Prasetya Online

>

Berita UB

Bedah Buku: Berburu Jodoh 

Dikirim oleh prasetya1 pada 30 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 3957

Yusuf CK Arianto
Yusuf CK Arianto
Mencari jodoh bisa melalui media apapun. Baik melalui situs jodoh, chating di internet, sms, rubrik kontak jodoh atau biro jodoh. Yusuf CK Arianto dalam bukunya yang berjudul “Berburu Jodoh” mencoba mengulas fenomena yang terjadi. Buku ini kemudian dibedah oleh Lingkar Studi Wacana (LSW) Malang pada Kamis (30/03). Acara bedah buku yang diadakan di Gedung IKA Universitas Brawijaya ini menghadirkan sang penulis Yusuf CK Ariantio, didampingi dua pembedah yaitu Dra. Psi. Lies Purnamasari MM MSi dan Yulia Sholihatun MSi.
Dalam bukunya penulis mencoba untuk menceritakan realitas yang terjadi di daerah ia tinggal yaitu di kota Yogyakarta. Buku yang ditulis dengan gaya deskriptif ini banyak memunculkan fakta tentang pengalaman berburu jodoh. Kemajuan teknologi yang semakin canggih telah mempermudah komunikasi termasuk dalam usaha untuk mencari jodoh.
Mantan wartawan harian Masa Kini dan Yogya Post ini pun menuliskan tentang fenomena terlambat menikah. Dalam buku terbitan Dian Press Yogyakarta pun dipaparkan secara implisit alasan orang terlambat menikah. “Saya dulu juga anggota GOLKAR (golongan kasep rabi atau golongan orang terlambat menikah),” akunya.
Menurut Abdul Aziz, direktur eksekutif LSW Malang kegiatan bedah buku ini bertujuan untuk mempertegas lahirnya sebuah tesis yang menyebutkan bahwa fenomena berburu jodoh merupakan realitas alami yang ada ditengah-tengah kita dan merupakan sebuah usaha mulia. Hal itu kemudian dipertegas oleh kedua pembedah ibu Lies dan Yulia bahwa kegiatan mencari jodoh merupakan sebuah realitas yang akan dilakukan oleh pihak laki-laki atau perempuan. [vty]

Kejurnas PSHT VII 2006 

Dikirim oleh prasetya1 pada 30 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 3238

Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Universitas Brawijaya menyelenggarakan kejuaraan pencak silat antar perguruan tinggi tingkat nasional, 27-30 Maret 2006 di Sasana Samanta Krida.
Terdaftar 23 tim putra dan putri mengikuti kejuaraan ini, di antaranya dari Universitas Negeri Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, Institut Teknologi Nasional Malang, Universitas Gajayana Malang, Universitas Merdeka Malang, Universitas Tribuwana Malang, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS), Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, Universitas Airlangga, IAIN Walisongo Semarang, Universitas Hassanudin Makassar, STAIDA Banyuwangi, IKIP PGRI Banyuwangi, STAIN Ponorogo, Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Universitas Terbuka Bojonegoro, Universitas Lambung Mangkurat Banjar-masin, Universitas Jember, IKIP Tuban, Universitas Mulawar-man Samarinda,  dan Universitas Brawijaya.
Kejuaraan terdiri dari beberapa kelas. Ada 7 kelas untuk tim putra, yaitu kelas A (berat badan 45-50 kg), B (50-55 kg), C (55-60 kg), D (60-65 kg), E (65-70 kg), F (70-75 kg) dan G (75-80 kg). Sedangkan untuk tim putri hanya ada 3 kelas saja yaitu kelas A, B dan C.
Sebagai tuan rumah, Unibraw mempunyai hak istimewa untuk mengeluarkan 2 tim setiap kelas yang dipertandingkan. Namun sayang, hak istimewa tersebut tidak dapat dimanfaatkan oleh kontingen PSHT Unibraw yang hanya berhasil mendapatkan 1 medali perak dan 5 medali perunggu.
Sebagai juara umum I, keluar kontigen Universitas Negeri Malang (5 emas, 1 perak, 2 perunggu),  juara umum II Institut Teknologi Nasional Malang (2 emas, 2 perak), dan juara III UWKS (2 emas), juara umum harapan I Universitas Lambung Mangkurat (1 perak, 2 perunggu), dan kontingen favorit Universitas Hasanuddin Makassar.
Dalam kejuaraan selama 4 hari, terpilih sebagai pesilat terbaik berdasarkan nilai estetika pencak silat dan sportivitas, Huntoro (ITN) dari kelas B putra, dan Erma Nia Ade Putri (Unlam) sebagai pesilat terbaik putri dari kelas A. [vty]

Konser “GARASI” 

Dikirim oleh prasetya1 pada 29 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 4300

konser musik Garasi
konser musik Garasi
Dalam rangka Pekan DAS Brantas (PDB) VIII 2006, Himpunan Mahasiswa Pengairan Unibraw mengadakan konser musik “Garasi”. Grup band yang melejit namanya karena film layar lebar yang berjudul sama yaitu “Garasi” ini dimotori 3 personel Ferdy Nuril, Aries Budiman, dan Ayu Ratna. Garasi sebagai grup band yang bergenre rock ini dirasa mampu mewacanakan semangat anak muda.
Konser yang dimaksudkan untuk penyadaran masyarakat dan anak muda untuk menjaga dan mengolah DAS Brantas ini terbilang sukses. Sekitar 2000 penonton memadati Dome UMM, Kamis 29/3. Azwar Annas Kunaifi, ketua panitia PDB VIII menjelaskan bahwa kegiatan ini sebagai upaya untuk menghembuskan misi mereka sebagai upaya penyadaran untuk mengelola dan menjaga lingkungan sekitar DAS Brantas, sebagai penyuplai air terutama bagi daerah Jawa Timur. “Ada 3 keyword kegiatan kita ini, yaitu konservasi, pengendalian dan penyadaran”, jelasnya.
Dari segi konsep upaya penyadaran mereka belum dapat melihat bagaimana hasilnya. Menurut mahasiswa angkatan 2002 ini mereka telah berusaha untuk mewacanakan ide mereka lewat konser ini. Ia juga mengatakan bahwa kegiatan ini tidak diorientasikan untuk profit. [vty]

