Prasetya Online

>

Berita UB

Olimpiade Karya Tulis Ilmiah Nasional 2006 

Dikirim oleh prasetya1 pada 11 Februari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2137

Olimpiade Karya Tulis Ilmiah Bidang Pertanian tingkat SMA/Sederajat 2006
Olimpiade Karya Tulis Ilmiah Bidang Pertanian tingkat SMA/Sederajat 2006
Olimpiade Karya Tulis Ilmiah Bidang Pertanian tingkat SMA/Sederajat 2006
Olimpiade Karya Tulis Ilmiah Bidang Pertanian tingkat SMA/Sederajat 2006
“Tanaman jarak sebagai tanaman perkebunan selain bisa menanggulangi erosi tanah juga mempunyai kasiat lain sebagai bahan dasar minyak biodiesel,” terang siswa asal SMAN 1 Tuban dalam presentasinya di Olimpiade Karya Tulis Ilmiah Bidang Pertanian tingkat SMA/Sederajat 2006 (OKTIN-BP SMAS’06) di PPI Unibraw, Sabtu (11/02).
Kegiatan OKTIN-BP SMAS’ 06 sebagai ajang lomba karya tulis ilmiah dan lomba poster di bidang pertanian ini diperuntukkan bagi siswa-siswi SMA/sederajat yang berada di seluruh Indonesia. BEM Pertanian sebagai pelaksana kegiatan mencoba untuk menggelitik kreatifitas siswa-siswa yang masih diduduk di SMA untuk mengekspresikan dirinya di bidang pertanian. Selain bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas siswa dalam membentuk pola pikir yang sistematis juga sebagai input revitalisasi pertanian dan usaha untuk mempromosikan sektor pertanian Indonesia.
Ada 53 karya ilmiah yang masuk di kantong panitia yang kemudian diseleksi oleh panitia sendiri dan tersaring menjadi 20 karya tulis. Penilaian karya tulis ini menurut Ika Prihandini, sekretaris kegiatan berdasarkan cara penulisannya dan orisinalitas ide yang muncul. Kegiatan yang mengusung tema “Pertanian Sebagai Solusi Permasalahan Di Masa Depan” tidak berhenti melakukan penilaiannya sampai pada tahap tersebut. Karya tulis tersebut kemudian diseleksi lagi oleh dosen Fakultas Pertanian dan tersaring menjadi 10 karya tulis.
Ada 8 SMA (SMAN 2 Jombang, SMAN 3 Boyolali, SMAN 1 Manyar, SMAN 3 Malang, SMAN 1 Malang, SMAN 1 Tuban, SMAN 4 Denpasar, dan SMAN 1 Subang)  yang berhak untuk mempresentasikan karya mereka di depan juri yang nantinya akan disaring menjadi 5 juara yaitu juara 1,2,3, harapan 1 dan harapan 2. “Juri yang menilai presentasi karya tulis telah berskala internasional,” terang Ika ketika ditemui dalam acara presentasi di PPI Unibraw. Juri-juri yang bertindak tersebut antara lain Dr. Lily Agustina, Dr. Ir. Aminuddin Afandi MS, Prof Siti Rasminah dan Dr. Ir. Didik Suprayogo.
Kegiatan OKTIN-BP SMAS ’06 ini diharapkan nantinya akan memunculkan ide-ide cemerlang di bidang pertanian dari anak bangsa yang menjadi solusi permasalahan di masa depan. “Setidaknya hasil karya ilmiah tersebut nantinya akan diterapkan di daerahnya masing-masing. Kita juga telah bekerjasama dengan perpustakaan daerah yang nantinya karyanya tersebut akan diserahkan di perpusatakaan,” jelasnya lagi.
OKTIN-BP SMAS’06 ini memperebutkan tropy tetap dan bergilir Menteri Pertanian, tropy rektor Unibraw dan tropy Dekan Fakultas Pertanian Unibraw dan fresh money. “Untuk itu kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tiap tahunnya yang dilaksanakan oleh BEM FP karena kita mendapat tropy bergilir tersebut,” ucapnya. [vty]

KKM Teknik ke-28 

Dikirim oleh prasetya1 pada 11 Februari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 3037

KKM Teknik ke-28
KKM Teknik ke-28
Sebanyak 537 mahasiswa baru Fakultas Teknik Sabtu (11/02) diberangkatkan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) ke-28 yang diadakan di Dusun Pohbener, Desa Gondowangi, Kebonagung, Kabupaten Malang.
Kegiatan yang rencananya akan dilaksanakan selama 5 hari (11-16 Februari 2006) ini merupakan rangkaian kegiatan Probinmaba (Program Pembinaan Mahasiswa Baru). “Kegiatan ini merupakan kegiatan terakhir dalam tahun ajaran 2005-2006 untuk rangkaian Probinmaba", jelas Hassanudin, Koordinator Dewan Teknik, penanggung jawab pelaksanaan kegiatan ini. Ia juga menambahkan bahwa KKM ke-28 ini sebagai sebuah wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. [vty]

Ekspose Hasil Kajian Konsep Pendidikan Darurat 

Dikirim oleh prasetya1 pada 11 Februari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1782

