Prasetya Online

>

Berita UB

Dialog Regional Pluralitas Keberagamaan

Dikirim oleh prasetya1 pada 04 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2533

Pluralitas dan Kekerasan dalam Keberagamaan
Pluralitas dan Kekerasan dalam Keberagamaan
Banyaknya kekerasan yang ditimbulkan oleh permasalahan keberagamaan. Kasus Ahmadiyah yang diserang oleh masyarakat di Lombok, kasus sholat dua bahasa yang mengakibatkan dipenjaranya Yusman Roy sebagai motor penggerak, dan masih banyak permasalahan yang lain. Perasaan kebenaran hanya pada apa yang diyakini, sepertinya mengakar dalam otak masyarakat. Dari pemikiran itulah kemudian Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) komisariat Unibraw mengadakan dialog dengan tema ”Pluralitas dan Kekerasan dalam Keberagamaan”. Dialog tersebut  digelar di gedung Alumni Universitas Brawiaya, Sabtu 4/3.
Ketua pelaksana Yogi Eka Khalid mengatakan bahwa orang beragama menganggap kepercayaan yang dianutnya paling benar, sedangkan kepercayaan yang lain salah. ”Padahal kita sebagai manusia tidak dapat mengadili manusia yang lain”, terangnya. Maka tidak jarang perbedaan yang terjadi kemudian banyak menimbulkan banyak konflik, kekacauan dan kekerasan.
Kurniawan Muhammad yang hadir dalam dialog regional tersebut mengatakan bahwa budaya yang ada saat ini adalah budaya lisan dan bukan budaya literar. Sehingga yang terjadi timbul banyak kekerasan di sana-sini.
Dialog ini menghadirkan 4 orang pembicara yaitu Dr. H. Syahid HM (PWNU Jawa Timur), Kurniawan Muhammad SPi (Redaktur Pelaksana Jawa Pos), Kyai Haji Luthfi Bashori (Fatwa MUI Kab Malang) dan Paring Waluyo Utomo (Jaringan Islam Anti Diskriminasi). [vty]

Prof. Sasa Djuarsa: Terapkan Paradigma Baru Pendidikan Komunikasi 

Dikirim oleh prasetya1 pada 04 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 3147

Prof Sasa Djuarsa Sendjaja MA PhD
Prof Sasa Djuarsa Sendjaja MA PhD
Perkembangan kondisi eksternal yang berubah, berimplikasi pada perlunya pembenahan dan penataan kembali pendidikan ilmu komunikasi di negara kita. Kondisi eksternal itu khususnya yang berkaitan dengan bidang ilmu, profesi dan teknologi komunikasi baik dalam lingkup nasional, regional ataupun global, serta era reformasi yang tengah berlangsung di Indonesia. Demikian Prof Sasa Djuarsa Sendjaja MA PhD, guru besar ilmu komunikasi Universitas Indonesia dalam kuliah tamu, Sabtu 4 Maret 2006, di lantai 2 gedung RKB, dalam rangka HUT kedua Program Ilmu Sosial Universitas Brawijaya.
Lebih lanjut Prof Sasa mengungkapkan paradigma baru pendidikan ilmu komunikasi perlu segera diterapkan, dengan merujuk pada pola pengelolaan dan sistem kurikulum pendidikan ilmu komunikasi yang mempunyai ciri-ciri di antaranya memiliki tiga dimensi, meliputi: ilmu, profesi, dan teknologi. Selain itu kurikulum pendidikan yang dirancang harus menunjukkan adanya pemilahan area spesialisasi pendidikan ilmu komunikasi yang bersifat lintas disiplin mayor dan minor. Ciri berikutnya adalah komposisi kurikulum pendidikan ilmu komunikasi seyogyanya bermuatan aspek ’teoritis-metodologis’ dan ’terapan-praktis’ secara proposional sesuai jenjang atau tingkat pendidikan yang diselenggarakan.

Kuliah Tamu PIS 

Dikirim oleh prasetya1 pada 04 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2124

kuliah tamu Perkembangan Dunia Pendidikan dan Komunikasi
kuliah tamu Perkembangan Dunia Pendidikan dan Komunikasi
Berbagai fenomena komunikasi yang terjadi di Indonesia selalu menarik untuk dikupas secara kritis dengan analisa yang tepat. Berangkat dengan tujuan menambah kemampuan dan kapasitas intelektual mahasiswa, Program Ilmu Sosial (PIS) Universitas Brawijaya menyelenggarakan kuliah tamu pada 4 Maret 2006 di gedung RKB. Kuliah tamu PIS merupakan salah satu dari sekian kegiatan yang telah diselenggarakan oleh PIS dalam rangka peringatan HUT kedua PIS Universitas Brawijaya.
Tema kuliah tamu adalah “Perkembangan Dunia Pendidikan dan Komunikasi”. Hadir sebagai pembicara, guru besar ilmu komunikasi Universitas Indonesia, Prof. Dr. Sasa Djuarsa Sendjaja MA, yang juga praktisi pada berbagai lembaga diantaranya Komisi Penyiaran Indonesia serta Lembaga Penelitian dan Pengembangan Komunikasi Massa. Dengan diselenggarakannya kuliah tamu diharapkan agar PIS semakin mengembangkan atmosfir akademik dan memberikan kontribusi yang dapat diandalkan bagi dunia komunikasi di Indonesia. [nik]

