Prasetya Online

>

Berita UB

Pelatihan Membuat Scalable App oleh Amazon Web Services (AWS) Indonesia

Dikirim oleh dinaoktavia pada 12 Juli 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 211

Pelatihan AWS
Pelatihan AWS
Jurusan Teknik Informastika (JTIF) FILKOM UB bekerjasama dengan Amazon Web Services (AWS) Indonesia menyelenggarakan kegiatan pelatihan bertajuk "How to Build a Scalable App on AWS" pada Rabu (10/7/2019). Komang Candra Brata, S.Kom., M.T., M.Sc. selaku ketua pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan salah satunya untuk meningkatkan wawasan ilmu dan kompetensi tentang beberapa teknologi terkini di bidang cloud service dan pengembangan aplikasi. Peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah dosen dan mahasiswa JTIF FILKOM UB yang merupakan calon peserta Gemastik 2019. Sementara itu pemateri dari AWS Indonesia pada kesempatan itu adalah Ronaldo Josep selaku AWS solution architect dan Meher Vaswani selaku AWS startup Business Development, Indonesia.

AWS lndonesia merupakan salah satu perusahaan yang menyediakan sumber daya layanan berbasis cloud (web service) dan software solution provider untuk semua kalangan baik startup, industri hingga lembaga penelitian akademis di seluruh dunia. Dari profil perusahaan maupun produk AWS lndonesia tersebut terdapat irisan keilmuan dengan JTIF, khususnya bidang Media, Game & Mobile Technology (MGM), Komputer Berbasis Jaringan (KBJ) dan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Beberapa materi yang dibahas dalam pelatihan ini meliputi profil AWS, produk/layanan AWS secara teknis, apps architecture, reliable & scalable IT product dan finansial impactnya.

Mahasiswa UB Giatkan Pelatihan Wirausaha untuk Penyandang Difabel

Dikirim oleh oky_dian pada 12 Juli 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 258

Tim SMART Difabel Berfoto Bersama Penyandang Disabilitas
Tim SMART Difabel Berfoto Bersama Penyandang Disabilitas
Lima mahasiswa UB lintas jurusan berupaya melatih penyandang disabilitas demi menumbuhkan jiwa kreativitas dan kewirausahaan melalui sebuah kegiatan PKM M bernama SMART Difabel.

Mereka adalah Nadia Herani (FIA) sebagai Project Leader dengan beranggotakan Demas Naufal Hakim (FEB), Naila El'Arisie(FT), Taufika Septiawan (FEB), dan Muhammad Khuzain (FT).

"Tujuan adanya program ini, semoga teman-teman penyandang disabilitas tidak lagi hanya bergantung pada ketersediaan lapangan pekerjaan yang sesuai. Tapi mereka bisa mewujudkan kemandirian dengan kewiraushaan dan mampu membuat lapangan pekerjaan sendiri," ujar Nadia, project leader dari tim SMART Difabel.

Program ini nantinya akan lebih memfokuskan pelatihan ke bidang ekonomi kreatif dan telah bekerja sama dengan Lembaga penyandang Sosial, Lembaga Perlindungan anak dan Komunitas Disabilitas Malang yang bertempat di Sukun dan Blimbing. Ada dua kategori kelas dalam proses pelatihan yaitu kelas non bisnis untuk penyandang disibilitas yang belum punya kewirausahaan dan kelas bisnis yang sudah punya kewirausahaan. Dari dua kelas tersebut akan dipecah lagi menjadi kelas-kelas kecil seperti di kelas bisnis terdapat kelas packaging, kelas foto produk, dan kelas bisnis modal canvas. Kemudian untuk kelas non bisnis sendiri lebih ditekankan pada pembelajaran dasar dalam memulai usaha seperti kelas motivasi dan kelas ide kreatif .

Ciptakan Kopi Buah, Mendulang Prestasi di Malaysia

Dikirim oleh prasetyaFT pada 12 Juli 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 289

kopi (2)
kopi (2)
Kopi merupakan komoditas yang paling diminati di seluruh dunia. Budaya minum kopi sangat beragam sesuai dengan peminat di negaranya masing-masing. Ada yang suka kopi dengan rasa pahit, asam, maupun kopi dengan rasa manis. Begitupula di Indonesia, kopi sudah menjadi teman nongkrong di kalangan masyarakat Indonesia.

Pun demikian, budaya minum kopi yang terus meningkat ini akan berdampak terhadap kesehatan pada tubuh jika dikonsumsi berlebihan. Kandungan kafein dalam kopi berdampak buruk pada kesehatan jika tidak di barengin dengan pola hidup sehat. Selain itu peningkatan budaya minum kopi ini diiringi dengan angka yang rendah dalam mengkonsumsi buah - buahan untuk pemenuhan gizi mikro dalam tubuh.

Prodi Agroekoteknologi Jadi Favorit SBMPTN

Dikirim oleh oky_dian pada 12 Juli 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 356

FP UB
FP UB
Program studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB) masih menjadi favorit peserta SNMPTN dan SBMPTN. Hal ini terbukti selama empat tahun berturut-turut prodi Agroekoteknologi menempati posisi pertama yang paling diminati untuk bidang saintek.

Kaprodi Agroekoteknologi Dr.agr. Nunun Barunawati, SP.MP mengatakan bahwa meningkatnya animo masyarakat terhadap Prodi Agroekoteknologi dipengaruhi oleh terjadinya pergeseran mindset ilmu pertanian dulu dan sekarang.

"Terjadi pergeseran pola pikir ilmu pertanian dulu dan sekarang. Jika dulu ilmu pertanian lebih berkesan dengan berlumpur atau blethok. Kurikulum ilmu pertanian sejak 2008 sudah diperbaiki menjadi lebih inovatif, menggunakan IPTEK, global dan lebih update menyesuaikan dengan tantangan milenial baik secara lokal, regional, maupun internasional,"katanya. Hal ini bekal untuk menjawab tantangan permasalahan sektor pertanian menghadapi Era Global dan Era industri 4.0 dimana PS Agroekoteknologi harus lebih menyiapkan lulusan yang handal dan berdaya saing.

PECMAN Percepat Sterilisasi Media Tanam Jamur Hingga 98,6%

Dikirim oleh prasetyaFT pada 12 Juli 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 270

pecman (2)
pecman (2)
Komoditas jamur menjadi komoditas yang menjanjikan dimana tingkat konsumsinya cukup tinggi baik di skala nasional maupun internasional. Menurut data pusat statistik bahwa tingkat konsumsi jamur di Indonesia mencapai 0,18kg/kapita. Di Amerika tingkat konsumsi jamur mencapai 0,5 kg/kapita, dan Eropa sebesar 1,5 kg/kapita. Hal ini menjadi peluang besar untuk menjadikan komoditas jamur berkontribusi besar dalam peningkatan pembangunan ekonomi di sektor pertanian dan ketahanan pangan negara.

Akan tetapi,meningkatnya konsumsi jamur tiram tidak diimbangi dengan kapasitas produksi, baik untuk pemenuhan permintaan pasar lokal maupun untuk permintaan ekspor. Dalam proses budidaya, petani jamur harus mempersiapkan media tanam jamur yang unggul melalui proses sterilisasi guna menghilangkan mikroorganisme patogen baik kapang, khamir mapun bakteri. Secara umum, sterilisasi media jamur dengan efesiensi mencapai 59,57% menggunakan cara pengukusan media (baglog) di dalam drum selama 8 jam (2 jam pemanasan, 6 jam sterilisasi).