Prasetya Online

>

Berita UB

Malam Kesenian Dies Natalis 

Dikirim oleh prasetya1 pada 05 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2120

acara malam kesenian
acara malam kesenian
Sebagai puncak kegiatan peringatan Dies Natalis ke-43 Universitas Brawijaya, Minggu 5 Maret, digelar acara malam kesenian. Acara malam kesenian ini diisi dengan penampilan tari-tarian Gema Nusanatra, salsa dance, pertunjukan musik Liquo's Band dan Rollas Band, yang juga dimeriahkan dengan kehadiran Mak Bongky dari Surabaya.
Acara peringatan dies natalis ini sudah berlangsung sejak November tahun lalu, meliputi kegiatan dari berbagai bidang. Mulai kegiatan upacara bendera, rapat senat terbuka, kegiatan ilmiah (diskusi, workshop, seminar), pameran, kegiatan pengabdian kepada masyarakat, lomba dan pertandingan olahraga, kesenian, keagamaan, kebersihan lingkungan, sarasehan dan temu alumni.
Tema dies natalis kali ini adalah "Peningkatan Budaya Akademik dan Kerjasama Menuju Otonomi Perguruan Tinggi yang Dinamis, Berdaya Saing Tinggi, dan Mampu Melewati Batas Nasional". Panitia diketuai oleh Dekan Fakultas Hukum Warkum Sumitro SH MH. [Far]

Lokakarya Pengelolaan Sampah Terpadu 

Dikirim oleh prasetya1 pada 04 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 3331

Lokakarya Pengelolaan Sampah secara Terpadu
Lokakarya Pengelolaan Sampah secara Terpadu
Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Lembaga Penelitian Universitas Brawijaya bekerja sama dengan Kementerian Negara Lingkungan Hidup dan Perum Jasa Tirta II, Sabtu (4/3), menyelenggarakan Lokakarya Pengelolaan Sampah secara Terpadu.
Berlangsung di lantai tiga gedung lembaga, kegiatan yang dibuka oleh Ketua Lemlit Prof. Dr. Ir. Syamsulbahri MS ini diikuti oleh puluhan peserta dari PTN PTS di Jawa Timur perguruan tinggi yaitu Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Surabaya, UPN Veteran Surabaya, Universitas Islam Malang, UMM, Untag Banyuwangi, Universitas Tribuana Malang,  Universitas Wisnuwardhana Malang, ITN, serta dari Dinas Kebersihan Pemerintah Kota Batu dan Sidoarjo.
Tampil sebagai pembicara kunci Ir. Satriyo Wiweko MT dari LSM lingkungan hidup “Sahabat Lingkungan”, dan Prof Dr Ir Wani Hadi Utomo dari Universitas Brawijaya. Lokakarya sehari ini juga menghadirkan pemateri yang sangat kompeten di bidangnya yaitu dari Universitas Brawijaya meliputi Dra Sri Mulyaningsih MSi, Dr Ir Budi Prasetyo MS, Kurniawan Puji Wicaksono SP MP, tim dari UPN Veteran Surabaya yang diketuai oleh Ir Hadi Suhardjono MTP, Winarsih dari Universitas Negeri Surabaya, serta Agus Sugianto dan Ir. Liliek Rahardjo dari Universitas Islam Malang.

Tawaran Dua Bulan ke Jepang: Field Study Cultural Exchange Program

Dikirim oleh prasetya1 pada 04 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1744

Selaku alumni IATSS Forum, Prof. Dr. Soekartawi, guru besar Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, diminta mempublikasikan tawaran undangan bagi dosen, karyawan, dan alumni Universitas Brawijaya untuk mengikuti  "Field Study Cultural Exchange Program" selama hampir dua bulan di Jepang untuk periode April-Juni 2007 dan September-November 2007.
IATSS Forum adalah lembaga swasta (semacam NGO) yang mengatur dan menyelenggarakan kegiatan seminar, visit study, tour dan semacamnya (bagi orang Indonesia) di Jepang. Kegiatan utamanya berada di Suzuka, Propinsi Mie (Mie Prefecture). Namun ada pula program yang diselenggarakan di luar Suzuka, seperti pergi ke Nagoya, Tokyo, dan sebagainya. Semua biaya ditanggung IATSS Forum, yang dananya disiapkan oleh Yayasan Perusahaan Mobil Honda, Jepang. Biaya yang ditanggung sponsor adalah tiket pesawat Jakarta-Jepang pp, serta akomodasi/penginapan dan honorarium selama di Jepang. Pada tahap seleksi final di Jakarta, biaya pergi-pulang dari tempat asal ke Jakarta ditanggung sendiri oleh calon peserta ybs.
Persyaratan bagi calon peserta adalah warga negara Indonesia (pria atau wanita), sarjana (S1) dengan pengalaman bekerja selama 2 tahun, usia kurang dari 35 tahun pada 30 April 2006, berbadan sehat dan siap mengikuti program hingga selesai. Di samping itu, calon juga diminta bisa berbahasa Inggris (tidak ditentukan sampai standar berapa), bisa bekerja sama baik dengan temannya yang lain maupun dengan panitia, serta tidak diijinkan membawa keluarga selama di Jepang.
Program untuk tahun 2007 bertema ‘Thinking and Learning Together in Japan’. Penutupan pendaftaran adalah 30 April 2006. Formulir pendaftaran dan informasi lebih rinci dapat di download di http://www.iatssforum.jp. Informasi lebih lanjut juga bisa diminta melalui Prof Soekartawi dengan alamat email soekartawi@yahoo.com. [skw]

