Prasetya Online

>

Berita UB

Wafat: Prof. Dr. Ir. Soedarmanto MEd

Dikirim oleh prasetya1 pada 19 Desember 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2009


Guru besar Fakultas Pertanian, Prof. Dr. Ir. Sudarmanto MEd, wafat kemarin malam (Minggu, 18/12) dalam usia 72 tahun setelah sakit beberapa lama. Jenazah guru besar penyuluhan dan komunikasi pertanian ini sejenak disemayamkan di lobi gedung Rektorat, Senin pagi 19/12, sebelum diberangkatkan untuk dimakamkan di pemakaman Kasin, Malang. Ratusan pentakziah, terdiri dari para guru besar, dosen, karyawan dan mahasiswa dengan khidmat mengikuti upacara singkat pelepasan jenazah, yang diawali pembacaan riwayat hidup almarhum oleh Dekan Fakultas Pertanian Prof. Dr. Ir. Syekhfani MS dan dilanjutkan dengan pidato singkat Rektor Unibraw Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno.
Almarhum Prof. Soedarmanto, pria kelahiran Klaten, 4 Mei 1933 meninggalkan seorang isteri dan 4 orang putri, sarjana pertanian dan kehutanan Universitas Gadjah Mada (1961), master of education Sam Houston State University, AS (1979), dan doktor ilmu pendidikan dari IKIP Malang (1988). Karir sebagai pendidik diawali sebagai guru di SPMA (Sekolah Pertanian Menengah Atas) Padang (1957), guru SPMA Mataram (1961-1963), Direktur SPMA Mataram (1963-1988), Dekan Fakultas Pertanian Universitas Mataram (1966-1967), Direktur SPMA Malang (1966-1979), Pjs Pembantu Dekan I Fakultas Pertanian Unibraw (1981-1983) Direktur Program Diploma Fakultas Pertanian Unibraw (1982-1984), Ketua Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Unibraw (1991-1993), Wakil Ketua Pusat Studi Lingkungan Hidup Unibraw (1982-1993), Ketua Pusat Studi Lingkungan Hidup Unibraw (1993-1996), Wakil Ketua Unit KORPRI Unibraw (1984). Dikukuhkan sebagai guru besar (1994), dan purna tugas sejak 1 Juni 2003.
Semasa hidupnya almarhum dikenal sebagai sosok yang ramah, dan mendarmabaktikan hampir seluruh hidupnya untuk pendidikan. Penghargaan yang pernah diperoleh, antara lain penghargaan atas Pengembangan/Pembinaan SPMA Mataram (1975), penghargaan atas Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Pertanian Khususnya Pendidikan Pertanian dan Sekolah Pertanian Pembangunan (1994), dan penghargaan Satya Lancana Karya Satya 30 tahun. [Far]

Seminar Nasional Pengarusutamaan Gender

Dikirim oleh prasetya1 pada 19 Desember 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2344

Gender adalah konstruksi sosial budaya yang membedakan perempuan dan laki-laki dalam kehidupan masyarakat termasuk dalam riset, ilmu pengetahuan, dan teknologi (riptek). Dengan latar belakang itu, bekerja sama dengan Kementerian Negara Riset dan Teknologi diadakan seminar nasional bertajuk "Pengarusutamaan Gender dalam Program Peningkatan Sarana dan Kelembagaan Riptek". Kegiatan dalam rangka perayaan Dies Natalis ke-43 Universitas Brawijaya ini dilaksanakan di ruang pertemuan Perpustakaan Pusat Universitas Brawijaya, Senin (19/12).
Hadir sebagai narasumber Ir. Nanang Wijanarko MSc dari Kementerian Negara Riset dan Teknologi (KMNRT) dengan materi "Kebijakan Strategis Iptek dan Upaya Peningkatan Sarana dan Kelembagaan Riptek", Ir. Erlangga Satriagung (Ketua Kadinda Jatim) dengan materi "Sinergi Pengembangan Inndustri dengan Penelitian Universitas Guna Pengembangan R&D)", Prof. Dr. Ir. Hj. Keppi Sukesi MS (Ketua Pusat Penelitian Gender dan Kependudukan Universitas Brawijaya) dengan materi "Pengarusutamaan Gender dalam Kelembagaan Riset Ilmu Pengetahuan dan Teknologi", dan Prof. Dr. Ir. Chandrawati Cahyani MS (guru besar Fakultas MIPA Univesitas Brawijaya) dengan materi "Gender dalam Teknologi Terapan".
Dalam makalahnya, Nanang menyebut bahwa Iptek 2025 mempunyai visi sebagai kekuatan utama peningkatan kesejahteraan yang berkelanjutan dan peradaban bangsa dengan implementasinya lebih difokuskan pada enam hal meliputi ketahanan pangan, sumber energi baru dan terbarukan, teknologi dan manajemen transportasi, teknologi informasi dan komunikasi, teknologi pertahanan dan teknologi kesehatan dan obat-obatan. Disampaikan lebih lanjut, selain enam bidang fokus pembangunan Iptek tersebut, aspek lain yang juga akan mendapat perhatian adalah teknologi air bersih, teknologi kelautan, sistem informasi
spatial, mitigasi bencana, teknologi dirgantara dan antariksa, dinamika sosial-politik-budaya-hukum dan bidang tematis lainnya.
Sementara itu, Prof. Keppi Sukesi mengatakan pengarusutamaan gender merupakan suatu strategi untuk mencapai kesetaraan dan keadilan gender melalui kebijakan dan program yang memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan dan permasalahan perempuan dan laki-laki dalam perencanaan, pemantauan dan evaluasi dari seluruh kebijakan dan program di berbagai bidang kehidupan dan pembangunan. Dalam pendidikan iptek, isu gender yang perlu mendapat perhatian adalah akses dan pemerataan pendidikan, mutu dan relevansi, serta manajemen berbasis gender. "Melalui strategi PUG diharapkan laki-laki dan perempuan dapat memperoleh akses yang sama atas sumber daya pembangunan, berpartisipasi sama dalam proses pembangunan, memiliki kontrol yang sama atas sumberdaya pembangunan dan memperoleh manfaat yang sama dari hasil pembangunan", ungkap Prof. Keppi. [nok]