Sebagai tindak lanjut penyusunan konsep pendidikan pasca gempa yang di antaranya telah didahului dengan survei pada 20-28 September 2005 silam, Sabtu (11/2) diselenggarakan Ekspose Hasil Kajian Konsep Pendidikan Darurat Studi Kasus Pendidikan Pasca Gempa Bumi dan Tsunami di Aceh.
Menurut rencana, acara yang berlangsung di gedung PPI Unibraw ini dihadiri pula oleh Duta Besar RI untuk Britania Raya di London Dr. Marthy Natalegawa MPhi BSc, untuk menyampaikan keynote speech yang bertajuk “Solidaritas Masyarakat Internasional Terhadap Bencana Alam di Indonesia Khususnya Gempa Bumi dan Tsunami di NAD”. Setelah itu akan dilanjutkan oleh presentasi Prof. Dr. Ir. Hendrawan Soetanto MRurSc, Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3) Universitas Brawijaya selaku penanggung jawab, yang akan menyampaikan konsep tersebut dan dilanjutkan dengan diskusi. [nok]

Rapim Unibraw di Guest House

Dikirim oleh prasetya1 pada 09 Februari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2269

Rapim Unibraw di Guest Hous
Rapim Unibraw di Guest Hous
Berbeda dari biasanya, yakni diadakan secara bergilir dari satu fakultas ke fakultas yang lain, rapat pimpinan (Rapim) Universitas Brawijaya kali ini digelar di Guest House Unibraw yang baru diresmikan siang harinya, Kamis, 9/2. Rapat ini dihadiri oleh seluruh pimpinan universitas (rektor dan pada pembantu rektor), para dekan, Direktur Pascasarjana, Ketua Program Bahasa dan Sastra, Ketua Program Ilmu Sosial, para Ketua Lembaga, dan para Kepala Biro. Rapat ini mengambil tempat ruang pertemuan lantai III Guest House.
Agenda pokok rapim selama 2 hari (9-10 Februari 2006) ini adalah evaluasi program kerja Rektor selama 4 tahun terakhir (2002-2006), pembahasan mengenai anggaran DIPA 2006, dan lain-lain.
Pada awal rapim, Rektor memperkenalkan manajemen Guest House Unibraw kepada para peserta, dan setelah menginap selama satu malam, peserta diminta untuk memberikan evaluasi mengenai fasilitas dan pelayanan yang diberikan salah satu unit usaha Unibraw ini. [Far]

Peresmian 4 Bangunan Baru 

Dikirim oleh prasetya1 pada 09 Februari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2400

Peresmian bangunan baru
Peresmian bangunan baru
Empat bangunan baru di lingkungan Universitas Brawijaya, Kamis (9/2), diresmikan oleh Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno. Upacara peresmian dihadiri oleh dekan fakultas di Unibraw, pimpinan Bank Jatim, Bank BNI dan Bank BRI. Renovasi keempat gedung tersebut menelan biaya sebesar Rp 5,8 milyar dipimpin oleh Ir. As'ad Munawir MT, penanggung jawab kegiatan dan usaha. Dana tersebut menurut Bambang diperoleh dari DIKS (daftar isian kegiatan suplemen), dana eks proyek tahun 2005 dan dana dari pemerintah.
Rumah Jabatan Rektor
Selama 10 tahun belakang sampai masa jabatan Prof. Bambang Guritno memang belum ada sebuah rumah jabatan yang digunakan untuk rektor. Pada tahun ini, rumah yang bertempat di Jalan Cikampek, Dusun Penanggungan telah siap digunakan untuk calon rektor yang akan datang. Rumah ini difasilitasi 3 kamar tidur, ruang tamu, dapur dan garasi.
Rumah jabatan, begitu Bambang Guritno menamakannya, dan bukan rumah dinas, agar kelak jika rektor telah selesai menjabat maka rumah ini dapat dikembalikan ke Unibraw untuk digunakan rektor setelahnya. “Ya, karena kalau rumah dinas biasanya kalau sudah betah dibeli, makanya kenapa saya namakan rumah jabatan", ucapnya dalam sambutan peresmian gedung baru.
Rektor yang tahun ini akan mengakhiri masa jabatannya pun mengharapkan bahwa rumah jabatan ini akan digunakan dengan sebaik-baiknya. Ia juga berpesan agar rumah kecil ini walaupun tidak digunakan oleh rektor, tidak dikontrakkan atau dikoskan. Ketentuan mengenai penggunaan rumah jabatan ini akan segera disusun.
Acara kunjungan rektor dan para dekan ke rumah jabatan, kemudian disambung dengan melihat lapangan tenis milik Unibraw yang letaknya hanya terpaut 2 meter dari rumah jabatan tersebut. Dalam pembicaraan ringan, rektor mengatakan ada rumah yang berada di dekat lapangan tenis yang melampaui batas lahan Unibraw. Di dekat lapangan tenis memang terlihat rumah yang terbuat dari seng berwarna hijau. “Penduduk di sini jadi ketambahan kamar kalau kita nggak tegas", gurau Prof. Bambang.