Prasetya Online

>

Berita UB

Sri Mulyani Didemo Mahasiswa Malang

Dikirim oleh prasetya1 pada 08 October 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2397


Kedatangan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Dr. Sri Mulyani Indrawati di Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang disambut unjuk rasa sekitar 20 mahasiswa dari BEM Unibraw, Sabtu (8/10/2005).
Sri Mulyani datang ke kampus Unibraw untuk memberikan kuliah tentang keadaan ekonomi makro pasca kenaikan BBM. Di hadapan Kepala Bappenas, para pengunjuk rasa meminta agar pemerintah secepatnya membatalkan kenaikan harga BBM yang dianggap telah mencekik rakyat kecil.
Menanggapi tuntutan para pengunjuk rasa, Sri Mulyani meluangkan waktunya untuk memberikan tanggapan atas kenaikan harga BBM. "Kami sebenarnya tidak ingin memberatkan rakyat. Dalam menaikan harga BBM, kita telah melihat berbagai alternatif kebijakan. Saya rasa di satu sisi kemarahan tidak akan menyelesaikan permasalahan," kata Sri Mulyani di Kampus Unibraw, Malang, Jawa Timur.
Kepala Bappenas ini juga menyatakan bahwa sebenarnya pemerintah saat ini telah mendengar pernyataan-pernyataan dari bawah. Kerena pemerintah saat ini punya tujuan membawa Indonesia menjadi lebih baik.
"Kita punya tujuan membuat Indonesia lebih baik. Setiap pilihan kebijakan, pasti ada konsekuensinya. Pemerintah sadar bahwa ini akan memberatkan rakyat. Karena saya juga bagian dari rakyat", jelas Sri Mulyani.
Kalau kita mau mempertahankan harga pada level yang sangat rendah, lanjut Sri Mulyani,  kita tidak akan menolong rakyat. Karena rakyat tetap tidak bisa menerima harga subsidi. Pilihan buat kita sebenarnya, kalau dinaikkan, uang yang tadinya bocor-bocor, bisa diambil pemerintah dan sekarang dikeluarkan lagi dalam bentuk dana kompensasi.
"Jadi kita mencoba untuk mencari solusi, supaya rakyat yang terberatkan dari solusi ini dapat dikurangi bebannya. Untuk itu Presiden ingin membuat dana kompensasi diterima oleh masyarakat, namun dalam teknisnya mungkin tidak bisa 100 persen dirasakan oleh masyarakat luas," tambahnya. [jon]
http://jkt3.detiknews.com/indexfr.php?url=http://jkt3.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/10/tgl/08/time/145359/idnews/457638/idkanal/10

Kuliah Umum Meneg PPN Sri Mulyani

Dikirim oleh prasetya1 pada 07 October 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2358


Program Pascasarjana (PPS) Universitas Brawijaya, Sabtu 8/10 besok, menyelenggarakan kuliah umum dalam rangka pembukaan perkuliahan tahun akademik 2005/2006.
Kali ini PPS Unibraw mengundang Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Dr. Sri Mulyani Indrawati untuk memberikan kuliah umum dengan topik "Keadaan Ekonomi Makro Indonesia Pascakenaikan Harga BBM". Kuliah tersebut dilangsungkan di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya mulai pukul 9.00 wib. Demikian informasi yang diberikan oleh Asisten Direktur I PPS Unibraw Prof. Dr. Ir. Soemarno MS. [Far]

Dr. Gatot Ciptadi: Indonesia sudah Menguasai Teknologi Kloning

Dikirim oleh prasetya1 pada 05 October 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 3684


