Prasetya Online

>

Berita UB

Diklat Dasar Fotografi 

Dikirim oleh prasetya1 pada 11 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 3238

pendidikan dan latihan dasar fotografi
pendidikan dan latihan dasar fotografi
Mahasiswa Program Ilmu Sosial (PIS) Jurusan Komunikasi, Sabtu (11/03) mengadakan pendidikan dan latihan dasar fotografi. Diklat yang mayoritas diikuti oleh mahasiswa PIS ini sebenarnya tidak menutup kemungkinan untuk umum dan mahasiswa dari jurusan lain.  Ada 40 peserta yang  mengikuti diklat dasar ini. Habibie Nur Muhamad, ketua pelaksana kegiatan mengatakan bahwa diklat ini sebagai media pembelajaran bagi mereka.
“Kami mahasiswa komunikasi nanti mendapatkan materi tentang fotografi akan tetapi masih nanti saat semester 5. Padahal banyak dari mahasiswa yang sudah tertarik. Makanya kita bikin diklat ini,” terangnya. Diklat yang diadakan di gedung RKB ini berlangsung hanya berlangsung 1 hari.
Pemateri diklat dalam acara tersebut berasal dari beberapa lembaga fotografi yang ada di Unibraw dan universitas swasta di Malang. Ada 4 materi yang disampaikan pada kesempatan itu yaitu sejarah foto dan kamera (SLF-FIA Unibraw), lensa (Fokus UMM), film dan aksesoris kamera (Format ITN) serta teknik pencahayaan dan teknik pemotretan (Tustel Unibraw). Pada akhir acara peserta diberi kesempatan untuk mempraktekkan teori yang telah diterimanya.
Habibie mengatakan bahwa pasca acara ini mereka akan hunting ke pantai Balekambang Kabupaten Malang. Hasilnya akan dipamerkan pada acara inaugurasi PIS. “Kita juga akan membikin klub broadcasting, yang akan mewadahi para penggemar fotografi, kamera dan presenter,” ujarnya bersemangat. [vty]

Pelatihan CCNA di Unibraw 

Dikirim oleh prasetya1 pada 11 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2233

Pengetahuan tentang jaringan merupakan kebutuhan di era informasi saat ini. Untuk itu UPPTI (Unit Pengkajian dan Pengembang Teknologi Informasi) Universitas Brawijaya me-laksanakan training CCNA (Cisco Certified Net-working Associate).
Kegiatan selama 11 hari pada awal bulan ini (1-11 Maret 2006) diselenggarakan di gedung rektorat lama, diikuti oleh 9 orang peserta dari kalangan mahasiswa dan dosen.
Instruktur pelatihan adalah Ratno Wahyu Widianto ST dan Kasyful Amron ST dari UPPTI. Keduanya telah mendapatkan pelatihan serupa untuk jalur akademik di LIPI Jakarta. Di samping jalur akademik, CCNA juga menyediakan pelatihan jalur industri.
Cisco adalahsalah satu perusahaan penghasil piranti networking terkenal di level internasional. “Dalam CCNA I dan II (di Unibraw untuk sementara hanya melaksanakan pelatihan dua level ini). Diharapkan peserta dapat mengerti dasar-dasar networking, mekanisme operasional networking, serta mendesain network dalam satu jaringan intranet”, ungkap Ratno.
“Jika telah menyelesaikan pelatihan Cisco I, II, III dan IV, para peserta mendapatkan lisensi untuk menjadi network administrator yang sangat dibutuhkan pada saat ini. Untuk jalur industri, para alumni Cisco dengan level IV dan berprestasi tinggi akan berada di atas angin, karena dunia industri memang sangat membutuhkan mereka”, tambahnya.
Ratno menyampaikan bahwa pelaksanaan pelatihan ini di bawah lisensi dan standar Cisco Internasional. Mulai dari kurikulum, metodologi pengajaran, modul, maupun evaluasi, semuanya telah terstandardisasi.Materi yang diberikan dalam pelatihan CCNA I adalah fundamental networking. Sedangkan untuk CCNA II adalah routing protocol, CCNA III: advance routing, dan CCNA IV: advance Cisco routing. [nok]

Training SPSS 2006 

Dikirim oleh prasetya1 pada 11 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2806

Berbeda dengan pelatihan SPSS pada umumnya, Himpunan Mahasiswa Statistika Fakultas MIPA Universitas Brawijaya, menyelenggarakan pelatihan SPSS sekaligus interpretasi terhadap hasil dengan orientasi keilmuan sosial.
Kegiatan ini diselenggarakan Fakultas MIPA Universitas Brawijaya pada Sabtu (11/3) dengan pemateri Adji ARF SSi dan Nurjannah SSi (keduanya adalah staf pengajar Statistika Fakultas MIPA).
“Pelaksanaan pelatihan kali ini, berimbang dalam teori dan praktek dengan disertai simulasi”, ungkap salah seorang panitia, Nadia (mahasiswa Statistika angkatan 2003). Lebih lanjut disampaikan bahwa kegiatan ini terbagi dalam 2 sesi. Hari pertama untuk beginner dengan materi statistika deskriptif, regresi sederhana, uji T satu populasi dan dua populasi, serta validitas dan reliabilitas. Sementara hari kedua bagi tingkat advance dengan materi regresi berganda, analisis faktor, determinasi, analisis peer, korelasi dan uji asumsi.
“Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa S1 maupun pascasarjana baik dari Unibraw maupun dari luar yang rencananya akan dilanjutkan dengan konsultasi di studio statistika yang telah ada di Jurusan Statistika FMIPA Univer-sitas Brawijaya. [nok]

