Prasetya Online

>

Berita UB

Pelantikan IKA Unibraw Balikpapan

Dikirim oleh prasetya1 pada 04 Juni 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2099

IKA Unibraw Cabang Balikpapan
IKA Unibraw Cabang Balikpapan
Rektor Universitas Brawijaya Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno menghadiri upacara pelantikan pengurus IKA Unibraw Cabang Balikpapan. Pelantikan dilaksanakan di Ball Room Hotel Benakutai, Balikpapan, Minggu 4/6.
Tiba di Balikpapan hari Sabtu 3/6 siang, rektor dan rombongan dijamu makan siang di Restoran Bondy, dan mengadakan kunjungan ke Pantai Mangar, serta lokasi penangkaran buaya. Malam harinya, dipandu oleh Dirut Zainal Muttaqin rombongan bersilaturahmi ke Kaltim Post, untuk melihat proses pruduksi koran terbesar di Balikpapan itu, dan bermain tenis persahabatan.
Esok paginya Minggu 4/6, rombongan meninjau Kilang Pertamina UP-V dan obyek wisata Teluk Balikpapan.
Rombongan yang menyertai Rektor Unibraw terdiri dari para pembantu rektor, dekan FH Warkum Sumitro, dekan FE Prof Bambang Subroto, dekan FIA Dr. Suhadak, dekan FP Prof. Syekhfani, dekan Fapet Dr Ifar Subagiyo, dekan FT Imam Zaky, dekan FMIPA Adam Wiryawan, dekan Faperik Dr Sukoso, dan dekan FTP Prof Simon Bambang Widjanarko, Kepala Perpustakaan Dra Welmin SA MLib, dan Kepala Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi Dra Siti Romlah, serta Ketua Pengurus Pusat IKA Unibraw Prof Dr Ir Syamsulbahri MS, dan Sekjen PP IKA Unibraw Dr Isrok SH MS.

Diklatsar Lakesma FK Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 04 Juni 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2421

Lembaga Kesehatan Mahasiswa (Lakesma) adalah wadah bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya untuk mengaplikasikan seluruh disiplin ilmu kedokteran yang telah diperoleh selama perkuliahan. Sebagai calon tenaga kesehatan yang baik, seorang mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mampu menguasai teori namun harus disertai dengan keahlian praktek yang sesuai.
Salah satu usaha yang dilakukan oleh Lakesma adalah menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan dasar (diklatsar). Tujuannya, agar mahasiswa Fakultas Kedokteran mampu meningkatkan wawasan dan pengetahuan mengenai kegiatan kesehatan. Diklatsar ini berlangsung selama 3 pekan (13 Mei - 4 Juni 2006). Tema diklatsar adalah ”Lakesma Peduli terhadap Sesama”. Materi diklatsar meliputi: keorganisasian Lakesma, manajemen trauma dan BLS, aplikasi BLS, manajemen kegiatan, serta survival dan aplikasi. Selain metode klasikal, Diklatsar Lakesma menggunakan metode membangun loyalitas dan kerjasama melalui kegiatan outbound di Wana Wisata Coban Rondo, Batu. [nik]

Pertemuan Himpunan Kimia Bahan Alam Indonesia di FMIPA Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 03 Juni 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 3867

“Banyak senyawa alami yang bisa kita manfaatkan dari alam untuk obat, pestisida, dan zat penarik”, ungkap Ir. Adam Wiryawan MS, Dekan FMIPA Universitas Brawijaya seusai membuka Pertemuan Ilmiah, Sosialisasi dan Rapat Pengurus Himpunan Kimia Bahan Alam Indonesia (HKBAI) di gedung pertemuan FMIPA lantai 2, Sabtu (3/6).
Lebih lanjut disampaikan bahwa kimia organik yang ada pada bahan alam terutama tanaman dapat dimanfaatkan dengan terlebih dulu dilakukan síntesis dan isolasi. “Aktivitas ini juga telah dilakukan oleh sejumlah peneliti yang tergabung dalam Kelompok Peneliti Kimia Organik Bahan Alam Universitas Brawijaya, tambah Adam.
Prof. Dr. Euis Holisotan Hakim MS
Prof. Dr. Euis Holisotan Hakim MS
Sementara itu, dalam pertemuan ilmiah yang dilangsungkan selama sehari penuh tersebut dihadirkan beberapa pakar dalam bidang Kimia Organik Bahan Alam, di antaranya adalah Prof. Dr. Euis Holisotan Hakim MS (ITB) Ketua Umum HKBAI.
Dalam kesempatan tersebut, Prof Euis mensosialisasikan keberadaan HKBAI di tengah audiens dari berbagai universitas, seperti ITB, IPB, Unesa, ITS, Unair, UMM, UMS, UM, Universitas Palangkaraya, Universitas Brawijaya, Politeknik Negeri Malang dan Akademi Farmasi Surabaya.
Pembicara lain adalah M. Farid Rahman SSi MSi (Unibraw) mempresentasikan perkembangan penelitian kimia bahan alam pada Jurusan Kimia FMIPA Universitas Brawijaya. Acara kemudian dilanjutkan dengan ceramah ilmiah yang disampaikan oleh Prof. Sjamsul Arifin Achmad BSc (Hon.I) PhD DSc (ITB) dengan tajuk “Kimia Bahan Alam Indonesia: Menjadi Tuan Rumah Di Negeri Sendiri” dan Drs. Muhtadi MSi (UMS) dengan tajuk “Senyawa Fenolik dari Diterocarpus Returus dan Dipterocarpus kasseltii (Depterocarpaceae)".

