Prasetya Online

>

Berita UB

Seminar Regional Kajian Medis Legalisasi Aborsi

Dikirim oleh prasetya1 pada 09 October 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 3123

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK Unibraw), menyelenggarakan seminar regional dengan tema "Amandemen UU Kesehatan Nomor 23 tahun 1992 dan Legalisasi Aborsi", Minggu (9/10), di gedung Widyaloka Unibraw.
Kegiatan ini dibuka oleh Dekan FK Unibraw dr. Harijanto MSPH, dan dihadiri pula oleh Pembantu Rektor III Drs. Tjahjanulin Domai, dan Pembantu Dekan III FK Unibraw dr. Sri Poeranto MKes. Seminar tersebut diikuti oleh 200 peserta yang sebagian besar dari mahasiswa FK Unibraw, FK Unair Surabaya. Pemateri yang hadir adalah dalam kesempatan itu adalah dr. Siti Candra WB SpOG dan dr. Hj. Anny Isfandyarie SpAn

Data dan Dampak Aborsi
Dalam makalah bertopik "Seputar Pengetahuan Aborsi", dr. Siti Candra WB SpOG antara lain memaparkan pengertian aborsi, data aborsi, cara-cara aborsi, dan komplikasi aborsi. Praktisi kesehatan dan sedang menempuh program S3 di Unibraw itu  mengemukakan, lebih separuh (104,6 juta orang) dari total penduduk Indonesia (208,2 juta orang) adalah perempuan. Meski aborsi dilarang oleh hukum, tetapi faktanya 2,5 juta perempuan melakukan aborsi. Menurut Fact About Abortion, Info Kit on Women's Health oleh Institute for Social Studies and Action, Maret 1991, dalam istilah kesehatan aborsi didefinisikan sebagai penghentian kehamilan setelah tertanamnya telur (ovum) yang telah dibuahi dalam rahim (uterus), sebelum usia janin (fetus) mencapai 20 minggu.



Membenahi Empat Pilar Pembangunan Ekonomi

Dikirim oleh prasetya1 pada 08 October 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 7171


Mengawali perkuliahan tahun akademik 2005/2006, Program Pascasarjana (PPS) Universitas Brawijaya menyelenggarakan kuliah umum oleh Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional /Kepala Bappenas Dr. Sri Mulyani Indrawati.
Dengan topik "Kebijakan Ekonomi Kabinet Persatuan Indonesia untuk Recovery Perekonomian Indonesia", kuliah perdana di gedung Widyaloka Unibraw ini dihadiri oleh mahasiswa mulai dari S1 hingga S3, dan para direktur program pascasarjana perguruan tinggi se-Malang Raya.

Empat Pilar
Dr. Sri Mulyani Indrawati dalam kuliahnya menjelaskan empat pilar pembangunan ekonomi, yang meliputi pertumbuhan ekonomi, fiskal (keuangan negara), moneter, dan neraca pembayaran. Pada saat terjadi krisis tahun 1997-1998, kegoncangan dahsyat yang dialami oleh bidang moneter mengimbas pada tiga pilar yang lain. Satu-satunya pilar yang masih bertahan pada waktu itu adalah pilar keuangan negara (APBN). Itupun harus ikut menopang beban ketiga pilar lainnya. Diingatkannya, APBN tidak selalu dalam posisi sehat. Peribahasa "besar pasak daripada tiang", selalu berlaku dalam hal ini. "Asalkan pasaknya digunakan untuk investasi, seperti pendidikan", tuturnya.
Dari aspek pertumbuhan ekonomi, sasaran pokok pembangunan lima tahun ke depan adalah pengurangan jumlah pengangguran dari 9,9% menjadi 5,7%, pengurangan angka kemiskinan dari 36,1 juta orang menjadi 18,8 juta orang, penciptaan lebih dari 400 ribu lapangan pekerjaan baru, dan pertumbuhan investasi riil yang mencapai 11,5 % per tahun.

