Prasetya Online

>

Berita UB

Agricultural Market 

Dikirim oleh prasetya1 pada 24 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 3020

Agricultural Market
Agricultural Market
Jurusan Budidaya Pertanian menyelenggarakan “Agricultural Market” di lapangan parkir Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, selama 3 hari (24-26 Maret 2006). Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Himpunan Mahasiswa Budidaya Pertanian (Himadata), PHKA2, dan asisten Program Studi Tanaman Hias.
Ketua Himadata, Nur Insani, mengatakan kegiatan ini bertujuan mensosialisasikan kembali budidaya pertanian khususnya, dan pertanian pada umumnya, kepada masyarakat khususnya generasi muda, dalam bentuk open house, serta mengasah kreativitas dan jiwa wirausaha mahasiwa. Lebih lanjut dijelaskannya, terkemas dalam kegiatan ini adalah pameran produk-produk pertanian, berbagai ajang pelatihan meliputi pelatihan terarium dan pemanfaatan limbah serta berbagai perlombaan yaitu merangkai bunga, terarium, senam poco-poco serta menulis essay bagi pelajar SMA se-Malang Raya. “Dalam kegiatan pameran, masing-masing program studi unjuk teknologi,
diantaranya Agronomi menampilkan keanekaragaman tanaman pangan dan hasil olahannya, pemuliaan tanaman menampilkan kultur jaringan, crafting nursery dan Hortikultura menampilkan budidaya bunga hias serta terrarium”, ungkap Nur Insani yang mahasiswa BP angkatan 2003.

Drs Achmad Said Meninggal Dunia

Dikirim oleh prasetya1 pada 24 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2365

Drs. H. Achmad Said
Drs. H. Achmad Said
Staf ahli Pembantu Rektor III, Drs. H. Achmad Said (57 tahun) meninggal dunia setelah dirawat beberapa hari di Rumah Sakit Islam Aisyiyah (RSIA), Malang. Almarhum menjalani operasi hernia hari Rabu (22/3) dan menghembuskan nafas terakhir hari Kamis (23/3) sekitar pukul 22.00 WIB. Jenazah malam itu juga dibawa ke rumah tinggalnya di Jalan Ursa Mayor 12, Tlogomas, Malang untuk disemayamkan semalam. Rencananya, jenazah akan dishalati di Masjid Asy-Syahriyah seusai shalat Jumat, untuk kemudian dimakamkan di pemakaman umum Dinoyo (belakang RSI Unisma).
Drs. H. Achmad Said (lahir di Bangil, Pasuruan, 26 Agustus 1949) telah menyelesaikan tugasnya bulan Agustus 2005 silam setelah mengabdikan diri sebagai pegawai negeri sejak tahun 1978. Karirnya diawali sebagai staf pada Bagian Keuangan Kantor Pusat Universitas Brawijaya dengan pangkat pengatur muda tingkat I (golongan II/b), dan pangkat terakhir adalah Pembina Utama Madya golongan IV/d. Jabatan yang pernah diembannya adalah Kepala Subbagian Penyusunan Anggaran pada Bagian Keuangan Kantor Pusat Unibraw (1983), Kepala Bagian Keuangan (1987), Kepala Bagian Kepegawaian (golongan III/c, 1988), Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan (BAUK, 1992), Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK, 2002). [Far]

Segera Dibuka: SPMK Gelombang I 

Dikirim oleh prasetya1 pada 23 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2197

Penerimaan mahasiswa Universitas Brawijaya baru melalui seleksi program minat dan kemampuan (SPMK) gelombang pertama segera dibuka. Pendaftaran akan berlangsung mulai 11 April hingga 21 April 2006. Ujian tulis dilaksanakan hari Minggu, 23 April 2006, dan pengumuman dikeluarkan paling lambat 29 April 2006. Biaya pendaftaran gelombang pertama Rp 200 ribu, tempat pendaftaran di gedung Student Center Unibraw, dan tidak ada pembatasan tahun ijazah.
Pembantu Rektor I, Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito, mengungkapkan hal ini dalam rapat koordinasi pertama panitia penerimaan mahasiswa baru yang berlangsung Rabu 22/3, di lantai VIII gedung Rektorat.
Jalur baru
Sebagaimana diberitakan terdahulu, di samping melalui jalur penerimaan PSB (penjaringan siswa berprestasi tanpa ujian tulis), SPMB (seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui ujian tulis nasional), SPMK (seleksi program minat dan kemampuan, dengan ujian tulis lokal), dan SPMD (seleksi penerimaan mahasiswa program diploma, dengan ujian tulis lokal), mulai tahun akademik 2006/2007 Universitas Brawijaya membuka beberapa jalur baru penerimaan mahasiswa.
Jalur baru penerimaan mahasiswa itu meliputi: SPKS (seleksi program kemitraan sekolah, ada dua macam: tanpa ujian tulis berjalan bersama PSB, dan melalui ujian tulis yang diselenggarakan sesuai kesepakatan), SPKIns (seleksi program kemitraan instansi, melalui ujian tulis, calon dikirim oleh instansi/perusahaan milik negara maupun swasta), SPKD (seleksi program kemitraan daerah, melalui ujian tulis, kerjasama dengan pemerintah daerah, calon dikirim sebagai mahasiswa tugas belajar).
Pilihan program studi
Peserta dapat memilih 2 program studi pada fakultas yang sama, dengan urutan pilihan menunjukkan prioritas. Hampir semua program studi yang ada di Unibraw mengikuti jalur SPMK gelombang pertama ini, kecuali: PS Teknik Industri (FT, karena program studi baru), PS Pendidikan Dokter, PS Ilmu Keperawatan, PS Gizi Kesehatan (FK, hanya mengikuti SPMK gelombang kedua), serta Biologi, Fisika, Matematika, dan Statistika (FMIPA). Sedangkan seleksi melalui SPKS, juga dilaksanakan oleh hampir semua program studi, kecuali PS Teknik Pengairan.
Sementara itu SPKIns, dilaksanakan pada program studi pada Fakultas Hukum, Fakultas Teknik (kecuali Teknik Industri), Fakultas Perikanan, dan Fakultas Teknologi Pertanian. Telah ada 5 instansi/perusahaan yang menyatakan akan mengambil jalur SPKIns ini, yaitu: PT Krakatau Steel, PT Petrokimia Gresik, PT Semen Gresik, PT Kertas Leces, dan PT Taspen.

