Prasetya Online

>

Berita UB

MOU Unibraw ? Yayasan Pupuk Kaltim

Dikirim oleh prasetya1 pada 02 Mei 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2343

Pembantu Rektor I Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito, Selasa, 2 Mei 2006, menandatangani nota kesepahaman antara Universitas Brawijaya dan Yayasan Pupuk Kaltim Bontang. Dalam hal ini Yayasan Pupuk Kaltim, diwakili oleh ketua umum yayasan Ir. Zulkifli Arman MM. Kerjasama ini terutama dalam hal penyelenggaraan Seleksi Program Kemitraan Instansi (SPKIns) bagi putra-putri karyawan-karyawati PT Pupuk Kalimantan Timur Bontang.
Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno, dalam sambutannya mengharapkan agar kerjasama ini dapat segera direalisasikan dengan baik oleh kedua belah pihak, mengingat program seleksi mahasiswa baru melalui SPKIns ini akan segera dilaksanakan di Bontang dalam waktu dekat.
Penandatanganan di lantai VII gedung Rektorat ini disaksikan oleh Rektor Pembantu Rektor II Prof. Dr. Moch. Munir SH, dan Pembantu Rektor III Drs. Tjahjanulin Domai MS serta kabiro dan kabag di lingkungan Universitas Brawijaya. [nik]

Workshop Kiat Penyusunan Proposal Riset Kompetitif 

Dikirim oleh prasetya1 pada 02 Mei 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1692

Ketua BPP Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Ika Rochdjatun S, telah melakukan action pada hari pendidikan nasional, 2 Mei 2006, dengan menggelar workshop sehari tentang kiat penyusunan proposal riset kompetitif. Hadir sebagai pembicara Prof. Dr. Ir. Roedhy Poerwanto MSc dari Dewan Riset Nasional (DRN). Selain kiat juga disampaikan langkah-langkah menyusun proposal dan agenda riset nasional.
Menurut Prof. Roedhy Poerwanto, untuk Fakultas Pertanian, masih banyak peluang dalam penyusunan proposal, yakni untuk masalah ketahanan pangan, antara lain fokus mutu ketersediaan, konservasi lahan, produksi, maupun teknologi budidaya.

Hasil PSB 2006

Dikirim oleh prasetya1 pada 01 Mei 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2092

Melalui Penjaringan Siswa Berprestasi, Universitas Brawijaya untuk tahun akademik 2006/2007 menerima 745 calon mahasiswa baru. Mereka terkelompok berdasarkan jalur akademis (701 orang), dan jalur non akademis (44 orang). Mereka ini diseleksi dari 7298 pendaftar yang berasal dari 668 sekolah se Indonesia.
Diumumkan melalui pengumuman nomor 008/Peng/2006 tanggal 1 Mei 2006, para calon yang diterima diwajibkan hadir (tidak boleh diwakilkan pada hari Rabu, 5 Juli 2006 pukul 08.00 WIB di Sasana Samanta Krida Universitas Brawijaya. Pada hari itu para calon mahasiswa baru tersebut melakukan daftar ulang dan bertatp mula dengan pimpinan universitas dan fakultas.

Bedah Buku: Toto Chan ?Gadis Cilik di Jendela?

Dikirim oleh prasetya1 pada 01 Mei 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 3439

