Prasetya Online

>

Berita UB

Ujian Disertasi Ir. Machfud Effendy SU

Dikirim oleh prasetya1 pada 17 Januari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2796

Upaya memanfaatkan potensi alami yang bisa memberikan kontribusi untuk memperbaiki pertumbuhan tanaman dan penyerapan unsur hara P dari tanah-tanah berpotensi menjerap P tinggi, mendorong Ir. Machfud Effendy SU melakukan penelitian disertasi. Salah satu potensi alami yang dimanfaatkan adalah Cendawan Mikorhiza Arbuskular (CMA) yang hidupnya berasosiasi dengan akar tanaman, terdapat pada hampir semua tanah, dan dapat diisolasi serta diperbanyak untuk digunakan sebagai pupuk biologi. CMA sangat potensial dalam menyerap unsur hara P dari sumber P tanah yang tidak segera tersedia.
Dalam ujian terbuka yang berlangsung di Pascasarjana Universitas Brawijaya, Senin 17/1, Ir. Machfud Effendy SU mempertahankan disertasi berjudul "Kontribusi Cendawan Mkorhiza Arbuskular dalam Peningkatan Penyerapan Fosfor pada Tanah Berpotensi Menjerap Fosfor Tinggi". Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua contoh tanah dari 11 lokasi mempunyai potensi tinggi dalam menjerap P, lebih dari 95 %. Aplikasi pupuk P meningkatkan ketersediaan P tanah tetapi sebagian besar pupuk yang ditambahkan segera dijerap setelah 2-4 minggu. Cendawan MA indigenus yang dijumpai dalam tanah yang diteliti adalah genus Gigasspora spp., Scutellospora spp., Acaulospora spp., dan Glomus spp. merupakan CMA paling dominan. Selain itu, Acaulospora tuberculata  adalah spesies CMA yang efektif memperbaiki pertumbuhan tanaman bawang prei. Cendawan tersebut juga lebih efisien dalam serapan P dibanding dengan spesies CMA lainnya. Aplikasi A. tuberculata yang mengandung 10-15 spora per 500 gram tanah memberikan hasil tanaman yang tinggi. Aplikasi pupuk P dengan dosis berkisar antara 30 dan 60 kg per Ha juga meningkatkan hasil tanaman. Inokulasi 5 spora per 500 gram tanah menghasilkan 78 % akar diinfeksi CMA. Populasi spora CMA dan ketersediaan P meningkat oleh inokulasi spora CMA.

Presentasi Beasiswa StuNed

Dikirim oleh prasetya1 pada 17 Januari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 3134

Pemerintah Belanda melalui Netherlands Education Centre (NEC) menawarkan beasiswa kepada warganegara Indonesia yang sedang bekerja dan telah lulus S1. Program beasiswa yang dikenal dengan Studeren in Nederland (StuNed) atau studi di Belanda ini bertujuan membantu pembangunan Indonesia melalui peningkatan sumber daya manusia, diutamakan bagi mereka yang sudah bekerja sebagai staf pemerintah, staf pengajar perguruan tinggi, staf LSM, dan wartawan.
Bekerjasama dengan Universitas Brawijaya, Senin 17/1 di gedung PPI Unibraw, StuNed mengadakan presentasi tentang program beasiswa StuNed. Program yang ditawarkan meliputi master course, short course atau tailor made programme. Beasiswa tersebut meliputi uang kuliah, biaya hidup, premi asuransi, biaya perjalanan internasional, biaya transportasi selama di Belanda yang berkaitan dengan keperluan studi, bantuan biaya yang berkaitan dengan keperluan studi seperti buku-buku dan biaya pengiriman, serta penggantian biaya pengurusan izin tinggal.
Persyaratan yang ditetapkan, antara lain IPK minimal 2,75, telah bekerja minimal 2 tahun, lancar berbahasa Inggris, usia maksimum pria 40 tahun, wanita 45 tahun. Program ini difokuskan pada peningkatan sektor-sektor yang memiliki keterkaitan dengan pembangunan, seperti pendidikan, pengelolaan air, sanitasi dan lingkungan, pembangunan berbasis masyarakat, pengembangan institusi, pemerintahan yang bersih dan hak-hak asasi manusia, gender, HIV/AIDS, kesehatan reproduksi, dan kebudayaan (memperkokoh jatidiri budaya). Informasi lengkap mengenai beasiswa ini dapat dilihat pada website NEC (www.nec.or.id) atau menghubungi Koordinator Kerjasama Luar Negeri Unibraw di gedung Rektorat lantai VI. [li]

Pameran Prestasi Mahasiswa 2005 dan Dialog Interaktif Ilmiah

Dikirim oleh prasetya1 pada 17 Januari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 3019

