Prasetya Online

>

Berita UB

Festival Monolog Teriak Brantas

Dikirim oleh prasetya1 pada 09 April 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2382

Festival monolog Pekan DAS Brantas VIII 2006
Festival monolog Pekan DAS Brantas VIII 2006
Satu lagi usaha yang dilakukan oleh panitia Pekan DAS Brantas (PDB) VIII 2006 untuk meneriakkan gerakan peduli lingkungan sungai. Festival monolog yang dilaksanakan pada Sabtu (9/4) di Student Center Unibraw ini diikuti oleh 26 peserta dari Universitas Gajayana, Universitas Muhammadiyah, SMAN 4, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Brawijaya, Teater Umum dan lainnya. Azwar Kharis Fadillah, koordinator acara mengatakan tujuan dari kegiatan ini memang untuk mengenalkan Pekan DAS Brantas VIII kepada pengunjung dengan teater. Walaupun mengusung tema Teriak Brantas pihak penyelenggara tidak membatasi tema monolog untuk dipentaskan.
Penilaian festival ini menurut Azwar, berdasarkan musik, karakter, lighting dan naskah. “Ada 3 kejuaraan yang akan diambil berdasarkan penilaian keseluruhannya,” jelas mahasiswa angkatan 2003 ini. Ia menambahkan tim juri berasal dari Dewan Kesenian Malang (Aziz), Yosi (seniman Malang) dan Farid.
Festival yang hanya dilaksanakan selama 1 hari ini menghasilkan pemenang yaitu juara I Abdul Aziz dari teater Kertas Unibraw, juara III Pudi Indardi dari Kelompok Dua Indonesia Universitas Negeri Malang dan juara III Ragil Winarto dari Teater Imoro. Pemenang festival monolog ini juara I mendapatkan piala rektor, sertifikat dan fresh money Rp 500 ribu, juara II mendapatkan
piala rektor, sertifikat dan fresh money Rp 300 ribu sedangkan juara III mendapatkan piala rektor, sertifikat dan fresh money Rp 100 ribu. [vty]

Ekonomi Indonesia Tahun 2006 

Dikirim oleh prasetya1 pada 08 April 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2014

Ekonomi Indonesia Tahun 2006, Antara Harapan dan Kenyataan
Ekonomi Indonesia Tahun 2006, Antara Harapan dan Kenyataan
Mahasiswa baru angkatan 2005 Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, Sabtu 8/4, menyelenggarakan inaugurasi dalam bentuk seminar nasional. Acara di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya ini bertema “Ekonomi Indonesia Tahun 2006, Antara Harapan dan Kenyataan”. Seminar diikuti oleh lebih dari 200 peserta dari kalangan mahasiswa, akademisi, praktisi, dan politisi. Terbagi dalam dua sesi, sesi pertama bertema “Efektivitas Kebijakan Moneter terhadap Kinerja Sektor Riil”, dan sesi kedua dengan materi “Akankah Usaha Perbaikan Ekonomi Sejalan dengan Peningkatan kesejahteraan Masyarakat”. Diundang sebagai pemateri, Dr. Hartadi A. Sarwono (Deputi Bank Indonesia), Dr. Harry Azhar Azis MA (Anggota Komisi XI DPR RI Bidang keuangan, Perbankan, dan Perencanaan Pembangunan), Prof. Dr. Sri-Edi Swasono (Ketua Dewan Pakar PKP-Indonesia dan Pj. Ketua Umum Dekopin), Dr. Munawar Ismail, DEA (akademisi Universitas Brawijaya), Ahmad Erani Yustika PhD (akademisi Universitas Brawijaya dan Direktur Eksekutif The Economic reform Institute, ECORIST) dan Dr. Komet Mangiri MA MED (Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Kerakyatan dan Sistem Informasi).
Bantuan Masyarakat Miskin
Dalam makalah berjudul “Akankah Usaha Perbaikan Ekonomi Sejalan dengan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat”, yang disampaikan oleh Dr. Komet Mangiri MA MED (staf ahli bidang Ekonomi Kerakyatan dan Sistem Informasi), Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Ir. Aburizal Bakrie menyatakan perbaikan ekonomi pasti akan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Ini dikarenakan tujuan program pembangunan ekonomi nasional yang telah dirancang secara terpadu adalah untuk mencapai kesejahteraan rakyat, seperti tertuang dalam UUD 1945. Dalam mengukur parameter tingkat kesejahteraan, di samping subjektivitas masing-masing individu (rakyat), Aburizal juga menggunakan lebih dari 40 indikator utama yang di antaranya mencakup pendapatan per kapita, jumlah pengangguran, kondisi tempat tinggal, kondisi sanitasi, jumlah partisipasi wanita, jumlah penduduk miskin, dll yang terangkum dalam Millenium Development Globals (MDGs) dan dinyatakan dengan Target Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dalam perencanaan makro pemerintah.

