Prasetya Online

>

Berita UB

Workshop Jurnalistik dan Lomba Majalah Sekolah

Dikirim oleh prasetya1 pada 19 Juli 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 3906


Dengan tujuan memberikan wawasan bagi siswa yang berminat di bidang jurnalistik dan pengelolaan majalah sekolah, Program Ilmu Sosial (PIS) Universitas Brawijaya mengadakan workshop jurnalistik dan lomba majalah sekolah untuk tingkat SLTA, yang berlangsung di  lantai II gedung RKB, Selasa 19 Juli 2005.
Kehidupan manusia saat ini tidak bisa terpisahkan dari informasi dan media massa. Informasi yang diperoleh bisa berasal dari media cetak maupun media elektronik. Berita yang setiap hari diperoleh masyarakat dari media tersebut merupakan informasi yang menarik, berdasarkan fakta atau ide yang disusun sedemikian rupa dan disebarkan dalam waktu cepat. Demikian dituturkan Ir. Mondry MSos yang tampil selaku pembicara dalam workshop tersebut.

Raker Penyusunan dan Pembahasan Anggaran DIPA

Dikirim oleh prasetya1 pada 19 Juli 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2271


Rapat Kerja Penyusunan dan Pembahasan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2006 dilaksanakan oleh jajaran administrasi umum dan keuangan Universitas Brawijaya selama 2 hari, Selasa dan Rabu 19-20 Juli 2005 di Hotel Kusuma Agro Wisata, Batu. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pembantu dekan II/asisten direktur II/sekretaris lembaga, kepala tata usaha (KTU), dan pemegang uang muka kegiatan (PUMK) fakultas/unit kerja di lingkungan Unibraw dan dibuka Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno.

Peresmian 2 Gedung FTP

Dikirim oleh prasetya1 pada 18 Juli 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2019

Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Bambang Guritno, Senin (17/7), meresmikan dua gedung baru Fakultas Teknologi Pertanian (FTP). Gedung pertama digunakan oleh Jurusan Teknik Pertanian (TEP), merupakan renovasi dari gedung lama, yaitu gedung Laboratorium Daya dan Mekanisasi Pertanian. Gedung yang pernah menjadi pusat kegiatan TSSU (technical service supporting unit) itu, kini dilengkapi dengan ruang perkuliahan, ruang seminar, ruang dosen, dan laboratorium. Renovasi bangunan tiga lantai yang terletak di atas tanah seluas 660 m2 ini pembangunannya menggunakan dana DIKS sebesar Rp 770 juta.

BTN Bantu Mahasiswa Aceh

Dikirim oleh prasetya1 pada 16 Juli 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1802

Sedikitnya 68 mahasiswa Unibraw yang keluarganya menjadi korban bencana tsunami 26 Desember tahun lalu kemarin mendapat bantuan dana dari Bank BTN. Besarnya Rp 125 juta. Penyerahan langsung dilakukan Managing Director BTN Iqbal Latanro pada Rektor Unibraw Prof Dr Bambang Guritno di kampus setempat.
Bantuan dana itu digunakan untuk pembiayaan kuliah mahasiswa asal Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) di Unibraw. "Untuk Jawa Timur, baru Unibraw yang menerima bantuan dana ini. Selanjutnya kami akan melakukan hal serupa di ITS," jelas Iqbal pada wartawan usai penandatanganan serah terima.
Dikatakan, dana bantuan itu berasal dari karyawan dan dana BTN. Sayang berapa total dana yang disediakan untuk mahasiswa Aceh Iqbal tidak mengungkapkannya. "Pokoknya sesuai dengan kebutuhan. Itu sudah menjadi kepedulian kami pada dunia pendidikan, khususnya mahasiswa Aceh yang keluarganya menjadi korban bencana alam," tegasnya.
Dalam penyerahan dana bantuan kemarin, hadir jajaran pejabat rektorat Unibraw, pimpinan dan staf cabang BTN Malang, serta para mahasiswa asal Aceh di Unibraw. (war) http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_radar&id=96286&c=88

Saatnya Malang Realisasi Angkutan Masal

Dikirim oleh prasetya1 pada 16 Juli 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2502

Untuk penghematan bahan bakar minyak (BBM) dan mengurangi kemacetan, pakar transportasi Unibraw, Ahmad Wicaksono, mendesak Walikota Malang membatasi penambahan angkota dan meluncurkan angkutan masal seperti KA Komuter dan bus kota. Dan menurut Ahmad Wicaksono, waktu yang tepat untuk direalisasi adalah tahun ini, karena waktunya pas dengan gembar-gembor pemerintah menghemat BBM.
Hingga sekarang ini, ujar Ahmad, jumlah jalan (baik panjang dan lebar) tidak seimbang dengan banyaknya pertambahan kendaraan. Ahmad memperkirakan perbandingan bisa mencapai 1: 50. Total pertumbuhan jalan 1 persen, yaitu tetap 1.000 km, sementara pertambahan kendaraannya tiap tahun 50 persen. “Dan dampaknya sudah bisa kita lihat sekarang ini. Muncul macet dimana-mana,” ujar Ahmad Wicaksono, Jumat (15/7).