Pekan DAS Brantas VIII 2006 

Dikirim oleh prasetya1 pada 29 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2236

Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Fakultas Teknik Unibraw, selama sebulan penuh (29 Maret-30 April 2006) mengadakan Pekan DAS Brantas 2006. Pekan DAS Brantas (PDB) VIII ini digelar setiap 4 tahun sekali. Azwar Annas Kunaifi, ketua pelaksana kegiatan ini menjelaskan bahwa kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pengembangan sumberdaya air dan untuk menyukseskan dan meneruskan program konservasi Sungai Brantas dan memberikan pengertian terhadap masyarakat sekitar DAS Brantas.
Daerah aliran sungai di Malang, merupakan sumber esensial bagi kehidupan manusia dan pertumbuhan ekonomi yang penting bagi pembangunan nasional. Pengembangan sumber-sumber air secara terpadu melalui pendekatan wilayah (wilayah sungai). Sebagai contoh permasalahan dan cara pendekatan wilayah yaitu Daerah Aliran Sungai Brantas. Permasalahan yang timbul baik dari kualitas maupun kuantitas mempunyai dampak yang cukup bagi pengembangan suatu kota. Sungai Brantas sebagai sungai yang paling dekat dengan pusat kegiatan yang merupakam nyawa kehidupan masyarakat Jawa Timur.
PDB sendiri merupakan rangkaian kegiatan yang terdiri dari reboisasi, konser musik “Garasi”, lomba lukis dan mewarnai, talkshow di TV dan radio, seminar nasional, teater monolog, LKTI dan penelusuran DAS Brantas. Kegiatan yang digelar mulai tanggal 29 Maret-30 April 2006 ini mengambil tema “Penyadaran dalam pengelolaan DAS Brantas sebagai upaya pengendalian lingkungan dan konservasi sumberdaya air (SDA) di DAS Brantas secara terpadu dan berkelanjutan”. Berikut jadwal pelaksanaan kegiatan: Reboisasi, 19 Februari 2006, SMU di Malang; Konser Musik Garasi, 29 Maret 2006, di Dome UMM; Lomba Lukis dan Mewarnai, 2 April 2006, KFC Kawi; Talkshow, 3 April 2006, ATV dan RRI;  Seminar Nasional, 4 April 2006, Widyaloka; Teater Monolog, 9 April 2006, Student Center; LKTI SMU, 12 April 2006, gedung PPI; Penelusuran DAS Brantas, 29-30 April 2006, rute Coban Talun–Rektorat. [vty]

Lomba Bahasa Jepang 2006 di Unibraw 

Dikirim oleh prasetya1 pada 29 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2290

lomba bahasa jepang Isshoni Tanoshimashou
lomba bahasa jepang Isshoni Tanoshimashou
Himpunan Mahasiswa Program Diploma Bahasa Jepang Universitas Brawijaya, selama 2 hari (28-29 Maret 2006), menyelenggarakan lomba bahasa Jepang yang diberi nama "Isshoni Tanoshimashou". Ketua panitia, Aditya Cahya (mahasiswa angkatan 2004), mengatakan kegiatan ini dimaksudkan untuk sebagai wadah untuk mengasah kemampuan berbahasa Jepang melalui suatu kompetisi. Terkemas dalam kegiatan ini lomba cerdas cermat, lomba pidato bahasa Jepang, shodo (kaligrafi Jepang), dan menggambar karakter manga (sejenis komik).
Pesertanya adalah siswa dari 25 SMA di Jawa Timur, meliputi: Surabaya, Sidoarjo, Malang, Pasuruan, Blitar, Kediri, Batu, dan Gresik.
Dalam lomba cerdas cermat, bertindak sebagai juri Hayama Satoshi (dosen native Unibraw), Baby Anis (dosen Unibraw) dan Efrizal. ”Materi yang diperlombakan dalam cerdas cermat ini meliputi budaya, serba-serbi Jepang, geografi dan bahasa Jepang”, ungkap salah seorang panitia, Vita.
Sementara itu, dalam lomba pidato bahasa Jepang, juri yang disertakan adalah Woro (dosen Unibraw), Tasuku Iizuka (dosen native bahasa Jepang) dan Oguri Kiyoshi (Japan Foundation). Kriteria penilaian pidato meliputi isi, hafalan, kelancaran, ekspresi, dan intonasi.
Sedangkan dalam lomba shodo, sebagai juri adalah Hayama Satoshi, Arai Miyuki (dosen native Unibraw) dan Efrizal. Kriteria penilaian untuk lomba shodo adalah urutan penulisan, keindahan, dan lay out.
Sementara untuk lomba karakter manga, bertindak sebagai juri Lukito (mahasiswa pegiat manga), Enggar (komikus) dan Dimas (dari Jurusan Desain Grafis UM). Dijelaskan oleh Lukito, ”Manga adalah semacam komik ala Jepang. Dalam lomba ini peserta menampilkan tokoh komik berkarakter sesuai dengan kreativitas dan imajinasi mereka di luar tokoh komik yang telah ada seperti Doraemon, Sin Chan, dll”. Untuk manga, kriteria penilaian meliputi: cerita gambar, seni dan karakter tokoh.