Prasetya Online

>

Berita UB

Kunjungan Kerjasama Riset dan Seleksi Beasiswa NCU Taiwan di FILKOM UB

Dikirim oleh prasetyaPTIIK pada 16 November 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 64

Professor Deron Liang dari Department of Computer Science and Information Engineering, National Central University (NCU), Taiwan melakukan kunjungan ke Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya (FILKOM UB) pada Kamis (9/11/2017). Kunjungan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk memberikan sosialisasi terkait NCU Taiwan kepada mahasiswa dan dosen FILKOM yang berminat untuk melanjutkan studinya ataupun yang ingin melakukan kerjasama riset. Selain itu usai sesi sosialisasi Prof. Deron Liang juga melakukan sesi interview/wawancara dengan kandidat penerima beasiswa NCU untuk graduate program.  Peserta interview sejumlah 35 orang yaitu 1 orang dari UI, 31 orang dari UB, 1 orang dari UGM dan 2 orang dari ITS.

Membuka pemaparannya Prof. Deron menyampaikan informasi tentang profil NCU yang telah berdiri sejak tahun 1915. NCU memegang beberapa predikat meliputi No. 4 Best Global Universities di Taiwan, No. 2 Publication in Nature Science dan No. 391 versi QS World University Ranking. Hingga kini NCU memiliki total 900 professor dan researcher yang mengajar lebih dari 12.000 mahasiswa. NCU memiliki delapan fakultas/collage dan 23 departments. Delapan fakultas yang ada meliputi collage of liberal arts, collage of hakka studies, collage of science, collage of engineering, collage of management, collage of electrical engineering and computer science, collage of earth science, collage of health science and technology.

Bagi lulusan FILKOM yang ingin melanjutkan studinya di NCU dapat bergabung dengan College of Electrical Engineering and Computer Science yang memiliki tiga departments dan 1 graduate institute. Adapun departments dan institute itu meliputi departments of electrical engineering, departments of communication engineering dan departments of computer science and information engineering, serta graduate institute of network learning technology. Biaya pendidikan yang harus dibayarkan selama menempuh studi di NCU berbeda untuk undergraduate program dan graduate program. Untuk undergraduate program mahasiswa hanya perlu membayar tuition fee yang berkisar antara USD 1.406 – USD 1.621, tergantung pada collage dan departments yang dipilih. Sementara untuk mahasiswa graduate program harus membayar tuition fee yang berkisar antara USD 369 – USD 819 serta credit fee berkisar antara USD 97 – USD 154/credit.

 

Namun bagi mahasiswa dan dosen UB yang mengikuti seleksi interview dengan Prof. Deron kali ini dan lolos seleksi akan mendapat NCU Scholarship dengan manfaat pembebasan tuition fee dan credit fee serta mendapatkan fasilitas monthly allowance. Hal ini sebagai bentuk tindaklanjut kerjasama antara UB dan NCU Taiwan yang terjalin sejak tahun 2010 lalu. Disampaikan oleh Prof. Deron bahwa terdapat dua macam beasiswa yang dapat dimanfaatkan mahasiswa internasional yang ingin melanjutkan studinya di NCU. Pertama adalah Taiwan Scholarship yang diberikan oleh pemerintah Taiwan umumnya bagi mahasiswa doktoral. Pengajuan aplikasi untuk beasiswa ini dibuka pada 1 Januari – 31 Maret setiap tahunnya. Manfaat yang didapat dari beasiswa ini adalah pembebasan dari pembayaran tuition dan credit fee, serta monthly allowance senilai USD 645 bagi kandidat yang lolos seleksi. Kedua adalah NCU Scholarship yang memberikan manfaat pembebasan dari pembayaran tuition dan credit fee, serta monthly allowance senilai USD 500 bagi master students dan USD 1000 bagi doctoral students. Pengajuan aplikasi untuk beasiswa ini dapat dilakukan secara online melalui admissions.oia.ncu.edu.tw dan memilih degree program application pada bagian kanan bawah website. [dna]

 

 

Teknik Mesin UB Masih yang Terbaik di KMHE 2017

Dikirim oleh prasetyaFT pada 16 November 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 147

Tim Apatte 62 Brawijaya kembali berjaya di Kompetisi Mobil Hemat Energi (KMHE) 2017 yang berlangsung di Institut Teknologi Sepuluh Nopember pada (7/11-11/11/2017)lalu.

Mobil hemat energi buatan mahasiswa Teknik Mesin , Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB) itu berhasil menyabet Juara 1 kelas prototipe listrik, juara 3 kelas urban listrik, dan juara kategori best design report. Prestasi itu membuat tim Apatte berhak berlaga di kompetisi Shell Eco Marathon di Singapura pada Maret 2018.

