Prasetya Online

>

Berita UB

Aneka Kegiatan Pusat Kajian Sistem Pertanian Organik

Dikirim oleh prasetya1 pada 06 Juni 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1780

Pusat Kajian Sistem Pertanian Organik (PK-SPO) Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, 29 Juni 2005 mendatang genap berusia 1 tahun. Tetapi sebenarnya, aktivitas pusat kajian tersebut sudah berlangsung sejak Mei 2002.
Koordinator pusat kajian ini, Dr. Ir. Lily Agustina, mengungkapkan beberapa kegiatan yang telah dilakukan PK-SPO FP Unibraw, paling tidak selama 6 bulan terakhir.
Pada akhir tahun lalu (8-9 Desember 2004), bekerja sama dengan Mahorinas (Mahasiswa Organik Nasional), Maporina (Masyarakat Pertanian Organik Nasional), dan Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, PK-SPO mengadakan Pelatihan dan Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional I di Universitas Brawijaya.
Bersama IAAS (International Association of Agriculture Students), pada 23 Februari 2005, PK-SPO menyelenggarakan forum pertemuan bertema "Global Warning in Agricultural Field, Agriculture in Globalization" sebagai bagian dari Third IAAS Asia-Paciiific Regional Meeting (APRM) di Universitas Brawijaya.
Pada bulan April, PK-SPO mengadakan sosialisasi pertanian Ramah lingkungan untuk kalangan pondok pesantren. Dalam hal ini Pondol Pesantren Sidogiri, Pasuruan (3 April 2005).
Pada bulan yang sama, Dr. Lily Agustina mewakili PK-SPO mengikuti Workshop on Design The Rural Investment Climate Assesment yang diselenggarakan oleh World Bank di Hotel Hilton, Jakarta, 11 April 2005.

Kursus Intensif Bahasa Arab

Dikirim oleh prasetya1 pada 06 Juni 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 7201

Menanggapi animo dosen, karyawan, maupun mahasiswa, khususnya Universitas Brawijaya, serta masyarakat luar pada umumnya, Program Diploma III Bahasa Arab Universitas Brawijaya membuka "Brawijaya Arabic Intensive Course" (Daurah Brawijaya Lil-Arabiyah Al-Maktsafah). Kursus intensif bahasa Arab ini meliputi 3 program, yakni: kursus bahasa Arab (menyimak, berbicara, membaca, menulis), kursus khat (kaligrafi), dan kursus khatib Jumat. Pendaftaran dibuka mulai awal bulan Juni.
Hal ini dikemukakan oleh Sekretaris Program Diploma III Bahasa Arab Universitas Brawijaya, Drs. M. Subkhy Harbi MAg di ruang kerjanya, Senin (6/6).
Subkhy menjelaskan bahwa kursus ini terbagi menjadi tiga kelas yaitu kelas bahasa Arab, Khat (Kaligrafi), dan Khatib Jum'at.Masing-masing terbagi dalam tiga level/skill, mulai level paling dasar (basic), lanjutan (intermediete), sampai ahli (advance).
"Tujuan pembagian kelas dan level yang berbeda ini agar peserta dapat memilih kelas yang sesuai dengan keinginan dan kemampuannya dalam bahasa Arab. Mengingat tidak semua orang ingin belajar bahasa Arab seperti memahami percakapan, tanya jawab, membaca, dan menulis saja. Ada juga orang yang kurang suka mempelajari bahasa Arab, tetapi lebih suka menulis khat/kaligrafi, atau ingin menjadi khatib yang representatif saja", ujarnya.

Dua Mahasiswa Unibraw Ikut Festival GrIStuF

Dikirim oleh prasetya1 pada 04 Juni 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1839

