Prasetya Online

>

Berita UB

Forum Dekan Fakultas Pertanian se-Indonesia

Dikirim oleh prasetya1 pada 13 Maret 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2386

Peran perguruan tinggi dalam pembangunan pertanian seyogyanya diarahkan pada tiga kegiatan utama, yaitu memberikan masukan kepada pemerintah tentang perumusan kebijakan pertanian yang mampu memberdayakan petani, melakukan riset untuk menghasilkan rekayasa teknik maupun kelembagaan yang dapat mendukung pembangunan agribisnis yang memberdayakan petani, serta melakukan pembinaan kepada petani secara langsung maupun tidak langsung. Ketiga peran pokok tersebut didasarkan pada pertimbangan ketidakberdayaan petani yang disebabkan adanya kegagalan pasar pertanian dengan bercirikan kegagalan dalam kompetisi, keterbatasan sumberdaya yang dimiliki, pasar yang tidak sempurna, kegagalan informasi, permasalah makro ekonomi yang kurang mendukung, juga kemiskinan dan ketidakmerataan.
Pertimbangan selanjutnya adalah keterbatasan jumlah dan SDM institusi pertanian di daerah. Fakta menunjukkan bahwa pembangunan pertanian kurang menjadi prioritas pembangunan di daerah, karenanya perguruan tinggi diharapkan menjadi partner institusi di daerah baik dalam konsep, aktifitas maupun dalam menjembatani petani. Terakhir, peran tri dharma perguruan tinggi dalam bidang pertanian, yang memiliki SDM, teknologi dan mahasiswa, selama ini belum sinergis dalam pembangunan pertanian. Ungkapan tersebut disampaikan oleh Forum Dekan Fakultas Pertanian se-Indonesia pada Seminar dan Lokakarya Pertanian Nasional yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Pertanian, Sabtu (12/3) lalu.

Semiloka Nasional Pertanian

Dikirim oleh prasetya1 pada 12 Maret 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1692

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Sabtu 12/3, menggelar Seminar dan Lokakarya Nasional (Semiloknas) yang merupakan rangkaian kegiatan "Gebyar Pertanian 2005".
Pokok-pokok pikiran yang mendasari, di antaranya adalah posisi Indonesia sebagai negara swasembada beras pada tahun 1984, pada tahun 2002 telah bergeser menjadi negara pengimpor beras terbesar di dunia dengan total impor sebesar 3,25 juta ton. Ditambah lagi, pada era globalisasi ini, diindikasikan semakin derasnya produk pertanian impor masuk ke Indonesia. Realita tersebut harus dihadapi dengan rasional, strategis dan terpadu oleh seluruh komponen yang terlibat, baik itu petani, pemerintah, akademisi maupun masyarakat yang peduli terhadap sektor pertanian, untuk memunculkan keunggulan komparatif bahkan keunggulan kompetitif pertanian di Indonesia.

Kejuaraan Bulutangkis Brawijaya Cup IV

Dikirim oleh prasetya1 pada 12 Maret 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 2042

