Prasetya Online

>

Berita UB

Gebyar Unitas UB 2006

Dikirim oleh prasetya1 pada 29 Mei 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1583

Unit Aktivitas (Unitas) Unibraw yang terdiri dari 30 lebih setiap tahunnya mempunyai sebuah agenda yang dirancang untuk mengakrabkan antar mereka. Pada tahun ini Unitas menggelar beberapa pertandingan dan lomba. Seluruh Unitas UB wajib mengirimkan delegasi untuk mewakilinya.
Lukman, ketua pelaksana acara Gebyar Unitas UB 2006 mengatakan bahwa acara ini akan digelar mulai tanggal 29 Mei sampai dengan 10 Juni 2006. Pada sambutan pembukaannya mantan ketua Impala ini mengharapkan bahwa dengan kegiatan ini maka rasa persaudaraan antar Unitas menjadi lebih akrab. Pelaksanaan acara selama 2 minggu ini dihandle oleh panitia yang berasal dari utusan tiap-tiap Unitas.

Mahasiswa Unibraw Juara Lomba Inovasi dan Kreasi Teknologi Dirjen HaKI

Dikirim oleh prasetya1 pada 29 Mei 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2625

Setelah melalui proses seleksi yang diikuti oleh puluhan peserta tingkat perguruan tinggi dari seluruh Indonesia, Candra Prima Satriya, Afril Ardi Widodo dan Eri Wibowo mahasiswa Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro Universitas Brawijaya, berhasil keluar sebagai juara tiga Lomba Inovasi dan Kreasi Teknologi bidang elektro.
Lomba diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal HaKI dalam rangka Hari HKI se-dunia 2006 yang berlangsung pada Februari-April 2006.
Tiga bidang yang diperlombakan yaitu bidang mekanik, bidang elektro dan bidang kimia. Selain Universitas Brawijaya, para peserta juga berasal dari Institut Pertanian Bogor, Universitas Sahid Jakarta, Universitas Gadjah Mada, Universitas Surabaya, Universitas Indonesia, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Negeri Semarang, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Universitas Sriwijaya Palembang, Universitas Andalas Padang, Universitas Borobudur Jakarta, dan STIE Muhammadiyah Tangerang.

Curah Pendapat Inkubator Bisnis

Dikirim oleh prasetya1 pada 27 Mei 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1958

Di masa mendatang, keseluruhan perguruan tinggi negeri akan beralih menjadi badan hukum pendidikan milik negara (BHPMN) sesuai dengan kebijakan otonomi dan desentralisasi pendidikan yang dicanangkan. Hal ini menjadikan perguruan tinggi dituntut untuk bertindak mandiri dalam pengelolaan dana penyelenggaraan pendidikan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah
dengan mengembangkan suatu inkubator bisnis (INBIS). Berangkat dengan tema ”Pengembangan Inkubator Bisnis dan Unit Bisnis dalam Menyongsong Otonomi Perguruan Tinggi”, Universitas Brawijaya bekerjasama dengan Balitbang Departemen Pendidikan Nasional menyelenggarakan Curah Pendapat mengenai Pedoman Umum dan Pedoman Operasional INBIS serta Alternatif Model Bisnis Perguruan Tinggi, Sabtu 27/5.

Disertasi Isrok SH MS

Dikirim oleh prasetya1 pada 27 Mei 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 3253

