Prasetya Online

>

Berita UB

Kehadiran Wali Kota Menentukan, Hari Ini Takmir dan Ulama Ajak Dialog

Dikirim oleh prasetya1 pada 01 November 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1597

Tim kelompok kerja (pokja) Anti-AAJ yang dibentuk Takmir Masjid Agung Jamik Kota Malang terpaksa menjadwal ulang pertemuan dengan Wali Kota Peni Suparto. Alasannya, wali kota kemarin tidak berada di balai kota, sedangkan tim pokja harus konsolidasi lebih lanjut untuk mematangkan poin-poin yang nanti bakal disampaikan.
Dari hasil penjadwalan ulang itu, rencananya, hari ini mulai pukul 15.30, pokja akan mengundang wali kota bersama tim teknisnya untuk berdialog dan duduk bersama. Lokasi dialog ditetapkan di Masjid Agung Jamik. Tim pokja juga akan mengambil tim teknis dari beberapa universitas yang terdiri dari pakar hukum, pakar ekonomi, planologi, arsitek, sejarahwan, lingkungan, agraria, dan unsur agama dalam hal ini adalah Majelis Ulama Indonesia (MUI).
"Kami akan mencoba menuangkan uneg-uneg jamaah dalam dialog nanti. Kami juga akan mengemukakan alasan-alasan logis yang mendasari penolakan kami," kata Dr Suhadak, sekretaris Takmir Masjid Agung Jamik, kemarin.
Sebelumnya diberitakan, para kiai dan ulama se-Kota Malang akhirnya secara bulat menyatakan menolak pembangunan Alun-Alun Junction (AAJ). Secara tegas mereka mendesak agar wali kota menghentikan rencana pembangunan pusat bisnis bawah tanah tersebut. Rencananya, pernyataan sikap penolakan itu akan disampaikan pada wali kota kemarin. Namun karena kondisi tidak memungkinkan, akhirnya batal.


Persiapan Pemilihan Rektor

Dikirim oleh prasetya1 pada 29 October 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2372

Awal Februari 2006 mendatang masa jabatan Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno sebagai Rektor Universitas Brawijaya berakhir. Oleh karena itu, Senat Universitas Brawijaya secara telah maraton mengadakan rapat-rapat untuk menyusun tata cara yang diperlukan untuk mengadakan pemilihan rektor baru. Hasilnya dituangkan dalam Keputusan nomor 166/SK/2005 tanggal 15 Oktober 2005, yang mengatur tatacara penjaringan dan pertimbangan calon rektor.

Dua tahap
Ada dua tahapan utama dalam pemilihan Rektor Unibraw, yaitu tahap penjaringan dan tahap pertimbangan. Sementara pengangkatan dilakukan oleh Presiden atas usul Menteri Pendidikan Nasional setelah mendapat pertimbangan Senat Universitas Brawijaya.
Dalam rangka pergantian rektor ini, Senat melakukan proses penjaringan bakal calon rektor yang dilaksanakan dengan prinsip demokratis, terbuka, jujur, adil, dan bertanggung jawab, melibatkan semua unsur dosen, perwakilan mahasiswa, dan perwakilan pegawai administratif, sebelum memberikan pertimbangan atas calon rektor yang diusulkan. Sedangkan dalam memberikan pertimbangan, Senat juga melaksanakannya dengan prinsip demokratis, terbuka, jujur, adil, dan bertanggung jawab, serta mempertimbangkan rekam-jejak (track-record) calon.

Penjaringan
Penjaringan adalah proses pemilihan (sebanyak-banyaknya) 6 nama calon rektor yang dilakukan oleh dosen, perwakilan mahasiswa, dan perwakilan pegawai administratif. Proses penjaringan calon rektor dilakukan oleh Panitia Penjaringan independen yang bukan anggota Senat. Panitia ini terdiri dari ketua Dr. Sihabudin SH MH, wakil ketua Dr. Setyawan Purnama Sakti MSc, sekretaris Ir. Sudarminto Setyo Yuwono MSc, wakil sekretaris Dr. Chandra Fadjri Ananda SE, dan para anggota dari wakil-wakil fakultas.






