Prasetya Online

>

Berita UB

Hingga Hari Kesebelas, Formulir SPMB Unibraw Terjual 78%

Dikirim oleh prasetya1 pada 01 Juli 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2013

Sampai hari kesebelas pendaftaran Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Universitas Brawijaya, Jumat 1/7, telah terjual 8081 atau 78% dari total 10360 formulir yang disediakan. Secara rinci, IPA 2766, IPS 3590, dan IPC 1725. Hasil ini dibawah hasil penjualan pada hari yang sama pendaftaran SPMB tahun 2004 lalu (total 8682, IPA 3061, IPS 3795, dan IPC 1826).
Masih tersisa waktu sehari untuk penjualan formulir, dengan jumlah formulir tersedia total 2279, IPA 1034, IPS 810, dan IPC 435.

LP3UB Lolos Seleksi Akhir P3AI-TPSDP

Dikirim oleh prasetya1 pada 01 Juli 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2248

Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3) Universitas Brawijaya, berhasil lolos seleksi tahap akhir proyek P3AI-TPSDP (Proyek Peningkatan dan Pengembangan Aktivitas Instruksional-Technological and Professional Skills Development Sector Project). Saat ini task force sedang menyiapkan untuk negosiasi dan penandatanganan kontrak yang akan diselengga-rakan pada tangal 5-7 Juli 2005 di Hotel Milleneum Jakarta.
Dari LP3UB akan berangkat empat orang tim yaitu: Prof.Dr.Ir. Hendrawan Soetanto MRurSc (Ketua LP3UB), Prof. Dr. Mulyadi Pudjosumarto SE MS (Ketua Task Force), Dr. Ir. Marsoedi (Sekretaris LP3UB), Chomsin Widodo SSi MSi (Anggota Task Force)
Melalui proyek ini diharapkan LP3UB dapat memperkuat diri sebagai lembaga yang mampu memberikan dukungan kepada fakultas dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran di Unibraw sehingga dihasilkan lulusan yang lebih berkualitas. [HS]

Hari Kesepuluh, Formulir SPMB Unibraw Terjual 73,62%

Dikirim oleh prasetya1 pada 30 Juni 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2468

Sampai hari kesepuluh pendaftaran Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Universitas Brawijaya, Kamis 30/6, telah terjual 7627 atau 73,62% dari total 10360 formulir yang disediakan. Secara rinci, IPA 2635, IPS 3349, dan IPC 1643. Hasil ini dibawah hasil penjualan pada hari yang sama pendaftaran SPMB tahun 2004 lalu (total 8354, IPA 2948, IPS 3639, dan IPC 1767).
Masih tersisa waktu penjualan formulir, yaitu selama 2 hari lagi, dengan jumlah formulir tersedia total 2733, IPA 1165, IPS 1051, dan IPC 517.
Pengembalian formulir hingga hari ini tercatat sebanyak 5676, dengan rincian IPA 1890, IPS 2503, IPC 1283.

Hari Kesembilan, Formulir SPMB Unibraw Terjual 70,31%

Dikirim oleh prasetya1 pada 29 Juni 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2129

Sampai hari kesembilan pendaftaran SPMB Universitas Brawijaya, Rabu 29/6, telah terjual 7284 atau 70,31% dari total 10360 formulir yang disediakan. Secara rinci, IPA 2460, IPS 3232, IPC 1592. Hasil ini sedikit dibawah hasil penjualan pada hari yang sama pendaftaran SPMB tahun 2004 lalu (total 7681, IPA 2767, IPS 3285, IPC 1629).
Masih tersisa waktu penjualan formulir, yaitu selama 3 hari lagi, dengan jumlah formulir tersedia total 3076, IPA 1340, IPS 1168, dan IPC 568.
Pengembalian formulir hingga hari ini tercatat sebanyak 5205, dengan rincian IPA 1706, IPS 2324, IPC 1175.

Ujian Terbuka Disertasi Ubud Salim

Dikirim oleh prasetya1 pada 29 Juni 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2799

Drs. Ubud Salim MA
Drs. Ubud Salim MA
Country Risk Analysis (CRA) atau analisis risiko negara dan Direct Foreign Investment (DFI) atau investasi asing langsung, menjadi kajian amat penting terutama di negara anggota ASEAN. CRA dan DFI berfungsi untuk mengetahui risiko apa saja yang mempengaruhi risiko negara dan realisasi arus investasi.
Drs. Ubud Salim MA, mengemukakan hal itu dalam memper-tahankan disertasinya yang berjudul "Analisis Risiko Negara dan Investasi Asing Langsung Beserta Pemeringkatannya di ASEAN", dalam forum ujian terbuka di Pascasarjana Univer-sitas Brawijaya, Rabu 29/6.
Pria kelahiran Malang 56 tahun silam ini dalam penelitiannya menggunakan sampel 6 negara dari sepuluh negara ASEAN untuk periode 1997-2002. Keenam negara tersebut adalah Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Viet-nam, dan Thailand. Masing-masing dianalisis dengan menggu-nakan data risiko ekonomi, risiko transfer, risiko nilai tukar, risiko lokasi, risiko pemerintah, risiko politik dan risiko budaya.
Data penelitian berasal dari International Country Risk Guide (ICRG)  yang mengalami rotasi faktor menjadi resiko politik, resiko ekonomi, resiko keuangan, dan resiko budaya, serta dari Political and Economic Risk Consultancy (PERC) yang mengalami rotasi faktor menjadi resiko politik internal, resiko gangguan sosial, resiko eksternal, resiko sistemik dan resiko budaya.