Prasetya Online

>

Berita UB

Ujian Terbuka Disertasi Estri Laras 

Dikirim oleh prasetya1 pada 16 Januari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2221

Ir. Estri Laras Arumingtyas MScSt
Ir. Estri Laras Arumingtyas MScSt
Program Pascasarjana, Senin 16/1, mengadakan ujian terbuka disertasi program doktor ilmu pertanian bagi Ir. Estri Laras Arumingtyas MScSt, dosen biologi Fakultas MIPA Unibraw. Dalam ujian tersebut disertasi yang dipertahankan berjudul "Induksi Mutasi Mutagen Ethyl Methane Sulfonate (EMS) untuk Menghasilkan Percabangan pada Kenaf (Hibiscus cannabinus L)" Bertindak selaku promotor Dr. Ir. Nur Basuki, dan Dr. Ir. Sudjindro MS serta Prof. Sutiman Bambang Sumitro SU DSc selaku kopromotor. Sedangkan penguji terdiri dari Dr. Ir. Adji Sastrosupadi MS APU, Dr. Ir. Lita Sutopo, Dr. Ir. Retno Mastuti MAgrSc dan Prof. Dr. Aloysius Duran Corebima (penguji dari Universitas Negeri Malang).
Dalam disertasinya, dikemukakan, tanaman kenaf (Hibiscus cannabinus L.) menghasilkan serat batang dan biji yang dapat digunakan sebagai pengganti fiberglass, minyak pelumas, sabun, cat, ataupun kertas. Peluang untuk membudidayakan kenaf di Indonesia sangatlah besar mengingat keterbatasan penyediaan benih/biji kenaf karena masih rendahnya produktivitas benih (500-700 kg biji/ha). Berangkat dari ketertarikan untuk menghasilkan varietas terbaik, Estri Laras Arumingtyas menggunakan mutagen kimia Ethyl Methane Sulfonate (EMS) untuk menghasilkan kenaf yang mampu bercabang banyak.
Dalam penelitiannya, Estri Laras melakukan empat percobaan yaitu induksi mutasi dengan EMS dan pengamatan morfologi mutan, identifikasi pola pewarisan sifat bercabang, identifikasi molekuler mutan bercabang dengan RFLP, RAPD, PCR dan sekuensing serta identifikasi gen DNA photolyase.Dari hasil penelitian Estri Laras, diketahui bahwa EMS terbukti mampu menginduksi terjadinya mutan bercabang. Namun akibat induksi EMS pada kenaf yang diamati, telah terjadi kegagalan repair, yang menurut Estri Laras kemungkinan disebabkan karena perubahan gen photolyase menjadi cryptochrome.
Menurut Estri Laras, diperlukan konfirmasi lebih jauh untuk untuk memastikan pola pewarisan sifat bercabang kenaf dengan memperbesar contoh dan mengikuti pewarisan sifat bercabang pada generasi ketiga.
Dalam yudisium, Estri Laras dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dengan predikat sangat memuaskan, indeks prestasi kumulatif 3,83. Dr Ir Estri Laras Arumingtyas MScSt adalah insinyur pertanian dari Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (1987), sementara gelar master dalam ilmu tanaman diperoleh dari Faculty of Science University of Tasmania, Australia (1992). Beberapa pendidikan tambahan juga dilakukan oleh perempuan kelahiran Trenggalek 42 tahun silam, di antaranya adalah Basic Science Bridging Program, ITB-IDP Australia (1989), dan Short Course on Using PCR di Tohoku University Sendai Jepang (2003). Dr. Estri Laras mengabdikan diri sebagai dosen pada Jurusan Bilogi FMIPA Unibraw sejak 1988. [nik]

Open House 

Dikirim oleh prasetya1 pada 16 Januari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2557

