Prasetya Online

>

Berita UB

Lebih Akrab dengan Prof Djanggan, Direktur PPs dan Carek Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 25 Desember 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 3402

Kualitas Akademis Oke, Kesejahteraan Karyawan Yes.
Tidak berbeda dengan calon rektor-calon rektor lain, Prof Dr dr H Djanggan Sargowo SpPD SpJP (k) pun telah menyusun rencana kerja untuk memajukan Unibraw. Khususnya menjadikan Unibraw berdaya saing tinggi dan terkemuka dalam bidang pendidikan, penelitian, serta pemberdayaan masyarakat. Apa prioritas utama Direktur Pasca-sarjana ini membawa Unibraw ke arah sana? Apa pula pandangan dan langkah-langkah yang akan ditempuh dalam upaya membesarkan Unibraw? Berikut petikan wawancara dengan Prof Dr H Djanggan Sargowo dr SpPD SpJP (k).
---
Setelah memaparkan visi, misi, dan program kerja di hadapan senat Unibraw, apakah ada perubahan mendasar dari program kerja yang telah disusun?
Sama sekali tidak. Hanya saja, masukan, saran, dan kritik yang disampaikan anggota senat sangat berarti bagi saya. Bahkan, semua itu semakin menguatkan visi, misi, maupun program kerja yang telah saya susun. Intinya, ke depan, saya tetap menerapkan skala prioritas. Karena itu juga, saya mengaturnya dalam program kerja jangka pendek (satu tahun) dan program kerja jangka panjang (4 tahun).
Apa saja program kerja tersebut?
Seandainya terpilih sebagai rektor nanti, satu tahun ke depan saya akan merevitalisasi lembaga yang ada. Dalam hal ini, saya tekankan pada jurusan dan sistem di sana. Kenapa jurusan? Sebab, di sanalah tempat kegiatan ilmiah berlangsung, riset, proses belajar mengajar (PBM), sampai publikasi.
Langkah konkretnya?






Poliklinik Unibraw Direncanakan Segera Pindah

Dikirim oleh prasetya1 pada 24 Desember 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2155

Poliklinik Universitas Brawijaya, dalam waktu dekat akan dipindahkan dari lokasi lama. Perpindahan tersebut direncanakan pada bulan Januari 2006, dan sekaligus mengadakan perubahan manajemennya.
Selama ini, Poliklinik Unibraw menempati sebuah bangunan di bekas lokal Fakultas Pertanian (lama) di antara bangunan gedung Fakultas Ilmu Administrasi dan Fakultas Teknik. Sedangkan lokasi baru bagi Poliklinik Unibraw adalah gedung di depan BRI Unit Unibraw yang telah selesai direnovasi.
"Sampai saat ini hal yang terpikir oleh kami adalah bagaimana meningkatkan pelayanan kami", ujar Dr. dr Endang Sri Wahyuni MS, salah satu dokter poliklinik. Beberapa gagasan untuk meningkatkan pelayanan poliklinik muncul dalam pertemuan yang diadakan pada Sabtu (24/12) yang dihadiri oleh para dokter dan staf Poliklinik serta pejabat dari Bagian Kemahasiswaan Unibraw. Dari pertemuan tersebut juga muncul gagasan untuk mengadakan asuransi bagi mahasiswa sebagai jaminan kesehatan. "Tapi ini kan baru rencana semua tergantung dari pihak Rktorat bagaimana nanti teknis penyerahannya ke kami," Dr. Endang Sri Wahyuni menegaskan. [vty]

Prof Dr Ir Yogi Sugito, Prioritas dan Program Kerjanya Memajukan Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 24 Desember 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2624

