Prasetya Online

>

Berita UB

Wafat: Prof. Soemarjo Poespodarsono

Dikirim oleh prasetya1 pada 06 Januari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 6134

Prof Ir. Soemarjo Poespodarsono MAgrSc
Prof Ir. Soemarjo Poespodarsono MAgrSc
Prof Ir. Soemarjo Poespodarsono MAgrSc (lahir di Tanggul, Jember, 10 Mei 1938), gurubesar emeritus Pemuliaan Tanaman pada Jurusan Budidaya Pertanian, Rabu 5/1, sore, meninggal dunia pada usia hampir 67 tahun. Almarhum sebelum ini telah dirawat karena mengalami gagal ginjal sehingga memerlukan cuci darah (hemodialisis) dua kali seminggu. Kamis 6/1, jenazah almarhum diberangkatkan dari rumah duka Jalan Watugong 36, disemayamkan sejenak di lobi gedung Rektorat untuk memberi kesempatan sivitas akademika menyampaikan penghormatan terakhir dan dilepas oleh Rektor Unibraw Prof. Bambang Guritno beserta seluruh jajarannya, dan kemudian dibawa dalam iring-iringan kendaraan untuk dimakamkan di pemakaman umum Kasin, Malang.
Prof Soemarjo adalah sarjana pertanian alumnus pertama Fakultas Pertanian Unibraw (1968), dengan gelar master dalam bidang plant breeding yang diperoleh dari Universitas Adelaide (1980), dikukuhkan sebagai gurubesar dalam bidang pemuliaan tanaman pada 11/07/98 dengan orasi ilmiah berjudul "Peranan Pemuliaan Tanaman dalam Menunjang Globalisasi pada Bidang Pertanian di Indonesia". Sebelumnya, almarhum pernah menjabat sebagai Pembantu Dekan I, dan kemudian Dekan Fakultas Pertanian Unibraw (1982-1985). Prof. Soemarjo meninggalkan seorang istri Sri Pratiwi dan tiga orang putra, Arundi Kriptanto, Boni Jianto, dan Christian Sanarto. [Far]

Sumpah Dokter Periode Januari

Dikirim oleh prasetya1 pada 06 Januari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 6372

Sebanyak sepuluh orang dokter baru lulusan yudisium 9 Desember 2004, Kamis (6/1) diambil sumpahnya di gedung Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Upacara wajib bagi para dokter baru ini dihadiri oleh para pimpinan fakultas, pimpinan RSUD Dr. Saiful Anwar, dan keluarga para dokter yang disumpah. Hingga saat ini jumlah dokter yang diluluskan sebanyak 2807 orang dan tersebar di seluruh wilayah tanah air.
Dalam sambutannya, Dekan dr. Harijanto MSPH menyatakan bahwa pendidikan dokter di Indonesia saat ini sedang dalam proses transisi dari sistem pendidikan lama ke sistem baru yang harus terwujud pada 2007. Perombakan ini menurut Harijanto sangat mendesak, terutama setelah pertemuan Federasi Institusi Pendidikan Dokter seluruh dunia di Kopenhagen 2003, yang mengkaji tantangan profesi dokter abad ke-21. Ditambah lagi dengan perdagangan bebas yang semakin tak terbendung. Bilamana para dokter tidak dibekali dengan keterampilan mengakses informasi iptek kedokteran serta menguasai bahasa internasional, bisa jadi tidak akan mampu bersaing dengan dokter-dokter dari negara lain. Dampak negatif yang terbesar akan dirasakan oleh para dokter di negara miskin baik di Afrika maupun Asia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada 2004-2007 telah memberikan bantuan dana kepada Ditjen Dikti untuk meng-upgrade sistem pendidikan dokter di Indonesia. Setelah tahun 2007, WHO akan melakukan akreditasi pada semua profesi di dunia, dan Indonesia sebagai bagian dari dunia, tidak terlepas dari hal ini.

Balon Berhadiah Dies Natalis Ditemukan

Dikirim oleh prasetya1 pada 06 Januari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 6207

Mat Sukri penemu balon berhadiah
Mat Sukri penemu balon berhadiah
Balon berhadiah yang diterbangkan pada Rabu (5/1) dalam rangka peringatan Dies Natalis Universitas Brawijaya ke-42, akhirnya ditemukan. Penemunya adalah Mat Sukri (39 tahun) warga Gedangan Kulon, Desa Gedangan, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Ayah dua orang putri yang sehari-hari bertani dengan kerja sambilan sebagai penarik ojek ini menemukan balon tersebut di areal persawahan pada hari balon diterbangkan. Disaksikan oleh Seksi Upacara Panitia Dies Drs. Umar Usman,.Mat Sukri mendapatkan hadiah berupa uang tunai sebesar Rp 1 juta yang diberikan langsung oleh Bendahara Panitia Dies Natalis/Kabag Keuangan Imam Syafi'e SE MM. Suami seorang mantan TKW Hongkong ini mengatakan uang itu akan dimanfaatkan untuk biaya sekolah anaknya yang saat ini masih duduk di kelas II SDN Gedangan. [li]

