Prasetya Online

>

Berita UB

Semiloka Optimalisasi Peran DPD

Dikirim oleh prasetya1 pada 28 Desember 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 5080


Dewan Perwakilan Daerah (DPD) merupakan lembaga negara baru yang dihasilkan amandemen ketiga UUD 1945. DPD merupakan jelmaan dari representasi regional. Secara esensial DPD sesungguhnya untuk memberikan kontrol daerah kepada kebijakan pemerintah pusat. Posisi DPD secara normatif tidak signifikan. Mekanisme pemilihan DPD pada Pemilu 2004 dirasa lebih sulit jika dibandingkan pencalonan legislatif. Keberadaan DPD merupakan kanalisasi untuk mewujudkan desentralisasi, yaitu dengan memberikan peran kepada daerah untuk maju dengan mengelola sumber daya dan sumber dana di daerah semata-mata demi mewujudkan kesejahteraan rakyat di daerah bersangkutan. Adanya DPD akan meningkatkan posisi tawar pemerintah daerah dalam memperjuangkan aspirasi daerah secara langsung di tingkat pusat.
Hal-hal tersebut nampak bertolak belakang dengan praktik sistem politik kita saat ini. DPD dianggap seperti macan ompong karena dianggap tidak mampu berbuat banyak dalam memperjuangkan kepentingan daerah. Salah satu problem eksistensial DPD adalah UUD 1945. Meski telah diamandemen 4 kali, masih dijumpai pasal-pasal yang mengkerdilkan DPD, khususnya pasal 22D ayat (2) yang menyatakan "DPD hanya sebatas ikut membahas rancangan UU yang berkaitan dengan otonomi daerah dan tidak memiliki hak "vote".
Adakah sisi lain yang menjadi faktor penghambat DPD untuk mengoptimalkan fungsi dan perannya di lembaga legislatif?

Radio Penyuluhan FP Mengudara

Dikirim oleh prasetya1 pada 27 Desember 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1766

Setelah empat tahun vakum, awal pekan lalu radio Kaswara (Karya Swadaya Agri Ressisonia) milik Program Studi Komunikasi dan Pemberdayaan Masyarakat Fakultas Pertanian (KPM-FP) Unibraw kembali mengudara. Sebelumnya, radio tersebut bernama Agri FM.
Kini, bukan hanya nama yang berubah, jangkauannya juga makin luas. Bahkan bisa didengarkan hingga Kota Batu. Radio dengan frekuensi 93,5 Mhz ini menyiarkan berbagai program. Di antaranya program education yang mengulas tentang informasi pendidikan. Baik internal maupun eksternal kampus.
Menariknya, meski radio ini tergolong radio kampus, namun menyiarkan lagu-lagu campur sari. "Karena radio ini merupakan salah satu sarana praktikum mata kuliah penyuluhan pertanian. Karena itu kami mencoba menyiarkan lagu yang relatif disenangi petani agar informasi yang kami sampaikan bisa diterima oleh petani," terang Koordinator Kaswara Rio Despantoro.
Menurut Rio dengan diudarakannya radio di studio penyuluhan ini akan dapat meningkatkan kualitas mahasiswa. "Karena saya rasa teori dari meja kuliah saja tidak cukup, harus dengan aplikasi langsung. Selain itu dengan belajar menjadi penyiar, mahasiswa dapat mengembangkan talentanya," ungkap Rio.
Siaran radio yang dilakukan langsung oleh mahasiswa FP ini dapat didengarkan masyarakat mulai jam Masyarakat dapat mendengarkan 07.00-17.00. Namun studio radio ini menurut Rio juga masih memiliki kekurangan karena belum dilengkapi dengan telephon. "Karena itu pendengar harus bersabar, mungkin tahun depan telepon baru terpasang dan pendengar bisa berinteraksi langsung," ujar mahasiswa PKM-FP angkatan 2002 ini. [skm] http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_radar&id=111850&c=88

Dr Ir Lily Agustina MS: Pertanian Organik adalah Masalah Hati

Dikirim oleh prasetya1 pada 27 Desember 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 3394