Ujian Terbuka Disertasi M. Pudjihardjo SE MS

Dikirim oleh prasetya1 pada 19 Desember 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1971


Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Senin 19/12, menggelar ujian terbuka disertasi bagi Drs. M. Pudjihardjo SE MS, dosen senior dari Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi Unibraw. Dalam ujian tersebut M Pudjihardjo membawakan disertasi berjudul "Pola Alokasi Waktu Keluarga dalam Kegiatan Ekonomi di Pedesaan (Studi Kasus pada Petani Kecil di Desa Dataran Rendah Tanaman Pangan dan Desa Dataran Tinggi Tanaman Hortikultura di Kabupaten Malang)". Ujian ini dipromotori oleh Prof. Dr. Salladien, dan 3 orang ko-promotor masing-masing Prof. Dr. M. Harry Susanto SE SU, Prof. Dra. SM Kiptiyah MSc, dan Dr. Candra Fajri Ananda MSc. Sementara itu bertindak sebagai penguji masing-masing Prof. Drs. MS Idrus MEc PhD, Dr. Munawar Ismail DEA, dan Prof. Dr. Soedjono Abipraja SE dari Universitas Airlangga.
Dalam disertasinya, M Pudjihardjo mengatakan bahwa dalam keadaan sumberdaya yang terbatas, rumah tangga petani miskin berusaha untuk menutupi kebutuhan pokoknya, apakah dengan cara mengurangi konsumsinya, atau dengan cara meningkatkan kontribusi kerja para anggota keluarganya. Namun pada rumah tangga miskin untuk mengurangi pengeluaran konsumsinya hampir tidak mungkin. Dengan demikian, pilihan lain adalah dengan menambah curahan waktu kerja untuk anggota keluarganya. Pemahaman pola dan alokasi waktu anggota keluarga petani khususnya petani yang berlahan sempit yang umumnya miskin adalah sangat penting untuk digunakan sebagai bahan informasi penyusunan kebijakan pembangunan yang ditujukan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat miskin.
Penelitian untuk disertasi ini dilaksanakan di Pujon untuk daerah dataran tinggi, dan Wajak untuk daerah dataran rendah. Hasil penelitian M. Pudjihardjo menunjukkan beberapa hal, di antaranya: terdapat kecenderungan semakin tinggi tingkat pendidikan anak-anak maka alokasi waktu untuk kegiatan on farm cenderung menurun, tetapi alokasi waktu untuk kegiatan off farm semakin meningkat. "Jika kemudian fakta ini berlanjut, maka masa depan sektor pertanian akan diisi mayoritas pekerja usia tua", ungkapnya. Lebih lanjut dipaparkan bahwa jika kondisi ini tidak diikuti peningkatan produktivitas sumberdaya manusia di bidang pertanian atau transformasi struktural ekonomi secara cepat, maka masa depan sektor pertanian akan mengalami masa yang suram.
Dalam yudisium sebagai hasil ujian terbuka ini, M. Pudjihardjo dinyatakan lulus dengan predikat memuaskan, dan berhak menyandang gelar doktor dalam bidang ilmu ekonomi.
Dr. M. Pudjihardjo SE MS adalah pria kelahiran Blitar, 53 tahun lalu, adalah sarjana ekonomi lulusan FE Unibraw (1976), dan magister dari Unibraw (1986) melalui KPK-UGM. Karir sebagai sebagai tenaga pengajar dirintis sejak 1976 sebagai asisten ahli madya pada FE Unibraw, dan kini jabatannya adalah Lektor Kepala golongan IV/c. [Far]

