Prasetya Online

>

Berita UB

Jalan Sehat Dies Natalis 

Dikirim oleh prasetya1 pada 12 Februari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 3008

Acara jalan sehat dalam rangka dies natalis ke-43 Universitas Brawijaya
Acara jalan sehat dalam rangka dies natalis ke-43 Universitas Brawijaya
Acara jalan sehat dalam rangka dies natalis Universitas Brawijaya merupakan kegiatan yang melibatkan segenap sivitas akademika dan masyarakat sekitar kampus. Pada dies natalis ke-43 ini, jalan sehat diselenggarakan pada hari Minggu (12/2) mulai pukul 06.15 WIB dan diikuti oleh segenap unsur sivitas akademika, para alumni, Klub Jantung Sehat Unibraw, Paguyuban Pensiunan, dan masyarakat sekitar kampus.
Dengan start dan finish di jalan utama depan Gedung Rektorat Universitas Brawijaya, acara ini mengambil rute Jalan Veteran – Jalan Bandung – Jalan Ijen – Jalan Jakarta – Jalan Semarang – Kampus UM (Jalan Gombong) – Jalan Veteran – Kantor Pusat.
Acara dilepas oleh Rektor dengan membunyikan sirene. Panitia menyediakan makan pagi gratis bagi seluruh peserta, dengan menukarkan kupon masing-masing di stan-stan yang tersedia di seputar lapangan Kantor Pusat.
Panitia Dies Natalis telah menyediakan hadiah-hadiah menarik, seperti tabungan BRI, 5 dispenser dari PT Kartika Jaya, televisi, kulkas 1 pintu dari CV Sidosemi, radio cassette Polytron dari CV Satria Patria Nusa, 2 sepeda gunung dari PT Bumiku, dan ratusan hadiah hiburan lainnya seperti jam dinding, kipas angin, rice box, coffee maker, magic jar, blender, termos, dsb. Selain itu juga akan diperebutkan hadiah utama berupa sepeda motor Loncin Super Jet (4 tak 85 cc) sumbangan CV Tunas Abadi dan dimeriahkan oleh pertunjukan musik dan penyanyi dangdut terkenal di kota Malang.
Berikut adalah para pemenang yang merebut hadiah utama: sepeda motor (FH), kulkas (Kantor Pusat), tape recorder (Politeknik), televisi '21 (Kantor Pusat), sepeda gunung (FMIPA dan Kantor Pusat), tas Britama (masyarakat umum), televisi '14 (FMIPA dan FTP), dan DVD player (FE).[Far]

Ujian Penjaringan CPNS Unibraw Diikuti 2152 Peserta 

Dikirim oleh prasetya1 pada 11 Februari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2212

ujian penjaringan Calon Pegawai Negeri Sipil Universitas Brawijaya tahun 2005
ujian penjaringan Calon Pegawai Negeri Sipil Universitas Brawijaya tahun 2005
Sebanyak 2152 orang telah mengikuti ujian penjaringan Calon Pegawai Negeri Sipil Universitas Brawijaya tahun anggaran 2005, Sabtu, 11/2. Ujian berlangsung di dua tempat yaitu Samanta Krida bagi pelamar umum dan Widyaloka bagi pelamar dari tenaga honorer. Jumlah peserta ujian meliputi 648 orang untuk tenaga dosen, 1052 orang peserta untuk tenaga teknisi dan 452 orang  tenaga honorer. Dari 2318 orang pelamar, 166 orang di antaranya tidak hadir mengikuti ujian.
Ujian tulis pelamar umum berlangsung sejak pukul 07.00 WIB hingga 12.00 WIB sementara pelamar dari tenaga honorer berlangsung sejak pukul 07.00 WIB hingga 09.00 WIB. Materi ujian meliputi (1) test pengetahuan umum (TPU): bahasa Indonesia, Pancasila, kebijakan pemerintah, tatanegara, sejarah, dan bahasa Inggris; (2) test bakat skolastik (TBS), dan (3) test substansi (kompetensi). Khusus untuk tenaga dosen, diadakan wawancara pada hari Senin, 13 Februari 2006, mulai pukul 08.00 WIB, di fakultas masing-masing. Sementara itu materi ujian untuk tenaga honorer meliputi pengetahuan tata pemerintahan/kepemerintahan dan psikologi sosial.
Ujian kali ini melibatkan puluhan pengawas yang beberapa hari sebelumnya mendapatkan pengarahan mengenai pelaksanaan ujian dari panitia penerimaan pegawai Unibraw yang diketuai oleh Pembantu Rektor II Prof. Dr. Moch. Munir SH.
Proses scanning lembar jawaban ujian (LJU) untuk materi tata pemerintahan dan psikologi sosial khusus tenaga honorer, tes pengetahuan umum dan tes skolastik, seluruhnya berlangsung di pusat (Jakarta), sementara untuk tes substansi/kompetensi, proses dilaksanakan di Pusat Komputer Unibraw. Rencananya hasil ujian akan diumumkan pada 15 Maret 2006.
Jenjang Pendidikan
Para pelamar CPNS di lingkungan Universitas Brawijaya meliputi beragam jenjang pendidikan. Untuk tenaga dosen dari umum, jumlah pelamar dengan jenjang S1 sebanyak 662 orang. Jenjang S2 jumlah pelamar sebanyak 78 orang. Untuk tenaga teknisi dari umum jenjang pendidikan terdiri dari S1 380 orang pelamar, D3 159 orang pelamar, dan SLTA 571 orang pelamar. Sementara dari tenaga honerer, jenjang pendidikan pelamar lebih beragam. Mulai dari sekolah dasar hingga S2. [nik]

