Prasetya Online

>

Berita UB

MoU FIA Unibraw - Takushoku University 

Dikirim oleh prasetya1 pada 11 Februari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2755

MoU FIA Unibraw - Takushoku University
MoU FIA Unibraw - Takushoku University
Delegasi International Cooperation Studies Takushoku University, Jepang, Sabtu (11/2),  bertandang ke Universitas Brawijaya. Kedatangan kedua tamu itu, masing-masing Prof. Makoto Kojima (direktur) dan Prof. Dr. Fujimoto Koci (staf edukatif Faculty of International Development), adalah dalam rangka penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya dalam hal linkage program untuk program Magister Administrasi Publik.
Penandatangan MoU berlangsung di gedung baru FIA Unibraw. Dari pihak FIA Unibraw dilakukan oleh Dekan, Dr. Suhadak. Project officer kerjasama ini, Drs. Luqman Hakim MSc, mengatakan bahwa nota kesepahaman ini akan berlangsung selama enam tahun, dimulai tahun 2007 mendatang, yang utamanya memuat tentang “teaching process”. [nok]

Dubes Marty Natalegawa di Unibraw 

Dikirim oleh prasetya1 pada 11 Februari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1988

Dr. M Marty M Natalegawa MPhil
Dr. M Marty M Natalegawa MPhil
“Reaksi masyarakat nasional dan internasional terhadap bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Aceh dan Sumatera Utara tercatat dalam sejarah sebagai salah satu bentuk kepedulian yang paling besar sepanjang kehidupan umat manusia di abad ke-21 ini”, ungkap Dr. M Marty M Natalegawa MPhil, Dutabesar RI untuk Kerajaan Inggris dan Irlandia, sebagai keynote speaker dalam ekspose hasil kajian Konsep Pendidikan Darurat Studi Kasus Pendidikan Pasca Gempa Bumi dan Tsunami di Aceh yang yang digelar di gedung PPI Universitas Brawijaya, Sabtu 11/2.
Operasi Nonmiliter Terbesar
Lebih lanjut diungkapkan berdasarkan data yang dihimpun BRR Propinsi Aceh dan Nias, operasi bantuan yang mengalir ke daerah bencana di Indonesia ini adalah operasi non-militer yang terbesar sejak berakhirnya Perang Dunia Kedua.
Jumlah negara yang terlibat dalam operasi tanggap darurat terdiri dari 133 negara dengan personel yang mencapai 16.000 orang, sementara jumlah tenaga medis internasional meliputi 117 tim medis, dengan melibatkan 9 kapal induk, 1 kapal medis terapung, 14 kapal perang, 31 pesawat tempur, dan 82 helikopter serta 491 LSM.
Mantan juru bicara Deplu ini mempertanyakan, perhatian dunia internasional yang demikian besar ini hanya semata karena demikian besarnya bencana atau ada faktor lain yang menggerakkan? Menurut Marty, reaksi dan bantuan dunia internasional ini tergalang karena upaya diplomasi yang biasa disebut Menlu Hassan Wirayuda sebagai humanitarian diplomacy, yaitu sebuah upaya diplomasi bangsa Indonesia guna menggugah rasa kemanusiaan dunia internasional dalam menanggapi bencana Aceh dan Nias.
Dalam upaya diplomasi tersebut, lanjut Marty, terdapat beberapa tantangan di antaranya perlakuan khusus bagi warga asing di Aceh, kepastian antara jenis bantuan yang dibutuhkan dan yang ditawarkan, bagaimana penyaluran bantuan tersebut dapat dikoordinasikan dengan baik, serta upaya agar bantuan dapat berjalan dalam jangka waktu yang lama.

Prof. Hendrawan: Melindungi Anak Memperoleh Pendidikan 

Dikirim oleh prasetya1 pada 11 Februari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1944

Segala bentuk kerusakan dan dampak yang diakibatkan oleh bencana gempa bumi dan tsunami di Aceh dan Nias memerlukan sebuah terobosan, melalui proses kajian terhadap kebutuhan pendidikan di Indonesia yang benar-benar merupakan keinginan seluruh stakeholders dengan tujuan akhir memenuhi hak-hak masyarakat di wilayah bencana untuk memperoleh pendidikan yang layak. Demikian diungkapkan Prof. Dr. Ir. Hendrawan Soetanto MRurSc, Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3) Universitas Brawijaya dalam Ekspose Hasil Kajian Konsep Pendidikan Darurat Studi Kasus Pendidikan Pasca Gempa Bumi dan Tsunami di Aceh, Sabtu 11/2, di gedung PPI Unibraw.
Hasil kajian yang telah dilakukan dengan pendekatan PRA yang diawali survei ini telah berhasil mentabulasi beberapa masalah yang mengganggu pelaksanaan pendidikan di Aceh, meliputi hambatan infrastuktur, birokrasi/kelembagaan, sarana pendidikan yang tidak mampu memenuhi efektivitas belajar, kendala kesehatan dan psikologis yang berpengaruh pada motivasi belajar serta
hambatan pemerataan kesempatan untuk memperoleh pendidikan.

