Prasetya Online

>

Berita UB

Butet Kartaradjasa di Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 16 Maret 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2403

Butet Kartaradjasa
Butet Kartaradjasa
Sebagai rangkaian acara Pekan Budaya yang diadakan oleh Program Studi Bahasa dan Sastra Universitas Brawijaya, pada hari Rabu (16/1) pihak panitia menghadirkan Butet Kartaradjasa, budayawan asal Yogyakarta. Pada kesempatan ini, Butet tampil untuk bermonolog di Widyaloka Universitas Brawijaya tanpa ditemani kelompok teatrikalnya, Sinten Remen.
Sebelum melakukan monolog, ia memberikan kesempatan kepada para penggemarnya untuk berdialog pada siang harinya di Ruang Kuliah Program Bahasa dan Sastra Universitas Brawijaya.
Dalam acara dialog, Butet didampingi oleh Ketua Program Studi Bahasa, Ketua BEM Bahasa dan Sastra, staf pengajar Program Bahasa dan Sastra (Bastra) Yusri, serta Teng Su budayawan asal Malang. Dalam kesempatan tersebut Butet memaparkan perjalanan panjangnya dalam dunia seni teater yang juga digeluti bersama adiknya, Djadug. Putera seniman tari dan pelukis kenamaan, Bagong Kusudiardjo ini mengaku telah menggeluti seni teater sejak 1978. Perjalanan selama kurun waktu 20 tahun, tepatnya selama kemerdekaan berekspresi menyampaikan pendapat dan pemikiran mati suri adalah perjalanan yang sangat sulit dan melelahkan. Kemudian ketika tahun 1998 dimana kran demokrasi melalui gerakan reformasi mulai digulirkan, perjuangannya untuk membela kaum tertindas dan melawan kaum tirani melalui seni teater mulai bersemi dan berbuah kesuksesan seperti saat ini.

Entrepreneurship Seminar & Student Essay Contest

Dikirim oleh prasetya1 pada 16 Maret 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2367

Lingkar Studi Mahasiswa Ekonomi (LSME) Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, selama 3 hari, 17-19 Maret 2005, menyelenggarakan Entrepreneurship Seminar and Student Essay Contest (ESSENCE). Dua bentuk kegiatan dilaksanakan dalam kesempatan tersebut, yakni seminar kewirausahaan dan lomba penulisan esai populer antar pelajar SMU se-Jawa Timur dan Bali.
Hal ini didasari oleh keinginan LSME untuk mendorong para pelajar agar lebih dapat mengembangkan kemampuan dalam menyikapi fenomena-fenomena yang timbul di masyarakat, sekaligus menyediakan ajang berlomba bagi generasi muda.
Dalam seminar akan diundang pemateri dari kalangan akademisi maupun praktisi. Dengan demikian diharapkan para pelajar nanti dapat memberikan kontribusi yang lebih baik bagi sekolah dan daerahnya masing-masing dan untuk mengembangkan jiwa inovatif dalam bisnis baik bagi pelajar SMU khususnya dan masyarakat umumnya.

186 Pebulu tangkis Ikuti Brawijaya Cup

Dikirim oleh prasetya1 pada 15 Maret 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2425

Malang, Surya - Mulai 14-19 Maret, Unit Aktivitas Bulu Tangkis Unibraw (UABT-UB) menggelar invitasi bulu tangkis mahasiswa se-Indonesia. Invitasi yang digelar di Samantha Krida itu diikuti 23 perguruan tinggi (PT) dengan peserta sekitar 186 orang.
Menurut bagian sekretariat panitia, Bambang Wicaksono, event Brawijaya Cup IV ini untuk mencari bibit pebulutangkis sekaligus menciptakan hubungan yang harmonis antarperguruan tinggi. "Beberapa PT yang ikut seperti UI, UGM, Universitas Negeri Jogjakarta, Universitas Negeri Jakarta, IPB, dan Unibraw sendiri," ungkapnya, Senin (14/3).
Dalam even itu Unibraw sebagai tuan rumah akan menrunkan 34 atlet. Mereka bertanding di berbagai nomor. Unibraw merupakan tim dengan kontingen terbanyak.
Tim lain yang juga mengirim banyak pebulutangkis adalah Universitas Negeri Jakarta yaitu 21 orang, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) 15 orang, Universitas Negeri Jogjakarta mengirim 13 orang, dan IPB sebanyak 12 orang.