Diskusi Publik RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi 

Dikirim oleh prasetya1 pada 04 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2642

diskusi publik RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi
diskusi publik RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi
RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi, saat ini ramai diperbincangkan. Khalayak, terjebak dalam kontroversi, antara yang mendukung dan yang menentang. Merespon hal tersebut, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), salah satu gerakan ekstra kampus, menyelenggarakan diskusi publik RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi tersebut di gedung RKB Universitas Brawijaya, Sabtu (4/3). Hadir sebagai pemateri dalam kesempatan ini adalah Nurul Arba’ati (anggota DPRD Malang) dan Asan Aji (Ketua PWI Malang).
Sebagai logika sebab-akibat, serangkaian tindakan pornoaksi dan pornografi pada saat ini salah satunya berimplikasi pada dekadensi moral anak bangsa, di samping melunturkan jati diri, serta nilai-nilai luhur bangsa Indonesia sebagai bagian dari kultur ”ketimuran”. Secara ideologis, masyarakat Indonesia Muslim sebagai masyarakat mayoritas di negeri ini, memaknai RUU APP tersebut sejalan dengan nilai luhur Islam yang mengangkat martabat manusia, khususnya perempuan yang dalam konteks pornoaksi dan pornografi sering dijadikan sebagai obyek. Di sisi lain, penolakan seperti yang terjadi di Batam, Bali dan Papua, menurut Asan Aji, patut untuk diakomodir pula. ”Bali memiliki karakteristik sebagai daerah pariwisata, bukan hanya domestik tetapi juga mancanegara. Sementara Papua memiliki pakaian adat yang sangat sederhana. Demikian pula Batam  dengan penduduk pekerja yang sarat dengan hiburan memiliki argumentasi masing-masing dalam menolak RUU APP tersebut”, ungkap Aji. Menganalisis hal ini, Aji, yang juga wartawan Republika, mempertegas berbagai fragmentasi yang ada di Indonesia yang memang sarat dengan keragaman suku, agama, serta budaya. Sebagai solusi dari berbagai kontroversi tersebut, Aji menawarkan alternatif untuk mempersempit RUU APP dengan hanya mengikat bagi WNI yang ada di Indonesia, artinya dengan mengakomodir budaya barat, untuk orang barat an sich yang sedang tinggal di Indonesia.
Sementara itu Nurul Arba’ati, dari fraksi PKS DPRD Malang, lebih menekankan bahwa pelarangan aksi pornografi dan pornoaksi bukan membawa label Islam semata, tetapi sarat dengan berbagai nilai yang sangat universal. ”Perjuangan untuk menegakkan RUU anti pornografi dan pornoaksi ini tentu akan sangat berat, terutama jika berhadapan dengan hal-hal yang bersifat pragmatis seperti, kepentingan bisnis, ’pendewaan’ terhadap nilai-nilai seni sekuler, serta aktivitas pornografi dan pornoaksi yang telah menjadi profesi”, ungkap alumni Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya ini. ”Tentu, mereka akan melakukan segala daya upaya agar RUU APP ini gagal untuk diundangkan”, tambah Nurul. [nok]

Diskusi Publik Sistem Kerja 

Dikirim oleh prasetya1 pada 04 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2049

Efektivitas Sistem Kerja Kontrak Kerja dalam Aplikasinya
Efektivitas Sistem Kerja Kontrak Kerja dalam Aplikasinya
Dunia ketenagakerjaan menghadapi beberapa permasalahan yang perlu untuk ditangani. Hubungan kerja yang  berlaku ada 2, yaitu perjanjian hubungan kerja pada waktu tertentu dan waktu tidak tertentu. Dalam melakukan hubungan kerja ada ketentuan yang mengaturnya lebih lanjut. Di Indonesia pelaksanaan hubungan kerja banyak terdapat masalah. Hubungan kerja dalam waktu tidak tertentu biasa disebut dengan sistem kerja kontrak.
Permasalahan tersebut dibahas dalam diskusi panel tingkat regional yang bertajuk ”Efektivitas Sistem Kerja Kontrak Kerja dalam Aplikasinya” di Gedung A Fakultas Ekonomi Unibraw, Sabtu 4/3. Diskusi yang diadakan oleh Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi Unibraw menghadirkan pembicara Rendra Kresna (Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia), Samuel Molindo SH (Apindo), Sapto Wibowo SH MHum (Dinas Ketenagakerjaan Kodya Malang) dan Ummu Hilmy SH MS (dosen Fakultas Hukum Unibraw).
Perjanjian kerja
UU no 13 tahun 2003 yang mengatur tentang ketenagakerjaan pada pasal 59 menyebutkan bahwa perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) hanya bisa digunakan untuk pekerjaan yang selesai pada waktu tertentu atau sementara. Pekerjaan yang dikerjakan paling lama selama 3 tahun. PKWT hanya digunakan pada produk baru atau pekerjaan yang musiman. Sapto Wibowo menjelaskan bahwa masa kontrak yang berlaku sebenarnya hanya dapat dilaksanakan selama 2 tahun dan dapat diperpanjang selama 1 tahun sebanyak 1 kali.
Ummu Hilmy juga menambahkan bahwa perjanjian kerja dapat dibuat secara lisan atau tertulis. ”Kalau yang tertulis, biaya ditanggung oleh majikan”, jelas dosen hukum perburuhan ini. Perjanjian yang dibuat harus memenuhi beberapa syarat yang dibuat berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.