Prasetya Online

>

Berita UB

Ujian Disertasi Sujoko: Banyak Faktor Pengaruhi Nilai Perusahaan

Dikirim oleh prasetya1 pada 03 Januari 2007 | Komentar : 0 | Dilihat : 6445

Dr Sujoko MSi
Dr Sujoko MSi
Nilai sebuah perusahaan dipengaruhi oleh banyak faktor. Beberapa di antaranya: struktur kepemilikan saham, strategi diversifikasi, leverage, faktor eksternal seperti tingkat suku bunga dan pertumbuhan pasar maupun faktor internal seperti profitabilitas, dan pangsa pasar relatif. Pengaruh struktur kepemilikan saham misalnya, berbeda dengan yang terjadi di bursa efek negara maju, permasalahan keagenan yang terjadi di pasar modal Bursa Efek Jakarta (BEJ) yaitu adanya perbedaan kepentingan antara pemilik minoritas dengan pemilik mayoritas. Struktur kepemilikan saham perusahaan publik di BEJ didominasi oleh pemilik mayoritas. Demikian ungkap Sujoko dalam disertasi berjudul ?Pengaruh Struktur Kepemilikan Strategi Diversifikasi, Leverage, Faktor Intern dan Faktor Ekstern Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Empirik pada Perusahaan Manufaktur dan Non Manufaktur di Bursa Efek Jakarta)?.

Munas VI IKA Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 03 Januari 2007 | Komentar : 0 | Dilihat : 3218

Ikatan Alumni Universitas Brawijaya
Ikatan Alumni Universitas Brawijaya
Pengurus Pusat IKA Unibraw, Rabu 3/1, mengadakan Musyawarah Nasional (Munas) VI Ikatan Alumni Universitas Brawijaya. Munas yang diselenggarakan di lantai VIII gedung Rektorat ini dibuka oleh Rektor Prof Yogi Sugito, diikuti oleh segenap pengurus pusat, pengurus cabang, dan komisariat-komisariat IKA Unibraw, yang memberikan laporan masing-masing di depan forum Munas, dan mengadakan brainstorming.
Diagendakan acara pemilihan ketua umum IKA Pusat pada hari ini juga. Selain itu, dalam sidang-sidang komisi dibahas Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Organisasi.
Dari Munas ini, IKA Unibraw juga mengeluarkan rekomendasi sumbangsih pemikiran alumni kepada bangsa dan negara. Rekomendasi ini secara simbolis diserahkan kepada Rektor, untuk diteruskan ke berbagai pihak yang berkompeten.

Kampanye/Dialog Calon Dekan FH

Dikirim oleh prasetya1 pada 02 Januari 2007 | Komentar : 0 | Dilihat : 2931

calon dekan FH
calon dekan FH
Salah satu tahapan dalam proses penjaringan calon Dekan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Selasa 2/1, tiga orang bakal calon tampil di depan sivitas akademika untuk berkampanye dan berdialog tentang program-programnya. Ketiga bakal calon itu adalah: M Hisyam Syafioedin SH, Dr Isrok SH MS, dan Herman Suryokumoro SH MS.
Menurut penjelasan Dr Jasim Hamidi SH MS, seorang bakal calon, yaitu Dr. Muhammad Bakri SH MS telah mengundurkan diri pada 28 Desember 2006, sehingga menyisakan 3 orang bakal calon untuk maju ke tahap selanjutnya. Sesuai jadwal, rangkaian tahapan telah dimulai sejak 20/12 dengan agenda pengisian formulir kesediaan, dilanjutkan dengan agenda pengembalian formulir kesediaan (23/12) dan kemudian masa sosialisasi selama 26-30/12.
Dekan Warkum Sumitro SH MH yang membuka acara ini, menyatakan, hari ini merupakan momentum yang tepat bagi para konstituen untuk melakukan pengamatan secara seksama sebelum memilih berdasarkan hati nurani. Walaupun segenap sivitas, terutama rekan sejawat, telah mengenal ketiga kandidat tersebut, namun dia berharap para konstituen dapat memilih dengan hati nurani, bukan hanya melihat kemampuan intelektual saja, melainkan juga tanggung jawab moral untuk mengemban amanah. Menurut Warkum Sumitro, ada beberapa kriteria khusus bagi calon dekan fakultas ini, di antaranya adalah: figur yang berkomitmen terhadap perubahan, siap eksis di tengah pluralitas, serta memiliki tingkat intelektualitas tinggi dan terbuka terhadap perubahan.