Pembenahan Struktural
Pencapaian pertumbuhan ekonomi yang tinggi sangat dipengaruhi oleh stabilitas ekonomi makro. Terciptanya kestabilan makro merupakan prasyarat yang harus dapat dipenuhi. Upaya memantapkan stablitias makro ditempuh melalui koordinasi kebijakan fiskal dan moneter.
Sementara itu kebijakan fiskal diarahkan untuk terus memantapkan kesinambungan fiskal. Hal ini dilakukan dengan menurunkan stok utang pemerintah menjadi 31,8% di tahun 2009 dari 53,9% pada tahun 2004. Selain itu terus diupayakan penurunan defisit APBN. Diperkirakan pada tahun 2008 APBN telah berimbang.
Dengan lebih diarahkannya kebijakan fiskal dan moneter pada upaya memantapkan ketabilan makro, maka upaya mendorong pertumbuhan dititikberatkan pada langkah pembenahan struktural. Hal ini dilakukan dengan mendorong investasi melalui penciptaan iklim usaha yang kondusif dan memperkuat kinerja sektor keuangan.
Guna penciptaan iklim usaha, menurut Sri Mulyani, banyak kondisi di Indonesia yang menghambat iklim investasi meliputi birokrasi dan kepastian hukum yang tidak kondusif, biaya produksi manufaktur yang cukup tinggi, prosedur ijin usaha yang sangat kompleks dan tidak kompetitif serta aturan ketenagakerjaan yang tidak kondusif. Selanjutnya untuk memperkuat kinerja sektor keuangan, kebijakan diarahkan pada peningkatan fungsi intermediasi dan penyaluran dana masyarakat serta peningkatan ketahanan sektor keuangan. [nok]

Sri Mulyani Didemo Mahasiswa Malang

Dikirim oleh prasetya1 pada 08 October 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2434


Kedatangan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Dr. Sri Mulyani Indrawati di Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang disambut unjuk rasa sekitar 20 mahasiswa dari BEM Unibraw, Sabtu (8/10/2005).
Sri Mulyani datang ke kampus Unibraw untuk memberikan kuliah tentang keadaan ekonomi makro pasca kenaikan BBM. Di hadapan Kepala Bappenas, para pengunjuk rasa meminta agar pemerintah secepatnya membatalkan kenaikan harga BBM yang dianggap telah mencekik rakyat kecil.
Menanggapi tuntutan para pengunjuk rasa, Sri Mulyani meluangkan waktunya untuk memberikan tanggapan atas kenaikan harga BBM. "Kami sebenarnya tidak ingin memberatkan rakyat. Dalam menaikan harga BBM, kita telah melihat berbagai alternatif kebijakan. Saya rasa di satu sisi kemarahan tidak akan menyelesaikan permasalahan," kata Sri Mulyani di Kampus Unibraw, Malang, Jawa Timur.
Kepala Bappenas ini juga menyatakan bahwa sebenarnya pemerintah saat ini telah mendengar pernyataan-pernyataan dari bawah. Kerena pemerintah saat ini punya tujuan membawa Indonesia menjadi lebih baik.
"Kita punya tujuan membuat Indonesia lebih baik. Setiap pilihan kebijakan, pasti ada konsekuensinya. Pemerintah sadar bahwa ini akan memberatkan rakyat. Karena saya juga bagian dari rakyat", jelas Sri Mulyani.
Kalau kita mau mempertahankan harga pada level yang sangat rendah, lanjut Sri Mulyani,  kita tidak akan menolong rakyat. Karena rakyat tetap tidak bisa menerima harga subsidi. Pilihan buat kita sebenarnya, kalau dinaikkan, uang yang tadinya bocor-bocor, bisa diambil pemerintah dan sekarang dikeluarkan lagi dalam bentuk dana kompensasi.
"Jadi kita mencoba untuk mencari solusi, supaya rakyat yang terberatkan dari solusi ini dapat dikurangi bebannya. Untuk itu Presiden ingin membuat dana kompensasi diterima oleh masyarakat, namun dalam teknisnya mungkin tidak bisa 100 persen dirasakan oleh masyarakat luas," tambahnya. [jon]
http://jkt3.detiknews.com/indexfr.php?url=http://jkt3.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/10/tgl/08/time/145359/idnews/457638/idkanal/10

