Prasetya Online

>

Berita UB

Kerjasama FIA Unibraw-Ditjen Otoda

Dikirim oleh prasetya1 pada 02 October 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2293

Fakultas Ilmu Administrasi Univer- sitas Brawijaya menjalin kerjasama dengan Direktorat Jenderal Otonomi Dae-rah Departemen Dalam Negeri Repu-blik Indonesia. Naskah kerjasama itu ditanda-tangani kedua belah pihak pada Senin 2 Oktober 2006. Penandatanganan naskah dilakukan oleh Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito bersama Dirjen Otoda Dr Kausar AS.
Kerjasama  yang dilakukan kedua belah pihak akan diarahkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia aparatur baik legislatif maupun eksekutif. Secara teknis peningkatan sumber daya manusia dilakukan melalui orientasi, pembekalan, pelatihan, bimbingan dan penyuluhan, penelitian dan pengembangan bersama antara kedua belah pihak. Termasuk didalamnya adalah penyusunan dan perangkaian kegiatan dalam rangka mendukung implementasi otonomi daerah. [nik]

Buka Bersama dan Tarawih di Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 30 September 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2189


Rektor Universitas Brawijaya, Prof Yogi Sugito, berbuka puasa bersama seluruh jajaran pimpinan universitas, fakultas,  dan unit-unit kerja serta aktivis mahasiswa di lingkungan Unibraw, Sabtu 30/9.
Acara yang berlangsung di lantai II gedung PPI Unibraw ini diseling dengan shalat maghrib, dan dilanjutkan dengan shalat isya serta tarawih berjamaah. Mubaligh dari Malang, KH Mujayid mengisi acara malam itu dengan ceramah tentang hikmah puasa Ramadan
Dalam ceramah tersebut, KH Mujayid mengatakan, Allah akan mengangkat derajat seseorang melalui dua hal. Yakni: iman dan ilmu. Tinggi rendahnya derajat seseorang tergantung dari tingkat keimanan dan ilmu yang dimiliki. Seseorang yang memiliki keimanan yang tinggi, meskipun sedikit saja ilmu yang dimilikinya niscaya ia akan tinggi derajatnya. Tetapi apabila tingkat keimanan seseorang itu rendah, maka sebanyak apapun ilmu yang dimilikinya, niscaya akan rendah derajatnya.
Lebih lanjut dikatakan, puasa merupakan langkah bagi seseorang untuk menaikkan derajatnya. Karena dengan berpuasa maka ia belajar menahan diri dari nafsu buruk yang dapat mempengaruhi seseorang untuk berbuat kerugian. Apabila seseorang telah mampu mengendalikan nafsunya, maka apabila ia berkomunikasi dengan Tuhan niscaya ruhnya akan mampu menembus alam Ketuhanan. [nik]

Masih Kurang, Pemahaman terhadap Good Corporate Governance

Dikirim oleh prasetya1 pada 30 September 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 3504


