Prasetya Online

>

Berita UB

Fapet UB Semarakan Pameran Peternakan Terbesar di Indonesia

Dikirim oleh dietodita pada 22 Mei 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 192

Fapet UB Turut Serta dalam Kegiatan Pameran Peternakan Terbesar di Indonesia bertajuk Indolivestock 2017
Fapet UB Turut Serta dalam Kegiatan Pameran Peternakan Terbesar di Indonesia bertajuk Indolivestock 2017
Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB) turut serta kegiatan pameran peternakan terbesar di Indonesia bertajuk Indolivestock 2017 Expo dan Forum. Bertempat di Grand City Convex Surabaya, pameran diikuti oleh 370 peserta dari 42 negara. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari (17/9-19/05/2017) ini digagas oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

Sebagai instansi pendidikan, Fapet membuka stand pameran dengan menyuguhkan hasil karya dosen dan mahasiswa, seperti buku-buku peternakan, speculum, suplemen ternak, produk hasil ternak yang meliputi madu, yoghurt, kefir, masker kefir, kerajinan berbahan limbah kulit kelinci, dan pomade propolis.

Madu dan yoghurt merupakan produk yang ludes diborong pengunjung dari berbagai kalangan. Sebab menurut mereka produk-produk tersebut diolah oleh para ahlinya sehingga kemurnian dan keaslian sudah terjamin.

Jembatan Klayatan, dari Bambu Menjadi Beton

Dikirim oleh prasetyaFT pada 22 Mei 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 194

Setelah peletakan batu pertama pada 10 Desember 2016 silam, akhirnya warga Dusun Klayatan, Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang dapat menikmati jembatan beton baru hasil swadaya masyarakat. Jembatan yang menghubungkan Desa Randu Gading dan Desa Jatisari ini diresmikan pada hari Sabtu, (20/5/2017).

Jembatan ini adalah persembahan ketiga dari Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB) dan Jawa Pos Radar Malang. Jembatan pertama adalah di Betek–Tembalangan yang diresmikan pada 24 November 2014 dan jembatan kedua adalah di Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru, yang diresmikan pada 29 April 2016.

Jembatan Klayatan
Jembatan Klayatan
Ketua tim pelaksana sekaligus Dekan Fakultas Teknik Dr. Ir. Pitojo Tri Juwono, MT melaporkan bahwa pembangunan jembatan sepanjang 20 meter dan lebar 2,6 meter itu dilaksanakan sekitar tiga setengah bulan. Dana pembangunan jembatan berasal dari partisipasi masyarakat yang digalang oleh Radar Malang sebesar Rp 270 juta serta sumbangan dari alumni sebesar Rp 100 juta.

Perkenalkan Sikno, Cairan Pembersih Tangan dari Daun Teh

Dikirim oleh oky_dian pada 20 Mei 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 255

SIKNO
SIKNO
Kebersihan sangat diperlukan untuk menjamin kesehatan. Menurut data dari Depkes (2014), disebutkan bahwa 95 % penyakit diare disebabkan oleh kurangnya kebersihan tangan. Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh kurangnya kebersihan tangan, mulai dari mecuci tangan dengan air bersih, sabun, dan handsanitizer. Namun, handsanitizer yang saat ini beredar di pasaran banyak mengandung bahan kimia sintetis seperti etil alcohol 62 %, triclosa, paraben, pelembut, pelembab, dan bahan kimia sintesis lainnya. Disisi lain, tanaman teh memiliki potensi besar untuk menjadi bahan dasar dari produk handsanitizer dengan kandungan yang alami. Tanaman teh memiliki kandungan katekin sebesar 30 % yang bersifat antimikroba dan antibakteri sehingga mampu memberikan kondisi higienis serta bebas dari kuman dan bateri pada tangan.

SIKNO (Resik Tresno) merupakan produk handsanitizer yang berbahan dasar daun teh yang diekstrak menjadi cairan spray. Bahan baku dari daun teh mengandung bahan kimia organik dan tidak lengket serta tidakakan menimbulkan efek bahaya pada kulit manusia.

Mahasiswa UB Berdayakan Relawan Sampah Dengan Memanfaatkan Limbah Organik

Dikirim oleh oky_dian pada 20 Mei 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 412

Pemberdayaan Relawan Sampah di Desa Sitirejo dengan Memaksimalkan Sampah Organik
Pemberdayaan Relawan Sampah di Desa Sitirejo dengan Memaksimalkan Sampah Organik
Lima mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) memberdayakan relawan sampah di desa Sitirejo dengan memanfaatkan limbah organik. Desa Sitirejo merupakan desa yang memiliki potensi untuk dikembangkan ditinjau dari sumber daya alamnya ataupun sumber daya manusianya. Dari segi kualitas sumber daya manusia, Desa Sitirejo telah memiliki kelompok swadaya masyarakat yang bergerak dibidang kebersihan desa yang dinamakan TPST 3R Sitirejo Bersatu (Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Reduce Reuse Recycle). Kegiatan keseharian kelompok swadaya masyarakat TPST 3R Sitirejo Bersatu adalah mengumpulkan sampah dari 850 rumah warga kemudian dipilah untuk memisahkan antara sampah organik dan anorganik.

Meskipun sudah memiliki sumber daya manusia yang peduli terhadap lingkungan namun dalam hal pengolahan sampah ke tahap selanjutnya belum terlaksana dengan baik  karena kurangnya pengetahuan yang cukup akan pengolahan sampah lebih lanjut. Sampah yang diolah ataupun dimanfaatkan oleh TPST 3R Sitirejo Bersatu selama ini hanyalah sampah anorganik, yaitu dengan menjualnya ke pedagang lapak bekas. Sedangkan untuk sampah organik yang melimpah tidak termanfaatkan oleh masyarakat  karena langsung dilimpahkan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talangagung Malang. Padahal sampah-sampah organik ini memiliki nilai tersendiri  jika dimanfaatkan secara optimal sehingga dapat dijadikan sebagai potensi besar untuk meningkatkan taraf perekonomian para relawan sampah TPST 3R Sitirejo Bersatu.

Musik Gamelan Kebo Giro Bisa Tingkatkan Hasil Panen

Dikirim oleh oky_dian pada 20 Mei 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 228

Tim Etrovice Bersama Dosen Pembimbing Joko Prasetyo, STP.,MSi
Tim Etrovice Bersama Dosen Pembimbing Joko Prasetyo, STP.,MSi
Musik gamelan "Kebo Giro" ternyata bisa digunakan untuk meningkatkan hasil panen. Inovasi ini ditemukan oleh lima mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) Sintya Laylie M, Danar Wicaksono, Khurun In Nur K, dan Aziz Iman W.

Electroculture Vegetable Device (ETROVICE) merupakan sebuah alat yang memadukan cahaya monokromatik dari lampu LED merah dan biru dengan sonic bloom.

Adapun komponen-komponen dari Etrovice, terdiri dari rangkaian lampu LED, speaker, dan panel surya. Rangkaian lampu LED sebagai cahaya monokromatik akan membantu memberikan cahaya bagi tanaman untuk proses fotosintesis pada saat malam hari. Speaker yang berperan sebagai sonic bloom akan mengeluarkan gelombang suara dengan frekuensi 3000-5000 Hz yang dapat membuka stomata daun lebih lebar dibandingkan dengan biasanya.