Olimpiade Karya Tulis Ilmiah Nasional 2006 

Dikirim oleh prasetya1 pada 11 Februari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2064

Olimpiade Karya Tulis Ilmiah Bidang Pertanian tingkat SMA/Sederajat 2006
Olimpiade Karya Tulis Ilmiah Bidang Pertanian tingkat SMA/Sederajat 2006
Olimpiade Karya Tulis Ilmiah Bidang Pertanian tingkat SMA/Sederajat 2006
Olimpiade Karya Tulis Ilmiah Bidang Pertanian tingkat SMA/Sederajat 2006
“Tanaman jarak sebagai tanaman perkebunan selain bisa menanggulangi erosi tanah juga mempunyai kasiat lain sebagai bahan dasar minyak biodiesel,” terang siswa asal SMAN 1 Tuban dalam presentasinya di Olimpiade Karya Tulis Ilmiah Bidang Pertanian tingkat SMA/Sederajat 2006 (OKTIN-BP SMAS’06) di PPI Unibraw, Sabtu (11/02).
Kegiatan OKTIN-BP SMAS’ 06 sebagai ajang lomba karya tulis ilmiah dan lomba poster di bidang pertanian ini diperuntukkan bagi siswa-siswi SMA/sederajat yang berada di seluruh Indonesia. BEM Pertanian sebagai pelaksana kegiatan mencoba untuk menggelitik kreatifitas siswa-siswa yang masih diduduk di SMA untuk mengekspresikan dirinya di bidang pertanian. Selain bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas siswa dalam membentuk pola pikir yang sistematis juga sebagai input revitalisasi pertanian dan usaha untuk mempromosikan sektor pertanian Indonesia.
Ada 53 karya ilmiah yang masuk di kantong panitia yang kemudian diseleksi oleh panitia sendiri dan tersaring menjadi 20 karya tulis. Penilaian karya tulis ini menurut Ika Prihandini, sekretaris kegiatan berdasarkan cara penulisannya dan orisinalitas ide yang muncul. Kegiatan yang mengusung tema “Pertanian Sebagai Solusi Permasalahan Di Masa Depan” tidak berhenti melakukan penilaiannya sampai pada tahap tersebut. Karya tulis tersebut kemudian diseleksi lagi oleh dosen Fakultas Pertanian dan tersaring menjadi 10 karya tulis.
Ada 8 SMA (SMAN 2 Jombang, SMAN 3 Boyolali, SMAN 1 Manyar, SMAN 3 Malang, SMAN 1 Malang, SMAN 1 Tuban, SMAN 4 Denpasar, dan SMAN 1 Subang)  yang berhak untuk mempresentasikan karya mereka di depan juri yang nantinya akan disaring menjadi 5 juara yaitu juara 1,2,3, harapan 1 dan harapan 2. “Juri yang menilai presentasi karya tulis telah berskala internasional,” terang Ika ketika ditemui dalam acara presentasi di PPI Unibraw. Juri-juri yang bertindak tersebut antara lain Dr. Lily Agustina, Dr. Ir. Aminuddin Afandi MS, Prof Siti Rasminah dan Dr. Ir. Didik Suprayogo.
Kegiatan OKTIN-BP SMAS ’06 ini diharapkan nantinya akan memunculkan ide-ide cemerlang di bidang pertanian dari anak bangsa yang menjadi solusi permasalahan di masa depan. “Setidaknya hasil karya ilmiah tersebut nantinya akan diterapkan di daerahnya masing-masing. Kita juga telah bekerjasama dengan perpustakaan daerah yang nantinya karyanya tersebut akan diserahkan di perpusatakaan,” jelasnya lagi.
OKTIN-BP SMAS’06 ini memperebutkan tropy tetap dan bergilir Menteri Pertanian, tropy rektor Unibraw dan tropy Dekan Fakultas Pertanian Unibraw dan fresh money. “Untuk itu kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tiap tahunnya yang dilaksanakan oleh BEM FP karena kita mendapat tropy bergilir tersebut,” ucapnya. [vty]

KKM Teknik ke-28 

Dikirim oleh prasetya1 pada 11 Februari 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2949

KKM Teknik ke-28
KKM Teknik ke-28
Sebanyak 537 mahasiswa baru Fakultas Teknik Sabtu (11/02) diberangkatkan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) ke-28 yang diadakan di Dusun Pohbener, Desa Gondowangi, Kebonagung, Kabupaten Malang.
Kegiatan yang rencananya akan dilaksanakan selama 5 hari (11-16 Februari 2006) ini merupakan rangkaian kegiatan Probinmaba (Program Pembinaan Mahasiswa Baru). “Kegiatan ini merupakan kegiatan terakhir dalam tahun ajaran 2005-2006 untuk rangkaian Probinmaba", jelas Hassanudin, Koordinator Dewan Teknik, penanggung jawab pelaksanaan kegiatan ini. Ia juga menambahkan bahwa KKM ke-28 ini sebagai sebuah wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. [vty]