Prasetya Online

>

Berita UB

Balon Berhadiah Dies Natalis Ditemukan

Dikirim oleh prasetya1 pada 06 Januari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 5810

Mat Sukri penemu balon berhadiah
Mat Sukri penemu balon berhadiah
Balon berhadiah yang diterbangkan pada Rabu (5/1) dalam rangka peringatan Dies Natalis Universitas Brawijaya ke-42, akhirnya ditemukan. Penemunya adalah Mat Sukri (39 tahun) warga Gedangan Kulon, Desa Gedangan, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Ayah dua orang putri yang sehari-hari bertani dengan kerja sambilan sebagai penarik ojek ini menemukan balon tersebut di areal persawahan pada hari balon diterbangkan. Disaksikan oleh Seksi Upacara Panitia Dies Drs. Umar Usman,.Mat Sukri mendapatkan hadiah berupa uang tunai sebesar Rp 1 juta yang diberikan langsung oleh Bendahara Panitia Dies Natalis/Kabag Keuangan Imam Syafi'e SE MM. Suami seorang mantan TKW Hongkong ini mengatakan uang itu akan dimanfaatkan untuk biaya sekolah anaknya yang saat ini masih duduk di kelas II SDN Gedangan. [li]

Masa Depan Unibraw Ditentukan oleh Orang Muda Di Bawah 35 Tahun

Dikirim oleh prasetya1 pada 05 Januari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 6045

Universitas Brawijaya (Unibraw) hari ini (5/1) memperingati hari jadi yang ke-42. Di dalam pidato pada upacara bendera di lapangan Kantor Pusat Unibraw Rabu 5/1, Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno mengatakan: "Ibarat seorang manusia, pada umur 40 tahunan adalah sosok seseorang yang memiliki idealisme tinggi dan menapak puncak prestasi". Sepuluh-lima belas tahun mendatang, menurut Rektor, keberadaan Universitas Brawijaya sangat ditentukan oleh orang-orang yang saat ini usianya di bawah 35 tahun".
Kebijaksanaan Rektor, selama dua tahun terakhir ini tidak akan merekomendasikan dosen yang usianya di bawah 35 tahun untuk studi lanjut di dalam negeri. Para dosen tersebut wajib untuk studi lanjut di luar negeri.

Prestasi yang dicapai
Pada kesempatan itu, Rektor menyebut beberapa prestasi menonjol yang dicapai selama setahun silam. Dikatakannya, berbagai hasil yang menggembirakan di tahun 2004 berkaitan dengan pengembangan budaya akademik telah diraih dan ditunjukkan oleh mahasiswa-mahasiswa Universitas Brawijaya. Prestasi tersebut antara lain, menjadi juara kedua pada Pimnas XI di Bandung, juara umum Lomba Karya Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), terpilihnya salah seorang mahasiswa FTP sebagai Vice President IAAS (International Association of Students ini Agricultural dan Related Student Sciences) di Brusell Belgia dan berbagai nomor juara pada berbagai lomba ilmiah yang dilakukan oleh berbagai lembaga profesi. Di tingkat dosen, Prof. Dr. Liliek Sulistyowati dari Fakultas Pertanian berhasil meraih Riset Unggulan Terpadu Internasional (RUTI), dan masih banyak para dosen yang dapat memenangkan dana-dana penelitian kompetisi di tingkat nasional baik yang diselenggarakan oleh DIKTI, Menristek, LIPI dan departemen-departemen yang ada di Indonesia.

Kejari Bakal Periksa LPM Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 05 Januari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 5091