Produksi embrio kloning secara in vitro menggunakan transfer nukleus memiliki potensi yang sangat bagus di masa datang dari aspek genetik ternak. Aplikasi program pemuliaan menggunakan embrio kloning akan mampu memproduksi ternak superior dan identik sehingga bermanfaat dalam program pemuliaan konvensional. Hal utama yang diharapkan dari teknologi kloning adalah potensi dan peluang dalam menghasilkan individu hasil manipulasi genetik.
Demikian ungkap Ir. Gatot Ciptadi DESS dalam disertasi berjudul "Pengembangangan Metode Aktivasi Oosit Rekonstruksi Hasil Transfer Nukleus Intra Sitoplasma untuk Produksi Embrio Kloning Kambing".
Lebih lanjut dikatakan bahwa penelitian kloning kambing melalui teknologi transfer nukleus, sudah dapat dikuasai lebih baik di laboratorium-laboratorium reproduksi di Indonesia. Aplikasi teknologi ini bisa dikembangkan melalui pembuatan bank sel somatik hewan dewasa maupun fetal sebagai sumber genetik alternatif, disamping dalam bentuk spermatozoa dan oosit beku khususnya untuk hewan langka atau unggul.
Ujian terbuka disertasi tersebut berlangsung di Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Kamis (5/10), dengan promotor Prof. Drs. Sutiman B. Sumitro SU DSc, dan ko-promotor drh. Arief Boediono DVM PhD, dan Dr. Ir. Trinil Susilawati MS. Sementara dosen penguji terdiri dari Prof. Dr. Ir. H. Luqman Hakim MS, Dr. Ir. Juliani Djuniarti MS, Dr. Drs. Agung PramanaWM MSi, dan penguji dari Universitas Airlangga Surabaya Prof. Dr. Soehartojo Hardjopranjoto MSc.
Dalam sidang ujian yang diketuai oleh Prof. Dr. dr. Djanggan Sargowo SpPD SpJP (K), kandidat Gatot Ciptadi dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan, indeks prestasi kumulatif 3,85, dan berhak menyandang gelar doktor dalam ilmu pertanian.
Dr. Ir. Gatot Ciptadi DESS adalah dosen Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, lahir di Semarang 45 tahun silam, sarjana peternakan dari Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (1985) dan master dari Animal Production, IEMVT Maison Alfort Paris, Perancis (1993). Ayah dua orang anak ini juga pernah mendapatkan pendidikan tambahan di antaranya di Centre d'Insemination Artificielle, Lissieux Perancis (1992), Louisiana State University Amerika Serikat (2002) dan Jichi Medical School Jepang (2004). Selama 10 tahun terakhir ini Dr. Gatot Ciptadi telah menghasilkan lebih kurang 43 karya ilmiah dalam bentuk artikel, dan 25 penelitian. [nik]

Terpilih Dipresentasikan pada Konferensi Internasional di Manila

Dikirim oleh prasetya1 pada 05 October 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1944

Dari sekian banyak makalah yang masuk, makalah Dr. Ratya Anindita dan Prof. Dr. Soekartawi, terpilih untuk dipresentasikan dalam konferensi internasional ekonomi pertanian yang akan digelar di Manila 10-11 November 2005 mendatang.
Konferensi itu bertema "Agricultural and Rural Development in Asia: Ideas, Paradigms, and Policies Three Decades After' diselenggarakan di Hotel Mandarin, disponsori oleh berbagai lembaga internasional yang dikoordinir oleh SEAMEO Regional Center for Graduate Study and Research in Agriculture, Philippines.
Dr. Ratya Anindita dan Prof. Soekartawi, keduanya adalah dosen senior pada Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, menulis makalah yang ber-judul "Enhancing Agricultural Development through Trade Liberation; The Case of Coconut Industries In Indonesia".
Dalam makalah tersebut, Anindita dan Soekartawi berpendapat, sebagai konsekuensi dari keanggotaan Indonesia dalam GATT/WTO maka kini Indonesia tidak bisa terlepas dari kebijakan liberalisasi perdagangan. Oleh karena itu, dalam konteks industri kelapa di Indonesia, maka semua kebijakan pengembangan hendaknya disesuaikan dengan dampak positif maupun negatif dari aturan GATT/WTO tersebut.


Laporan PRASETYA dari Aceh (3)

Dikirim oleh prasetya1 pada 05 October 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1855



Respon Masyarakat Aceh pada Konsep "Mobile Education". Keterbatasan sarana dan prasarana pendukung pendidikan di Aceh, tidak menyurutkan motivasi anak bangsa di Aceh untuk memperoleh pendidikan. Dengan berbagai cara, mereka tetap konsisten membekali diri dengan ilmu pengetahuan, mulai dari sekolah di tenda, barak, masjid dan meunasah, dengan perlengkapan pendidikan seadanya sumbangan dari mereka yang peduli. Seperti diungkapkan Dahlan, salah seorang pengungsi dari Desa Lampuuk yang tinggal di barak Desa Lhom Lam, ia mengeluhkan sekolah anaknya yang jauh dari tempat tinggalnya sekarang, dan harus ditempuh dengan 2 kali berganti angkutan. Seharinya dibutuhkan Rp 2000 (keadaan sebelum terjadi kenaikan BBM) untuk biaya transportasi anaknya. Hal serupa juga sempat dialami oleh SMA 1 Lhok Nga yang sempat dipindah di kawasan Desa Lampuuk, yang notabene tidak terjangkau oleh kendaraan umum, sehingga pihak sekolah mengalah dengan menyediakan kendaraan antar jemput bagi para siswa. Kondisi demikian tidak dapat berlangsung lama karena keterbatasan dana yang dimiliki pihak sekolah.