra Jepang FIB UB berkesempatan melaksanakan magang di Jepang pada (1/10- 28/11/2018).

Mereka berangkat ke Jepang diantar oleh alumni Sastra Jepang FIB UB Aditya dan Dosen Sastra Jepang FIB UB Efrizal, M.A. Aditya merupakan pemilik Hikari Japanese Language Institute yang memiliki koneksi erat dengan Allcasting Jepang yang  sangat membutuhkan tenaga kerja magang di bidang jasa terjemahan lisan dan tulisan karena Allcasting memiliki banyak tenaga kerja dari luar Jepang, termasuk Indonesia.

Pengabdian Masyarakat Dosen FPIK pada Budidaya Udang Vaname

Dikirim oleh oky_dian pada 08 October 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 216

Foto Bersama Tim Pelaksana dan Mitra: dari kiri ke kanan Ketua Mitra 1, Ketua Tim Pelaksana, Anggota Pelaksana, Ketua Mitra 2 (Dokumentasi Tim Pelaksana, 2018)
Foto Bersama Tim Pelaksana dan Mitra: dari kiri ke kanan Ketua Mitra 1, Ketua Tim Pelaksana, Anggota Pelaksana, Ketua Mitra 2 (Dokumentasi Tim Pelaksana, 2018)
Dua dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas  Brawijaya (FPIK UB) yaitu Dr. Ir. Mohammad Mahmudi, M.S (ketua) dan Nanik Retno Buwono, S.Pi, MP (anggota) melakukan program pengabdian masyarakat di Desa Temaji Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban Jawa Timur.

Bentuk pengabdian masyarakat yang telah dilakukan sejak bulan Mei 2018 hingga November 2018 tersebut, berupa penerapan alat automatic feeder (autofeeder) kepada kelompok petani udang vaname.

Kegiatan ini dilakukan karena banyak petani udang di daerah tersebut yang melakukan budidaya secara tradisional atau ekstensif.

Selain itu, efesiensi pakan masih rendah karena pemberian pakan masih dilakukan secara konvensional.

Mohammad Mahmudi mengatakan kegiatan ini perlu dilakukan untuk memperkenalkan teknologi budidaya pada mitra melalui pengelolaan kualitas air dan juga pakan dengan penggunaan automatic feeder .

Pemberian pakan secara konvensional belum efektif dan efisien karena pakan ditebar secara manual sehingga menyebabkan kesulitan dalam hal konsistensi pemberian (jumlah dan waktu) pakan atau banyak pakan yang terbuang tidak langsung dimanfaatkan oleh udang.

Semakin  banyak  pakan  yang  ditebar  maka  penurunan  kualitas  air  akan semakin cepat. Sehingga menimbulkan permasalahan dalam budidaya seperti munculnya hama penyakit yang menyerang udang vaname.

Aplikasi autofeeder digunakan untuk efisiensi pemberian pakan sehingga bisa terserap oleh udang secara efektif. Hal ini diharapkan dapat mengurangi harga pakan dan efisisensi tenaga tambak.

Selain itu, penggunaan autofeeder juga untuk meningkatkan produksi hasil panen budidaya udang dan meningkatkan pendapatan para pembudidaya udang vaname. [*/Humas UB]