Prasetya Online

>

Berita UB

Upacara Sumpah/Janji PNS Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 26 April 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1638

Setiap Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada saat pengangkatannya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) wajib mengangkat sumpah/janji di hadapan Rektor menurut agama atau kepercayaannya. Ini sesuai dengan ketentuan UU No. 8 Tahun 1974 yang telah diubah dengan UU No. 43 tahun 1999, Pasal 26 ayat 1 dan sebagai pelaksanaannya, yang dituangkan dalam Peraturan Pemerintah No. 21 Tahun 1975.
Selasa 26/4, sebanyak 84 orang PNS Universitas Brawijaya diambil sumpahnya di gedung PPI Universitas Brawijaya. Mereka terinci sebagai berikut: Kantor Pusat/PPS (3 orang), Fakultas Hukum (1 orang), Fakultas Ekonomi (7 orang), Fakultas Ilmu Administrasi (11 orang), Fakultas Pertanian (5 orang), Fakultas Peternakan (2 orang), Fakultas Perikanan (6 orang), Fakultas Teknik (13 orang), Fakultas Kedokteran (10 orang), Fakultas MIPA (19 orang) dan Fakultas Teknologi Pertanian (7 orang).

Hasil Pemilihan Calon Dekan FE: Bambang Subroto 13, Gugus Irianto 13, Abstain 1

Dikirim oleh prasetya1 pada 25 April 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 3377

Dua nama calon Dekan Fakultas Ekonomi, Prof. Dr. Bambang Subroto SE Ak, dan Dr. Gugus Irianto SE Ak, akhirnya diajukan oleh Senat FE kepada Rektor. Dua nama itu, dalam forum Senat sama-sama mendapatkan 13 suara, sementara 1 suara abstain.
Proses pemilihan calon Dekan FE diawali dengan pemaparan visi dan misi 7 orang calon dekan yang berlangsung di Hotel Kusuma Agro Wisata, Batu, Kamis 14/4 minggu lalu. Selanjutnya, Rabu 20/4, dilaksanakan proses penjaringan calon dekan oleh Senat FE yang melibatkan segenap dosen, wakil karyawan dan wakil mahasiswa.
Ketua panitia pemilihan Bambang Hariadi SE, menjelaskan semestinya proses penjaringan itu diikuti oleh 5 calon, namun yang memenuhi syarat ternyata hanya empat orang. Keempat orang calon tersebut adalah Prof Dr Bambang Subroto SE Ak, Dr. Gugus Irianto SE Ak, Iwan Triyuwono SE Ak MEc PhD, dan Prof Dr M Harry Susanto SE SU.

Communication Skill Training AIESEC Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 23 April 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2856

Tidak semua orang dapat menyampaikan pemikirannya dengan baik dan benar sehingga mampu ditangkap secara positif oleh pihak lain. Agar dapat melakukannya diperlukan proses ataupun latihan secara kontinu dan bahkan practise learning secara intensif.
Atas dasar ini, maka bertempat di lantai VIII Gedung Rektorat Universitas Brawijaya pada Sabtu (23/4) diselenggarakan acara Communication Skill Training oleh AIESEC Local Commitee Universitas Brawijaya.
Disampaikan oleh Adityo WB, mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Unibraw 2003, bahwa secara khusus kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan kemampuan berkomunikasi terutama agar sukses menghadapi interview bagi para fresh graduate.
"Hal ini dilatarbelakangi oleh kepedulian AIESEC untuk menjembatani kalangan bisnis (praktisi) dengan kalangan akademisi dalam rangka proses take and give Human Capital", ungkapnya. Ditambahkannya, "acara ini adalah rangkaian dari Agenda Career Days AIESEC yang puncak kegiatannya akan diselenggarakan di Sasana Samanta Krida pada tanggal 10-11 Mei 2005, sebagai bentuk dari kontribusi AIESEC terhadap pihak eksternal".