Unibraw Raih Penghargaan Dikti di Bidang Penalaran 

Dikirim oleh prasetya1 pada 23 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2709

penghargaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
penghargaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
Untuk kedua kalinya Universitas Brawijaya meraih penghargaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi sebagai juara I dengan kategori perguruan tinggi paling tanggap dan berprestasi tahun 2005 dalam bidang penalaran mahasiswa.
“Penghargaan yang dianugerahkan tiap dua tahun ini juga telah diterima pada 2004”, ungkap Pembantu Rektor III Drs. Tjahjanulin Domai MS.
Sebagai Juara I kali ini, Unibraw mengungguli Unair, ITS, IPB dan UGM yang menempati urutan ke-2 sampai ke-5 dari ke-10 perguruan tinggi se-Indonesia yang mendapatkan penghargaan tersebut. Penghargaan ini terutama mencakup kegiatan penalaran mahasiswa yang meliputi penulisan ilmiah bidang IPA, IPS, Pendidikan dan Seni, Mawapres, penulisan bidang lingkungan hidup serta pemikiran kritis mahasiswa untuk bidang polkam, ekonomi dan kesra.
PR-III mengungkapkan hal ini di Guest House Universitas Brawijaya, Kamis 23/3, di sela-sela rapat konsolidasi untuk menghadapi Pimnas mendatang. Rapat ini dihadiri seluruh Pembantu Dekan III. [nok]

Kuliah Perdana Program Kenotariatan

Dikirim oleh prasetya1 pada 23 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2839

Program Magister Kenotariatan
Program Magister Kenotariatan
Setelah dibuka pada 2 Februari 2006 silam, Program Magister Kenotariatan mulai menyelenggarakan kuliah perdana. Kuliah perdana ini dibuka oleh Direktur Pascasarjana Universitas Brawijaya Prof. Dr. Djanggan Sargowo, Kamis 23/6, menghadirkan Dr. Syamsudin Manan Sinaga SH MH, anggota Majelis Pengawas Pusat Notaris, Direktur Perdata, Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, Departemen Hukum dan HAM Republik Indonesia.
Puluhan mahasiswa yang mengikuti kuliah perdana program kenotariatan ini memperhatikan secara seksama pemaparan Sinaga mengenai "Kebijakan Pemerintah di Bidang Kenotariatan, Berdasarkan UU No. 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris (UUJN) Mengenai Pengangkatan, Perpindahan, dan Pemberhentian Notaris". Pada awal kuliahnya dikatakan Sinaga bahwa notaris adalah pejabat umum yang berwenang untuk membuat akta otentik dan kewenangan lainnya sebagaimana dimaksud dalam UU Jabatan Notaris.
Lebih lanjut diungkapkan bahwa kualifikasi notaris diperoleh setelah menempuh jenjang pendidikan sarjana hukum dan spesialis notariat atau magister kenotariatan. Sebagai kumpulan keahlian, kelompok masyarakat ini dapat memberikan kemajuan dan manfaat positif bagi masyarakat, tetapi sebaliknya juga dapat terjadi penyalahgunaan keahlian, sehingga dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
Kewenangan notaris  begitu luas dan berpengaruh dalam lalu lintas kehidupan bermasyarakat. Maka dari itu, perilaku dan perbuatan notaris dalam menjalankan jabatan profesinya, rentan terhadap penyalahgunaan kewenangannya. Sehingga diperlukan pengawasan yang dilakukan oleh sebuah Majelis Pengawas Notaris, untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan yang dapat menimbulkan kerugian masyarakat. Majelis pengawas ini terdiri atas majelis pengawas daerah, majelis pengawas wilayah, dan majelis pengawas pusat yang anggotanya terdiri dari unsur pemerintah, organisasi notaris dan unsur para ahli/akademisi di bidan hukum. [nik]