Bedah Buku Suluk Malang Sungsang: Konflik dan Penyimpangan Ajaran Syaikh Siti Jenar

Dikirim oleh prasetya1 pada 15 Maret 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 5748

Sebagai rangkaian acara Pekan Budaya yang diadakan oleh Program Bahasa dan Sastra Universitas Brawijaya, pada Selasa (15/3) bertempat di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya diselenggarakan acara Bedah Buku Suluk Malang Sungsang: Konflik dan Penyimpangan Ajaran Syaikh Siti Jenar. Tujuh jilid buku Syaikh Siti Jenar ini ditulis oleh Agus Sunyoto dengan metode penulisan secara kualitatif, dengan penerbit LKIS. Agus Sunyoto memiliki latar belakang pendidikan sarjana seni rupa dan magister pendidikan sosial. Turut diundang sebagai pembanding dalam bedah buku kali ini adalah Dra. Sugiarti M.Si yang memiliki latar belakang pendidikan sarjana pada Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Jember kemudian melanjutkan program magister Sosiologi di UMM. Sugiarti adalah staf pengajar UMM.
Dalam pemaparannya, Agus Sunyoto mengungkapkan bahwa dalam mitos masyarakat Jawa telah tertanam mainstream pemikiran bahwa Syaikh Siti Jenar adalah cacing yang menjelma menjadi manusia mengajarkan ajaran sesat, kemudian diadili oleh Walisongo dan meninggal menjadi anjing. Menurutnya, Syaikh Siti Jenar berasal dari Cirebon yaitu daerah Selatan, tepatnya Lemah Abang. Sehingga dengan latar belakang tersebut ia tidak banyak mengambil rujukan dari babad tanah Jawa melainkan dengan melakukan pendekatan historiografi orang-orang Cirebon terutama Pangeran Wongsokerto. Pendiskreditan Syaikh Siti Jenar menurutnya berasal dari kalangan gusti (keraton) karena Syaikh Siti Jenar pada waktu itu mempelopori perubahan tatanan sosial yang ada di masyarakat. Dalam kesempatan tersebut secara implisit ia mengatakan bahwa tujuan penulisan buku ini adalah rekonstruksi sejarah dengan ilustrasi implementatif menembus dimensi waktu kekinian, sebuah tawaran bahwa Syaikh Siti Jenar adalah pembaharu yang mendobrak dunia patriarkhi pada waktu itu.
Dalam penulisannya ia banyak menggali inspirasi penulisan dari literatur dan pendekatan wawancara sehingga disampikannya bahwa novel ini adalah novel pertama yang dilengkapi dengan kajian pustaka dan diterbitkan langsung 7 jilid. Sementara itu, Dra Sugiarti MSi dalam pemaparannya menyampaikan bahwa buku ini lebih tepat dikatakan sebagai novel sejarah yang memberikan sebuah tawaran baru bagi masyarakat khususnya generasi muda agar terketuk untuk memiliki semangat sebagai pembaharu dalam peradaban masyarakat. [nok]

Lokakarya Nasional Jejaring Intelijen Pangan

Dikirim oleh prasetya1 pada 15 Maret 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2922

Dalam rangka menjadikan Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Brawijaya sebagai titik sentral riset dan informasi untuk keamanan pangan produk asal hewan se Jawa Timur, dalam program jejaring intelejen pangan yang bekerja sama dengan Badan Pengawaan Obat dan Makanan (POM) dan WHO, Selasa 15/3, di gedung PPI Unversitas Brawijaya digelar Lokakarya Nasional Jejaring Intelijen Pangan. Tema lokakarya ini adalah "Peningkatan Keamanan dan Mutu Susu dan Produk Olahannya".
Dibuka oleh Dr. Ir. Kusmartono, Pembantu Dekan I yang mewakili Dekan Fapet Unibraw, lokakarya menampilkan keynote speaker Prof. Dr. Winiati Pudji Rahayu MS, Direktur Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan pada Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM), yang memaparkan tentang Program Jejaring Intelijen Pangan. Dikemukakannya bahwa penerapan sistem keamanan pangan terpadu di Indonesia telah dicanangkan 13 Mei 2004, di aula Badan POM RI oleh Menko Kesra a.i. Prof. A. Malik Fadjar MSc. Tim Teknis Keamanan Pangan Nasional yang dibentuk akan bekerjasama untuk mewujudkan 3 program yang saling mengkait antar 3 jejaring yang ada, yaitu sistem klasifikasi piagam bintang keamanan pangan (star awards), sistem monitoring keamanan pangan terpadu (food watch), serta tim respon cepat (rapid response).