Prasetya Online

>

Berita UB

Peresmian Galeri Anatomi FK Unibraw 

Dikirim oleh prasetya1 pada 07 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2932

Anatomi Makroskopik
Anatomi Makroskopik
Berangkat dengan tujuan menyediakan sarana belajar Anatomi Makroskopik, serta tuntutan berkembangnya ilmu kedokteran, mahasiswa dan praktisi kedokteran untuk memperkuat basic science yang menunjang kompetensi dokter dari aspek anatomi, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya membangun sebuah galeri anatomi. Peresmian galeri dilakukan oleh Rektor Universitas Brawijaya Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita. Turut hadir dalam acara peresmian Pembantu Rektor I Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito, Dekan Fakultas Kedokteran dr. Harijanto MSPH, Dekan Fakultas Perikanan Dr. Ir. Sukoso, Dekan FMIPA Ir. Adam Wiryawan MS, kepala RSSA dr. Pawik Supriyadi, dan utusan sekolah menengah atas serta Poltekkes.
Galeri ini menghabiskan dana sebesar Rp 300 juta yang diperoleh dari program hibah kompetensi SP4 tahun anggaran 2005 dan bantuan fakultas.
Menurut dr. Subandi MKes DAHK, koordinator kegiatan SP4 dan program pembelajaran anatomi dengan model demonstrasi, alokasi dana diperuntukkan bagi renovasi bak penyimpanan cadaver,  penyempurnaan cold storage serta pembelian sejumlah textbook anatomi. Galeri ini memperagakan kurang lebih 80 model preparat tubuh manusia yang diawetkan dengan formalin. Model yang dipamerkan meliputi preparat embriologi, muskuloskeletal, sistem saraf, kardiovaskular, respirasi dan organ dalam. Lebih lanjut diungkapkan Subandi bahwa sebelum proses pembangunan terlebih dahulu dilakukan studi banding ke museum anatomi di Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Atmajaya Jakarta, dan Universitas Bonn di Jerman. ”Museum ini cukup lengkap bila dibandingkan dengan museum anatomi lain di Indonesia,” tambahnya.

Simulasi Pengukuran Kualitas Air di Faperik 

Dikirim oleh prasetya1 pada 07 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 10106

simulasi pengukuran kualitas air
simulasi pengukuran kualitas air
Himpunan Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan, Selasa (7/3), menyelenggarakan simulasi pengukuran kualitas air, di Laboratorium Ilmu-IImu Perikanan Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 50 orang peserta siswa-siswi SMA se-Kota Malang, serta beberapa mahasiswa Fakultas Perikanan.
Dalam simulasi itu, peserta diberi kesempatan untuk mengukur beberapa parameter kualitas air, seperti pH, suhu, total bahan organik, serta oksigen terlarut, menggunakan sampel air dari DAS Brantas. “Kegiatan ini melibatkan pelajar dan mahasiswa guna mengetahui kualitas air yang ada di sekitar mereka”, ungkap ketua pelaksana, Yudi (mahasiswa MSP angkatan 2004).
Secara teknis, simulasi tersebut dilaksanakan secara kimiawi. Disampaikan oleh Rendi (mahasiswa MSP angkatan 2003), untuk pengukuran pH menggunakan kertas lakmus merah, pengukuran suhu menggunakan termometer, dan pengukuran DO mengunakan NaOH, KI, dll. Ada 4 kualifikasi air, yaitu A, B, C dan D. Kualifikasi A untuk kualitas air mineral, B untuk air sungai, serta C, dan D untuk air yang telah terkontaminasi limbah. Indikasi utama yang digunakan dalam simulasi tersebut adalah zoobentos, semacam organisme yang menetap di substrat yang memiliki toleransi sempit terhadap keempat variabel itu. [nok]

Harry Moekti: Islam Sangat menjunjung Hak Asasi 

Dikirim oleh prasetya1 pada 06 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 5636