Musyawarah Unit Korpri Universitas Brawijaya

Dikirim oleh prasetya1 pada 29 October 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1989

Imbas dari terjadinya reformasi di masyarakat pada 1997 telah membuat persepsi anggota terhadap Korpri juga berubah. Selama orde baru, Korpri (Korps Pegawai Republik Indonesia) terkesan tidak mandiri dan diatur oleh kekuatan politik tertentu. Hal ini menyebabkan KorpriI secara organisatoris tidak berkembang. Dalam rangka menampung saran-saran dan merumuskan tentang pembentukan pengurus periode 2005-2010, Sabtu 29/10, di gedung Rektorat lantai VIII berlangsung musyawarah Unit KORPRI Universitas Brawijaya.
Musyawarah ini dihadiri puluhan anggota dari semua unit kerja yang ada di lingkungan Universitas Brawijaya, dipimpin oleh wakil ketua Drs. Djanalis Djanaid. Dalam kesempatan itu juga disampaikan laporan kegiatan Korpri Unit Universitas Brawijaya seperti kegiatan sosial, pembinaan mental rohani, pembinaan olah raga, dan perlindungan hukum bagi anggota. Sementara itu, salah satu kriteria yang sampaikan oleh peserta musyawarah bahwa ketua Korpri adalah mereka yang belum memasuki masa pensiun atau mereka yang masih aktif. Hal ini disebabkan karena masa kepengurusan Korpri adalah lima tahun. [nik]

Djanalis Djanaid Ketua Unit Korpri Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 29 October 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1897


Drs. Djanalis Djanaid terpilih sebagai Ketua Unit Korpri Universitas Brawijaya, dalam musyawarah yang digelar di lantai VIII gedung Rektorat, Sabtu 29/10. Dalam pemungutan suara yang dilakukan oleh 50 peserta musyawarah, Djanalis mendapatkan dukungan 35 suara, sementara sisa suara terbagi pada 6 calon lainnya, yakni Ir. Chanif Mahdi MS, Drs. S. Kusnadi, Drs. Imam Hardjanto MBA, Dr. Ir. Nuhfil Hanani MS, Ir. Saleh Soesanto MS, dan Ari.
Ketua terpilih diberi tugas membentuk kepengurusan lengkap Unit Korpri Unibraw, yang diharapkan sudah tersusun setelah Idulfitri. Dalam penjelasannya, Djanalis mengatakan visi Korpri sekarang ini adalah menjadi organisasi berwibawa, netral, dan profesional. Untuk itu, dilaksanakan program yang mengarah pada pengembangan kesejahteraan karyawan, membantu penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi karyawan, di samping memberikan sumbangan pemikiran dalam pengembangan universitas. [Far]

Doa dan Buka Puasa Bersama Anak Yatim

Dikirim oleh prasetya1 pada 28 October 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 8628




Universitas Brawijaya beberapa tahun terakhir ini selalu menggelar acara buka puasa bersama anak yatim. Untuk tahun ini, diselenggarakan Jumat, 28/11, bertempat di lobi lantai I gedung Rektorat. Diundang dalam acara ini wakil dari 7 panti asuhan yang ada di Malang, yakni Panti Asuhan Aisyiyah (Dinoyo), Panti Asuhan Sunan Giri (Tlogomas), Panti Asuhan Sunan Ampel (Sumbersari), Panti Asuhan As-Saadah (Bandulan), Panti Asuhan Siti Hajar (Srigading), Panti Asuhan Al Abyad (Sigura-gura), dan Panti Asuhan Al-Ishlah (Pandanwangi). Setiap panti diwakili 10 orang anak asuh, didampingi oleh pengasuhnya masing-masing.
Rektor Prof. Bambang Guritno, dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan kesempatan bagi keluarga besar Universitas Brawijaya untuk berbagi rasa dengan anak-anak yatim dari panti asuhan yang ada di sekitar kampus. Rektor berharap agar anak-anak tetap bisa mandiri, dan belajar sungguh-sungguh agar kelak bisa menjadi mahasiswa Unibraw.
Istighotsah dan doa bersama mengawali acara, dipimpin oleh Ir. H Chanif Mahdi MS. Dilanjutkan kemudian dengan pemberian tali asih dari Rektor kepada para pembina/pengasuh panti masing-masing senilai Rp 500 ribu sebagai bantuan uang transpor, dan kepada para anak yatim masing-masing senilai Rp 50 ribu. Selain itu, masih ada tambahan sumbangan dari Kepala LPM (Lembaga Pengabdian Masyarakat) Unibraw Prof.Dr.Ir. Syamsulbahri MS sebesar Rp 1,05 juta dan Dekan Fakultas MIPA Ir. Adam Wiryawan MS bantuan sebesar Rp 1,05 juta.
Setelah kumandang adzan maghrib, acara dilanjutkan dengan menyantap hidangan takjil dan diteruskan dengan shalat magrib berjamaah di mushalla lantai IX gedung Rektorat. Seusai shalat, diadakan acara ramah tamah sambil menikmati hidangan berbuka puasa di lobi lantai I. [Far]