Prasetya Online

>

Berita UB

Program Magang 5 PTN di Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 11 Juni 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1827

Universitas Brawijaya ditunjuk sebagai salah satu dari 7 perguruan tinggi pembina yang ditugasi membina 5 perguruan tinggi negeri baru, yaitu:  Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Serang), Universitas Malikussaleh (Lhokseumawe), Universitas Trunojoyo (Bang-kalan), Universitas Khairun (Ternate), dan Universitas Papua (Manokwari).

Pemenang LKTM

Dikirim oleh prasetya1 pada 11 Juni 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2751

Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) Universitas Brawijaya tahun 2004/2005 telah berakhir, Sabtu 11/6. Keluar sebagai pemenang, 15 tim dari 74 tim yang ikut lomba. Hadiah yang  diberikan kepada masing-masing pemenang berupa: tabanas Rp 500 ribu dan bebas SPP selama satu semester untuk juara pertama, tabanas Rp 400 juta untuk juara kedua, tabanas Rp 300 ribu untuk juara ketiga, tabanas Rp 200 ribu untuk juara harapan I, dan tabanas Rp 100 ribu untuk juara harapan II. Berikut adalah daftar pemenang LKTM Unibraw 2004/2005.

EM Unibraw: Career World 2005 Professionalism on Career

Dikirim oleh prasetya1 pada 11 Juni 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1392

Dalam rangka membangkitkan semangat dan kesadaran bangsa akan pentingnya sikap dan tindakan professional, khususnya dalam dunia kerja, Departemen Pelayanan Publik Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya (EM Unibraw) mengadakan serangkaian kegiatan bertajuk Career World 2005 "Professionalism on Career".
Kegiatan ini meliputi 3 acara: Job Training 2005, BrawijayaJob Expo 2005, dan Diklat Entrepreneur Plus 2005. Ketiga acara ini diadakan di dalam kampus.
Job Training 2005, yang merupakan ajang pendidikan dan pelatihan yang akan mendidik serta mempersiapkan calon-calon tenaga kerja untuk lebih mengenal dunia kerja yang akan mereka masuki, sehingga bisa menempatkan diri dengan benar dan tepat, serta dapat melakukan aktivitasnya dengan professional. Acara ini diselenggarakan di Gedung Widyaloka, Sabtu-Minggu, 11-12 Juni 2005.

Turnamen Bola Voli Sampoerna Hijau Open: Siapa Menyusul Unibraw?

Dikirim oleh prasetya1 pada 10 Juni 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 3242

Sampai kemarin, sudah genap 38 tim resmi mengikuti turnamen voli akbar khusus putra Sampoerna Hijau Open. Tetapi, dari seluruh tim-tim peserta tersebut, jumlah kontestan dari perguruan tinggi menempati nomor buncit.Hingga kemarin, baru Universitas Brawijaya (Unibraw) yang sudah mendaftar. Bahkan, Unibraw menurunkan dua tim dalam ajang berhadiah total Rp 11,250 juta plus trofi tersebut.
Ke mana perguruan tinggi yang lain? Bukannya tidak mau berpartisipasi, tetapi mereka tampaknya masih bersikap wait and see (melihat dan menunggu). "Kami pasti ikut serta. Wong kami punya fakultas olahraga, masak nggak ikut. Yang jelas, kami terus intensif latihan untuk menghadapi even ini," ungkap seorang pembina voli Universitas Negeri Malang (UM).
Beberapa perguruan tinggi lain juga baru sebatas menelepon panitia untuk menanyakan seputar kejuaraan tersebut. Mereka menyatakan akan berkoordinasi dulu dengan UKM (unit kegiatan mahasiswa) voli-nya untuk selanjutnya berkompetisi merebut gelar juara turnamen se-Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu) ini.Sehari kemarin, delapan tim giliran mendaftar ke kantor Radar. Mereka adalah Ganesha Kota Batu, PGRI Tumpang, Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) III Malang, Ibvok Pandanwangi, Dia Vega Polowijen, Garuda Jatimulyo, Tim Lanud Abdulrachman Saleh, dan Perumahan Dirgantara Sawojajar.

Kuliah Tamu Perbankan

Dikirim oleh prasetya1 pada 09 Juni 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2637

Dalam rangka memperingati ulang tahun pertamanya, Program Ilmu Sosial (PIS) mengadakan kuliah tamu tentang perbankan dengan tema "Perlindungan Hukum terhadap Nasabah Bank" di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya, Kamis (9/6).
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi. Tiga narasumber dalam kuliah tamu adalah Heru Saptadi dari Bank Indonesia, Lely dari BPSK (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen) dan Ir. M. Arif Wicaksono MM.
Dalam presentasinya, Heru Saptadi mengatakan bahwa sesuai dengan PBI No.7/6/PBI/2005 bank wajib menjelaskan secara transparan kepada nasabah bagaimana biaya dan resiko yang akan terjadi terhadap suatu produk bank.
Baik produk/jasa perbankan maupun produk atau jasa lembaga keuangan lain yang dipasarkan melalui bank. Dikemukakan juga bahwa pada dasarnya bank dilarang menggunakan data pribadi nasabah tanpa persetujuan nasabah.
"Berdasarkan PBI No. 7/7/PBI/2005 nasabah berhak melakukan pengaduan jika ia merasa dirugikan karena kesalahan bank, baik pengaduan lisan maupun tertulis jika selama dua hari belum diselesaikan. Apabila terbukti bank melakukan pelanggaran, maka bank akan mendapatkan sanksi administratif berupa teguran tertulis. Bank tersebut lalu diperhitungkan tingkat kesehatannya", tegasnya.