Prasetya Online

>

Berita UB

Hari Kedelapan, Formulir SPMB Unibraw Terjual 67,04%

Dikirim oleh prasetya1 pada 28 Juni 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2223

Sampai hari kedelapan pendaftaran SPMB Universitas Brawijaya, Selasa 28/6, telah terjual 6945 atau 67,04% dari total 10360 formulir yang disediakan. Secara rinci, IPA 2319, IPS 3086, IPC 1540. Hasil ini masih lebih baik dibandingkan hasil penjualan pada hari yang sama pendaftaran SPMB tahun 2004 lalu, total 6877, IPA 2520, IPS 2937, IPC 1420.
Ditinjau dari cara pembelian, dari total 6945 formulir terjual, 2781 lembar (40,04%) merupakan pembelian secara kolektif, dengan rincian IPA 959 (41,35%), IPS 1273 (41,25%), dan IPC 549 (35,65%).

Program Magang Staf 5 PTN di Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 28 Juni 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2980

Program magang dosen
Program magang dosen

Universitas Brawijaya ditunjuk sebagai salah satu dari 7 perguruan tinggi pembina yang ditugasi membina 5 perguruan tinggi negeri baru, yaitu:  Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Serang), Universitas Malikussaleh (Lhokseumawe), Universitas Trunojoyo (Bangkalan), Universitas Khairun (Ternate), dan Universitas Papua (Manokwari).
Pembukaan program tersebut di Unibraw dilaksanakan Selasa 28 Juni 2005 di ruang sidang lantai VIII Rektorat, dihadiri 11 orang peserta dari 5 perguruan tinggi baru tersebut dan akan menjalani magang selama 6 bulan.
Program magang meliputi pembinaan dan peningkatan kemampuan tenaga akademik dalam melaksanakan tridharma perguruan tinggi melalui hubungan intensif antara peserta program dari lima perguruan tinggi sasaran dengan tenaga akademik pem-binanya di perguruan tinggi pembina.
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi telah menunjuk 7 perguruan tinggi sebagai perguruan tinggi pembina, yaitu: ITB Bandung, IPB Bogor, Unpad Bandung, UGM Yogyakarta, UPI Bandung, dan Unibraw Malang.

Presentasi Australian Partnership Scholarships

Dikirim oleh prasetya1 pada 27 Juni 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2166

Pembantu Rektor IV Prof. Dr. Umar Nimran MA, Senin 27/6, membuka Presentasi Australian Partnership Scholarship (APS) atau Beasiswa Kemitraan Australia Indonesia untuk Pengembangan dan Rekonstruksi, di gedung PPI Universitas Brawijaya.
Puluhan peminat yang berasal dari kalangan dosen dan masyarakat umum menghadiri acara presentasi yang dipandu oleh Koordinator Kerjasama Luar Negeri Unibraw, Ir. Abdul Cholil.
Marta Yuliana
Marta Yuliana
Dalam presentasi yang dibawakan oleh APS Program Officer, Marta Yuliana, dijelaskan bahwa APS adalah program bantuan pemerintah Australia untuk pemerintah Indonesia pascabencana tsunami yang terjadi di Aceh 26 Desember 2004 silam. Saat ini telah tersedia dana sebesar 1 miliar dolar Australia.  Sebagian dana bantuan itu diberikan untuk pengembangan SDM Indonesia dengan menawarkan beasiswa S2 ke Australia pada tahun 2005 dan 2006.
Tujuan pemberian beasiswa adalah untuk memberikan kontribusi lebih lanjut atas pengembangan SDM dan memperkuat kelembagaan pemerintahan dan swasta di Indonesia, khususnya pada bidang-bidang tata kelola ekonomi, manajemen sektor publik dan pendidikan.
Syarat umum yang harus dipenuhi calon penerima beasiswa adalah: warga negara Indonesia, tidak menikah atau bertunangan dengan warga negara Australia maupun permanent resident Australia, harus memenuhi persyaratan pemerintah Australia untuk memasuki negara tersebut, tidak menerima beasiswa lain yang mempunyai manfaat yang tumpang-tindih, tidak sedang menjalankan beasiswa lain dari  Pemerintah Australia dalam waktu 12 bulan sebelum mengajukan aplikasi ke APS, harus mengajukan permohonan untuk memulai studi baru, harus dapat menjalankan beasiswa pada tahun beasiswa itu ditawarkan, harus memenuhi semua kriteria untuk diterima di lembaga sekolah tinggi Australia.