MoU FIA Unibraw - Takushoku University 

Dikirim oleh prasetya1 pada 11 Februari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2898

MoU FIA Unibraw - Takushoku University
MoU FIA Unibraw - Takushoku University
Delegasi International Cooperation Studies Takushoku University, Jepang, Sabtu (11/2),  bertandang ke Universitas Brawijaya. Kedatangan kedua tamu itu, masing-masing Prof. Makoto Kojima (direktur) dan Prof. Dr. Fujimoto Koci (staf edukatif Faculty of International Development), adalah dalam rangka penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya dalam hal linkage program untuk program Magister Administrasi Publik.
Penandatangan MoU berlangsung di gedung baru FIA Unibraw. Dari pihak FIA Unibraw dilakukan oleh Dekan, Dr. Suhadak. Project officer kerjasama ini, Drs. Luqman Hakim MSc, mengatakan bahwa nota kesepahaman ini akan berlangsung selama enam tahun, dimulai tahun 2007 mendatang, yang utamanya memuat tentang “teaching process”. [nok]

Dubes Marty Natalegawa di Unibraw 

Dikirim oleh prasetya1 pada 11 Februari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2086

Dr. M Marty M Natalegawa MPhil
Dr. M Marty M Natalegawa MPhil
“Reaksi masyarakat nasional dan internasional terhadap bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Aceh dan Sumatera Utara tercatat dalam sejarah sebagai salah satu bentuk kepedulian yang paling besar sepanjang kehidupan umat manusia di abad ke-21 ini”, ungkap Dr. M Marty M Natalegawa MPhil, Dutabesar RI untuk Kerajaan Inggris dan Irlandia, sebagai keynote speaker dalam ekspose hasil kajian Konsep Pendidikan Darurat Studi Kasus Pendidikan Pasca Gempa Bumi dan Tsunami di Aceh yang yang digelar di gedung PPI Universitas Brawijaya, Sabtu 11/2.
Operasi Nonmiliter Terbesar
Lebih lanjut diungkapkan berdasarkan data yang dihimpun BRR Propinsi Aceh dan Nias, operasi bantuan yang mengalir ke daerah bencana di Indonesia ini adalah operasi non-militer yang terbesar sejak berakhirnya Perang Dunia Kedua.
Jumlah negara yang terlibat dalam operasi tanggap darurat terdiri dari 133 negara dengan personel yang mencapai 16.000 orang, sementara jumlah tenaga medis internasional meliputi 117 tim medis, dengan melibatkan 9 kapal induk, 1 kapal medis terapung, 14 kapal perang, 31 pesawat tempur, dan 82 helikopter serta 491 LSM.
Mantan juru bicara Deplu ini mempertanyakan, perhatian dunia internasional yang demikian besar ini hanya semata karena demikian besarnya bencana atau ada faktor lain yang menggerakkan? Menurut Marty, reaksi dan bantuan dunia internasional ini tergalang karena upaya diplomasi yang biasa disebut Menlu Hassan Wirayuda sebagai humanitarian diplomacy, yaitu sebuah upaya diplomasi bangsa Indonesia guna menggugah rasa kemanusiaan dunia internasional dalam menanggapi bencana Aceh dan Nias.
Dalam upaya diplomasi tersebut, lanjut Marty, terdapat beberapa tantangan di antaranya perlakuan khusus bagi warga asing di Aceh, kepastian antara jenis bantuan yang dibutuhkan dan yang ditawarkan, bagaimana penyaluran bantuan tersebut dapat dikoordinasikan dengan baik, serta upaya agar bantuan dapat berjalan dalam jangka waktu yang lama.

Prof. Hendrawan: Melindungi Anak Memperoleh Pendidikan 

Dikirim oleh prasetya1 pada 11 Februari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2005

Segala bentuk kerusakan dan dampak yang diakibatkan oleh bencana gempa bumi dan tsunami di Aceh dan Nias memerlukan sebuah terobosan, melalui proses kajian terhadap kebutuhan pendidikan di Indonesia yang benar-benar merupakan keinginan seluruh stakeholders dengan tujuan akhir memenuhi hak-hak masyarakat di wilayah bencana untuk memperoleh pendidikan yang layak. Demikian diungkapkan Prof. Dr. Ir. Hendrawan Soetanto MRurSc, Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3) Universitas Brawijaya dalam Ekspose Hasil Kajian Konsep Pendidikan Darurat Studi Kasus Pendidikan Pasca Gempa Bumi dan Tsunami di Aceh, Sabtu 11/2, di gedung PPI Unibraw.
Hasil kajian yang telah dilakukan dengan pendekatan PRA yang diawali survei ini telah berhasil mentabulasi beberapa masalah yang mengganggu pelaksanaan pendidikan di Aceh, meliputi hambatan infrastuktur, birokrasi/kelembagaan, sarana pendidikan yang tidak mampu memenuhi efektivitas belajar, kendala kesehatan dan psikologis yang berpengaruh pada motivasi belajar serta
hambatan pemerataan kesempatan untuk memperoleh pendidikan.