Dunia ritel Indonesia semakin tumbuh berkembang dari tahun ke tahun dan menyebabkan persaingan antar pengusaha ritel semakin ketat. Di sisi lain, krisis ekonomi berdampak pada perubahan pola konsumsi masyarakat. Konsumen menjadi lebih cermat dan rasional dalam membelanjakan uangnya. Berbagai pertimbangan yang ditetapkan konsumen dalam membeli barang meliputi harga dan kualitas, ketersediaan produk, lay-out toko, kedekatan tempat, pola layanan, dan keamanan berbelanja. Berdasarkan hal ini maka seorang pengecer (retailer) harus selalu ’berkomunikasi’ dengan para konsumen dan calon konsumennya.
Demikian Puji Handayati SE MM Ak dalam disertasi berjudul ”Keterkaitan Antara Anggaran Partisipasi, Budaya Organisasi, Pemahaman Manajer Atas Good Corporate Governance, Job Relevant Information dan Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Manajemen (Studi Empiris pada Perusahaan Retail di Jawa Timur)”.
Ujian terbuka disertasi doktor ini berlangsung Sabtu 30 September 2006 di Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, dipromotori oleh Prof Dr HM Syafi’i Idrus MEc dan kopromotor Prof Dr Moeljadi SE SU serta Prof Dr Iwan Triyuwono SE MEc Ak. Tim penguji terdiri dari Prof Dr Djumilah Zain SE, Prof Dr Made Sudarma SE MM Ak, Dr Eko Ganis S SE Mcom (Hons), dan Prof Dr Parwoto SE Ak dari Universitas Airlangga.
Dalam disertasi itu Puji Handayati menyatakan, kinerja manajemen sebuah perusahaan retail sangat berkaitan dengan produktivitas, efisiensi, dan efektivitas. Belakangan muncul topik fenomenal dari informasi nonkeuangan yang mempengaruhi kinerja manajemen yaitu isu tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).
Di Indonesia konsep GCG muncul sebagai reaksi atas perilaku pengelola perusahaan yang tidak memperhitungkan stakeholder-nya. Konsep GCG merupakan prinsip pengelolaan perusahaan yang bertujuan untuk mendorong kinerja perusahaan serta memberikan nilai ekonomis bagi pemegang saham maupun masyarakat secara umum. Prinsip GCG diperlukan sebagai upaya untuk meraih kembali kepercayaan investor dan kreditor, memenuhi tuntutan global, meminimalkan cost of capital, meningkatkan nilai saham perusahaan serta mengangkat citra perusahaan. Prinsip dasar dalam GCG adalah keadilan, pertanggungjawaban, akuntabilitas dan transparansi.
Penelitian disertasi Puji Handayati dilakukan terhadap manajer perusahaan ritel di Jawa Timur. Dari penelitian ini ditemukan, penerapan GCG di Indonesia masih sangat rendah. Salah satu faktor rendahya penerapan GCG adalah kurangnya pemahaman pelaku bisnis atas konsep GCG. Penerapan GCG di Indonesia hanya merupakan kewajiban atas regulasi yang ada dan bukan atas dasar kebutuhan bahwa perusahaan memang harus menjalankan bisnisnya sesuai dengan konsep GCG.
Sebagian besar peritel Jawa Timur dimiliki dan dikelola dengan konsep manajemen keluarga. Konsep manajemen keluarga cenderung mengacu pada model teori kepemimpinan transaksional. Hal ini mendorong terciptanya sikap defensif individu dalam organisasi. Karyawan bekerja hanya berdasar pada sejauh mana penugasan yang diberikan atasan kepadanya. Secara keseluruhan hasil penelitian Puji Handayati menunjukkan variabel anggaran partisipasi, budaya organisasi dan pemahaman manajer atas GCG berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial perusahaan ritel melalui komitmen organisasi.
Berdasarkan hasil penelitiannya, Puji Handayati merekomendasikan agar top manajemen perusahaan retail memberikan kesempatan pada bawahan untuk terlibat dalam proses penyusunan anggaran guna mendorong tercapainya tujuan perusahaan.
Pemilik dan manajemen ritel hendaknya menumbuhkan budaya kuat yang mampu mendorong karyawan untuk bersikap agresif, inovatif dan loyalitas tinggi pada perusahaan. Selain itu diperlukan peran pemerintah dalam mensosialisasikan konsep GCG di seluruh lapisan masyarakat.
Dalam yudisium, Puji Handayati dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan, dan berhak menyandang gelar doktor dalam bidang ilmu ekonomi dengan minat manajemen.
Dr Puji Handayati SE MM Ak (32 tahun) adalah dosen Universitas Negeri Malang, sarjana ekonomi (akuntansi) lulusan Universitas Brawijaya (1998), dan pada 2003 mendapatkan gelar magister manajemen dari universitas yang sama. [nik]

Dialog PTN-APTISI Malang

Dikirim oleh prasetya1 pada 28 September 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2663

