Prasetya Online

>

Berita UB

Seminar Nasional dan Kongres III Perhimpunan Bioteknologi Pertanian

Dikirim oleh prasetya1 pada 12 April 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2791

Bertempat di Gedung PPI Universitas Brawijaya, pada hari Selasa dan Rabu (12-13/5) diselenggarakan kegiatan Seminar Nasinal dan Kongres III Perhimpunan Bioteknologi Pertanian Indonesia (PBPI). Kegiatan yang terselenggara berkat kerjasama PBPI dengan tiga universitas di Malang, yaitu Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang dan Universitas Muhammadiyah Malang ini mengambil tema "Tantangan dan Peluang Pengembangan Bioteknologi Pertanian Menghadapi Era Globalisasi".
Ketua pelaksana kegiatan, Ir. Arifin Noor Sugiharto MSc PhD, mengemukakan: "pengambilan tema ini bertujuan untuk menghimpun gagasan dan pemikiran yang  berkaitan dengan bioteknologi pertanian yang dapat disumbangkan kepada pemerintah, swasta, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya".
Ditambahkannya, acara ini terasa lengkap dan siap untuk membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan bioteknologi tanaman pertanian, bioteknologi peternakan, bioteknologi perikanan, bioteknologi pangan, bioteknologi industri, serta bioinformatika, karena dihadiri oleh pakar dan peneliti yang berasal dari unsur perguruan tinggi, balai penelitian, dinas pemerintahan, swasta  serta peminat bioteknologi. Tidak kurang dari 200 peserta yang merupakan utusan Jawa, Papua, Sulawesi, Kalimantan, NTB, Bali dan Sumatera mengikuti acara yang terbagi dalam 2 sesi pleno dan  3 sesi paralel untuk 9 sidang kelompok yang akan dimanfaatkan untuk presentasi 76 pemakalah oral dan 24 poster.
Hadir dalam acara itu, pemateri dari dalam maupun luar negeri, di antaranya Dr. Randy Hautea (Director of ISAA) dengan materi "GM Crop Technology: Global Status and Networking", Dr. Michael Thomson (Visiting Scientist dari Cornell University), Dr. Sugiono Mulyopawiro (Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman) dengan materi "Pemanfaatan Marka Molekuler dalam Perlindungan varietas Tanaman", Dr. Seizo Sumida (Director of Japan Bioindustry Association) dengan materi "Bioprospecting in Agricultural Biotechnology", Dr. Nina Bargaza (Director of the Institute of Biotechnology, College of Medicine, University of the Philipinnes Manila) dengan materi "Biosafety in Agricuktural Biotechnology" serta Dr. Disiek H. Goenadi (Direktur Eksekutif Lembaga Riset Perkebunan Indonesia" dengan materi "Komersiallisasi Produk Bioteknologi di Indonesia, Mungkinkah?"

Pergelaran Musik 'Indiecaholic'

Dikirim oleh prasetya1 pada 12 April 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2392

Sasana Samanta Krida Universitas Brawijaya, Selasa (12/4) lalu dipenuhi ratusan anak muda yang menyaksikan pertunjukan musik indie. Musik indie saat ini dikenal sebagai perfomansi musik yang mengusung dan menggunakan musikalitas lokal sebagai medium ekspresi musikal. Musik indie merujuk pada usaha secara mandiri dalam berkarya, memproduksi, dan meren-canakan pola distribusi.

Hutan Kota Kini Jadi Kawasan Komersial

Dikirim oleh prasetya1 pada 12 April 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 3867

DALAM kurun waktu 10 tahun terakhir, tata Kota Malang, Jatim, telah mengalami perkembangan cukup pesat. Seperti kota-kota besar lainnya, Kota Malang tampaknya lebih dikembangkan menjadi pusat bisnis, perdagangan, dan perumahan mewah. Setiap jengkal tanah memiliki nilai ekonomi tinggi dan komersial.
"Bila kondisi ini tetap dibiarkan, maka Kota Malang akan kehilangan ruang terbuka hijau," kata pakar hukum lingkungan Universitas Brawijaya, Kota Malang, Jatim, Rachmad Syafa'at, Senin (11/4).
Berbagai kasus ruilslag (tukar guling) tanah milik negara yang semula berfungsi sebagai daerah strategis lahan resapan, hutan kota, kantor pemerintahan, dan pengembangan ilmu pengetahuan telah berubah fungsi peruntukan menjadi areal perumahan mewah, pertokoan, mal, hotel, dan restoran fast food.
Seperti ruilslag daerah resapan lahan di Indrokilo yang saat ini telah berubah menjadi daerah perumahan Taman Wilis dan pertokoan. Ruilslag kantor Kepolisian Resor Kota Malang berubah menjadi hotel dan restoran, ruilslag penjara wanita di alun-alun Kota Malang berubah menjadi mal.
"Proses ruilslag tersebut tidak transparan, tidak aspiratif, dan tidak partisipatif dengan melibatkan semua pihak. Pemkot Malang dinilai salah dalam mengatur tata kota," ujar Rachmad.Bahkan, kawasan hutan kota Akademi Pendidikan Pertanian (APP) di kawasan Tanjung, juga telah beralih fungsi akan digunakan sebagai perumahan mewah.

Seminar Nasional Membangun Kembali Agribisnis di Aceh

Dikirim oleh prasetya1 pada 09 April 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1671

Walaupun bencana nasional tsunami sudah lebih 100 hari berlalu, perhatian dan keinginan masyarakat untuk membantu pemberdayaan Aceh terus mengalir. Diprakarsai oleh Program MM Agribisnis IPB, beberapa pemerhati masalah agribisnis berkumpul dalam suatu seminar nasional dengan tema "Membangun Kembali Sektor Agribisnis di Propinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD)"  di Hotel Grand Hyatt Jakarta, Sabtu, 9/4. Seminar yang dibuka Menteri Pertanian Dr. lr. Anton Apriyantono ini mendapat respon positif dari pemerhati masalah agribisnis dan pembangunan Aceh. Terbukti, hadir sekitar 250 peserta, termasuk utusan dari Pemerintah Provinsi NAD, dan para alumni MM-IPB.
Rektor IPB Prof. Dr. Ahmad Ansori Mattjik, Direktur Utama Bank BRI Rudjito SE, serta Ketua HKTI dan Mantan Dubes RI di Meksiko Ir. Usman Hasan (yang putra daerah Aceh), bertindak sebagai pembicara kunci (keynote speakers). Sementara itu Ir. H Hanifah Affan MM yang mewakili Pemprov NAD dan Prof. Dr. Soekartawi (Fakultas Pertanian Unlbraw) yang mewakili pemerhati agribisnis bertindak sebagai pembahas utama.

Bantuan Biaya Ibadah Haji 2007

Dikirim oleh prasetya1 pada 09 April 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1763

Universitas Brawijaya kembali memberikan bantuan biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) untuk pegawai negeri sipil (PNS) administrasi di lingkungan Unibraw pada musim haji tahun 2007. Besarnya bantuan ditetapkan sebesar 75% BPIH untuk golongan I, 50% untuk golongan II dan 25% untuk golongan III.
Adapun persyaratan yang ditetapkan adalah memiliki masa kerja minimal 15 tahun, memiliki akhlak yang baik/tidak tercela, taat melaksanakan shalat 5 waktu, telah memiliki BPIH 25% untuk golongan I, 50% untuk golongan II, dan 75% untuk golongan III yang dibuktikan dengan menyerahkan fotokopi buku tabungan haji.