Masa Depan Unibraw Ditentukan oleh Orang Muda Di Bawah 35 Tahun

Dikirim oleh prasetya1 pada 05 Januari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 6529

Universitas Brawijaya (Unibraw) hari ini (5/1) memperingati hari jadi yang ke-42. Di dalam pidato pada upacara bendera di lapangan Kantor Pusat Unibraw Rabu 5/1, Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno mengatakan: "Ibarat seorang manusia, pada umur 40 tahunan adalah sosok seseorang yang memiliki idealisme tinggi dan menapak puncak prestasi". Sepuluh-lima belas tahun mendatang, menurut Rektor, keberadaan Universitas Brawijaya sangat ditentukan oleh orang-orang yang saat ini usianya di bawah 35 tahun".
Kebijaksanaan Rektor, selama dua tahun terakhir ini tidak akan merekomendasikan dosen yang usianya di bawah 35 tahun untuk studi lanjut di dalam negeri. Para dosen tersebut wajib untuk studi lanjut di luar negeri.

Prestasi yang dicapai
Pada kesempatan itu, Rektor menyebut beberapa prestasi menonjol yang dicapai selama setahun silam. Dikatakannya, berbagai hasil yang menggembirakan di tahun 2004 berkaitan dengan pengembangan budaya akademik telah diraih dan ditunjukkan oleh mahasiswa-mahasiswa Universitas Brawijaya. Prestasi tersebut antara lain, menjadi juara kedua pada Pimnas XI di Bandung, juara umum Lomba Karya Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), terpilihnya salah seorang mahasiswa FTP sebagai Vice President IAAS (International Association of Students ini Agricultural dan Related Student Sciences) di Brusell Belgia dan berbagai nomor juara pada berbagai lomba ilmiah yang dilakukan oleh berbagai lembaga profesi. Di tingkat dosen, Prof. Dr. Liliek Sulistyowati dari Fakultas Pertanian berhasil meraih Riset Unggulan Terpadu Internasional (RUTI), dan masih banyak para dosen yang dapat memenangkan dana-dana penelitian kompetisi di tingkat nasional baik yang diselenggarakan oleh DIKTI, Menristek, LIPI dan departemen-departemen yang ada di Indonesia.

Kejari Bakal Periksa LPM Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 05 Januari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 5452

Tim korupsi Kejari Kabupaten Malang mulai bergerak selangkah lagi memanggil pejabat di luar Dinas Perkebunan dan Pertanian (DPP) Pemkab Malang. Pihak eksternal tersebut berasal dari LPM Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang.
"Pemanggilan pihak luar itu dilakukan karena LPM Unibraw masuk sebagai konsultan proyek," ujar Kajari Eli Shahputra kemarin.
Seperti diberitakan sebelumnya, lima pejabat pemkab diperiksa kejari terkait dugaan penyelewengan dana proyek Kimbun. Mereka adalah Kabag TU Budi Prasetyo, Kabid Alat Mesin Pertanian Edi Waluyo, Kepala UPTD TRI Sutarto, Pelaksana Harian DPP Iskanto, serta Asisten II Sekkab Bidang Administrasi Keuangan Abdul Malik.
Menurut Ely, pejabat LPM Unibraw yang diperiksa kejari adalah Ketua LPM Unibraw Prof Dr Syamsul Bahri. Prof Syamsul diperiksa terkait apakah pengalihan dana Kimbun ke Kigumas sudah dikonsultasikan kepada LPM atau belum.
Selain memanggil eksternal DPP, tim korupsi juga memeriksa Kabid Program dan Perencanaan DPP Ekanto Selar. Kehadiran Ekanto ini diperlukan untuk mengetahui penyusunan program Kimbun, serta pengalihan proyek itu ke Kigumas. Sehingga, proyek Kimbun ini dianggap melekat dengan Kigumas. "Pemeriksaan itu adalah bola panas yang terus menggelinding. Yang dilalui bola panas ini pasti akan kami panggil," ucap mantan Kabag TU Pimpinan Kejagung ini.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Malang Suhadi langsung tancap gas. Usai pembahasan panggar sekitar tanggal 31 nanti langsung membentuk panitia khusus (pansus) Kimbun. Apakah proyek Kimbun ini melanggar atau tidak bisa dibukltikan dalam pansus ini.
Di tempat berbeda, anggota Komisi B DPRD Kabupaten Malang Imam Syafi'i mendukung upaya pemanggilan LPM Unibraw. Pasalnya, saat hearing antara Kepala DPP Hendro Soesanto dengan komisi B beberapa waktu lalu, tercatat anggaran Kimbun untuk pengadaan alat Rp 900 juta, prasarana Rp 900 juta, serta biaya pihak ketiga Rp 600 juta. Dimungkinkan, pemanggilan pihak ketiga ini terkait hasil hearing. "Kami minta kejari tetap konsisten terhadap pemeriksaan ini," tandas mantan Ketua DPC PKS ini. (don) http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_radar&id=77516&c=88