Kuliah Umum Meneg PPN Sri Mulyani

Dikirim oleh prasetya1 pada 07 October 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2396


Program Pascasarjana (PPS) Universitas Brawijaya, Sabtu 8/10 besok, menyelenggarakan kuliah umum dalam rangka pembukaan perkuliahan tahun akademik 2005/2006.
Kali ini PPS Unibraw mengundang Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Dr. Sri Mulyani Indrawati untuk memberikan kuliah umum dengan topik "Keadaan Ekonomi Makro Indonesia Pascakenaikan Harga BBM". Kuliah tersebut dilangsungkan di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya mulai pukul 9.00 wib. Demikian informasi yang diberikan oleh Asisten Direktur I PPS Unibraw Prof. Dr. Ir. Soemarno MS. [Far]

Dr. Gatot Ciptadi: Indonesia sudah Menguasai Teknologi Kloning

Dikirim oleh prasetya1 pada 05 October 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 3742


Produksi embrio kloning secara in vitro menggunakan transfer nukleus memiliki potensi yang sangat bagus di masa datang dari aspek genetik ternak. Aplikasi program pemuliaan menggunakan embrio kloning akan mampu memproduksi ternak superior dan identik sehingga bermanfaat dalam program pemuliaan konvensional. Hal utama yang diharapkan dari teknologi kloning adalah potensi dan peluang dalam menghasilkan individu hasil manipulasi genetik.
Demikian ungkap Ir. Gatot Ciptadi DESS dalam disertasi berjudul "Pengembangangan Metode Aktivasi Oosit Rekonstruksi Hasil Transfer Nukleus Intra Sitoplasma untuk Produksi Embrio Kloning Kambing".
Lebih lanjut dikatakan bahwa penelitian kloning kambing melalui teknologi transfer nukleus, sudah dapat dikuasai lebih baik di laboratorium-laboratorium reproduksi di Indonesia. Aplikasi teknologi ini bisa dikembangkan melalui pembuatan bank sel somatik hewan dewasa maupun fetal sebagai sumber genetik alternatif, disamping dalam bentuk spermatozoa dan oosit beku khususnya untuk hewan langka atau unggul.
Ujian terbuka disertasi tersebut berlangsung di Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Kamis (5/10), dengan promotor Prof. Drs. Sutiman B. Sumitro SU DSc, dan ko-promotor drh. Arief Boediono DVM PhD, dan Dr. Ir. Trinil Susilawati MS. Sementara dosen penguji terdiri dari Prof. Dr. Ir. H. Luqman Hakim MS, Dr. Ir. Juliani Djuniarti MS, Dr. Drs. Agung PramanaWM MSi, dan penguji dari Universitas Airlangga Surabaya Prof. Dr. Soehartojo Hardjopranjoto MSc.
Dalam sidang ujian yang diketuai oleh Prof. Dr. dr. Djanggan Sargowo SpPD SpJP (K), kandidat Gatot Ciptadi dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan, indeks prestasi kumulatif 3,85, dan berhak menyandang gelar doktor dalam ilmu pertanian.
Dr. Ir. Gatot Ciptadi DESS adalah dosen Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, lahir di Semarang 45 tahun silam, sarjana peternakan dari Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (1985) dan master dari Animal Production, IEMVT Maison Alfort Paris, Perancis (1993). Ayah dua orang anak ini juga pernah mendapatkan pendidikan tambahan di antaranya di Centre d'Insemination Artificielle, Lissieux Perancis (1992), Louisiana State University Amerika Serikat (2002) dan Jichi Medical School Jepang (2004). Selama 10 tahun terakhir ini Dr. Gatot Ciptadi telah menghasilkan lebih kurang 43 karya ilmiah dalam bentuk artikel, dan 25 penelitian. [nik]