Ujian Disertasi Dossy Iskandar Prasetyo SH MHum 

Dikirim oleh prasetya1 pada 08 April 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 3187

Dossy Iskandar Prasetyo SH MHum
Dossy Iskandar Prasetyo SH MHum
Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai sebuah lembaga baru dan bentuk kesadaran baru dalam menanggapi persoalan-persoalan ketatanegaraan dan konstitusional yang dihadapi selama ini, masih memiliki kekurangan. Dossy Iskandar Prasetyo SH MHum, mengemukakan hal ini ketika mempertahankan disertasi berjudul ”Ide Normatif Mahkamah Konstitusi dalam Konteks Cita Hukum dan Negara Hukum”, dalam ujian terbuka di Pascasarjana Universitas Brawijaya, Sabtu 8/4.
Penelitian disertasi Dossy bertujuan menemukan, mengkaji, memperdalam dan mengembangkan teori dan konsep akademis mengenai ide normatif Mahkamah Konstitusi dalam konteks cita hukum dan negara hukum.
Kekurangan-kekurangan tersebut di antaranya soal kewenangan judicial review dari MK yang hanya terbatas pada UU dan tidak menjangkau jenis peraturan perundangan lainnya dan ketiadaan kewenangan MK menilai tindakan legislatif dan eksekutif melalui produk-produknya sebagaimana yang diungkapkan Jimly Asshiddiqie dan Laica Marzuki.

Diklat Kewirausahaan 

Dikirim oleh prasetya1 pada 08 April 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2329

Eksekutif Mahasiswa Unibraw (EM-UB) mengadakan diklat kewirausahaan
Eksekutif Mahasiswa Unibraw (EM-UB) mengadakan diklat kewirausahaan
Bidang kewirausahaan merupakan salah satu lahan yang dapat digunakan untuk mendapatkan penghasilan. Sayangnya, lahan itu tidak banyak termanfaatkan oleh mahasiswa. Biro Kewirausahaan, Eksekutif Mahasiswa Unibraw (EM-UB) mengadakan diklat kewirausahaan pada Sabtu, (08/04) di Gedung PPI Unibraw.
Diklat kewirausahaan bertujuan untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan di tingkat mahasiswa dan umum ini menurut Erna Yuli Pramana Sari, salah seorang panitia kegiatan, merupakan rangkaian acara yang diadakan oleh EM UB dalam rangka Carreer World. “Jika dulu kita mengundang beberapa perusahaan untuk menawarkan pekerjaan maka di sini kita berusaha untuk mem"brain wash" atau "open mind" untuk menjadi wirausahawan,” terang mahasiswi Fakultas Ilmu Administrasi.
Kegiatan yang mayoritas diikuti oleh mahasiswa Unibraw ini mengundang praktisi kewirausahaan. Antara lain J Prasetya (terminal tiket Yogyakarta), Budi Utoyo, Alex Sumadji Nitisemito (dosen Fakultas Ekonomi), Saguanto (pemilik toko Tekstil Saguanto), Ismail Natchu (pengusaha dari surabaya) dan Pangeran Candra Sasmita (Musician University). “Kami memang banyak mengundang praktisi karena mungkin dengan pengalaman mereka dapat diikuti oleh peserta diklat,” ujar Erna.
Kegiatan ini menurut mahasiswa angkatan 2003 ini diharapkan dapat mengubah pola pikir untuk tidak takut untuk menjadi wirausaha. Ia menambahkan bahwa wirausaha tidak harus dilakukan setelah lulus kuliah akan tetapi harus dimulai sekarang. Sehingga mahasiswa telah dapat penghasilan sendiri sebelum dia lulus. [vty]

Sumpah Ners dan Pelepasan Sarjana Ilmu Gizi 

Dikirim oleh prasetya1 pada 08 April 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2610

upacara pengucapan sumpah perawat
upacara pengucapan sumpah perawat
Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya, Sabtu (8/04), mengadakan upacara pengucapan sumpah perawat. Dalam upacara di Graha Medika ini, 58 orang sarjana keperawatan (SKep) lulusan Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) FK Unibraw  mengucapkan sumpah. Selain itu mereka juga akan menandatangani lafal sumpah profesi itu di depan Ketua PSIK. Mereka itu menyelesaikan studi dan dinyatakan lulus pada yudisium 22 Februari 2006 dan 29 Maret 2006.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, FK Unibraw juga melepas 8 orang sarjana gizi (SGz) yang lulus dalam yudisium 24 Januari 2006 dan 31 Maret 2006 dari Program Studi Ilmu Gizi (PSIG). Program studi ini baru berdiri pada tahun 2004, dan kedelapan orang itu adalah lulusan pertamanya.
Dalam sambutannya, Dekan FKUB dr. Harijanto MSPH menyatakan bahwa seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang sangat cepat, ners dan sarjana gizi wajib untuk selalu memperbarui pengetahuan dan keterampilan ilmu keperawatan dan gizi kesehatan, serta menguasai teknologi komunikasi global. Lebih lanjut diungkapkan bahwa dengan disahkannya Undang-undang Praktek Kedokteran dan saat ini sedang dibahas rancangan Undang-undang Keperawatan, berarti tuntutan masyarakat akan mutu pelayanan kesehatan semakin tinggi. Perlindungan hukum atas hak, kewenangan dan kewajiban sebagai pelayan kesehatan masyarakat pun semakin terjamin. Selanjutnya dikatakan bahwa saat ini sudah waktunya diberlakukan penetapan standar kompetensi perawat, registrasi profesi keperawatan dan pemberian lisensi perawat mandiri, sehingga para perawat layak dan memiliki kewenangan sebagai perawat profesional.