Prasetya Online

>

Berita UB

Hibridisasi Linguistik: Identitas Islam dan Jawa Melalui Nama

Dikirim oleh prasetyaFISIP pada 19 Mei 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 96

Hibridisasi dalam era globalisasi telah membawa pola dan prospek budaya ke arah peleburan satu sama lain dan menghasilkan bentuk baru. Dalam seminar bertajuk Islam dan Ilmu Pengetahuan yang diselenggarakan oleh program studi S3 Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB), hibridisasi linguistik muncul menjadi sebuah tren dalam pemberian sebuah nama orang. Pemberian nama sekarang banyak yang mengikuti tren yang terpengaruh oleh faktor globalisasi.

Drs. K. H. Marzuki Mustamar. M. Ag. sebagai pembicara mengatakan bahwa pada tahun 1960-an, agama Islam di Jawa dikategorikan menjadi “abangan” dan “priyai”. Ia  mesintesakan nama seperti Kusumo dan Bambang sebagai nama priyai. Pada Tahun 1990-an, abangan mulai runtuh dan banyak dari mereka mulai melaksanakan amal Islam secara normatif. “Tahun 1990-an para abangan ini mulai meningkatkan literasi Al-Quran. Abangan mengalami declining, maka pertanyaannya kemanakah para abangan ini mengalami diaspora?”, kata Marzuki dalam seminar yang diselenggarakan pada Rabu (17/05/2017).

MS BLOOM Untuk TIngkatkan Produktifitas Padi

Dikirim oleh vicky.nurw pada 19 Mei 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 192

Sonic Bloom
Sonic Bloom

Indonesia merupakan salah satu penghasil padi. Masyarakat juga memanfaatkan nasi sebagai makanan pokok. Oleh karena itu, dibutuhkan penanganan intensif untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas padi. Hal ini menjadi latar belakang diciptakannya MS.BLOOM, sebuah alat yang menggunakan gelombang suara untuk merangsang pembukaan stomata secara maksimal.

Kuliah Umum Digital Startup oleh Kominfo RI

Dikirim oleh prasetyaPTIIK pada 19 Mei 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 242

Basuki Yusuf Iskandar Saat Menyampaikan Materi
Basuki Yusuf Iskandar Saat Menyampaikan Materi
Dr. Ir. Basuki Yusuf Iskandar, MA. selaku Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Kepala Balitbang SDM), Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI) hadir sebagai pemateri Kuliah Umum bagi sekitar 300 mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) pada Kamis (18/5/2014). Kuliah umum pada kesempatan tersebut mengangkat tema “The 2020 Indonesia Digital Vision”.

Disampaikan oleh Basuki bahwa kini kehidupan sehari-hari manusia tidak terlepas dengan bantuanInformation and Communication Technology (ICT). Oleh karenanya negara – negara maju di dunia selalu memfokuskan perhatiannya pada pengembangan ICT untuk menunjang kehidupan manusia. Basuki mengatakan bahwa terdapat dua peluang yang dapat dikembangkan dalam bidang ICT yaitu jaringan dan aplikasi. Untuk jaringan yang kini pengembangannya sudah pada teknologi 5G diakui akan sulit untuk mengejarnya. Sehingga peluang bersaing yang lebih besar adalah pada ICT bidang pengembangan aplikasi perangkat lunak/ software.

Mahasiswa FT UB Buat Pendingin dan Pemanas Makanan dari Tenaga Surya

Dikirim oleh oky_dian pada 19 Mei 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 263

Tim Catterpillar bersama Alatnya
Tim Catterpillar bersama Alatnya
Pada umumnya masyarakat menggunakan lemari es sebagai pendingin makanan dan minuman, sedangkan untuk memanaskan menggunakan kompor atau magic com. Alat-alat tersebut selain membutuhkan energi listrik juga menyebabkan pemanasan global atau global warming.

Lima mahasiswa FT UB mencoba memecahkan permasalahan dengan menciptakan alat penyimpan makanan portable dengan menggunakan energi surya atau matahari. Alat yang diberi nama Cooler and Heater Portable from TEG and TEC Module with Self Source Electric and Automation Temperature Controller (CATTERPILLAR) diciptakan oleh Muhammad Husni Mubarok, Lugas Gada, Naufal Firdaus, Machfud Firmansyah, dan Imam Mawardi.

“Pemanas dan pendingin portable dari TEC dan TEG bisa mengubah listrik jadi panas dan dingin bahkan mengubah perbedaan suhu menjadi penghasil energi listrik,”kata Husni.

Selain Nikmat, Miantea Mampu Cegah Penyakit Cacing

Dikirim oleh oky_dian pada 19 Mei 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 159

Team Miantea
Team Miantea
Daun Miana yang selama ini banyak digunakan sebagai tanaman hias ternyata mempunyai banyak fungsi. Salah satunya adalah mencegah cacingan pada anak-anak.

Infeksi cacing yang bisa menimbulkan 150.000 kematian pertahun saat ini bisa diantisipasi dengan daun Miana yang diolah menjadi teh bernama Miantea.

Miantea dibuat oleh empat mahasiswa jurusan Teknologi Hasil Pertanian (THP) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP UB). Mereka adalah Inmas Putri Rahmawati, Della Putri, Savrida Nurahmi, dan Ica Raditia.