Sebagai serangkaian kegiatan Brawijaya Education Fair 2006, Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya menyelenggarakan bedah buku bertajuk Toto Chan ”Gadis Cilik di Jendela”. Kegiatan ini diselenggarakan di gedung widyaloka Universitas Brawijaya, pada Senin (1/5). Dalam kesempatan tersebut, hadir sebagai pembedah adalah Baby Sensei (Dosen Jepang Program
Bahasa dan Sastra) sedangkan sebagai pembanding adalah Nanang Indrayanto MSc (staf pengajar Program Bahasa dan Sastra). Selain itu, acara tersebut dihadiri pula oleh Yukiko Morishita, peserta pertukaran pelajar program American Field Service (AFS) dari Jepang.
Buku Toto Chan ”Gadis Cilik di Jendela” dengan tebal 271 halaman ini diterbitkan oleh Gramedia. Pengarang buku ini adalah Kuroyanagi Tetsuko dan diterjemahkan oleh Kirana. Disampaikan oleh Baby Sensei, buku ini menggambarkan aktivitas belajar mengajar di sekolah Tamoe Gakuen (setingkat SD) yang terletak di Tokyo, di bukit Jiyuugaoka. Disampaikan pula, setting
waktu dalam cerita buku tersebut menggambarkan aktivitas PBM sebelum Perang Dunia II. Toto Chan adalah gadis cilik nakal yang karena kenakalannya ia dikeluarkan dari sekolah yang sebelumnya. Toto Chan memasuki Tamoe Gakuen tetapi kenakalannya tidak berubah. Dia hobi duduk di jendela, jika tengah jengkel dan berkeinginan melihat pemusik jalanan yang sangat digemarinya ketika PBM sedang berlangsung. Tetapi dengan duduk di jendela, yang diinterpretasikan sebagai menuruti kehendak/kesukaannya, ia telah berhasil menemukan arti hidupnya. Nilai-nilai yang ditanamkan oleh sang kepala
sekolah, Kobayashi, dinilai oleh sang penulis Kuroyanagi Tetsuko yang juga siswa di sekolah Tamoe Gakuen sangat tepat. Terutama tentang demokratisasi dan komitmennya guna menolong yang lemah. Secara eksplisit ia mengungkap jika aktivitas PBM di Jepang masih menggunakan model pendidikan seperti diberlakukan di Tamoe Gakuen pasti tidak ada kekerasan, bunuh diri, dan mampu menurunkan tekanan mental yang saat ini sangat tinggi di Jepang.
Sementara itu, Nanang Indrayanto, dalam bandingannya menyatakan bahwa model pendidikan di Tamoe Gakuen sangat cocok sebagai alternatif untuk dikembangkan di Indonesia yang pada saat ini sedang mencari model design pendidikan. ”Nilai-nilai euritmic yang menyelaraskan pelajaran untuk serasi dengan alam serta memuat nilai-nilai dasar kehidupan manusia menjadikan
pendidikan lebih humanis”, ungkapnya. Menurutnya, esensi yang tersirat dari model pendidikan di Tamoe Gakuen adalah pengembangan potensi seluruh siswa secara optimal. Selain itu, nilai-nilai mendasar lain yang dapat ditarik dengan membaca buku ini adalah bahwa harmonisasi dalam setiap kehidupan seseorang tidak harus dengan diam. Selain itu, menghayati arti kehidupan tidak harus dengan nilai-nilai yang sulit dipahami. ”Seperti Toto Chan, ia telah menemukan makna hidupnya dengan hanya duduk di jendela”, tambahnya.

Studi Banding Universitas Negeri Yogyakarta ke Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 01 Mei 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1796

Jajaran bidang umum dan kepegawaian Universitas Brawijaya, dipimpin langsung oleh Pembantu Rektor II Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Moch. Munir SH, menerima rombongan tamu dari Universitas Negeri Yogayakarta, di ruang sidang Lantai VIII Rektorat Universitas Brawijaya. Rombongan UNY dipimpin oleh Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan Universitas Negeri Yogyakarta, Sutrisno. Rombongan ini terdiri dari Hj. Sri Sudjawardi (Kasubbag HTL), Sri Mulyani,  SH (Kabag Kepegawaian), Sri Suwardiningsih, M.Si (Kepala Lemlit), Dr. Gunawan (Staf Ahli Pembantu Rektor II yang menekuni ICT), Drs. Agus Darsono (Pembantu Dekan II Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi), dan Sutedjo MPd (Kasubbag Dana Masyarakat).
Menurut Sutrisno, kunjungan ini bertujuan untuk melakukan studi banding tentang keadaan dan kemajuan yang telah ada di Unibraw guna pengembangan di UNY, khususnya dalam bidang sarana dan prasarana, ICT, kepegawaian, dan administrasi.  Universitas Brawijaya yang satu tahun lebih muda daripada UNY, menurut Sutrisno mengalami akselerasi yang cukup bagus. “Sehingga pihak UNY selalu tertarik untuk memilih studi banding di Unibraw, bahkan di tengah kegentingan akan meletusnya Merapi kami tetap berkunjung ke sini”, guraunya.