Prasetya Online

>

Berita UB

Seminar Nasional Jalur Lintas Selatan

Dikirim oleh prasetya1 pada 01 October 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2873


Pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) sebagai sistem jaringan jalan di wilayah selatan Propinsi Jawa Timur diharapkan dapat menunjang sistem transportasi dan pembangunan semua sektor, terutama di bidang industri, perdagangan dan pariwisata.
Fakultas Teknik Universitas Brawijaya tergerak untuk membahas pembangunan Jalur Lintas Selatan dalam sebuah seminar nasional bertajuk "Pengaruh Pembagunan Jalur Lintas Selatan Jawa Timur terhadap Tata Air dan Lingkungan", di gedung PPI Unibraw, Sabtu 1/10.
Ketua pelaksana seminar, Dr. Ery Suhartanto ST MT, pakar hidrologi dan staf pengajar FT Unibraw, menjelaskan, sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan, pembangunan JLS seharusnya dapat menyeimbangkan pembangunan ekonomi dengan kepentingan untuk menjaga kualitas lingkungan dan ekosistem, serta keseimbangan antara generasi sekarang dan generasi yang akan datang. Dampak negatif dari setiap aktivitas pembangunan khususnya JLS terhadap keberadaan sumberdaya air yang harus dikelola untuk kebutuhan jangka panjang harus dapat dihindarkan atau diminimumkan, sehingga tidak mengganggu tujuan pengelolaan DAS yaitu terwujudnya kondisi yang optimal
Dikatakannya, kegiatan ini bertujuan untuk mensinergikan semua pihak yang berkompeten dalam pembangunan JLS yaitu Bappeprov, Dinas Pengairan Jatim, Binamarga Jatim, Perum Jasa Tirta I, serta pemerintah kabupaten yang dilalui JLS, meliputi Pacitan, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, dan Banyuwangi.


Drs Achmad Said Staf Ahli PR-III

Dikirim oleh prasetya1 pada 30 September 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2086

Rektor Universitas Brawijaya, dengan keputusan nomor 160/SK/2005 tanggal 30 September 2005, mengangkat Drs. Achmad Said sebagai Staf Ahli Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan.
Hal ini didasari pertimbangan bahwa kegiatan kemahasiswaan di lingkungan Universitas Brawijaya masih memerlukan pembinaan secara intensif agar tercapai prestasi yang lebih baik lagi.
Dengan pengangkatan ini Drs. Achmad Said, mantan Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan, ditugaskan membantu kegiatan kemahasiswaan di lingkungan Universitas Brawijaya, terhitung mulai tanggal 1 September 2005 sampai dengan bulan Juni 2006. [Far]

Semiloka Nasional Revitalisasi Agroindustri Jawa Timur

Dikirim oleh prasetya1 pada 30 September 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2113


Pertanian bukan hanya urusan bercocok tanam, namun merupakan sebuah way of life bangsa. Sejalan dengan konsep revitalisasi pertanian dalam menggalang komitmen dan kerjasama seluruh stakeholders dan mengubah paradigma masyarakat, Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian berinisiatif untuk menyelenggarakan seminar dan lokakarya nasional bertajuk “Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Produk Agroindustri Jawa Timur”.
Kegiatan yang juga merupakan serangkaian pertemuan Ikatan Mahasiswa Teknologi Pertanian (IMTP) wilayah Jawa Timur ini diselenggarakan di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya, Jumat (30/9).

9.634 Pulau Kecil Tak Bernama

Dikirim oleh prasetya1 pada 30 September 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1714

Fenomena mengejutkan kemarin dibeberkan Dirjen Kelautan, Pesisir, dan Pulau-PuIau Kecil Widi A Pratikto dalam seminar nasional Pengelolaan Pesisir dan Kelautan di gedung Student Centre Unibraw yang digelar oleh Fakultas Perikanan Unibraw kemarin (29/9).
Dalam paparan yang dibawakan Ir Aris Kabul Pranoto, disebutkan sekitar 80 persen atau sejumlah 9.634 pulau dari total 17.504 pulau yang tersebar di Indonesia belum memiliki nama. Jika dibiarkan, kondisi tersebut akan semakin mempermudah pihak-pihak luar mengklaim pulau yang ada. Padahal, pulau-pulau tersebut memiliki potensi dan nilai ekonorni tinggi.
Praktis, kondisi tersebut telah melahirkan sebuah statemen khusus pemerintah menyodorkan RUU pengelolaam wilayah pesisir. Hanya saja, RUU tersebut tampaknya belum berjalan maksimal. Sehingga, masih saja melahirkan anggapan-anggapan yang salah di mata dunia maupun di kalangan masyarakat nelayan Indonesia.

Prof Jimly Asshidiqie: Demokrasi Tak Berarti Tanpa Penegakan Nilai

Dikirim oleh prasetya1 pada 29 September 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2333


UUD 1945 sebagai konstitusi tertinggi RI adalah UUD paling singkat, paling umum, dan paling abstrak di dunia. UUD 1945 sebagai konstitusi tertinggi tidak boleh dilanggar oleh peraturan yang ada di bawahnya.
Praktek demokrasi yang mengedepankan kuantitas bisa jadi melanggar UUD 1945, dan inilah kelemahan demokrasi. Suara terbanyak belum tentu mencerminkan kebenaran dan keadilan. Demokrasi tidak ada artinya tanpa nomokrasi (penegakan nilai/aturan/hukum)”.
Demikian ditegaskan Ketua Mahkamah Konstitusi Prof. Dr. Jimly Asshidique SH dalam ceramah umum di hadapan sivitas akademika Universitas Brawijaya seusai penandatanganan naskah kerja sama dengan 4 perguruan tinggi di Jawa Timur, Kamis 29/9, di gedung PPI Universitas Brawijaya.