Short Course Geofisika 

Dikirim oleh prasetya1 pada 11 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2052

kursus singkat bertajuk Exploration Concept and Geology in East Java
kursus singkat bertajuk Exploration Concept and Geology in East Java
Laboratorium Geofisika Fakultas MIPA Universitas Brawijaya menyelenggarakan kursus singkat bertajuk "Exploration Concept and Geology in East Java", Sabtu 11 Maret 2006. Kursus ini ditujukan bagi mereka yang berniat terjun ke profesi sebagai geologists, geophysicist, engineers, technician, ataupun mereka yang tertarik dengan eksplorasi minyak dan gas bumi.
Beberapa praktisi dalam bidang tersebut diundang sebagai pembicara, yaitu Ir. Bambang P. Istadi (Exploration New Ventures Manager), Alit Ascarian PhD (Carbonat Speciallist Lapindo Brantas Inc) serta Dharmawan Samsu MSc (Oversight Commiteee AAPG Indonesia dan Reservoirs and Wells Manager British Petroleum Indonesia).
Disebutkan bahwa struktur geologi Jawa Timur didominasi oleh alluvium dan bentukan hasil gunung api kwarter muda. Keduanya meliputi 44,5% dari luas wilayah darat. Sedangkan batuan yang juga agak luas persebarannya adalah miosen, sekitar 12,23%, dan hasil gunung api kwarter tua sekitar 9,78% dari luas total wilayah daratan. Sementara itu, batuan lain hanya mempunyai proporsi antara 0-7% saja. Lebih lanjut disampaikan bahwa batuan sedimen alluvium tersebar di sepanjang sungai Brantas dan Bengawan Solo yang merupakan daerah subur. Sedangkan batuan hasil gunung api kwarter muda tersebar di bagian tengah wilayah jawa timur membujur ke arah timur yang merupakan daerah relatif subur. Batuan miosen tersebar di sebelah selatan dan utara Jawa Timur membujur ke arah timur yang merupakan daerah kurang subur. Bagi Kepulauan Madura, batuan ini sangat dominan dan utamanya merupakan batuan gamping.
Atas dasar struktur, sifat dan persebaran jenis tanah, diidentifikasi karakteristik wilayah Jawa Timur diidentifikasi menurut  kesuburan tanah adalah sebagai berikut yaitu untuk Jawa Timur bagian tengah yang merupakan daerah subur, tersebar mulai dari daerah kabupaten Banyuwangi, yang dilalui oleh sungai-sungai Madiun, Brantas, Konto, Sampean. Sedangkan Wilayah Jawa Timur Bagian Utara, merupakan daerah relatif tandus dan merupakan daerah yang persebarannya mengikuti alur pegunungan kapur mulai dari daerah Bojonegoro, Tuban ke arah timur sampai dengan Pulau Madura. [nok]

Kuliah Tamu Deputi Gubernur BI dan Penandatanganan MOU 

Dikirim oleh prasetya1 pada 09 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2431

Maman H. Somantri
Maman H. Somantri
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Maman H. Somantri, Kamis (9/3) di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya, memberikan kuliah tamu di hadapan ratusan peserta yang datang dari kalangan bankir di wilayah Malang, Kediri, dan Jember, Muspida Malang, perguruan tinggi, dan pengusaha. Hadir pula Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno, Kepala Bakorwil Malang Bambang Harnowo, Wakil Bupati Malang H. Rendra Kresna, Kepala BI Malang Ridho Hakim, dan pejabat teras di lingkungan Universitas Brawijaya maupun Bank Indonesia. Topik kuliah umum itu adalah "Paket Kebijakan Perbankan 2006 dan Perlindungan Nasabah".
Paket Kebijakan 2006
Maman H. Somantri dalam kuliah umum itu menyatakan Paket Kebijakan Perbankan 2006 dan Perlindungan Nasabah dilatarbelakangi oleh perlunya peningkatan ruang gerak perbankan, agar dapat meningkatkan peranan dalam pembiayaan pembangunan. Selain itu juga diperlukan peningkatan kualitas pengelolaan bank, peningkatan akses perbankan bagi nasabah kecil dan UMKM, perluasan pelayanan perbankan syariah, penegakan hak-hak nasabah kecil dan UMK, serta penyediaan infrastruktur perbankan.
Kebijakan perbankan yang dikeluarkan Januari 2006 ini meliputi PBI No. 8/2/PBI/2006 tentang perubahan atas peraturan BI No. 7/2/PBI/2005 tentang penilaian kualitas aktiva bank umum, SE BI No. 8/2/DPNP tentang pelaksanaan penahapan penetapan kualitas yang sama untuk aktiva produktif yang diberikan oleh lebih dari satu bank kepada satu debitur atau proyek yang sama, SE BI No. 8/3/DPNP tentang perubahan penghitungan aktiva tertimbang menurut resiko (ATMR) untuk kredit usaha kecil, kredit pemilikan rumah dan kredit pegawai/pensiunan, dan PBI No. 8/3/PBI/2006 tentang perubahan kegiatan usaha bank umum konvensional menjadi bank umum yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah, dan pembukaan kantor bank yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah oleh bank umum konvensional. Kebijakan berikutnya mengenai pelaksanaan good corporate governance bagi bank umum yang tertuang pada kebijakan Bank Indonesia PBI No. 8/4/PBI/2006, PBI No. 8/5/2006 tentang mediasi perbankan, serta PBI No. 8/6/PBI/2006 tentang penerapan manajemen risiko secara konsolidasi bagi bank yang melakukan pengendalian terhadap perusahaan anak.