Semiloka Akuntansi Instansi Pemerintah 

Dikirim oleh prasetya1 pada 03 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2582

seminar dan lokakarya Akuntasi Instansi Pemerintah
seminar dan lokakarya Akuntasi Instansi Pemerintah
Lakip Universitas Brawijaya memperoleh predikat terbaik tingkat nasional dalam lingkup Depdiknas. Oleh karena itu seyogyanya, pelaporan akuntansi Universitas Brawijaya juga harus terbaik. Demikian ungkap Pembantu Rektor II Prof. Dr. Moch. Munir SH, ketika membuka seminar dan lokakarya Akuntasi Instansi Pemerintah di lantai VIII gedung Rektorat Universitas Brawijaya, Jumat 3 Maret 2006.
Lebih lanjut Munir mengungkapkan, laporan keuangan PT BHMN lebih rumit dibandingkan dengan laporan keuangan badan layanan umum (BLU). Sehubungan dengan keinginan Universitas Brawijaya untuk menjadikan universitas sebagai PT BHMN, maka perlu dipertimbangkan secara seksama keuntung-an dan kerugian yang akan diperoleh apabila Universitas Brawijaya memutuskan untuk beralih ke PT BHMN.
Kegiatan bagi para pejabat, pengambil kebijakan, dan pelaksana bidang keuangan dan pelaporan keuangan di lingkungan Universitas Brawijaya ini diikuti oleh Pembantu Rektor I Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito, para dekan, pembantu dekan II, kabag, dan kasubbag di lingkungan Unibraw. Materi yang disampaikan meliputi Standar Akuntansi Pemerintahan oleh Sugianto, dan Badan Layanan Umum oleh Edward P Nainggolan dari Dewan Komite Standar Akuntansi Pemerintahan IAI. Selain itu juga diberikan materi praktek meliputi Siklus Akuntansi Keuangan, Mekanisme Pelaporan Keuangan Instansi Pemerintah-Sistem Akuntansi Instansi (SAI), dan Aplikasi SAI untuk universitas, yang diberikan oleh tim Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya. Praktek kegiatan akuntansi akan diselenggarakan di gedung PPA lantai dua Fakultas Ekonomi pada 4 Maret 2006, dan khusus diikuti oleh pelaksana bidang keuangan, baik kabag dan kasubbag.

Kharisma XI Music Festival 

Dikirim oleh prasetya1 pada 02 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1847

Sasana Samanta Krida, Kamis (2/03), meriah dengan suara tetabuhan instrumen alat musik yang harmonis. Ada 10 band fakultas dan program studi yang ikut meramaikan pagelaran yang diberi nama "Kharisma XI Brawijaya Music Festival" yang diadakan oleh Unit Aktivitas Band Unibraw atau Homeband Brawijaya. ”Setiap fakultas diwajibkan mengeluarkan satu band untuk mengikuti festival ini", jelas Citra Pratiwi, ketua pelaksana acara ini.
Acara tahunan yang diadakan oleh homeband Unibraw ini, menurut Citra, merupakan acara tahunan untuk memperingati dies natalis Unibraw. Ia juga mengatakan bahwa acara ini dimaksudkan untuk mewadahi kegiatan band fakultas.
Kesepuluh band tersebut akan diambil 3 juara dan the best untuk pemain gitar, keyboard, bass, drum, vokal dan supporter. Menurut Fariz, ketua umum Homeband Brawijaya, penilaian untuk juara 1, 2 dan 3 ini berdasarkan dari kekompakan, harmonisasi, aksi panggung, skill, aransemen, penjiwaan dan improvisasi. Sedangkan the best  penilaiannya berdasarkan penguasaan instrumen, aksi panggung, harmonisasi dan improvisasi. Jurinya sendiri berasal dari senior homeband sendiri yaitu Dicky, Fajar dan Mukhtar.
Berdasarkan ketentuan tersebut diperoleh pemenang untuk juara 1, Fakultas Teknologi Pertanian, juara 2 Fakultas Peternakan dan juara 3 Program Bahasa dan Sastra (Program Bastra). Sedangkan untuk the best pemain gitar Fakultas Peternakan, bass Program Bastra, drum Fakultas Teknologi Pertanian, keyboard program Bastra dan vokal Fakultas Teknologi Pertanian. ”Fakultas Teknologi Pertanian banyak mendapat juara ya karena memang dia mainnya bagus dan kompak", jelas Fariz.
Floppy Band nama band Fakultas Teknologi Pertanian ini tidak hanya menang di sisi permainan saja. Ia bahkan memenangkan best supporter. Bagaimana tidak, saat band FTP ini main mahasiswa FTP hampir memenuhi gedung. ”Mungkin ini juga yang mereka membikin main lebih enak,” ujar cowok asal Magelang ini. [vty]