Prasetya Online

>

Berita UB

Buka Bersama Keluarga Besar Fakultas Teknik UB

Dikirim oleh prasetyaFT pada 05 Juni 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 194

Keluarga besar Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB) kembali menggelar buka puasa dan salat maghrib berjamaah. Tak kurang 300 undangan yang meliputi segenap dekan lintas periode, pimpinan fakultas, ketua jurusan, ketua program studi, ketua unit penunjang akademik, dosen, karyawan, pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP), dan perwakilan mahasiswa di lingkungan FT-UB menghadiri acara yang dilaksanakan di Auditorium Prof. Ir. Suryono pada hari Senin, 4 Juni 2018 ini.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Juara MTQ Mahasiswa UB 2016, Firdausi Nuzula dan Fasti Surya dan dilanjutkan dengan sambutan oleh Dekan Fakultas Teknik, Dr. Ir. Pitojo Tri Juwono., MT.

“Terimakasih atas kedatangannya di acara ini, semoga langkah kaki kita selalu diridhoi oleh Allah SWT dan dapat meningkatkan silaturahim keluarga besar FTUB. Tak lupa saya berikan apresiasi kepada Ust. Khusnul Hadi, semoga tausiyah hari ini memberikan kemanfaatan dan bisa menjadi pengingat untuk selalu berusaha meningkatkan level ketaqwaan,” harapnya saat membuka kegiatan.

buber (2)
buber (2)
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada Buka Bersama tahun ini juga diberikan santunan kepada tiga panti asuhan di wilayah Malang. Ketiga Panti Asuhan ini antara lain Panti Asuhan Sunan Ampel, Panti Asuhan Sunan Kalijaga, dan Panti Asuhan Al-Kaaf Jabung Malang.

buber (1)
buber (1)
Mendekati waktu buka puasa, peserta mendapatkan tausiyah dari Ustadz Khusnul Hadi. Dalam tausyiahnya ia berpesan untuk selalu menjadikan Al-Qur’an dan Hadits sebagai pedoman hidup. Di acara yang berdekatan dengan Nuzulul Qur’an, ia juga mengingatkan bahwa di Bulan Ramadhan inilah turun Al-Qu’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan untuk membedakan antara yang haq dan yang bathil (QS. 2:185).

Dalam tausiyahnya ia menyampaikan, untuk memahami Al-Quran ada dua metode. Pertama, jika menyangkut ummul kitab, saat membahas masalah syariat, akidah, akhlaq, muammalat, ibadah fardiyah, ataupun hukum harus menggunakan pendekatan salaf karena permasalahan tersebut tidak akan berubah.

buber (4)
buber (4)
“Jika hadapi masalah-masalah itu, rujuklah ulama Salafush Shalih, tapi jika menghadapi menyangkut IPTEK, maka gunakan pendekatan khalaf, karena dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa IPTEK selalu mengalami perkembangan,” ujarnya.

Ia juga membeberkan beberapa isyarat-isyarat sains dalam Al-Qur’an, diantaranya QS. 84: 16-23, QS 33: 40, QS 67: 19, dan QS. 57: 25-26. Ia juga membuktikan bahwa Al-Qur’an benar-benar kalam Ilahi dan manusia tidak mungkin meniru meski hanya satu ayat.

buber (5)
buber (5)
“Begitu banyak hal di Al-Qur’an yang kita manusia tidak akan bisa meniru. Banyak isyarat-isyarat rahasia yang tersembunyi, misalnya sistem rantai. Misal QS 13 jumlah ayat 43, QS 43 jumlah ayat 89, QS 89 jumlah ayat 30, QS 30 jumlah ayat 60, dan QS 60 jumlah ayat 13. Ada juga sistem cermin, QS 36 jumlah ayat 83, QS 83 jumlah ayatnya juga 36, dan masih banyak lagi,” bebernya.