Tim korupsi Kejari Kabupaten Malang mulai bergerak selangkah lagi memanggil pejabat di luar Dinas Perkebunan dan Pertanian (DPP) Pemkab Malang. Pihak eksternal tersebut berasal dari LPM Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang.
"Pemanggilan pihak luar itu dilakukan karena LPM Unibraw masuk sebagai konsultan proyek," ujar Kajari Eli Shahputra kemarin.
Seperti diberitakan sebelumnya, lima pejabat pemkab diperiksa kejari terkait dugaan penyelewengan dana proyek Kimbun. Mereka adalah Kabag TU Budi Prasetyo, Kabid Alat Mesin Pertanian Edi Waluyo, Kepala UPTD TRI Sutarto, Pelaksana Harian DPP Iskanto, serta Asisten II Sekkab Bidang Administrasi Keuangan Abdul Malik.
Menurut Ely, pejabat LPM Unibraw yang diperiksa kejari adalah Ketua LPM Unibraw Prof Dr Syamsul Bahri. Prof Syamsul diperiksa terkait apakah pengalihan dana Kimbun ke Kigumas sudah dikonsultasikan kepada LPM atau belum.
Selain memanggil eksternal DPP, tim korupsi juga memeriksa Kabid Program dan Perencanaan DPP Ekanto Selar. Kehadiran Ekanto ini diperlukan untuk mengetahui penyusunan program Kimbun, serta pengalihan proyek itu ke Kigumas. Sehingga, proyek Kimbun ini dianggap melekat dengan Kigumas. "Pemeriksaan itu adalah bola panas yang terus menggelinding. Yang dilalui bola panas ini pasti akan kami panggil," ucap mantan Kabag TU Pimpinan Kejagung ini.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Malang Suhadi langsung tancap gas. Usai pembahasan panggar sekitar tanggal 31 nanti langsung membentuk panitia khusus (pansus) Kimbun. Apakah proyek Kimbun ini melanggar atau tidak bisa dibukltikan dalam pansus ini.
Di tempat berbeda, anggota Komisi B DPRD Kabupaten Malang Imam Syafi'i mendukung upaya pemanggilan LPM Unibraw. Pasalnya, saat hearing antara Kepala DPP Hendro Soesanto dengan komisi B beberapa waktu lalu, tercatat anggaran Kimbun untuk pengadaan alat Rp 900 juta, prasarana Rp 900 juta, serta biaya pihak ketiga Rp 600 juta. Dimungkinkan, pemanggilan pihak ketiga ini terkait hasil hearing. "Kami minta kejari tetap konsisten terhadap pemeriksaan ini," tandas mantan Ketua DPC PKS ini. (don) http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_radar&id=77516&c=88

Unibraw 82 Ungguli Kharisma Arqab 1-0

Dikirim oleh prasetya1 pada 04 Januari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 7892

Tim PS Unibraw 82
Tim PS Unibraw 82
Tim PS Unibraw 82, berhasil mengalahkan tim PS Kharisma Arqab (Turen) dengan skor 1-0 dalam lanjutan babak penyisihan Persema Cup I di Lapangan Brimob Pakis, Selasa 4/1. Sementara pada pertandingan sebelumnya, Rabu 29/12, Unibraw 82 mengalahkan PS Kejora (Merjosari) juga dengan skor 1-0. Dengan hasil dua kemenangan tersebut, PS Unibraw 82 dapat dipastikan lolos ke babak 16-besar. Pertandingan selanjutnya, Jumat 7/1, melawan PS Putra Jaya, bagi PS Unibraw 82 sudah tidak menentukan lagi, karena hanya memperebutkan posisi juara dan runner up Grup C.
Turnamen Persema Cup yang digelar di Lapangan Brimob dan Lapangan Abdul Rahman Saleh ini diikuti 29 klub yang terbagai dalam 7 grup (A-G). Tim peserta terdiri dari klub divisi utama, divisi I dan divisi II Persema Malang. [Far]

Unibraw Serahkan Bantuan Kemanusiaan Aceh

Dikirim oleh prasetya1 pada 04 Januari 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 6523

bantuan kemanusiaan untuk Aceh
bantuan kemanusiaan untuk Aceh
Keluarga besar Universitas Brawijaya, diwakili Pembantu Rektor II Prof. Dr. Moch. Munir SH, menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada Posko Peduli Aceh Radar Malang. Bantuan berupa giro cek senilai Rp 100 juta dan 100 koli pakaian layak pakai serta makanan siap konsumsi, diterima oleh Sri Widji Wahyuning Utami (Naning), Redaktur Pelaksana Radar Malang di lantai III kantor perwakilan Jawa Pos di Jalan Arjuno. Ikut bersama PR-II para perwakilan mahasiswa Unibraw.
Bantuan warga Unibraw ini merupakan bantuan tahap pertama, dan kemungkinan segera disusul dengan bantuan-bantuan lain pada tahap berikutnya. Karena, menurut Prof. Munir, bencana alam Aceh tidak mungkin diatasi hanya dalam waktu singkat. Namun demikian Prof Munir mengharapkan bantuan yang merupakan bentuk kepedulian warga Unibraw pada penderitaan masyarakat Aceh itu dapat disalurkan kepada yang membutuhkan. [Far]