Festival GrIStuF
Festival GrIStuF
Dua mahasiswa Universitas Brawijaya, David Makmuryanto (Fakultas Perikanan) dan Ita Puspasari (Fakultas Pertanian), diundang untuk mengikuti Festival GrIStuF (Greifswald International Students Festival).
Festival yang diselenggarakan selama sebelas hari (4-14 Juni 2005), merupakan kegiatan mempertemukan dan melibatkan 400 mahasiswa dari seluruh dunia, dilatarbelakangi oleh rasa keprihatinan atas kondisi dunia yang semakin memburuk. Kegiatan ini baru 2 kali dilaksanakan oleh Ernst-Moritz-Arndt University of Greifwald Jerman dan  GrIStuF e.V.
Kedua mahasiswa Unibraw beserta tiga orang lagi yang mewakili Indonesia yaitu dua orang dari Universitas Indonesia dan satu orang dari Universitas Gadjah Mada, akan berdiskusi masalah politik nasional dan global. Diskusi ini dipandu para pakar bidang ilmu sosial politik dunia.
Menurut penjelasan David Makmuryanto, proses penentuan delegasi dilakukan secara ketat. Sebanyak 1400 orang dari 110 negara telah mengirimkan aplikasi. Para calon delegasi diwajibkan membuat tiga buah esai yang terdiri dari gambaran tentang profil pribadi dan pengalaman, motivasi mengikuti GrIStuF, serta penguasaan terhadap tema utama GrIStuF "Touch The World" dengan sub tema "Intercultural Learning; Development Assistance".

Rektor Unibraw Canangkan "Hijau Brawijayaku"

Dikirim oleh prasetya1 pada 04 Juni 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1882

Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno, Sabtu (4/6) dijadwalkan untuk mencanangkan "Program Kampus Bersih Melalui Pengelolaan Potensi Limbah Berbasis Iptek" yang diberi nama "Brawijayaku Hijau". Kegiatan bertema "Bangun Budaya Pemilahan Sampah Menuju Kampus Indah dan Bersih" ini diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup yang jatuh setiap tanggal 5 Juni.Sebelumnya, diadakan lomba kebersihan yang berlangsung 1-3 Juni 2005.
Upacara pencanangan oleh  Rektor dilakukan di lobi lantai dasar gedung Rektorat Universitas Brawijaya pukul 08.00, dan diteruskan dengan acara peninjauan Rektor bersepeda keliling kampus. Rombongan Rektor terdiri dari para pejabat universitas dan fakultas, staf Pusat Kajian Biokonversi Limbah yang diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Chandrawati Cahyani MS, Ikatan Mahasiswa Pencinta Alam (Impala), Study Club of Chemistry (SCOC) dan Kelompok Studi Biologi (KSB) Fakultas MIPA, Universitas Brawijaya. Rombongan bersepeda itu diiringi oleh truk sampah dengan 3 warna (hijau, merah, dan kuning) dan 3 kelompok petugas juga berseragam hijau, merah, dan kuning.

Pengelolaan Potensi Limbah Berbasis Iptek

Dikirim oleh prasetya1 pada 04 Juni 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2986

Brawijayaku Hijau
Brawijayaku Hijau
"Sampah bukan hanya masalah lingkungan, namun juga masalah sosial budaya. Usaha penanganan sampah tidak dapat dipisahkan dari aspek-aspek kehidupan lain sehingga  diperlukan perubahan mendasar dalam memberikan sudut pandang terhadap sampah, yaitu bahwa sampah adalah potensi, yang tersusun dari materi biodegradable yang berpotensi untuk diolah lebih lanjut dengan proses biokonversi menjadi kompos dan biogas, sedangkan materi nonbiodegradable mempunyai potensi daur ulang dengan nilai ekonomis yang cukup berarti".
Demikian sambutan Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno, dalam acara pencanangan gerakan "Brawijayaku Hijau" di halaman depan gedung Rektorat Unibraw, Sabtu (4/6). Lebih lanjut Rektor mengatakan: "Dengan adanya program pemilahan sampah dan TPS (tempat pembuangan sampah) yang terpisah, maka untuk selanjutnya sampah yang tidak dipilah oleh sumber penghasil sampah jangan diangkut oleh pertugas kebersihan kampus". Rektor juga berharap agar kegiatan ini dapat ditindaklanjuti dalam skala yang lebih luas, baik di dalam maupun di luar lingkungan kampus, di mana Unibraw dapat bertindak sebagai konsultan akademis maupun teknis, selaras dengan "knowledge based activity" yang dimiliki Unibraw dalam bekerja sama dengan masyarakat. Kegiatan bertema "Bangun Budaya Pemilahan Sampah Menuju Kampus Indah dan Bersih" ini diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Lingkunan Hidup yang jatuh setiap 5 Juni.