Prasetya Online

>

Berita UB

Agribisnis Padi Perlu Terobosan

Dikirim oleh prasetya1 pada 28 April 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2526

Padi (beras) merupakan bahan makanan pokok dan karenanya mendapatkan perhatian yang besar dari pemerintah. Bila saja stok beras berkurang maka potensi gejolak sosial pasti akan rnuncul. Karena itulah pamerintah menaruh perhatian yang besar pada peningkatan produksi beras. Sayangnya paningkatan produksi beras selalu lebih rendah dari pertumbuhan penduduk. Sehingga pengadaan beras masih menjadi masalah. Karena itulah kini pemerintah akan mencoba dengan terobosan baru yang dinamakan 'Hybrid Rice Technology'. Cara ini adalah alternatif dari upaya meningkatkan produksi melalui penggunaan padi hibrida. Pemerintah mencanangkan 1 juta ha padi hibrida pada tahun 2009 nanti. Bisa diduga, perdebatan pun terjadi enters yang pro dan kontra.
Suatu seminar digelar untuk membahas soal ini dengan mengambil tema "Commercializing Hybrid Rice Technology: An Option for Indonesia"di Pusst Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Puslitbangtan), Bogor, Kamis 28/4 lalu. Pembicaranya adalah Dr. E. Redona Deputy Director dari PhilRice (Philippines Rice Research Institute) yang diundang khusus untuk bicara soal ini. Prof. Dr. Soekartawi (pakar agribisnis dari Fakultas Pertanian Unibraw) juga diundang khusus dalam seminar itu bertindak sebagai salah satu panelis. Seminar ini merupakan lintas disiplin yang dihadiri sekitar 75 orang dari berbagai instansi. Ada yang dari kalangan pembuat kebijakan, dari ahli agronomi, pemuliaan tanaman, tanah, hama-penyakit, agroekologi, agribisnis atau ekonomi pertanian, dan sebagainya.
Dr. Redone berpendapat bahwa Indonesia berpotensial menjadi negara kelima setelah Cina, India, Vietnam, dan Filipina dalam adopsi padi hibrida di Asia ini. la bahkan meyakinkan bahwa padi hibrida produktivitasnya tinggi, lebih menguntungkan, rasa berasnya enak, dan sebagainya. Selanjutnya dituturkan bahwa di Filipina, selama 5 tahun terakhir, luas lahan padi hibrida sudah mencapai 300 ribu ha.

Terpilih Kembali, Ny. Rien Bambang Guritno Ketua Dharma Wanita Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 28 April 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1840

Berdasarkan musyawarah mufakat, Ny. Rien Samudayanti (isteri Rektor Universitas Brawijaya Prof. Bambang Guritno) kembali terpilih menjadi Ketua Dharma Wanita Persatuan Universitas Brawijaya untuk periode 2005-2009. Pemilihan berlangsung di lantai 8 gedung Rektorat Universitas Brawijaya, Kamis 28/4. Pimpinan sidang, Ir. Ristinah Suroso, mengatakan bahwa kegiatan seperti ini baru pertama kali dilaksanakan di Unibraw, dan akan dibudayakan pada masing-masing fakultas.

Enam Karya Tulis Soekartawi Dimuat Jurnal Internasional

Dikirim oleh prasetya1 pada 28 April 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 3339

Rektor Universitas Brawijaya awal Februari silam mencetuskan enam langkah untuk meningkatkan budaya akademik. Salah satu di antaranya adalah memberikan insentif bagi dosen untuk menuliskan artikel ilmiah di jurnal internasional dan menulis buku yang diterbitkan oleh penerbit level nasional.
Prof. Dr. Soekartawi, guru besar Fakultas Pertanian, selain mendalami ekonomi pertanian juga menekuni bidang pendidikan, termasuk distance learning atau e-learning. Bersama Prof. Suhardjono (FT), alm. Drs. Timotius Hartono MPA (FIA) dan dr. Andi Ansharullah (FK), Soekartawi dikenal gigih memperjuangkan pentingnya pembelajaran yang baik melalui program Pengembangan Ketrampilan Dasar Teknik Instruksional (Pekerti) dan Applied Approach  (AA).
Ia patut berbangga karena 6 karya tulisnya tentang pendidikan telah dan akan dimuat di jurnal internasional. Menurut Soekartawi, menulis di jurnal internasional (International Refereed Journal) perlu ketekunan, kecermatan, dan kesabaran. Sebab memakan waktu yang lama, kadang-kadang lebih dari setahun, karena naskahnya harus bolak-balik direvisi dan dikembalikan ke referees yang tempatnya berjauhan, ada yang di Jepang, Amerika Serikat, Australia, Malaysia, Filipina, dan sebagainya.

Ujian Disertasi Ir. Muh. Riadi MP

Dikirim oleh prasetya1 pada 27 April 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2393

Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Rabu 27/4, menggelar ujian terbuka disertasi Ir. Muh. Riadi MP yang berjudul "Kajian Karakter Kuantitatif sebagai Kriteria Seleksi Toleransi Kacang Tanah terhadap Cekaman Kekeringan".
Penelitian disertasi Muh. Riadi, adalah tentang penentuan jenis osmotikum, lingkungan seleksi, dan karakter kuantitatif untuk pendekatan seleksi toleransi genotip kacang tanah terhadap cekaman kekeringan pada fase perkecambahan dan fase reproduktif telah dilakukan.
Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa (1) PEG 6000 dengan potensial air -0,3 MPa dapat digunakan sebagai lingkungan seleksi tolerasni genotip kacang tanah terhadap cekaman kekeringan pada fase perkecambahan, (2) panjang hipokotil dan indeks vigor dapat digunakan sebagai kriteria seleksi untuk memilih genotip kacang tanah toleran dan peka pada fase perkecambahan, (3) kandungan air tanah 25 % kapasitas lapangan merupakan cekaman air aplikatif sebagai lingkungan seleksi toleransi genotip kacang tanah terhadap cekaman kekeringan pada fase reproduktif. (4) seleksi genotip kacang tanah toleran cekaman kekeringan secara individu dapat dilakukan dengan menggunakan indicator bobot biji dan bobot potong per tanaman dengan memperhatikan persen kulit sebagai kriteria seleksinya, (5) seleksi genotip kacang tanah toleran cekaman kekeringan dan hasil polong per petak tinggi dapat dilakukan dengan menggunakan indikator bobot polong per petak yang dinyatakan dalam indeks toleransi cekaman dipadu dengan hasil rata-rata geometrik dari lingkungan optimal dan sub optimal sebagai kriteria seleksinya dan (6) genotype yang terpilih toleran dan peka terhadap cekaman kekeringan pada fase perkecambahan tetap konsisten toleran dan peka hingga fase reproduktif.

Rekrutmen Karyawan PT Dankos di Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 27 April 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2002

Perusahaan farmasi PT Dankos, menyelenggarakan seleksi dalam rangka rekrutmen karyawan di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya, Rabu (27/2). Rekrutmen untuk posisi medical representative ini juga dilaksanakan di beberapa kota lain di Jawa, serta Medan dan Makassar.
Di Malang, kegiatan ini berlangsung untuk ketiga kalinya. Seleksi ini diikuti oleh 200 peserta untuk memperebutkan 30 kursi medical representative. Menurut Lily, Wakil Direksi PT Dankos, kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun.
Ditambahkannya pula bahwa untuk menduduki posisi sebagai medical representative secara spesifik dibutuhkan ketrampilan komunikasi serta motivasi yang tinggi. [nok]