Panitia Dies Natalis bidang ilmiah menyelenggarakan Pameran Prestasi Mahasiswa 2005 dan Dialog Interaktif Ilmiah. Pameran berlangsung 17-20 Januari 2005 di lantai dasar Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya. Pameran ini diharapkan sebagai ajang seleksi calon finalis yang akan diikutsertakan pada kegiatan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) XVIII tahun 2005 di Universitas Andalas.
Bersamaan dengan pameran tersebut, seluruh fakultas yang ada akan membuka diri mengadakan open house untuk kunjungan para siswa SLTA se Jawa Timur. Diharapkan dengan acara ini para siswa SLTA dapat mengenal lebih jauh program-program studi yang ditawarkan Unibraw, di samping menggugah minat mereka untuk melanjutkan studi ke Universitas Brawijaya.
Sementara itu, dialog interaktif antar sivitas akademika dimaksudkan untuk memberikan masukan bagi pengembangan Universitas Brawijaya, dan diselenggarakan pada tanggal 12, 14 dan 15 Februari 2005. Tiga tema berbeda dibahas dalam dialog itu. "Bagaimana Arah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Brawijaya Menyongsong BHMN?" dengan moderator Dr. Ir. M. Sasmito Djati MS; "Bagaimana Karakteristik Sarjana yang Ingin Dihasilkan oleh Universitas Brawijaya dan Sistem Pendidikan yang Diterapkan dalam Era Global?" dengan moderator Prof. Dr. Ir. Hendrawan Sutanto MRurSc; dan "Bagaimana Meningkatkan Eksistensi dan Peran Alumni Universitas Brawijaya dalam Era Global?" dengan moderator Prof. Dr. Ir. Syamsulbahri MS. [li]

Jalan Sehat Dies Natalis

Dikirim oleh prasetya1 pada 16 Januari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 3513

Seperti tahun-tahun sebelumnya, acara Jalan Sehat dalam rangka dies natalis Universitas Brawijaya adalah salah satu kegiatan yang sangat dinantikan oleh sivitas akademika dan masyarakat sekitar kampus. Untuk dies natalis ke-42 ini, acara diselenggarakan pada hari Minggu (16/1) mulai pukul 05.30 WIB dan diikuti oleh segenap unsur sivitas akademika, para alumni, Klub Jantung Sehat Unibraw, Paguyuban Pensiunan, serta wakil dari siswa-siswa SMA se-Malang.
Dengan start dan finish di depan Gedung Rektorat Universitas Brawijaya, acara ini mengambil rute Kantor Pusat - Jalan Veteran - Jalan Bandung - Jalan Ijen - Jalan Jakarta - Jalan Surabaya - Kampus UM (Jalan Gombong) Jalan Veteran Kantor Pusat.
Sebelum dilepas oleh Rektor, acara Jalan Sehat ini diawali dengan senam poco-poco dan fly-pass pesawat ringan membawa banner Dies Natalis Unibraw dan menyebarkan pamflet-pamflet. Panitia menyediakan makan pagi gratis bagi seluruh peserta Jalan Sehat, dengan menukarkan kupon masing-masing di 16 stan yang tersedia di seputar lapangan Kantor Pusat.
Panitia Dies Natalis telah menyediakan hadiah-hadiah menarik, seperti tabungan BRI, televisi, kulkas, radio tape karaoke, sepeda gunung dan ratusan hadiah hiburan lainnya. Selain itu juga akan diperebutkan hadiah utama berupa sepeda motor Kymco Cevira (4 tak 110 cc) dan dimeriahkan oleh pertunjukan musik dan penyanyi dangdut terkenal di kota Malang.[li]

Soal Rencana Perubahan Status Unibraw, Rektor Tepis Ada Privatisasi

Dikirim oleh prasetya1 pada 16 Januari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 3013

Rektor Unibraw Prof Dr Ir Bambang Guritno menepis anggapan perubahan Unibraw menjadi PT BHMN (Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara) akan memunculkan komersialisasi dan privatisasi pendidikan. Sikap Bambang itu terkait maraknya protes dan anggapan berbagai kalangan soal rencana perubahan status tersebut.
Bambang mengungkapkan hal itu dalam sambutan pada acara Temu Alumni dalam rangka Dies Natalies Unibraw ke-42 di Gedung Widyaloka kampus setempat kemarin. Menurut Bambang, anggapan adanya privatisasi dan komersialisasi pendidikan setelah berubah status sangat berlebihan. Sebab, sebenarnya pemerintah masih memiliki komitmen untuk tetap memikirkan dunia pendidikan tinggi. "Pasca alih status PTN menjadi PT BHMN nanti, pemerintah masih akan memberikan subsidi pada PTN," tegasnya.
Memang, sambung Bambang, subsidi finansial yang akan diberikan pemerintah tidak seperti dulu. Tapi subsidi itu akan diberikan melalui mekanisme block grand. Yakni, pemberian subsidi dengan nominal tertentu dikalikan jumlah kelulusan PTN bersangkutan. Bukan subsidi secara langsung.
"Saat ini, perkembangan kualitas perguruan tinggi di Indonesia sangat lambat. Itu berimbas pada kualitas sember daya manusia (SDM). Harapannya, dengan pemberian otonomi seluas-luasnya kepada PTN dalam mengelola dirinya sendiri, akan terjadi percepatan kualitas pendidikan tinggi. Tentu saja dengan batasan-batasan tertentu yang harus dipatuhi," tambahnya.
Sebelum adanya otonomi, lanjut Bambang, semua pengaturan yang terkait dengan manajemen perguruan tinggi selalu terpusat di Jakarta sehingga menyulitkan PTN. Sentralisasi itu terjadi pada semua bidang, mulai soal keuangan sampai kewenangan mengangkat dan memberhentikan pegawai. Dia lantas mencontohkan, pernah ada seorang dosen yang semestinya diberhentikan karena tidak mau kembali dari perguruan tinggi. "Namun karena prosedurnya sangat panjang, dia baru bisa diberhentikan empat tahun setelahnya," katanya disambut tawa peserta diskusi.