Buat Payung Penelitian, Sehatkan Organisasi dengan ICT.
Tekad dan komitmen Prof Dr Ir Yogi Sugito memajukan Unibraw menjadi alasan terpenting yang membuatnya maju dalam bursa pilrek. Bahkan, untuk tujuan yang satu itu, Yogi telah membuat program-program baru selain meneruskan program rintisan yang telah digagas Rektor Unibraw Prof Dr Ir Bambang Guritno. Jika terpilih nanti, guru besar FP Unibraw ini berjanji akan totalitas membawa Unibraw menjadi PTN bertaraf internasional. Apa saja programnya? Berikut petikan wawancara dengannya.
---
Besok (hari ini, Red) adalah sesi pemaparan program kerja seluruh carek di depan senat Unibraw. Program apa yang Anda tawarkan untuk memajukan kampus ini?
Banyak sekali program kerja yang saya tawarkan. Baik itu program baru rintisan, maupun program lanjutan rektor Unibraw yang sekarang. Jika dijabarkan, program tersebut terkait erat dengan upaya saya membenahi kelembagaan (organisasi dan manajemen), kepemimpinan, pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat, keuangan, kepegawaian, kemahasiswaan dan alumni, kerjasama, serta melengkapi sarana prasarana.
Dari beberapa bidang di atas, inovasi apa yang menjadi prioritas Anda?
Penataan organisasi dan manajemen menjadi masalah yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sebab, keduanya menjadi bahan peletakan dasar Unibraw. Tanpa manajemen dan organisasi yang rapi dan matang, mustahil kampus ini akan bergerak maju. Karena itulah, sebelum benar-benar berangkat mengantarkan Unibraw menembus batas nasional, pertama kali yang saya lakukan adalah menyehatkan organisasi dan manajemen dengan memanfaatkan ICT (information and communication technology). Baru, setelah itu akan ada gebrakan-gebrakan yang lebih riil. Di antaranya, segera mewujudkan resource sharing dengan instansi lain, yakni sebuah langkah untuk menutupi keterbatasan SDM, laboratorium, dan lahan praktik yang ada di kampus ini dengan menggandeng instansi lain. Sehingga, Unibraw tidak perlu membuat lahan baru untuk semua kekurangan tersebut. Sebab, Unibraw bisa memanfaatkan fasilitas di tempat lain. Langkah itu sekaligus untuk menekan pengeluaran.





Pilrek Terpotong-potong

Dikirim oleh prasetya1 pada 23 Desember 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1555


Mekanisme pemilihan rektor Unibraw yang dinilai tidak berkesinambungan membuat pengamat pendidikan yang juga guru besar Fapet Unibraw Prof Hendrawan Soetanto angkat bicara. Secara pribadi, Hendrawan tidak hanya menyesalkan, tapi juga menyayangkan mekanisme yang terpotong-potong itu. Yakni adanya penjaringan di level bawah dan pertimbangan di tubuh senat.
Idealnya, jika memang ingin menerapkan demokrasi, harusnya suara penjaringan Sabtu pekan lalu terus dibawa ke atas. Dalam pertimbangan nanti, senat hanya menetapkan saja. Tapi, realitanya, kondisi itu belum bisa dilakukan oleh Unibraw karena panitia, termasuk senat terganjal PP Nomor 60/1999 pasal 30 tentang pengaturan kelembagaan perguruan tinggi. "Apapun mekanisme yang dilakukan panitia, termasuk penjaringan beberapa hari lalu, semua akan kembali pada PP 60. Inilah dilema yang membuat Unibraw tidak berkutik," ucap ketua LP3 Unibraw ini.
Dalam menyikapi persoalan itu pun, rupanya masih banyak kalangan, terutama mahasiswa yang mengatakan bahwa suara rakyat adalah suara Tuhan. Artinya, suara terbanyak dalam penjaringan adalah orang yang pantas duduk sebagai rektor. Padahal, di Indonesia sendiri, hal itu sering menjadi paradoks, bahkan tak jarang yang memang malah dikalahkan. Sedang mereka yang mendapat suara minoritas dimenangkan. Namun, tentunya semua itu dilakukan dengan penuh pertimbangan matang. Sehingga tidak akan terjadi kesalahan dalam mengambil keputusan. Dan, rupanya mekanisme itulah yang juga bakal diterapkan senat Unibraw. "Itu sah-sah saja, karena senat memiliki acuan tersendiri, yakni PP 60 tadi," tandasnya.
Bukan itu saja yang membuatnya kecewa. Menurutnya, penjaringan di level semua unit kerja pun belum bisa dikatakan benar-benar mewakili civitas Unibraw. Terlebih, suara pegawai dan mahasiswa hanya diwakilkan saja. Yang menjadi pertanyaan di sini, apakah suara yang dibawa mahasiswa dan wakil pegawai itu benar-benar mewakili aspirasi mahasiswa dan pegawai? "Saya tidak yakin suara yang dibawa mahasiswa dan pegawai benar-benar aspirasi dari masing-masing anggotanya. Harusnya, kalau ingin demokrasi berjalan, perwakilan yang ditunjuk membawa berita acara bahwa pihaknya telah melakukan musyawarah untuk mendukung salah satu calon," bebernya.
Namun, kata dia, semuanya telah terlanjur. Kini, yang bisa dilakukan adalah menjalankan semua peraturan yang ada. Terlebih, keputusan masih berada di tangan senat yang akan dimulai dengan pemaparan program kerja para carek Sabtu besok di ruang rapat senat lantai 8 rektorat Unibraw. "Saya hanya bisa berharap, mudah-mudahan senat bisa memberikan pemikiran yang lebih bijaksana. Jangan hanya duel atau adu argumen, karena tidak ada hasilnya," ujar Hendrawan. (nen)
http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_radar&id=111330&c=88