Distance Learning Prof. Norio Maki: Pemulihan dan Rekonstruksi Pasca Tsunami

Dikirim oleh prasetya1 pada 27 Juni 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2250

Program distance learning kembali digelar oleh Pusat Pengembangan E-learning (PPE)
Program distance learning kembali digelar oleh Pusat Pengembangan E-learning (PPE)
Program distance learning kembali digelar oleh Pusat Pengembangan E-learning (PPE) Universitas Brawijaya, Senin (27/6). Kali ini bertajuk "Recovery and Reconstruction Process from Catastrophic Disasters". Kuliah jarak jauh ini disampaikan langsung oleh Prof. Norio Maki dari Kyoto University, Jepang.
Dikatakannya bahwa kerangka proses recovery terbagi dalam beberapa fase. Fase pertama disorientasi, fase kedua respon kondisi masyarakat pasca bencana, fase ketiga disaster utopia, fase keempat pemulihan (recovery), dan fase kelima rekonstruksi.
Mengambil kasus di Aitape pada 1998, Prof. Maki menjelaskan, tsunami ini terjadi pada 17 Juli 1998 pukul 19.00. Tsunami dengan kekuatan 7.1 Mw diteruskan sampai 10-15 m permukaan pantai. Pada saat itu tercatat lebih dari 2200 orang meninggal, lebih dari 300 orang terluka dan lebih dari 10 ribu orang kehilangan tempat tinggal. Kebutuhan para korban bencana pada fase emergency dan relief pada umumnya paling umum di dunia. Kepedulian yang sangat besar pada fase recovery bukan hanya pada recovery perumahan tetapi terlebih pada mata pencaharian, meliputi kebutuhan sehari-hari terdiri atas lahan pertanian dan perikanan serta hasil bumi meliputi jaring ikan, kapal ikan, dan hasil bumi untuk perdagangan. Di Aitape, mata pencaharian utama meliputi perikanan dan perkebunan vanili. Sementara untuk pembangunan infrastruktur dilakukan secara bertahap mulai dari transportasi air, jalan baru guna menghubungkan antar kelompok masyarakat pasca tsunami 1998 yang dibangun pada Maret 2000, sekolah di Barupu yang dibangun pada 1999 serta sekolah dasar di Arop pada Maret 2000. Bebarapa isu yang muncul selama proses rekonstruksi pada kesempatan ini adalah konflik antara dua kelompok etnis dalam kepemilikan tanah.
Kasus lain, di Warapu (November-Desember 1907). Akibat gempa bumi di Warapu waktu itu, sebagian besar negara ini tenggelam beberapa kaki, tebing di permukaan pantai yang tinggi pun juga tenggelam. Banyak orang di Warapu yang meninggal pada waktu itu. Sebagian mereka langsung dievakuasi dan sisanya melarikan diri ke semak-semak, sementara di Arop sebagian besar orang juga melarikan diri ke bukit. Selama musim dingin, mendekati 2/3 bagian tanah disapu gelombang. Sebagian besar penduduknya telah membuka lahan ke semak-semak di mana mereka telah memindahkan sebagian besar barang-barang miliknya  dan di mana mereka berharap bisa bertahan hidup selama musim dingin.

Hari Ketujuh, Formulir SPMB Unibraw Terjual 60,85%

Dikirim oleh prasetya1 pada 27 Juni 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2468

Sampai hari ketujuh pendaftaran SPMB Universitas Brawijaya, Senin 27/6, telah terjual 6304 atau 60,85% dari total 10360 formulir yang disediakan. Secara rinci, IPA 2115, IPS 2777, IPC 1412. Hasil ini masih lebih baik dibandingkan hasil penjualan pada hari yang sama pendaftaran SPMB tahun 2004 lalu, total 6045, IPA 2193, IPS 2593, IPC 1260.
Masih tersisa waktu penjualan formulir. yaitu selama 5 hari lagi, dengan jumlah formulir tersedia total 4056, IPA 1685, IPS 1623, dan IPC 748. Sementara ujian tulis dilaksanakan dua hari, Rabu 6 Juli 2005 dan Kamis 7 Juli 2005, di dalam kampus Unibraw.