Prasetya Online

>

Berita UB

Brawijaya Jobs Fair 2005

Dikirim oleh prasetya1 pada 15 Juni 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1845

Rektor Universitas Brawijaya Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno, Rabu (15/6) membuka Brawijaya Jobs Fair 2005. Kegiatan yang diselenggarakan dengan kerja sama salah satu perusahaan pencari kerja ini berlangsung selama dua hari, 15-16 Juni 2005 di Sasana Samanta Krida Universitas Brawijaya.
Dalam sambutannya, Rektor menyatakan bahwa Jobs Fair merupakan kegiatan yang sangat dinantikan oleh para pencari kerja dan bermanfaat untuk memberikan informasi kepada para lulusan maupun mahasiswa tentang bagaimana kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan atau pemberi kerja.
Turut hadir dalam acara tersebut Pimpinan JobsDB Indonesia Candra Ming. Selain jobs fair juga diselenggarakan sarasehan mengenai bagaimana menghadapi interview dan diklat entrepreneurship plus. Sebanyak dua belas perusahaan turut ambil bagian dalam Brawijaya Jobs Fair 2005 yang juga dilengkapi oleh dua puluh komputer online ini dan setiap pengunjung dikenai biaya masuk sebesar dua belas ribu lima ratus rupiah.

Diskusi Publik: Apa Hubungan Kasus Munir dengan BIN?

Dikirim oleh prasetya1 pada 15 Juni 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 6981

Dengan tema "Problematika Penyelesaian Kasus Munir dan Menyoal Peran Intelejen dalam Negara Demokrasi" digelar diskusi publik di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya Rabu (15/6). Acara atas kerja sama LBH Surabaya Post Malang, Pusat Penelitian Otonomi Daerah (PP-Otoda) Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, dan Imparsial, suatu lembaga yang memantau penegakan Hak Asasi Manusia di Indonesia ini dihadiri oleh kalangan mahasiswa Universitas Brawijaya, lembaga swadaya masyarakat (LSM), akademisi, anggota DPR, Pemkot, dan masyarakat umum.
Kepala Kantor LBH Surabaya pos Malang, Nurhadi, selaku penyelenggara mengungkapkan tujuan utama diskusi publik ini adalah untuk mempromosikan pelanggaran HAM dan bagaimana cara mengatasinya agar tidak terjadi kembali pelanggaran HAM seperti yang terjadi pada kasus Munir. "Selain itu diskusi ini juga akan membahas tentang apa sebenarnya peran Badan Intelejen Negara (BIN) dalam negara demokrasi, khususnya di Indonesia", tambahnya.
Ada empat narasumber dalam diskusi publik ini, yakni Direktur LBH Surabaya, Deddy Pambudi SH, Kepala Bidang Penelitian Imparsial, Al A'raf, mantan Assisten Deputi Komnas HAM, Dr A Latief Fariqun SH MS, dan dosen Fakultas Hukum, Rahmat Syafa'at SH MH. Kakak almarhum Munir juga tampak hadir dalam acara ini. Dr A Latief Fariqun SH MS
Dr A Latief Fariqun SH MS
A Latief Fariqun Doktor lulusan pasca sarjana Universitas Brawijaya, Latief Fariqun, dalam presentasinya menjelaskan tentang peran Badan Intelejen Negara dalam negara demokrasi. "Gambaran intelejen pada masa Orde Baru 32 tahun yang lalu, sering melakukan penindasan terhadap kebebasan warga negaranya. Pada masa ini kekuatan instrumen rezim dalam bidang social, ekonomi, politik dan budaya sangat besar. Disamping itu Intelejen tidak terkontrol, sehingga anggaran yang cukup besar dalam lembaga ini tidak dapat dipertanggungjawabkan", tegasnya. Dikatakan pula, bahwa Indonesia berada dalam masa  transisi dari Orde Baru ke era reformasi yang cukup rumit, sehingga perlu penyesuaian diri.

Agung Pamujiyanto Presiden Mahasiswa Unibraw Terpilih

Dikirim oleh prasetya1 pada 14 Juni 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2359

Agung Pamujiyanto
Agung Pamujiyanto
14 Juni 2005
Agung Pamujiyanto akhirnya terpilih sebagai Presiden Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya dalam Pemilwa Raya. Mahasiswa Jurusan Sosek Pertanian Fakultas Pertanian ini berhasil menyisihkan sembilan kandidat lain dengan total perolehan 1916 suara. Proses pemungutan suara tersebut dilaksanakan Kamis 9 Juni 2005.
Dari 16 tempat pemungutan suara (TPS), Agung menang hampir di  semua TPS dengan perolehan tertinggi di TPS 5 Fakultas Pertanian (319 suara). Kemenangan Agung dalam Pemilwa Raya ini tidak sepenuhnya berjalan mulus, karena Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Agung sebagai Presiden BEM di Fakultas Pertanian telah ditolak.

Yudisium Pascasarjana

Dikirim oleh prasetya1 pada 14 Juni 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2746

Program Pascasarjana Universitas Brawijaya (PPS-UB) meluluskan sembilan puluh delapan orang lulusan. Direktur PPS-UB Prof. Dr. dr. Djanggan Sargowo SpPD SpJP (K) mengumumkan lulusan itu dalam sebuah yudisium yang berlangsung di gedung PPS lantai tiga, Selasa (14/6).
Dari Program Magister (S2) tercatat 87 orang lulusan, meliputi program studi ekonomi pertanian (7 orang), ilmu tanaman (5 orang), pengelolaan tanah dan air (1 orang), ilmu ternak (1 orang), manajemen (16 orang), ilmu administrasi bisnis (4 orang), biomedik (5 orang), teknik sipil (11 orang), ilmu administrasi publik (27 orang), ilmu hukum (5 orang), sosiologi (1 orang), ilmu ekonomi studi pembangunan (1 orang), sains akuntansi (1 orang), dan teknik mesin (2 orang). Sementara program doktor (S3) meluluskan 11 orang, dari program studi ilmu pertanian (4 orang), ilmu ekonomi (6 orang), dan ilmu kedokteran (1 orang).

Pendidikan Profesi Bisnis LPA-FIA Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 14 Juni 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1751

Lembaga Pembinaan Administrasi (LPA) Fakultas Ilmu Admi-nistrasi (FIA) Universitas Brawijaya membuka pendaftaran mahasiswa baru tahun ajaran 2005/2006 Program Satu Tahun Pendidikan Profesi Bisnis. Masa pendaftaran program yang telah berjalan selama tiga tahun ini dimulai pada 2 April sampai dengan 16 September 2005. Pendidikan Profesi Bisnis membuka empat bidang keahlian yaitu Akutansi Bisnis, Manajemen Perhotelan Bisnis, Bahasa Inggris Bisnis, dan Aplikasi Komputer Bisnis.
Syarat pendaftaran meliputi lulusan SMU/SMK/SMKK, mi-nimal lulusan tahun 2000, karyawan/karyawati, sarjana muda/ sarjana, membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 125.000,00. Bagi siswa yang belum lulus harus membawa surat keterangan kelas tiga. Biaya program selama satu tahun adalah sebesar Rp 3.000.000,00 yang dapat diangsur lima kali. Pendidikan Profesi Bisnis LPA-FIA Universitas Brawijaya merupakan program bebas tes.