Prasetya Online

>

Berita UB

Pagelaran Tari Topeng Malangan

Dikirim oleh prasetya1 pada 26 Februari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 6906

Tari topeng Malangan
Tari topeng Malangan
Tari topeng Malangan, juga digelar oleh Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, Sabtu (26/2) di lapangan Rektorat, di sela-sela pertunjukan wayang Jedong. Sejarah tari topeng Malangan diyakini berasal dari kerajaan Kediri pada zaman kepemimpinan Prabu Airlangga. Menurut penuturan seniman senior Malang Mbah Karimun, sejarah tari topeng Malangan sudah berkembang pada masa kerajaan Kanjuruhan. Berbeda dengan Kediri yang menggunakan topeng dari kayu, topeng Kanjuruhan menggunakan bahan dasar batu.
Ketua panitia kegiatan, Fany Setiawan, mengatakan pertunjukan tari ini dimaksudkan untuk memperkenalkan kaum muda akan tari topeng Malangan dan menggugah mereka untuk mencintai seni budaya yang semakin langka keberadaannya. Tari yang dipertunjukkan yaitu Tari Beskalan Putri, yang merupakan tari pembuka suatu kegiatan. Dahulu kala tarian ini digunakan untuk mengumpulkan orang-orang agar hadir dalam suatu acara. Berikutnya adalah tari Beskalan Patih. Berbeda dengan Beskalan Putri yang kesemua penarinya adalah wanita, Beskalan Patih dibawakan oleh laki-laki. Tarian ini menggambarkan kelahiran seorang manusia di muka bumi dan menggambarkan para prajurit yang melakukan latihan keprajuritan. Tari Bapang yang disuguhkan oleh penari Mbah Karimun juga dipertunjukkan. Tarian ini berasal dari legenda tentang kemarahan dan keiklasan dua orang bersaudara yang memperebutkan seorang wanita untuk dijadikan istri. Tari terakhir yaitu tari Jaranan yang dibawakan oleh penari Pak Wito Warok Edan. [nik]

Seminar Nasional Basic Science

Dikirim oleh prasetya1 pada 26 Februari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2244

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dalam rangka Dies Natalis ke-42 Universitas Brawijaya, Sabtu 26 Februari 2005, menyelenggarakan Seminar Nasional dengan topik "Peran Basic Science dalam Pembangunan Berkelanjutan".
Menurut Ketua Panitia, Adi Susilo PhD, pembangunan berkelanjutan adalah usaha untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi yang akan datang. Dalam kaitan ini, lanjut Adi Susilo, ilmu-ilmu dasar yang dikelola FMIPA diharapkan juga memberikan sumbangsih pemikirannya.
Ditambahkannya, isu mengenai lingkungan hidup merupakan salah satu bagian dari pembangunan berkelanjutan. Sementara, saat ini Komisi Lingkungan Hidup dan Pembangunan Dunia (World Commission on Environment and Development) mensyaratkan pembangunan harus meningkatkan potensi produksi dengan cara yang ramah lingkungan, serta menjamin terciptanya kesempatan yang merata dan adil bagi semua orang. Usaha peningkatan taraf hidup masyarakat harus dilakukan tanpa merusak lingkungan hidup. "Bahkan dengan pembangunan berkelanjutan ini kualitas lingkungan hidup biofisik dan sosail ekonomi budaya akan diperbaiki dan ditingkatkan". Demikian Adi Susilo.
Seminar ini menampilkan 3 keynote speaker Dr. Jeohn Gwang Ho (ahli biologi molekuler dari Korea), Dr. Agus Suryanto (ahli matematika dari Unibraw), dan Dr. Ir. Richard Mengko (Staf Ahli Menteri Negara Riset dan Teknologi bidang Informasi Teknologi). Tercatat telah masuk sejumlah 72 makalah hasil penelitian ilmu murni, lingkungan, energi, pemodelan, ilmu-ilmu hayati, ilmu-ilmu terapan, pangan serta eksplorasi. Sementara itu peserta tercatat sekitar 200 orang dari berbagai daerah dan instansi seperti BPPT dan LIPI serta universitas. [Far]

Ujian Disertasi Dra. Udiyaningsih MSi

Dikirim oleh prasetya1 pada 26 Februari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2496