Pertanian organik memerlukan penanganan yang integratif dari berbagai stakeholder dalam satu kesatuan koordinasi yang rapi dan kuat, baik di tingkat desa maupun nasional. Pertanian organik adalah masalah hati. Manusia (petani) sebagai pelaku, juga harus memikirkan secara arif dan bijaksana, dalam mengolah dan memanfaatkan kekayaan hayati, yang telah diberikan oleh sang pencipta untuk kelangsungan hidup manusia. Demikian ungkap Dr. Ir. Lily Agustina MS, dosen senior program studi hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, penerima Maporina Award, ketika ditemui di ruang kerjanya Selasa (27/12).
Lily Agustina adalah satu dari delapan penerima penghargaan dari Masyarakat Pertanian Organik Indonesia (Maporina) dalam workshop dan kongres nasional II Maporina, di Jakarta (21/12). Kedelapan orang tersebut berasal dari kalangan wartawan, badan sertifikasi, birokrasi, peneliti, pemerintah, petani, pengusaha, dan praktisi. Penghargaan diserahkan oleh Sekjen Departemen Pertanian Dr Ir Hasanuddin Ibrahim.

Training dan Workshop KBK

Dikirim oleh prasetya1 pada 27 Desember 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1746

Puluhan peserta dari universitas di wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sumatra telah mengikuti training dan workshop Penyusunan Rencana Pembelajaran di Perguruan Tinggi Berbasis Kompetensi, 27-28 Desember 2005. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Kusuma Agro Wisata, Batu, ini dibuka oleh Pembantu Rektor I Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito dan dihadiri Direktur Pendidikan dan Kemahasiswaan Ditjen Pendidikan Tinggi Prof.Dr.Ir. Soepeno Djanali.
Hadir sebagai pemateri Dr. Ir. Illah Sailah MS dari IPB, Ir. Endro Tomo dari ITS, Dra. Marisa MPd dari PAU-UT, dr. Andi Ansharullah DAAK serta Prof. Dr. Ir. Hendrawan Soetanto MRur.Sc dari Universitas Brawijaya.
Menurut Ketua LP3 Hendrawan Soetanto, kegiatan yang terselenggara atas kerjasama LP3 Unibraw dengan Bagpro Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (PKSDM) Dikti Depdiknas, bertujuan menarik benang merah mengenai apa yang harus dilakukan dosen dalam melakukan pendidikan berbasis kompetensi.

Carek Saling Curi Suara

Dikirim oleh prasetya1 pada 26 Desember 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1621

Umar-Yogi-Djanggan Mengerucut Tiga Besar.
Meski pertimbangan final senat Unibraw baru dibentang Sabtu 31 Desember ini, namun para carek (calon rektor) sudah pasang kuda-kuda sejak awal. Kabar yang beredar, mereka mulai mengadakan lobi intern dan pendekatan langsung pada anggota senat agar mendukungnya. Bahkan, saking gencarnya lobi-lobi itu, tim sukses beberapa calon juga melakukan lobi lintas golongan.
Sumber koran ini mengungkapkan, tim sukses para carek tidak hanya menggunakan cara normal untuk mendapatkan kekuatan, aroma money politics pun telah tercium di tubuh senat universitas. Hanya saja, hingga kemarin belum ada satu pun anggota senat yang mau buka suara tentang kondisi itu. Bahkan, sebagian hanya menanggapi kabar itu sebagai isu untuk menyudutkan salah satu carek. "Benar atau tidak, itulah kondisi yang terjadi di kampus ini. Intinya, pilrek ini sudah tidak murni lagi," ungkap salah satu anggota senat yang enggan dikorankan namanya.
Bisa jadi, lobi terang-terangan itu mereka lakukan didasari oleh statemen Ketua Senat Unibraw Prof Dr Ir Bambang Guritno yang membolehkan lobying di tingkat senat. Apalagi, suara senat sangat menentukan nasib kelima carek tersebut. Sebab, dari sanalah akan ditentukan tiga besar yang akan diajukan ke Mendiknas. "Bukan hanya Pak Bambang saja yang sudah dilobi, saya pun sempat didatangi tim sukses kelima carek. Itu hal yang biasa," ucap PR II Unibraw Prof Dr H Moch Munir SH.
Sementara, sumber lain mengatakan, walau pun lobi-lobi yang dilakukan para carek sangat kuat, mereka tetap memiliki kans sama menuju kursi rektor. Hanya saja, jika diukur dari jumlah anggota senat dari masing-masing fakultas, tampaknya Prof Yogi Sugito bakal mengguli empat carek yang lain (Soekartawi, Budiono Mismail, Djanggan Sargowo, Umar Nimran). Dari total jumlah anggota senat yang mencapai 116, kemungkinan besar Yogi akan mampu mendulang 48 suara maksimal. Perhitungan itu, didasarkan dari massa Yogi yang ada di tiga tempat. Masing-masing Fapet (14 suara senat), FP (28 suara senat), dan Faperik (6 suara senat).