Prasetya Online

>

Berita UB

Pengambilan Sumpah PNS Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 26 April 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2138

Sumpah PNS Unibraw 2006
Sumpah PNS Unibraw 2006
Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno, Rabu (26/4), mengambil sumpah/janji pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Universitas Brawijaya. Upacara ini berlangsung di Graha Medika Unibraw. Sumpah jabatan dan pengucapan janji ini diikuti oleh 203 orang PNS dari seluruh fakultas dan kantor pusat. PNS yang mengikuti upacara sumpah/janji ini terinci sebagai berikut: Kantor pusat sebanyak 9 orang, Fakultas Hukum 10 orang, Fakultas Ekonomi 16 orang, Fakultas Ilmu Administrasi 31 orang, Fakultas Pertanian 16 orang, Fakultas Peternakan 13 orang, Fakultas Teknik 18 orang, Fakultas Kedokteran 27 orang, Fakultas Perikanan 18 orang, Fakultas MIPA 28 orang, dan Fakultas Teknologi Pertanian 18 orang.
PNS yang diambil sumpahnya ini kebanyakan adalah hasil rekrutmen pegawai tahun 2004 silam. Meskipun demikian, menurut Kabag Kepegawaian Dra. Sukowinarti, ada beberapa PNS yang telah diangkat pada tahun sebelumnya tapi belum diambil sumpah/janji diikutkan pada upacara ini. Di Fakultas MIPA misalnya, ada 2 orang dosen semenjak tahun 1994 yang lalu belum diambil sumpahnya. Juga 5 orang PNS Fakultas Teknik dalam kurun 1999-2004 belum diambil sumpahnya. “Mereka ada yang sedang tugas belajar atau berhalangan pada tahun-tahun sebelum ini, sehingga mereka baru bisa mengikutinya sekarang,” jelasnya. Sumpah jabatan wajib dilakukan oleh PNS, karena menurut  Sukowinarti hal ini merupakan ketentuan dari pemerintah.
Dalam rsambutannya, Rektor Prof. Bambang Guritno mengatakan, menjadi PNS merupakan sebuah kerja pengabdian yang dilakukan untuk negara. Maka dari itu PNS diharapkan dapat menjalankan amanah yang diembankan dengan sebaik-baiknya. Selain itu, Rektor menambahkan, dalam mewujudkan visi dan misi Unibraw diperlukan daya dukung dari PNS yang baru diambil sumpahnya ini. [vty]

Dharma Wanita Unibraw Peringati Hari Kartini 

Dikirim oleh prasetya1 pada 26 April 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 5626

Wanita di saat itu, hidup dengan kaki tangan terbelengu, hanya berada di belakang pintu, sambil mengisi waktu. Kemudian datanglah si Kartini, berjuang untuk emansipasi, dialah putri sejati, yang berani mendobrak untuk membela wanita, dengan tegar memberi teladan kaumnya, tapi tetap menjunjung tinggi kodratnya, dengan nilai-nilai luhur budaya Indonesia..., demikianlah sepenggal sajak yang dibacakan Ny. Rien Samudajati, Ketua Dharma Wanita Persatuan Unibraw, dalam rangka peringatan Hari Kartini, Rabu 26/4, di gedung PPI Universitas Brawijaya. Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno, para pembantu rektor, dekan, dan para anggota Dharma Wanita Persatuan Universitas Brawijaya.
Ny. Rien Samudajati dalam sambutannya menyatakan bahwa Kartini-Kartini masa lalu berbeda dengan Kartini-Kartini masa kini yang lebih mudah bergerak dan berprestasi. Namun, masih banyak yang belum memanfaatkan kesempatan yang ada. ”Banyak orang yang bicara gender, tetapi masih banyak pula yang belum ikhlas melaksanakan,” tambahnya.
Lebih lanjut dikatakan, dengan pendidikan kaum perempuan memberikan langkah nyata dalam memperbaiki negara dan bangsa. Dengan berkarya atas apa yang dapat kita sumbangkan terhadap keluarga, bersikap mandiri dan menunjukkan bahwa kita berharga sebagai kaum perempuan. Oleh karenanya Ny. Rien yakin bahwa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dapat berkurang, bila kaum perempuan tahu kedudukan, harga diri, serta tugas yang digariskan Yang Maha Kuasa sesuai kodratnya. KDRT ataupun pelecehan terhadap perempuan tidak akan terjadi.