Kaitan antara etika dan keberhasilan bisnis adalah bahwa sebuah kegiatan bisnis hanya dapat lestari dan berkembang bila memperhatikan dua syarat yaitu rasa saling percaya dan perhatian kepada mereka yang berkepentingan. Di Indonesia, masih terdapat kecenderungan bahwa etika bisnis dan tanggung  jawab perusahaan pada stakeholders terlihat dari belum terpenuhinya standar-standar yang ditentukan dan masih minimnya kesadaran dari industri kecil pengolah makanan terhadap persyaratan higinis dan sanitasi. Ini berakibat pada tingginya tingkat kasus keracunan makanan yang terjadi. Demikian ungkap Dra. Udiyaningsih, M.Si pada ujian disertasi berjudul "Etika bisnis, intensitas perilaku etis manajer dan tanggung jawab perusahaan pada stake holders serta pengaruhnya terhadap kinerja bisnis (Studi pada industri makanan kecil di Jawa Timur)", yang dipresentasikannya pada Sabtu, 26 Februari 2005 di gedung Pascasarjana Universitas Brawijaya Malang.
Menurut Udiyaningsih, filosofi moral personal, etika organisasi dan persepsi moral berpengaruh terhadap intensitas etika seseorang. Iklim bisnis dewasa ini menuntut para pelaku bisnis untuk mampu mengelola bisnisnya dalam relasi sosial yang tanggap terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat. Ada kesadaran yang semakin kental bahwa kalau mau berhasil dalam bisnis maka orang bisnis harus tanggap terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat termasuk didalamnya harapan agar bisnis dijalankan secara baik dan harus memperhatikan kepentingan masyarakat. Penelitian dilakukan terhadap 200 industri kecil makanan di empat kabupaten dan empat kota yaitu kabupaten Blitar dan kota Blitar, Kabupaten Mojokerto dan kota Mojokerto, kabupaten Malang dan kota Malang, kabupaten Sidoarjo dan kota Surabaya.

Diklat Pembekalan LKTM Program Ilmu Sosial

Dikirim oleh prasetya1 pada 25 Februari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2359

Program Ilmu Sosial (PIS) Universitas Brawijaya, selama dua hari 25-26 Februari 2005 menyelenggarakan Diklat Pembekalan Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM). Hal ini didasari pemikiran bahwa untuk meningkatkan kompetensi, mahasiswa perlu dibekali dengan kemampuan mengkaji dan menganalisis berbagai realitas sosial dalam bentuk penulisan ilmiah. Secara khusus kegiatan ini dimaksudkan guna mempersiapkan mahasiswa dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah 2005 di Universitas Brawijaya.
Kegiatan diikuti oleh lebih dari separuh mahasiswa Program Ilmu Sosial, yang notabene baru 2 angkatan. Diselenggarakan oleh Bagian Kemahasiswaan Program Ilmu Sosial, diklat ini berlangsung di Gedung Kuliah Bersama.
Kegiatan bertema "Meningkatkan Kepekaan Sosial Mahasiswa sebagai Wujud Tanggung Jawab sebagai Ilmuwan dalam rangka Ikut Berpartisipasi dalam Pembangunan Nasional" ini menghadirkan beberapa pemateri lokal di antaranya: Ir. Edy Susilo MS; Prof. Dr. Ir. Keppi Sukesi MS; Prof. Dr. Ir. Sugiyanto MS; Dr. Ir. Darsono Wisadirana, MS; Akhmad Muwafik SSos MSi, dan Ruminingsih, mahasiswa Unibraw pemenang LKTM tahun 2004. Materi yang diberikan meliputi: teknik membuat karya ilmiah inovatif dan pengembangan kreativitas mahasiswa, teknik penelusuran pustaka, desain penelitian, teknik analisis dan penyusunan laporan karya tulis ilmiah serta teknik penulisan dan presentasi LKTM (sharing pengalaman).

Seminar Aplikasi Bioteknologi Aquakultur

Dikirim oleh prasetya1 pada 24 Februari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2701

Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya menyelenggarakan Seminar Nasional "Aplikasi Bioteknologi Aquakultur", Kamis 24/2. Seminar berlangsung di gedung Serba Guna Graha Wisata Pasir Putih Situbondo, diikuti oleh puluhan pengusaha perikanan budidaya, LSM dan perusahaan swasta terkait, perguruan tinggi, pemerintah daerah, serta dinas perikanan dan kelautan. Hadir sebagai pemateri yaitu, Dirjen Perikanan Budidaya, Ketua HPTS/APUI, direktur Tirta Grup serta tim peneliti dari Universitas Brawijaya.

Potensi belum termanfaatkan
Industri perikanan di Indonesia, saat ini masih merupakan kegiatan agribisnis yang memberi harapan besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sumber daya plasma nutfah (ikan, udang, kerang, dll) serta pemanfaatan bahan pangan, pakan, dan bahan bio-farmaka merupakan potensi yang dapat dikembangkan. Namun usaha memanfaatkan potensi ini masih mengalami beberapa kendala. Kendala yang dihadapi oleh usaha perikanan Indonesia diantaranya adalah menurunnya kualitas lingkungan perairan, dan kualitas benih seperti pertumbuhan yang tidak seragam atau rentannya benih terhadap penyakit.
Pemanfaatan bioteknologi, merupakan upaya yang dapat menyelesaikan masalah.  Demikian ungkap Ir. Sukoso MSc PhD, dosen Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya pada seminar nasional tersebut. Lebih lanjut diungkapkan bahwa, 40 hingga 60 milyar US dollar/tahun, potensi bioteknologi kelautan dan perikanan belum termanfaatkan secara optimal dalam industri pangan, pakan dan bio farmaka.