Menurunnya jumlah calon mahasiswa perguruan tinggi swasta (PTS) di Malang sangat meresahkan para pengelolanya. Mereka yang tergabung dalam APTISI (Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia) mengadakan dialog dengan pengelola perguruan tinggi negeri (PTN) di lantai VIII Gedung Rektorat Unibraw, Kamis (28/12). Dialog ini dihadiri perwakilan dari PTS dan PTN di Malang. Ketua APTISI Malang, Dr Suko Wiyono SH MH yang menjadi moderator dalam dialog tersebut berharap pertemuan ini akan menyatukan pemikiran untuk membangun pendidikan di Indonesia.
Pertanyaan banyak diajukan mengenai proses rekrutmen oleh PTN yang dirasa PTS banyak menyita jumlah calon mahasiswa yang masuk. Unibraw misalnya melakukan penerimaan mahasiswa baru lima macam sekali ajaran baru. Ini tentu sangat meresahkan.
Rektor Universitas Brawijaya Prof Yogi Sugito menanggapi, pihaknya telah dibatasi dengan jumlah mahasiswa yang harus direkrut yaitu sebanyak 5000-an mahasiswa. Sementara itu Rektor Universitas Negeri Malang (UM), Prof Dr Suparno mengatakan bahwa mahasiswa baru UM pun dibatasi jumlahnya, sebanyak 5000-an orang.
Permasalahan kurangnya animo mahasiswa masuk perguruan tinggi juga dirasakan Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Pembantu Rektor I UIN Malang, Prof Dr H Mudjia Rahardjo MSi, mengatakan masyarakat ternyata belum familiar dengan UIN. Ini terbukti dengan banyaknya yang mengira bahwa mereka masih berstatus swasta. Ia juga menyarankan perlu citra dan jaringan yang baik untuk meningkatkan animo masyarakat masuk ke perguruan tinggi. UIN sendiri menyiapkan kuota mahasiswa lebih sedikit dibanding PTN Malang lainnya yaitu 1450 mahasiswa baru.
Penurunan tersebut ditanggapi lain oleh perwakilan dari ABM. Menurutnya penurunan tersebut bukan karena kualitas PTS yang menurun akan tetapi daya beli masyarakat yang berkurang. Lulusan SLTA yang memilih untuk meneruskan ke PT hanya 17,5%. “Penurunan jumlah itu pun harus diperhitungkan dari skala ekonominya,” ucapnya.
Pernyataan dari perwakilan ABM tersebut ditanggapi oleh Mirza, perwakilan Universitas Kanjuruan. Menurutnya, biaya masuk PTN pun jauh lebih mahal. Tapi permintaan atau animonya banyak. Ia kemudian memprediksikan bahwa masyarakat umum saat ini hanya PTN minded saja.
Program PT BHMN yang dilancarkan oleh PTN pun dipertanyakan oleh Mirza sebagai biang keladi pemekaran rekrutment PTN. Hal ini berdampak pada elastisnya persyaratan yang diajukan kepada calon mahasiswa. Lulusan SMU tidak banyak dibebani dengan masalah akademik yang harus tinggi melainkan mereka hanya dibebani dengan biaya masuk yang sangat tinggi. [vty]

Prof Soekartawi Penguji Progam Doktor di Australia

Dikirim oleh prasetya1 pada 28 September 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1578


Lagi, kepercayaan internasional diperoleh Prof Soekartawi, guru besar Universitas Brawijaya yang juga tenaga ahli di Depdiknas Jakarta. Kalau beberapa bulan yang lalu ia dipercaya sebagai Asesor Profesor di Universiti Sains Malaysia, maka kini ia dipercaya sebagai penguji mahasiswa program doktor di pascasarjana University of New Castle, Callaghan, New South Wales, Australia.
"Kepercayaan ini tentu tidak datang begitu saja", tutur Soekartawi. "Tetapi merupakan suatu proses panjang sebuah pengakuan dari komunitas akademis". Kali ini ia dipercaya untuk menguji sebuah disertasi yang berjudul “Online Learning and the Quality of Learning: The Impact of the Online Learning on the Quality of Learning for Students in a Journalism Course in Indonesia”. Hal ini tentu saja dilatarbelakangi oleh publikasi dan ekspertise Prof Soekartawi sebagai ahli e-learning atau on-line learning.
Penjelasan Prof Roslin Baldock dari The University of Newcastle dalam e-mail yang diterima Soekartawi hari Rabu (27/9),  penunjukan Soekartawi pertama kali didasarkan dari hasil pencarian data (browsing) di internet. Kemudian ia bersurat kepada Prof Soekartawi untuk meminta CV-nya. Baru keputusan diambil oleh Dewan Penguji untuk menyetujui penunjukan Soekartawi sebagai penguji program doktor di Pascasarjana University of New Castle.
"Hal-hal seperti itu mengangkat status Universitas Brawijaya dalam percaturan internasional", kata Prof Soekartawi. Karenanya ia menyarankan agar kegiatan-kegiatan di Universitas Brawijaya diarahkan ke situ, agar visi Universitas Brawijaya yang ingin ‘go international’ atau yang ingin melewati batas nasional dapat terwujud. [skw]