Idul Adha di Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 31 Desember 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2058

Segenap warga Universitas Brawijaya bersama masyarakat sekitar, Ahad (31/12) pagi, melaksanakan shalat Idul Adha di lapangan Rektorat. Bertindak sebagai imam Drs HM Sam'un Makmur dari PPA Unibraw, dan khatib dr HM Subandi MKes DAHK dosen FK Unibraw. Seusai shalat, di tempat yang sama diadakan penyembelihan hewan qurban.

Amal Saleh dengan Imtaq
Dalam khutbahnya, khatib dr Subandi mengawali dengan pesan kepada para jama’ah untuk selalu mengingat jasa Nabi Ibrahim AS, agar lebih memahami hakekat iman kepada Allah SWT. Lebih lanjut diikatakan, Tuhan yang diperkenalkan oleh Nabi Ibrahim AS bukan sekedar Tuhan suku, bangsa, atau segolongan manusia tertentu, tetapi Tuhan Robbul ‘Alamin, Tuhan Seru Sekalian Alam, yang imanens dan transenden. Intisari Agama Islam dr Subandi, adalah meletakkan Allah dan semua perintah-Nya di atas segala-galanya, sehingga akan memunculkan sikap ketaqwaan kepada Allah. Iman kepada Allah harus dibuktikan dengan amal saleh yang juga diartikan karya yang baik atau karya yang mendatangkan manfaat. “Ada amal saleh yang memberi manfaat secara individual melalui ibadah mahdhoh serta ada yang memberi manfaat bagi pelakunya dan orang lain”, katanya. Lebih lanjut diungkapkan, Islam merupakan agama yang menekankan bahwa amal yang bersifat sosial  sama pentingnya dengan shalat, puasa maupun haji. Mendukung hal ini, dr Subandi menyitir ketika Rasulullah SAW ditanya mengenai amal yang paling utama dan menjawab bahwa seutama-utama amal supaya dicintai oleh Allah SWT, adalah memberikan rasa bahagia ke dalam hati orang beriman, membebaskan rasa lapar, membebaskan kesulitan orang lain dan membayarkan hutang-hutangnya.
Selain hal tersebut diatas, keteladanan Nabi Ibrahim lainnya yang disampaikan oleh Staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya di laboratorium Histologi ini adalah tatkala diberi ujian oleh Allah SWT untuk menyembelih puteranya, Ismail as. Seperti dijelaskan dalam QS. Ash Shafat: 102-107, dr. Subandi menerangkan bahwa setelah mendapat kepastian dari mimpinya untuk mengorbankan anaknya, Nabi Ibrahim tidak menunda-nunda atau menangguh-nangguhkan pelaksanaan perintah Allah SWT. “Demikian juga putranya Ismail yang menjawab dengan tenang dan spontan supaya perintah tersebut segera dilaksanakan oleh ayahandanya tanpa ragu-ragu”, paparnya. Keteladanan Ibrahim as menurutnya mengandung hikmah yang patut direnungkan dalam-dalam, kemudian bersama-sama mengintrospeksi diri sendiri sejauh mana kita melaksanakan perintah dan menjauhi segala larangan Allah SWT.