General Manager Tim Apatte 62 Brawijaya Dana Damara Putra mengatakan, pihaknya bersaing dengan 80 peserta dari seluruh Indonesia pada KMHE 2017. Mobil yang dibawanya memiliki kelebihan dibanding dengan peserta lain. Salah satunya dilihat dari ban yang rolling resistennya rendah.

"Selain itu juga pada sistem pengeremannya," katanya, Rabu (15/11).

Start Up Business Binaan BIW-UB Gandeng Investor untuk Kerjasama

Dikirim oleh ireneparamita pada 16 November 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 130

Salah satu tenant mempresentasikan produknya di depan investor dan calon buyer
Salah satu tenant mempresentasikan produknya di depan investor dan calon buyer
Untuk memperlancar bisnis atau mendapat fasilitas permodalan, seorang pelaku usaha perlu bekerjasama dengan investor. Untuk itu, Badan Inkubator Wirausaha Universitas Brawijaya (BIW-UB) mempertemukan 11 tenant binaannya dengan investor dan calon buyer. Kegiatan ini digelar Rabu (15/11/2017), di Ruang Jamuan Gedung Rektorat lantai enam.

Ketua Panitia Dr. Setyono Yudo Tyasmoro, MS menyampaikan, melalui Business Matching ini, 11 tenant berbasis teknologi tersebut dipromosikan kepada calon buyer atau investor. "Produk-produk berbasis teknologi tersebut merupakan temuan dosen-dosen UB serta mahasiswa pemenang PIMNAS 2017 yang telah diinkubasi oleh BIW-UB, dan kami harapkan melalui pertemuan dengan inverstor dan buyer ini, produk-produk tersebut dapat dikomersialisasi dan dimanfaatkan masyarakat, serta terjalin kesepakatan antara buyer dan tenant untuk bisnis lebih lanjut," ujarnya.

BIW-UB Bersinergi dengan Pemerintah Kembangkan Kewirausahaan di Jatim

Dikirim oleh ireneparamita pada 16 November 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 79

FGD Peran Inkubator Bisnis Teknologi Perguruan Tinggi dalam Transformasi Teknologi di Jatim
FGD Peran Inkubator Bisnis Teknologi Perguruan Tinggi dalam Transformasi Teknologi di Jatim
Badan Inkubator Wirausaha Universitas Brawijaya (BIW-UB) adakan Focus Group Discussion, Selasa (14/11/2017). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka penguatan kelembagaan bagi BIW-UB maupun start up company di bawah bimbingan BIW-UB. Acara yang digelar di Ruang Jamuan, Gedung Rektorat lantai enam ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Timur, Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu, Direktur Utama Badan Usaha Akademik UB Prof. Gugus Irianto, SE, MSA., Ph.D.Ak., dan Dr. Hadi K. Purwadaria dari Divisi Internasional Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Ketua Panitia Dr. Setyono Yudo T, MS menyampaikan, melalui FGD ini diharapkan tenant berbasis teknologi binaan BIW-UB dapat bersinergi dengan pemerintah untuk menghilirisasi teknologi-teknologi yang sudah siap sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat.

Dalang, Aplikasi Penggiat Gerakan Daur Ulang Sampah

Dikirim oleh prasetyaPTIIK pada 15 November 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 136

Tim Spesialku Juara II IT Today
Tim Spesialku Juara II IT Today
Dalang (Daur Ulang) merupakan aplikasi berbasis android dengan teknologi Computer Vision IBM yang dibuat dengan tujuan untuk memberi kemudahan bagi masyarakat dalam hal memilah dan membedakan jenis sampah daur ulang, serta memberikan panduan untuk melakukan daur ulang sampah hingga menjadi barang yang dapat digunakan lagi. Selain itu Dalang juga sebagai inovasi penggiat gerakan daur ulang sampah nasional. Aplikasi Dalang merupakan karya Tim Spesialku yang beranggotakan tiga mahasiswa angkatan 2015 Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya (FILKOM UB) yaitu Andri Suranta Ginting, Fajri Fernanda dan Ajeng Ardhia Arya Kusuma Putri.  

Latar belakang dibuatnya aplikasi Dalang terkait beberapa fenomena tentang sampah yang terjadi di Indonesia. Menurut data tahun 2016 Indonesia menghasilkan 65 juta ton sampah per harinya dan sampah plastik merupakan komposisi jenis sampah terbesar kedua (14%) setelah sampah organik (60%). Indonesia bahkan masuk dalam peringkat kedua di dunia sebagai pembuang sampah plastik ke laut setelah Tiongkok. Hal ini sangat memprihatinkan mengingat kebutuhan dalam negeri akan bahan baku plastik mencapai 789.000 ton per tahun. Jika Indonesia mampu mengelola sistem daur ulang sampah plastik dengan baik maka akan dapat mengurangi jumlah impor bahan baku plastik. Selain itu dapat menumbuhkan perekonomian melalui pengembangan industri daur ulang sampah plastik.