Sebanyak dua puluh tiga universitas dari wilayah Jawa mengikuti Invitasi Bulutangkis Mahasiswa (IBM) IV, yang berlangsung pada 14-19 Maret 2005 di gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Unit Aktivitas Bulutangkis ini dibuka oleh Pembantu Rektor I Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito. Turut hadir dalam acara pembukaan yaitu Ketua Umum PBSI Nono Suhartono, Ketua Umum KONI kota Malang Bambang Suyono, dan Kepala Bagian Kemahasiswaan Universitas Brawijaya Drs. Umar Usman.
Dengan mengangkat tema "Olahraga bulutangkis sebagai wahana untuk meningkatkan sportifitas dan kekeluargaan antar mahasiswa perguruan tinggi se-Indonesia", ketua pelaksana kegiatan Guntur Bakhtiar menyatakan bahwa tujuan diselengarakannya kegiatan ini adalah menjadikan IBM sebagai sarana penyaluran minat dan bakat olah raga bulu tangkis di lingkungan perguruan tinggi, menciptakan hubungan dan komunikasi yang harmonis antar perguruan tinggi, serta memupuk kerjasama dan membangun solidaritas dikalangan perguruan tinggi.
IBM IV 2005 mempertandingkan kategori beregu (putra/putri), perseorangan (putra putri), ganda (putra/putri) dan campuran dengan memperebutkan piala bergilir dari Brawijaya dan uang pembinaan dengan jumlah total Rp 6.600.000,00 Kedua puluh tiga perguruan tinggi tersebut adalah Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Surabaya, Universitas Widyagama Malang, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Bhayangkara Surabaya, Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Universitas Kristen Petra, Universitas Merdeka Malang, Universitas Widya Karya Malang, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Universitas Negeri Surabaya, STIE Malang Kucecwara, Universitas Jember, Universitas Negeri Malang, Universitas Kanjuruhan Surabaya, Universitas Gajayana, UNJ, Institut Pertanian Bogor, Universitas Airlangga, ITN Malang, Universitas Indonesia, STIKI Malang, dan Universitas Brawijaya sebagai tuan rumah. [nik]

Menteri Pertanian: Delapan Tantangan Pembangunan Pertanian

Dikirim oleh prasetya1 pada 12 Maret 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 10852

Dr. Ir. Anton Apriantono MS
Dr. Ir. Anton Apriantono MS
Meskipun saat ini telah menunjukkan hasil yang nyata, yang ditunjukkan oleh pertumbuhan pendapatan domestik bruto (PDB), perkembangan produksi, peningkatan ekspor dan pemantapan ketahanan pangan, namun pembangunan pertanian masih dihadapkan pada sejumlah masalah. Di antaranya, keterbatasan dan penurunan kapasitas sumberdaya pertanian, sistem alih teknologi yang masih lemah dan kurang tepat sasaran, keterbatasan akses terhadap layanan usaha terutama permodalan, rantai tata niaga yang panjang dan sistem pemasaran yang belum adil. Di samping itu kualitas, mental dan keterampilan sumberdaya petani rendah, kelembagaan dan posisi tawar petani rendah, lemahnya koordinasi antar lembaga terkait dan birokrasi dan kebijakan makro ekonomi yang belum berpihak kepada petani. Demikian ungkap Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr. Ir. Anton Apriantono MS pada Semiloknas Neoliberalisme Pembangunan Pertanian, Sabtu (12/3) lalu di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya.

Unibraw Harus Dekat Petani

Dikirim oleh prasetya1 pada 12 Maret 2005 | Komentar : 0 | Dilihat : 1761

Menteri Pertanian RI Dr Ir Anton Apriantono MS menyerukan kepada Unibraw sebagai PTN (perguruan tinggi negeri) satu-satunya se-Jatim yang memiliki fakultas pertanian, agar berkomitmen untuk memajukan pertanian di Indonesia.
Pernyataan itu disampaikannya ketika menjadi keynote speaker dalam Seminar dan Lokakarya Nasional "Neoliberalisme sebagai Tantangan Kebijakan Pembangunan Pertanian dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan Petani" yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian Unibraw, di gedung Widyaloka kemarin.
Sebab, peran serta perguruan tinggi harus lebih besar. Khususnya dalam transfer keilmuan kepada petani, maupun mengajarkan alih teknologi pertanian. "Perguruan tinggi harus lebih dekat lagi dengan masyarakat. Caranya, dengan melakukan interaksi yang intens dengan masyarakat petani," kata Anton.
Selanjutnya, Anton mengatakan hal tersebut harus dibicarakan lagi oleh dikti maupun perguruan tinggi agar kurikulum pertanian lebih menunjang mahasiswa untuk banyak praktik di lapangan. Dia mencontohkan perguruan tinggi di luar negeri yang memiliki jurusan pertanian mewajibkan mahasiswa semester pertama langsung praktik di lapangan, dan semester berikutnya. Praktis, mereka terbiasa menangani masalah-masalah yang dihadapi petani.