Hewan Qurban
Serangkaian ibadah dalam hari raya Idul Adha selanjutnya yang juga digelar adalah penyembelihan hewan qurban yang dilaksanakan di tempat yang sama.
Dalam kesempatan tersebut, disembelih sebanyak 4 ekor sapi dan 18 ekor kambing, sumbangan dari pihak universitas, fakultas maupun warga kampus.
Dengan melibatkan kepanitian dari mahasiswa maupun pegawai, daging qurban kemudian didistribusikan kepada yang berhak diantaranya keluarga besar Universitas Brawijaya, panti asuhan, takmir masjid di lingkungan Kota Malang, mahasiswa dan masyarakat umum. Selain itu, qurban yang dikelola sendiri oleh fakultas sendiri meliputi Fakultas Ekonomi dengan penyembelihan 1 ekor sapi dan 1 ekor kambing, Fakultas Kedokteran dengan penyembelihan 2 ekor sapi dan 8 ekor kambing serta Fakutas MIPA dengan penyembelihan 1 ekor sapi. [nok]

Lomba Senam Dies Natalis ke-44 Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 30 Desember 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 5981


Lomba Senam Indonesia Sehat dalam rangka Dies Natalis ke-44, . Sabtu (30/12), diseelenggarakan di Sasana Samanta Krida Universitas Brawijaya. Salah seorang panitia pelaksana, Widia Permana SSos, menginformasikan, lomba senam ini bukan hanya diikuti sivitas Unibraw saja, tapi juga masyarakat luar. Lomba terbagi dalam 2 kategori, yaitu beregu dan perorangan, masing-masing dibagi dalam 2 kelompok usia: di bawah 35 tahun dan di atas 35 tahun. Untuk kategori perorangan, lomba diikuti 72 kontestan dari instansi, sanggar, siswa sekolah, dan ibu rumah tangga (PKK), sementara untuk kategori beregu diikuti oleh sebanyak 6 kelompok.
Lebih lanjut dijelaskan Widia yang juga aktif sebagai pelatih senam di lingkungan Universitas Brawijaya, lomba kali ini melibatkan dewan juri yang terdiri dari: Drs Mohammad Zainal, Dra Widji Lestari MSi, dan Sugeng Pudjiono SPd. Kriteria penilaian meliputi teknik gerak (stretching, gerakan, dan pendinginan) dengan porsi nilai 80% dan penampilan umum (kostum, ekspresi, keserasian, dan kekompakan) dengan porsi nilai 20%.
Tampil sebagai pemenang lomba senam ini untuk kategori beregu, Juara I Fakultas Kedokteran (A), Juara II Kantor Pusat, Juara III Fakultas Ilmu Administrasi, dan Juara Harapan I: Fakultas Kedokteran (B). Sementara itu, pemenang untuk kategori perorangan kelompok usia di bawah 35 tahun, seluruhnya adalah peserta dari luar Unibraw. Juara I Evi, menerima hadiah senilai Rp 200 ribu; Juara II Ivon mendapatkan Rp 150 ribu; Juara III Dian meraih hadiah senilai Rp 100 ribu, dan Juara Harapan I Chendy memperoleh Rp 75 ribu. Hadiah yang senilai juga diberikan kepada pemenang kategori perorangan untuk kelompok usia di atas 35 tahun. Secara berturut-turut, Juara I Ratna Sri S, Juara II Henny, Juara III Annanie, dan Juara Harapan I Abu Bakar.
Menyampaikan harapannya, Widia Permana mengimbau agar pimpinan lebih mendukung dan apresiatif terhadap kegiatan senam, baik yang rutin maupun yang bersifat kompetisi untuk berbagai tingkatan. “Animo warga Unibraw sebenarnya scukup tinggi, tetapi dukungan dan apresiasi pimpinan untuk pengembangan cabang olahraga ini masih perlu ditingkatkan", ungkap Widia Permana yang sehari-hari bekerja sebagai staf Perpustakaan Unibraw. [nok]