Open House Unibraw
Open House Unibraw
Dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-43, mulai Senin (16/1) hingga Kamis (19/1), di gedung Widyaloka berlangsung acara "Open House". Acara yang dibuka secara resmi oleh Rektor Prof. Bambang Guritno ini diikuti oleh ribuan siswa dari sekitar 40 SMA/SMK dari seluruh Jawa Timur yang datang secara bergelombang, guna mendapatkan penjelasan lengkap mengenai program studi yang ditawarkan Universitas Brawijaya. .
Dalam sambutannya, Rektor mengharapkan para siswa dan guru pendamping yang menghadiri Open House mencari informasi yang sebanyak-banyaknya tentang program studi/jurusan yang ditawarkan maupun potensi yang dimiliki oleh Universitas Brawijaya. “Hal ini agar para siswa yang merupakan calon mahasiswa, tahu benar mengenai program studi yang menarik minat siswa”, ungkapnya.
Presentasi audio visual mengenai profil, potensi dan prestasi yang telah diraih Universitas Brawijaya baik di tingkat nasional, maupun internasional oleh pejabat di bidang akademik dilaksanakan di auditorium Widyaloka. Sementara di lantai I gedungyang sama, siswa-siswi dapat melihat-lihat stan pameran yang ditampilkan oleh fakultas-fakultas dan unit-unit pelaksana teknis di lingkungan Unibraw. Selain itu siswa-siswi yang berminat dapat mengunjungi secara langsung laboratorium-laboratorium yang ada di fakultas-fakultas ataupun unit-unit lain seperti perpustakaan, pusat komputer dan lain-lain, untuk mendapatkan penjelasan seperlunya dari petugas yang ada di sana. [nik]

Olahraga Dies Natalis: Sepakbola Mini dan Tenis Lapangan

Dikirim oleh prasetya1 pada 16 Januari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2013

Dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-43, mulai hari ini (Senin 16/1) digelar pertandingan-pertandingan olahraga. Bertempat di lapangan Kantor Pusat, Senin 16/1, digelar pertandingan sepkabola mini dengan bola plastik. Sedangkan di lapangan tenis indoor Tlogomas Permai, dilangsungkan pertandingan tenis lapangan. [Far]

Polisi Kesulitan Tentukan Tersangka 

Dikirim oleh prasetya1 pada 15 Januari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1547

Kemarin, Rekonstruksi Kasus Pemukulan Ibnu Tricahyo Digelar.
Masih ingat kasus pemukulan Ketua PP Otoda Unibraw Ibnu Tricahyo di Gedung DPRD Kota Malang? Hingga saat ini, berkas perkara kasus tersebut belum juga dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang.
Terhambatnya pelimpahan berkas perkara kasus itu, disebabkan polisi kesulitan untuk menetapkan tersangka pemukulan. "Bagaimana mungkin kami bisa melimpahkan berkas ke kejari, kalau tersangkanya saja belum ada," tegas Kasatreskrim Polresta Malang AKP Heru Prasetya SIK usai rekonstruksi kasus itu di DPRD Kota Malang, kemarin.
Dia menjelaskan, kesulitan lainnya adalah keterangan korban dan saksi tidak mengarah langsung pada seorang tersangka. Semua keterangan yang dihimpun belum jelas dan membuat polisi kesulitan untuk mengungkap identitas tersangka.
Ketika Radar berusaha mengonfirmasi tentang identitas tersangka, Heru menganjurkan untuk menanyakan langsung kepada korban. "Kalau yang ditanyakan siapa tersangkanya, kami juga belum tahu. Coba Anda tanyakan langsung ke Pak Ibnu, mungkin dia tahu," kata Heru.
Dia menambahkan, seharusnya korban dapat melihat dan mengenali para pemukul, karena jarak antara dirinya dengan para pemukul sangat dekat. Kalau, korban saja tidak dapat mengenali atau paling tidak menjelaskan ciri-ciri fisik yang lengkap, pihaknya mengaku kesulitan.
Dalam rekonstruksi yang dilaksanakan selama kurang lebih satu jam itu, polisi berusaha menganalisa bagaimana proses terjadinya pemukulan. Rekonstruksi kasus itu, kemarin langsung dipimpin oleh Heru sendiri. Rekonstruksi itu merupakan hasil analisa polisi berdasarkan pernyataan korban dan para saksi yang sudah dihadirkan.
Seusai acara itu, Heru menegaskan bahwa sekalipun kesulitan untuk mengungkap tersangka kasus ini, dia menjamin pihaknya tidak akan berhenti mengusut kasus yang sempat menghebohkan itu. "Kami janji akan terus mengusut kasus ini hingga tuntas, untuk itu butuh waktu," kata Heru. [ham] http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_radar&id=113928&c=88

Diklat Kewirausahaan 

Dikirim oleh prasetya1 pada 14 Januari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2542

Bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Administrasi Fakultas Ilmu Administrasi (LPA FIA), Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) Universitas Brawijaya selama 2 hari, 14-15 Januari 2006, menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan (diklat) Kewirausahaan. Dibuka oleh Rektor Prof. Bambang Guritno di gedung Student Center, Diklat angkatan VII ini diikuti lebih dari 100 orang peserta yang berasal dari Unibraw maupun dari luar Unibraw. Tim instruktur diketuai oleh Drs. Djanalis Djanaid. [Far]