Menang, Belum Tentu Aman: Aklamasi atau Voting Jadi Pilihan Senat

Dikirim oleh prasetya1 pada 19 Desember 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1609

Kabar bahwa pertarungan calon rektor (carek) Unibraw sebenarnya berada di senat universitas dan mempengaruhi Mendiknas banyak benarnya. Sebab, meski Prof Umar Nimran berhasil memperoleh suara terbanyak dalam penjaringan level pertama di semua unit kerja Unibraw Sabtu lalu, namun posisinya tetap belum aman. Bahkan besar kemungkinan suaranya banyak digerogoti kandidat lain di tingkat senat.
Beberapa anggota senat universitas yang dihubungi mengungkapkan, ketiga carek yang berhasil mengumpulkan suara terbanyak (Umar, Yogi, dan Djanggan) tetap memiliki kans sama untuk menduduki jabatan rektor Unibraw periode 2005-2010. Sebab, masing-masing memiliki massa yang sama kuat di dalam senat. "Mereka tetap memiliki peluang yang sama. Termasuk, untuk menduduki peringkat teratas dalam pertimbangan senat nanti," ungkap salah satu anggota senat Unibraw ini.
Seperti diberitakan sebelumnya, dalam proses penjaringan Sabtu lalu, Umar berhasil mengungguli empat kandidat carek lainnya dengan mendulang suara 420. Disusul kemudian Yogi Sugito dengan 369 suara, Djanggan Sargowo 324 suara, Budiono Mismail 106 suara, dan Soekartawi 60 suara.
Bahkan, menurut sebuah sumber, tiga nama teratas tersebut masih akan bertarung alot dalam senat. Ketiganya juga akan saling menekan satu sama lain. Bisa jadi, karena pengaruh gesekan dan perdebatan di senat akan mempengaruhi posisi mereka. Bisa jadi juga urutan teratas akan lepas dari Umar. "Walau pun suara senat akan menyebar, namun tetap akan terjadi pergeseran. Bisa saja Pak Djanggan atau Pak Yogi menggeser posisi Pak Umar. Tapi, posisi Pak Umar juga bisa tetap sampai di tingkat Mendiknas. Jadi intinya, semua masih belum pasti," kata salah satu anggota senat yang tidak mau namanya dikorankan ini.


Seminar Sex dr Boyke

Dikirim oleh prasetya1 pada 18 Desember 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 4562


Himpunan Mahasiswa Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Minggu (18/12) di Graha Medika Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya menyelenggarakan Seminar Sex 2005. Kegiatan ini mengundang ginekolog dan konsultan seks terkenal Dr. H. Boyke Dian Nugraha SpOG MARS dan diikuti lebih dari 500 remaja, pelajar dan mahasiswa.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Boyke menyampaikan beberapa hal yang menjadi pengetahuan yang berharga bagi para remaja yang sedang mengalami proses pencarian jati diri serta pemenuhan rasa ingin tahu terlebih mengenai permasalahan sensitif yaitu cinta dan seks. "Cinta dan seks merupakan salah satu problem terbesar dari remaja dimanapun di dunia ini. Kehamilan remaja, pengguguran kandungan, terputusnya sekolah, perkawinan usia muda, perceraian, penyakit kelamin, penyalahgunaan obat, merupakan akibat buruk petualangan cinta dan seks yang salah disaat remaja. Tidak jarang masa depan mereka yang penuh harapan hancur berantakan karena masalah cinta dan seks", ungkapnya diawal seminar. Audiens yang memenuhi gedung graha medika tersebut dengan antusias mengikuti berbagai materi yang disampaikan meliputi upaya mengenal kehidupan remaja, berpacaran yang sehat dan bebas AIDS serta pengaruh perilaku seks bebas pada intelektualitas.
Disampaikan lebih lanjut dalam kesempatan tersebut, bahwa iman merupakan rem paling pakem dalam berpacaran. "Justru penilaian kepribadian pasangan dapat dinilai saat berpacaran. Mereka yang menuntut hal-hal yang melanggar norma-norma yang dianut, tentunya tidak dapat diharapkan menjadi pasangan yang baik. Seandainya ia pun menjadi suami atau istri kelak tentunya keinginan untuk melanggar norma-norma pun selalu ada. Untuk itu "say good-bye" sajalah. Masih banyak kok pria dan wanita yang mempunyai iman dan moral yang baik yang kelak dapat membantu keluarga bahagia", ungkapnya. [nok]