Ujian Disertasi Jarot Edy Sulistyono

Dikirim oleh prasetya1 pada 03 Juni 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2863

Ir. Drs. Jarot Edy Sulistyono MSi
Ir. Drs. Jarot Edy Sulistyono MSi
Program Pascasarjana (PPS) Universitas Brawijaya, Sabtu 3/6, menggelar ujian disertasi bagi kandidat doktor ilmu administrasi Ir. Drs. Jarot Edy Sulistyono MSi. Dalam ujian terbuka tersebut, Jarot mempertahankan disertasi berjudul "Pengadaan Tanah untuk Pembangunan di Daerah Perkotaan (Analisis Model Interaktif Implementasi Kebijakan Pengadaan Tanah untuk Infrastruktur, Permukiman, dan Pusat Perdagangan di Kota Malang)".
Bertindak selaku promotor Prof. Drs. Solichin Abdul Wahab MA PhD, dan kopromotor Prof. Dr. HR Rijadi Soeprapto MS serta Dr. H. Sumartono MS. Sementara tim penguji terdiri dari Prof. Dr. M. Irfan Islamy MPA, Prof. Dr. Achmad Sodiki SH, Prof. Salladien, serta penguji luar Prof. Dr. Maria SW Sumardjono SH MCL MPA (guru besar hukum pertanahan UGM).
Dalam disertasinya, tentang implementasi kebijakan pertanahan untuk kepentingan umum Jarot memandang dapat dilihat dari sejauh mana pemerintah menjalankan mekanisme ganti rugi. Sedangkan untuk kepentingan komersial, menurut Jarot, harus dilihat dari sejauh mana pemerintah secara konsisten memberikan ijin lokasi bagi pihak swasta yang membutuhkan. Jarot juga memandang definisi "untuk kepentingan umum" perlu diperjelas dan diperketat, agar tidak disalahgunakan. Demikian juga batasan "pengadaan tanah untuk kepentingan komersial", terutama tentang mekanisme dan ketentuan pemberian ijin lokasi bagi pihak swasta.
Mengenai metode pengadaan tanah dalam konteks pembangunan untuk kepentingan umum, menurut Jarot, harus melalui mekanisme musyawarah dan pemberian ganti rugi. Sedangkan untuk kepentingan komersial, harus melalui ijin lokasi yang tegas. Musyawarah yang dilakukan, demikian Jarot, dirasakan tidak adil, baik dilihat dari mekanisme maupun cara pelaksanaannya. Demikian juga dengan pemberian ijin lokasi. "Dikatakan tidak adil, karena pelanggaran terhadap RTRW (rencana tataruang wilayah) tetap terjadi dan pemerintah tidak memberikan sanksi yang tegas", ujarnya. Dia juga mensinyalir banyak kepentingan pribadi yang melanggar hak rakyat umum atas tanah, serta dukungan kapital yang semakin kental dalam setiap pengambilan kebijakan dalam pengadaan tanah. "Ganti rugi harus dilakukan dengan adil, dan mengedepankan kesejahteraan rakyat. Demikian juga dengan pemberian ijin lokasi kepada swasta, harus dilakukan dengan adil tanpa merugikan kepentingan rakyat banyak" tukasnya.

Korupsi Dapat Dicegah dengan Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan

Dikirim oleh prasetya1 pada 03 Juni 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 6507

Prof Dr Anwar Nasution
Prof Dr Anwar Nasution
Krisis ekonomi Indonesia pada 1997 dan lambatnya pemulihannya hingga saat ini, antara lain karena buruknya transparansi dan akuntabilitas keuangan negara. Untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara, pemerintah dalam era reformasi telah melakukan koreksi secara menyeluruh sistem keuangan negara yang dipergunakan pada masa pemerintahan orde baru. Koreksi pertama adalah dengan menyatukan anggaran negara yang mulanya terbagi dalam dua kelompok yaiut anggaran rutin dan anggaran pembangunan. Koreksi kedua adalah semakin meniadakan anggaran non-bujeter. Koreksi ketiga dengan mengintodusir tiga UU di bidang keuangan negara tahun 2003-2004, dan koreksi terakhir adalah dengan mengintrodusir Standar Akuntasi Pemerintahan.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala BPK Prof Dr Anwar Nasution dalam seminar sehari dalam rangka Brawijaya Accounting Fair, yang berlangsung di Widyaloka Universitas Brawijaya, Sabtu 3 Juni 2006. Kegiatan yang dibuka oleh Rektor Prof.Dr.Ir. Bambang Guritno ini diikuti oleh ratusan peserta.