Rektor PTN Jatim Sepakati 3 Poin Rembug Nasional

Dikirim oleh prasetya1 pada 25 April 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1803

Selasa (25/4) para rektor dan pembantu rektor dari 9 perguruan tinggi negeri di wilayah Jawa Timur mengadakan rapat kerja di Guest House Universitas Brawijaya. Enam agenda yang dibicarakan meliputi: hasil rembug nasional pendidikan 2006, otonomi kampus, badan layanan umum, perkembangan PULSE, SPMB dan leadership training program. Pada kesempatan itu Rektor Universitas Airlangga Puruhito dan anggota pokja PP 23/2005 tentang BLU dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan Departemen Keuangan RI Edward UP Nainggolan hadir sebagai pemateri.
Dalam paparannya mengenai Badan Layanan Umum (BLU), Nainggolan menjelaskan bahwa BLU dibentuk untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa, menerapkan praktek bisnis yang sehat serta fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan berdasarkan prinsip ekonomi dan produktivitas. BLU memiliki delapan karakteristik yaitu berkedudukan sebagai lembaga pemerintah (bukan kekayaan negara yang dipisahkan), menghasilkan barang/jasa yang seluruhnya/sebagian dijual kepada publik, tidak bertujuan mencari keuntungan, dikelola secara otonom dengan prinsip efisiensi dan produktivitas a la korporasi, rencana kerja/anggaran dan pertanggungjawaban dikonsolidasikan pada instansi induk, pendapatan dan sumbangan dapat digunakan langsung, pegawai dapat terdiri dari PNS dan Non PNS, serta BLU bukan sebagai subyek pajak.

Sepakbola Brawijaya Cup II 

Dikirim oleh prasetya1 pada 24 April 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2748

Unit Aktivitas Sepak Bola (UASB) Universitas Brawijaya selama 10 hari, 24 April-3 Mei 2006, mengadakan invitasi sepak bola “Brawijaya Cup” di Stadion Universitas Brawijaya. Kejuaraan ini adalah yang kedua kalinya, setelah kejuaraan yang sama digelar tahun 2005 silam. Invitasi ini merupakan ajang kompetisi sepak bola antar mahasiswa perguruan tinggi negeri se Jawa Timur selain untuk menjalin persahabatan.
Koordinator perlengkapan panitia, Eko, mengatakan momentum ini merupakan persiapan tim-tim sepakbola mahasiswa untuk menghadapi Pomnas (Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional) yang akan dilaksanakan tahun ini. Ada 6 tim kesebelasan yang bertanding untuk memperebutkan piala bergilir Rektor Brawijaya Cup, yakni Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Islam Negeri Malang (UIN Malang), Universitas Jember (Unej), Politeknik Jember, IAIN Sunan Ampel Surabaya, dan Unibraw.
“Sebelumnya kita telah mengirim undangan ke semua perguruan tinggi yang ada di Jawa Timur, akan tetapi saya juga kurang tahu kok banyak yang tidak ikut serta,” kata Eko tentang minimnya jumlah tim yang ikut. Beberapa tim yang tidak ikut serta di antaranya dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Institut Teknologi Surabaya (ITS), Universitas Trunojoyo dan Universitas Airlangga.
Invitasi Brawijaya Cup II 2006 pada Senin (24/04) dibuka oleh Pembantu Rektor III Drs. Tjahjanulin Domai MS, dan dilanjutkan pertandingan pertama antara Unibraw dan IAIN Sunan Ampel Surabaya. Pertandingan yang dimulai pada pukul 09.00 dimenangkan oleh Unibraw dengan skor 3-2. Pertandingan ke-2 antara UM vs UIN Malang pada pukul 14.00 dimenangkan oleh UM dengan skor 2-0. Pertandingan ini menggunakan sistem setengah kompetisi sehingga seluruh peserta akan saling bertemu. Juara akan ditentukan dari besarnya skor yang diperoleh. [vty]

Ujian Disertasi Ir. Robian MSi 

Dikirim oleh prasetya1 pada 24 April 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2098

Dr. Ir. Robian MSi
Dr. Ir. Robian MSi
Pengelolaan hutan berbasis masyarakat dalam implementasi otonomi daerah tidak terlepas dari permasalahan keterberdayaan ekonomi masyarakat lokal di dalam dan sekitar hutan. Permasalahan ekonomi yang paling utama dalam masyarakat desa hutan adalah rendahnya tingkat pendapatan penduduk yang tercermin pada rendahnya kemampuan daya beli masyarakat, sehingga dapat dikategorikan sebagai masyarakat miskin.
Demikian ungkap Robian dalam disertasi berjudul “Studi Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat dalam Implementasi Otonomi Daerah di Kalimantan Timur”, yang dipertahankan dalam ujian terbuka, Senin 24/4, di gedung Pascasarjana Universitas Brawijaya.
Penelitian Robian dilakukan di tiga kabupaten di Propinsi Kalimantan Timur yaitu Kutai Timur, Malinau dan kabupaten Pasir. Penelitian yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh kerjasama masyarakat dengan kemandirian, sosial ekonomi dan keterbedayaan ini akan mempertegas konfirmasi dan observasi yang mengungkapkan strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat di dalam dan di sekitar hutan serta menelaah konsep pemberdayaan ekonomi rakyat desa. Jumlah sampel dalam penelitian Robian sebanyak 150 orang kepala keluarga yang masing-masing berasal dari lima desa yang ada di setiap kabupaten.