Isrok SH MS
Isrok SH MS
Semu, Wewenang DPRD terhadap Visi, Misi dan Program Calon Kepala Daerah Visi, misi dan program pasangan calon kepala daerah (KDH) adalah dokumen resmi daerah. Sebagai dokumen resmi daerah, visi, misi dan program pasangan calon KDH dalam pilkada langsung sangat penting karena menjadi hukum tertinggi dimana kinerja pemerintah daerah nantinya terdiri dari kepala daerah dan DPRD. Karenanya visi, misi dan program pasangan calon KDH harus dinyatakan legitimate terlebih dahulu oleh DPRD dengan mengandung beberapa segi yaitu segi Pancasila, segi filosofis, segi yuridis dan segi non yuridis.
Demikian ungkap Isrok SH MS dalam ujian disertasi yang digelar Program Pascasarjana  (PPS) Universitas Brawijaya, Sabtu 27/5. Dalam kesempatan itu Isrok membawakan disertasi berjudul ”Wewenang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dalam Pemilihan Kepala Daerah Berkaitan dengan Pemilihan Langsung”.
Lebih lanjut diungkapkan, meski visi, misi dan program calon pasangan kepala daerah menjadi dokumen resmi daerah, tetapi tugas dan wewenang DPRD terhadap dokumen tersebut nantinya hanya sebatas sebagai penyelenggara rapat paripurna yang tidak perlu kuorum, dihadiri wakil masyarakat, terbuka untuk umum, mendengarkan visi, misi dan program pasangan calon KDH pada hari pertama kampanye, tanpa dilakukan dialog. Hal ini berarti bahwa wewenang DPRD terhadap visi, misi dan program calon pasangan KDH tidak berarti dengan kata lain terjadi pembodohan terhadap DPRD.
Beberapa hal yang disarankan Isrok dalam disertasinya. Di antaranya, UU pemerintahan daerah sebagai UU organik dari UUD 1945, yang mengatur wewenang DPRD dalam pemilihan KDH berkaitan dengan pemilihan langsung, hendaknya dibuat secara sistematis dan tetap, sehingga dapat dijadikan pedoman pelaksanaan dan harus dilepaskan dari kepentingan politik dari yang sedang berkuasa.
Solusi berikutnya yang ditawarkan adalah diperlukannya konsistensi antara UU yang ada dengan peraturan pemerintah yang mengaturnya, dan perlu diletakkan pada tempatnya. DPRD sebagai lembaga legislatif daerah dan mewakili rakyat daerah hendaknya mewujudkan kewenangan terhadap visi, misi dan program yang dimiliki agar sebagai wakil rakyat daerah keberadaannya nampak ada dan kedaulatan demokrasi nampak dijunjung tinggi sesuai dengan pemerintahan yang berdaulat.

Kuliah Tamu: Pestisida dalam Usaha Pertanian Berkelanjutan

Dikirim oleh prasetya1 pada 27 Mei 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 3013

Himpunan Mahasiswa Perlindungan Tanaman Universitas Brawijaya, Sabtu (27/5), menyelenggarakan kuliah tamu dengan tajuk ”Peranan Pestisida dalam Usaha Pertanian Berkelanjutan”.
Dicky Hartono, staf sebuah perusahaan agribisnis milik Amerika Serikat, Syngenta, yang diundang sebagai pembicara tamu, dalam makalah bertajuk “Peranan Pestisida dalam Pertanian Berkelanjutan” mengatakan, insektisida dan pestisida merupa-kan permasalahan dilematis. “Di satu sisi penting guna membas-mi serangga dan hama, di sisi lain risikonya sangat tinggi”, ungkap Dicky, “karena itu, dibutuhkan pemakaian pestisida dan insektisida secara bijaksana dengan mengurangi risiko bagi konsumen, pengguna dan lingkungan”.  Secara rinci, dianjurkan “lima tepat dalam aplikasi pestisida”, yang meliputi tepat sasaran aplikasi, tepat pemilihan pestisida, tepat waktu aplikasi, tepat takaran aplikasi dan tepat cara/aplikasi melalui penyemprotan, pengkabutan, penghem-busan, fogging dan perawatan benih.
Dalam kesempatan itu Dicky mensosialisasikan pakaian pengaman bagi petani pengguna pestisida, serta “kertas sensitif” yang digunakan sebagai indikator jumlah pemakaian dalam takaran kiloliter. “Dengan memakai kertas ini akan bisa diperkirakan berapa jumlah pemakaian pestisida per hektarnya”, ungkap Dicky. Lebih lanjut disampaikan, dengan pemakaian dalam jumlah tertentu kertas kuning ini akan berwarna biru.  ”Tetapi mayoritas petani Indonesia bukan hanya berwarna biru, tetapi air tersebut sampai menetes dari kertas, ini jelas berbahaya bagi tanah yang ada di bawah tanaman dan organismenya”, tukas Dicky dalam menggambarkan fakta.