“Al-Qur’an tiada keraguan di dalamnya, wahyu Allah SWT yang disampaikan oleh Rasulullah SAW, dijelaskan dalam hadits. Mari kita jadikan Al-Qur’an dan hadits sebagai pegangan hidup,” tutupnya sebelum memimpin sholat maghrib berjamaah. (mic)

Pelantikan Pengurus IKA UB Malang Raya

Dikirim oleh vicky.nurw pada 05 Juni 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 338

Pelantikan Pengurus IKA UB Malang Raya
Pelantikan Pengurus IKA UB Malang Raya
Bulan ramadhan merupakan bulan yang istimewa bagi umat muslim diseluruh dunia. Moment ini digunakan oleh Presidium Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA UB) untuk melantik Pengurus Ikatan Alumni Universitas Brawijaya Malang Raya, Senin (4/6/2018).

Sekretaris Jenderal Presidium IKA UB Ir.  Soelasno Lasmono, M.Sc. dalam sambutannya menyampaikan bahwa organisasi ini adalah organisasi mengabdi. "IKA UB paling tidak bisa memberikan sumbangsihnya kepada Bangsa dan Negara. Saya berharap pengurus bisa menjalankan amanah dan menjaga nama baik almamater", ujarnya.

Turnamen Futsal Sebagai Sarana Silaturahmi Mahasiswa Asing di Malang

Dikirim oleh denok pada 05 Juni 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 262

Tim 1 Libya yang akan masuk final
Tim 1 Libya yang akan masuk final
Tim 2 Libya yang akan masuk final
Tim 2 Libya yang akan masuk final
Libyan Students Union, organisasi yang mewadahi mahasiswa Libya yang belajar di Indonesia termasuk di Univesitas Brawijaya (UB) Malang menyelenggarakan turnamen futsal di Bulan Ramadhan. Turnamen yang terselenggara untuk keenam kalinya pada tahun ini dipusatkan di Viva Futsal di bilangan Sukarno Hatta (22-30/05/2018). Pesertanya adalah mahasiswa asing yang ada di Kota Malang yang berasal dari Libya, Gambia, Sudan, Kazakhstan, Indonesia, Yaman, Somalia dan Madagaskar. Mereka tergabung dalam delapan tim. Final akan diselenggarakan di lapangan futsal yang sama pada Selasa (05/06/2018) dengan mempertemukan dua tim dari Indonesia dan dua tim dari Libya.

Menteri PUPR: SDM Keinsinyuran Perlu Ditingkatkan untuk Pembangunan Nasional

Dikirim oleh vicky.nurw pada 05 Juni 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 141

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono saat membuka Rapimnas PII
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono saat membuka Rapimnas PII
Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya keinsinyuran di Indonesia harus lebih bisa ditingkatkan lagi guna pembangunan nasional. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pembangunan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, saat memberikan sambutan pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) yang berlangsung di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya, Jumat (01/06/2018).

Sesuai dengan tema Rapimnas PII tentang "Kesiapan Sumber Daya Keinsinyuran Memasuki Industri 4.0", Basuki menekankan sudah sepatutnya Indonesia lebih meningkatkan kualitas SDM-nya. Industri saat ini telah memasuki era 4.0 dimana menggunakan Artificial Intelligence (AI) dengan keahlian otak sebagai tumpuannya untuk mempercepat pembangunan.

Dari Rapimnas PII: Harus Siap Hadapi Revolusi 4.0

Dikirim oleh vicky.nurw pada 05 Juni 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 153

Peserta Rapimnas PII bersama Menteri PUPR dan Rektor UB
Peserta Rapimnas PII bersama Menteri PUPR dan Rektor UB
Menghadapi tantangan revolusi industri 4.0, para insinyur dituntut memiliki nilai lebih dalam hal profesionalitas, dan kehidupan sosial di tengah masyarakat yang terus berkembang dengan memperbaiki kualitas SDM maupun perkembangan digital.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan penting dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Persatuan Insinyur Indonesia (PII).di Gedung Widyaloka, Universitas Brawijaya pada Jumat - Sabtu (1-2/6/2018). Rapimnas kali ini mengambil tema Kesiapan Sumber Daya KeInsinyuran Memasuki Era industri 4.0.