Prasetya Online

>

Berita UB

Semiloka Nasional Memerangi Kegemukan

Dikirim oleh prasetya1 pada 17 September 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2100

Masalah obesitas atau kegemukan bagi sebagian besar masyarakat masih dipandang sebelah mata. Banyak yang tidak menyadari bahwa timbulnya beberapa penyakit disebabkan oleh masalah kegemukan, seperti gout (rematik), diabetes mellitus, darah tinggi, gagal ginjal, jantung koroner, pendarahan otak, rematoid, atau bahkan kanker. Di lain pihak, mereka yang menyadari tentang bahaya kegemukan selalu berusaha untuk mengurangi berat badan mereka dengan berbagai macam cara. Berbagai jenis obat pelangsing maupun diet dilakukan oleh mereka tanpa menyadari bahwa setiap tubuh memiliki metabolisme dan ciri yang berbeda antara orang yang satu dengan yang lain. Penanganan masalah kegemukan sangat memprihatinkan bagi para dokter karena sebagian besar terapi kegemukan selama ini tidak dapat diatasi secara akurat dan efektif.

Seminar Nuklir di Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 15 September 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2020

Bekerja sama dengan Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Brawijaya,  Pusat Pengembangan Sistem Reaktor Maju menyelenggarakan seminar nasional ke-11 mengenai teknologi dan keselamatan PLTN serta fasilitas nuklir, Kamis (15/9), di gedung PPI Unibraw. Tema seminar “Peranan Teknologi Nuklir dalam Penyediaan Energi Jangka Panjang dan Partisipasi Perguruan Tinggi dalam Mendukungnya”, dilandasi pemikiran bahwa masyarakat harus mendapatkan informasi memadai mengenai pemanfaatan dan keberadaan teknologi nuklir yang relatif masih baru di tengah masyarakat Indonesia.
Seminar dibuka oleh Pembantu Rektor I Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito, dan menghadirkan pembicara Prof. Ir. Lilik Hendrajaya MSc PhD dari Kementerian Ristek dengan presentasi “Kebijakan Litbang Energi Nasional”, Dr. Soedyartomo Soentono MSc APU dari BATAN dengan judul “Peran Litbang Teknologi Nuklir dalam Mendukung Pembangungan PLTN”, Ir. Sukarma Amijoyo APU dari BAPETEN dengan judul “Peranan Regulasi dalam Pemanfaatan Energi Nuklir di Indonesia”, Prof. Dr. Ir. Sugiyanto MS dari Universitas Brawijaya dengan judul “Aspek Sosial Budaya Pemanfaatan Teknologi  dan Energi Nuklir di Indonesia” serta pembicara Dr. Takehiko Mukaiyama dari (JAIF-JLO) dengan judul “How Nuclear Power Plant in Japan to Overcome the Negative Issues on Nuclear Fields?”.
Peserta seminar antara lain berasal dari Universitas Airlangga, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Gunadarma, Universitas Brawijaya, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Japan Atomic Industrial Forum (JAIF) perwakilan Jakarta dan BATAN. Dengan jumlah peserta sebanyak 112 orang, 62 makalah dan 50 buah poster tentang nuklir. [nik]

Rektor PTN Protes Kelambatan Pencairan Anggaran Pendidikan

Dikirim oleh prasetya1 pada 15 September 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1323

Sembilan rektor perguruan tinggi negeri (PTN) di Jawa Timur memprotes kelambatan turunnya anggaran pendidikan. Mereka segera membawa protes ini ke pertemuan Majelis Rektor di Banjarmasin 25 dan 26 September ini.
Kesembilan rektor itu adalah dari ITS, Unair, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Trunojoyo Madura, Unversitas Negeri Malang, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Negeri Jember, IAIN Sunan Ampel Surabaya, dan Universitas Islam Negeri Malang.
Rektor ITS, Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA mengatakan, para rektor mempermasalahkan turunnya dana masyarakat untuk masing-masing perguruan tinggi yang dihimpun dalam PNBP (penerimaan negara bukan pajak) dan disetor ke kas negara. Dana ini, kata dia, tidak bisa keluar sesuai tahun anggaran yang dimulai pada Januari hingga Desember tiap tahunnya.
"Semua tahu, tahun anggaran dimulai pada 1 Januari, tapi kenyataan dana yang dibutuhkan selain gaji rutin, baru turun pada Juni-Juli atau bahkan Agustus. Ini pasti ada sesuatu yang keliru," katanya.
Menurut Nuh, para rektor juga mempertanyakan, mengapa dana yang baru turun di bulan Agustus harus dipertanggungjawabkan pada akhir Desember, sesuai dengan berakhirnya tahun anggaran.
"Belum lagi jika asumsinya ada uang baru program pembangunan dan penelitian berjalan. Itu berarti ada waktu di mana perguruan tinggi tidak ada aktivitas. Ini menggambarkan ketidakberesan dalam penataan keuangan negara," bebernya.
Beberapa usulan yang diajukan perguruan tinggi dalam DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran), lanjut dia, juga banyak dicoret atau tidak disetujui. Padahal uang di kas negara itu adalah uang dari masing-masing perguruan tinggi masing-masing.
"Logikanya digunakan untuk apa saja, asal sesuai kebutuhan dan alasan jelas serta dilengkapi pertanggungjawaban, tidak perlu dipersoalkan.
Kenyataannya, sulit dan lama untuk mencairkan. Apalagi kalau harus meminta persetujuan DPR," katanya.
http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/jawamadura/2005/09/15/brk,20050915-66631,id.html

Dosen MIPA Raih Excellent Young Researcher Award

Dikirim oleh prasetya1 pada 15 September 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2828


Ahmad Sabarudin SSi MSc, dosen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya mendapatkan penghargaan (award) dari Japan Society for Analytical Chemistry (JSAC).
Penghargaan sebagai Excellent-Young Researcher diterima Ahmad Sabarudin, dalam Annual Meeting, Japan Society for Analytical Chemistry (JSAC) yang diadakan di Nagoya, Jepang, 14-16 September 2005.
Ahmad Sabarudin adalah alumni Jurusan Kimia FMIPA Unibraw, angkatan 1992. Saat ini Ahmad Sabarudin sedang mengikuti program S-3 di Laboratory of Analytical Chemistry, Department of Chemistry, Okayama University, Jepang. [AW]

Ujian Disertasi Marthin Billa, Bupati Malinau

Dikirim oleh prasetya1 pada 14 September 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2788


Bagi masyarakat yang berada di daerah perbatasan, cara paling mudah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari adalah menjalin hubungan perekonomian dengan negara tetangga. Ini terjadi hampir di setiap kota kecamatan yang berada di Propinsi Kalimantan Timur maupun Kalimantan Barat, yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Sarawak, Malaysia Timur.