Voting Tetap Jadi Pilihan, Senat Masih Belum Putuskan Mekanisme

Dikirim oleh prasetya1 pada 23 Desember 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1405

Mekanisme pemilihan rektor Unibraw di tingkat senat universitas sampai kemarin masih gelap. Meski begitu Ketua Senat Unibraw Prof Dr Ir Bambang Guritno mengungkapkan ada dua alternatif penentuan tiga calon rektor (carek). Yakni dengan musyawarah mufakat dan voting (one man one vote).
Meski begitu, Bambang mengungkapkan, kemungkinan terbesar yang akan terjadi di senat adalah voting. Sebab, kecil sekali kemungkinan untuk menggelar musyawarah mufakat. Terlebih, semua carek memiliki pendukung sendiri-sendiri yang semuanya pasti menginginkan jagonya duduk di kursi rektor Unibraw 2005-2010. Terlebih, jika mengaca pada periode sebelumnya, musyawarah mufakat juga tidak bisa diwujudkan dalam tubuh senat. Akhirnya, proses pertimbangan pun menggunakan suara terbanyak.
"Senat belum bisa memastikan apakah nanti akan disepakati musyawarah mufakat atau sebaliknya, mengadakan pemilihan ulang. Semua tergantung pada kondisi nanti, yakni 31 Desember ini," ucapnya.
Lebih lanjut, karena ada dua opsi yang akan diterapkan dalam pertimbangan senat, maka semua calon, yakni lima carek (Umar Nimran, Budiono Mismail, Djanggan Sargowo, Soekartawi, dan Yogi Sugito) memiliki peluang sama untuk menduduki tiga besar teratas. Sebab, masing-masing juga memiliki hak dan peluang sama. Dalam hal ini, masing-masing tetap memiliki prosentase 20% dari total suara senat yang jumlahnya mencapai 116 orang. Masing-masing FK 12 anggota, FH 8, FE 11, FIA 15, FP 28, FT 8, Fapet 14, Fpi 6, FMIPA 7, dan FTP 7. "Tergantung apakah nanti semua anggota senat ini sepakat mengawal suara penjaringan atau mengadakan pemilihan ulang.Tinggal bagaimana kondisi di senat nanti," tandas Bambang.
Sementara, jika langkah kelima carek ini akan finish di tangan senat 31 Desember ini, Sabtu besok kelimanya masih harus memaparkan program kerja rektor dalam kurun lima tahun ke depan. Pemaparan ini dilakukan terututup. Dalam pemaparan ini anggota senat akan memberikan poin pada masing-masing carek. Terutama, sebagai bekal pertimbangan final senat sebelum mengerucutkan tiga nama yang akan dikirim ke Mendiknas. (nen) http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_radar&id=111331&c=88