Analisa Potensi Produksi Tebu dan Sistem Pergulaan di Indonesia

Dikirim oleh prasetya1 pada 23 April 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 6167

Indonesia pernah berjaya sebagai negara eksportir terbesar gula di dunia. Tetapi hal itu kini telah berbalik seratus delapan puluh derajat dan menjadikan posisi Indonesia sebagai negara importir gula terbesar di dunia sejalan dengan kebutuhan akan gula yang juga terbesar dikarenakan kultur masyarakat sebagai pegiat rasa manis, disamping pula perkembangan perusahaan makanan dan minuman.
Melihat kondisi tersebut jelas diperlukan kajian dan analisis yang mendalam dalam rangka mengurai benang kusut permasalahan gula di Indonesia dari mulai hulu sampai hilir. Himpunan Mahasiswa Budidaya Pertanian (Himadata) sebagai penghasil human capital yang juga merupakan entitas dalam benang kusut tebu dan pergulaan, telah berhasil menangkap kondisi yang memprihatinkan tersebut. Melalui kegiatan seminar nasional yang bertajuk "Analisa Potensi Produksi Tebu dan Sistem Pergulaan di Indonesia", Himadata menjembatani berbagai pihak yang berkompeten diantaranya pemerintah sebagai pengambil kebijakan, asosiasi profesi serta praktisi dan peneliti untuk mencoba mengurai dan menganalisis berbagai permasalahan yang ada dan menyelesaikannya. Hadir sebagai pemateri dalam kesempatan tersebut adalah Dr. Ir. Agus Suryanto (Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan propinsi Jawa Timur), HM Arum Sabil (Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia), Adig Suwandi (PT Perkebunan Nusantara XI Persero) dan Peneliti dari P3GI Pasuruan, Soeparmono dan Husnan Effendi.
Dalam kesemaptan itu, Kepala Depperindag Propinsi Jawa Timur menyampaikan besarnya peranan gula dalam mendukung berbagai sektor baik dalam skala regional maupun nasional diantaranya memberikan lapangan pekerjaan bagi 1,4 juta orang sebagai sumber penghidupan petani kecil, serta mendukung peningkatan industri makanan dan minuman. Tapi di sisi lain, pergulaan Indonesia terlilit permasalahan serius meliputi rendahnya produktivitas gula, rendahnya kualitas produksi gula lokal serta fluktuasi harga di tingkat konsumen. Ia juga menyampaikan beberapa kebijakan yang telah dilakukan pemerintah mengenai kebijakan tata niaga gula impor, tata niaga gula di dalam negeri serta berbagai kebijakan gubernur jawa Timur guna mengamankan stabilitas pasokan serta harga dan industri gula di Jawa Timur. Hal ini sangat relevan dengan posisi Jawa Timur sebagai penyokong 45% total produksi gula nasional.

Prof Thohir Luth Guru Besar Hukum Islam: Syariat Islam Cenderung Dicitrakan Negatif

Dikirim oleh prasetya1 pada 23 April 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2696

Dr. Thohir Luth MA
Dr. Thohir Luth MA
Semenjak pemerintah kolonial menjajah negeri-negeri Islam, termasuk Indonesia, syariat Islam telah mengalami pembusukan yang serius. Pembusukan ini dilakukan penjajah dan para sekutunya. Sampai saa ini "aroma pembuisukan" tersebut masih tercium. Syariat Islam cenderung dicitrakan sebagai sesuatu yang negatif, dan tidak relevan dengan perkembangan zaman. Ia hanya sesuai untuk masa lampau saja.
Demikian antara lain Dr. Thohir Luth MA, dalam orasi ilmiah pengukuhan jabatan gurubesar dalam Ilmu Hukum Islam pada Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, berjudul "Kewarisan Islam, Satu Renungan untuk Orang-orang Beriman", di depan Rapat Terbuka Senat Universitas Brawijaya, yang berlangsung di gedung PPI Unibraw, Sabtu 23/4.
Selanjutnya dikatakan bahwa citra buruk yang dilekatkan pada syariat Islam oleh kaum penjajah ini ternyata berhasil membentuk opini publik, dan menarik simpati sebagian besar umat Islam untuk menolak kehadiran syariat Islam.
Menurut pria kelahiran Flores Timur 50 tahun silam ini, hal tersebut aneh tetapi nyata. Bahkan sebagian besar ahli hukum Islam yang muslim pun ikut melanggengkan budaya para penjajah untuk menolak  syariat Islam yang bersumberkan Al-Qur'an dan Hadits. "Mereka lebih senang menggunakan hukum Barat (Belanda dan sekutu-sekutunya), yang jelas bersumberkan syahwat dan nalar mereka saja", tukasnya.