Harry Moekti
Harry Moekti
Forum Kajian Islam Mahasiswa Mesin (FKIMM) Universitas Brawijaya bekerjasama dengan Formita, Senin (6/3), menggelar kajian bertajuk “Mengembalikan Identitas Remaja Muslim pada Trend Spiritual Produktif”. Kajian spiritual ini yang berlangsung di Balai Senat gedung PPI Unibraw ini, mengundang ulama mantan rocker, Harry Moekti sebagai pembicara. Dalam kesempatan tersebut, Harry Moekti hadir didampingi istrinya, Siti Nurjannah, yang santri alumni Darul Ulum Bogor.
Mengawali kajiannya, Harry Moekti sangat menyayangkan kondisi degradasi umat pada saat ini, khususnya kaum muda yang cenderung hedonis dan mengukur segala sesuatu dengan materi. “Remaja sekarang lebih suka membeda-bedakan orang melalui gaya, mode pakaian, kecantikan bahkan kekayaaan, ungkap Harry yang juga pengurus ICMI.
Lebih lanjut disampaikan bahwa kondisi degradatif pada saat ini disebabkan oleh beberapa hal, seperti lingkungan permisif yang tidak kondusif. “Pemuda yang masih labil karakternya, tentu merasa galau. Pada satu sisi, ajaran agama mengajarkan larangan berzina dan mereka berusaha untuk mematuhi hal tersebut, tetapi di sisi lain, pornografi dan pornoaksi ditayangkan di media tanpa sensor sedikitpun. Akibatnya, mereka pun melampiaskan keingintahuannya dengan melakukan perbuatan seksual bersama pacarnya, yang kemudian direkam dan disebarkan secara gratis”, ungkap pria kelahiran Cimahi ini.
Selain itu, ditambahkan pula bahwa kekuatan ajaran Islam yang tidak mungkin diubah, menjadikan para “musuh Islam” memutar otaknya dengan merusak kaum muslimin muda khususnya, untuk mendekonstruksi pemikiran mereka. “Sebut saja melalui pemikiran sekuler yang memisahkan agama dengan kehidupan, hak asasi manusia, kebebasan berpendapat, serta kebebasan berkepemilikan”, bebernya. Mengenai HAM, Harry mengatakan: "Jika selama ini Islam dituduh sebagai agama yang tidak menghormati HAM, maka persepsi tersebut harus direvisi. Justru, di Islam, hak asasi sangat dijunjung tinggi. Islam menjaga kehormatan dengan pelarangan berzina dan anjuran untuk menikah, Islam menghormati hak kepemilikan dengan hukum qishash, dll”, ungkap aktivis Hizbut Tahrir ini. “Ambil contoh saja Afghanistan. Ketika negara ini menerapkan hukum Islam di bawah pimpinan Thaliban, kejahatan selama rezim tersebut terhitung hanya terjadi sekitar tiga kali. Bandingkan dengan kepemimpinan yang sekarang, pemerintahan baru berjalan satu bulan, kejahatan telah terjadi beratus-ratus kali”, ungkap Harry.
Mengakhiri kajiannya, Harry Moekti menawarkan solusi terhadap berbagai benang kusut yang terjadi saat ini melalui dua hal yaitu dengan kajian Islam yang intensif serta transformasi dari Islam identitas menuju Islam kaffah yang produktif. [nok]

Turnamen Basket Antar Fakultas 

Dikirim oleh prasetya1 pada 06 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 3385

Turnamen Basket Antar Fakultas
Turnamen Basket Antar Fakultas
Teriakan para suporter membahana di lapangan basket Unibraw, Selasa 7/3. Ada 10 tim putra dan 8 tim putri turut ambil bagian dalam Turnamen Basket Antar Fakultas (TBF) yang diadakan oleh Unit Aktivitas Bola Basket Unibraw. Turnamen ini berlangsung selama 2 pekan, mulai 6/3 sampai 14/3. Rohani Eka Dewayani, panitia turnamen, menjelaskan tujuan kegiatan untuk mempererat hubungan mahasiswa antarfakultas.
Kesepuluh tim basket putra adalah FIA, FTP, FT, FK, FE, FH, FMIPA, FPt, FPi, serta Program Bahasa dan Sastra yang bergabung dengan Program Ilmu Sosial (Bastra dan PIS). Sedangkan 8 tim putri masing-masing adalah FP, FIA, FTP, FT, FK, FE, FH dan FPi
"Turnamen rutin yang diadakan setiap tahun ini memperebutkan Piala Rektor dan hadiah uang tunai, yaitu bagi juara 1, 2 dan 3” kata Ani panggilan akrab Rohani,.mahasiswi FIA angkatan 2002. Babak final akan berlangsung pekan depan, Selasa, 14/3. [vty]

Dosen FMIPA Terpilih Ikut Training Bioinformatics & DNA Data

Dikirim oleh prasetya1 pada 06 Maret 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2196

Dr. Ir Estri Laras Arumingtyas MScSt
Dr. Ir Estri Laras Arumingtyas MScSt
Dr. Ir Estri Laras Arumingtyas MScSt, dosen biologi FMIPA Unibraw, terpilih untuk mengikuti Bioinformatics and DNA Data Bank of Japan (DDBJ) Training Course Research Center for Biology. Training ini diselenggarakan oleh LIPI bekerja sama dengan DNA Data Bank of Japan (DDBJ) National Institute of Genetics Japan, 6-8- Maret-2006 di Jakarta. Dr. Estri Laras, adalah satu dari dua puluh peserta Indonesia, yang terpilih dari ratusan pelamar, karena konsistensinya bekerja di bidang plant genetics dan plant bioinformatics. DDBJ adalah salah satu pusat GenBank selain NCBI (USA) dan ESMBL (Eropa). Program ini merupakan salah satu program education-training dari GenBank.
Dr Ir Estri Laras Arumingtyas MScSt adalah insinyur pertanian dari Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (1987), sementara gelar master dalam ilmu tanaman diperoleh dari Faculty of Science University of Tasmania, Australia (1992) dan doktor ilmu pertanian dari Unibraw (2006). Beberapa pendidikan tambahan juga dilakukan oleh perempuan kelahiran Trenggalek 42 tahun silam, di antaranya adalah Basic Science Bridging Program, ITB-IDP Australia (1989), dan Short Course on Using PCR di Tohoku University Sendai Jepang (2003). Dr. Estri Laras mengabdikan diri sebagai dosen pada Jurusan Biologi FMIPA Unibraw sejak 1988. [FF]