Prasetya Online

>

Berita UB

Diklat Kewirausahaan Muslim

Dikirim oleh prasetya1 pada 07 October 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2332

Fakta rendahnya kesempatan kerja yang berdampak pada peningkatan jumlah pengangguran intelektual di Indonesia menuntut para generasi mudanya untuk kreatif dalam menciptakan lapangan pekerjaan baru melalui wirausaha. Dengan latar belakang ini, Unit Aktivitas Kerohanian Islam (UAKI) Universitas Brawijaya menyelenggarakan “National Moslem Entrepreneurship Training”. Kegiatan diselenggarakan di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya, Sabtu 7/10, diikuti oleh 150 orang peserta yang berasal dari LDK (lembaga dakwah kampus) se-Malang Raya, remaja masjid, mahasiswa, dan umum.
Ketua pelaksana, Rizky Indragiri, mahasiswa Teknik Mesin Unibraw angkatan 2005, mengatakan kegiatan ini terutama untuk memotivasi dan menstimulasi jiwa entrepreneur generasi muda, khususnya mahasiswa.
Untuk itu, UAKI Unibraw mengundang pihak-pihak yang berkompeten sebagai pemateri, mulai dari akademisi dan konsultan, Drs. Djanalis Djanaid dan timnya dari lembaga training Indopurels, assosiasi pengusaha yaitu JPMI (Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia), praktisi yaitu Ate Rushendi, pemilik depot bubur ayam “Abah Odil”, dan lembaga permodalan BMT (baitul mal wat tanwil).

Dalam kajian “Orientasi Kewirausahaan”, Drs. Djanalis Djanaid memaparkan mengenai seluk-beluk menjadi seorang wirausaha. Mulai dari perencanaan bisnis, pemasaran praktis, teknik negosiasi, perilaku wirausaha, manajemen konflik dan manajemen hati nurani, hingga teknik marketing.
“Untuk dapat menjadi pengusaha yang sukses, diperlukan pemilihan bidang usaha yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan pasar”, ungkap Djanalis dalam presentasinya yang sesekali disambut gelak tawa audiens dengan teknik penyampaiannya yang segar.
Sementara itu, Ate Rushendi, pemilik depot bubur ayam “Abah Odil” yang juga anggota dari JPMI dalam presentasinya menyampaikan materi “Bangkit dari Keterpurukan Berkat Bubur Ayam”. “Abah Odil” yang berarti ayah si Odil (putra Ate Rushendi) merupakan buah dari perjuangan selama beberapa tahun, dimulai dari nol, setelah perusahaan tekstil tempatnya bekerja selama ini bangkrut. Bisnis bubur ayam yang dimulai dari gerobak PKL itu kini maju pesat dengan berhasil membuka beberapa cabang di kota Malang. [nok]

Talk Show: Ramadhan dari Segi Medis

Dikirim oleh prasetya1 pada 05 October 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2209

Ratusan mahasiswa baru angkatan 2006, Kamis (5/10) mengikuti acara “Ramadhan Ceria Bersama Mentoring” di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya. Kegiatan religius ilmiah ini dibuka oleh Pembantu Rektor III Drs Tjahjanulin Domai MS. Dalam kesempatan itu Dr dr M Rasjad Indra MS dari Laboratorium Faal FK Unibraw membawakan topik “Puasa Ditinjau dari Segi Medis”.

Berangkat dari pengamatan dan penelitiannya selama ini, Dr Rasjad Indra mengatakan, peradaban manusia pada saat ini justru berakibat buruk bagi kehidupan manusia sendiri. Kemudahan manusia modern dalam mencari makan, berakibat fatal bagi dirinya. Berbagai penyakit  ber-awal dari makanan. Satu di antaranya adalah obesitas.
Di jaman batu, manusia harus mencari makan di hutan. Pada era pertanian, untuk makan, manusia harus bercocok tanam terlebih dahulu. “Sekarang, kita tinggal angkat telepon sambil tiduran, makanan siap saji sudah datang di hadapan kita”, ungkapnya.
Beberapa waktu yang lalu Dr Rasjad Indra melakukan penelitian secara garis besar (kuantum), mengenai puasa dari aspek antropologis sampai aspek molekulernya,  melibatkan 16 mahasiswa baik muslim maupun non muslim, dan sukarelawan sampel penelitian dari santri Pondok Pesantren Ar-Rahman (usia muda), jamaah haji Indonesia (usia tua) serta masyarakat Mondoroko (Singosari) dan di sekitar tempat tinggalnya, Batu. Dari berbagai penelitian mengenai puasa itu, ia berhasil membuktikan secara ilmiah dampak positif puasa bagi kesehatan manusia.
Permasalahan pertama menyangkut makanan, yaitu obesitas. Menurut Dr Rasjad Indra, obesitas merupakan “starting point” bagi berbagai penyakit seperti jantung dan diabetes mellitus (DM) yang merupakan jenis gangguan/ketidaknormalan sel tubuh manusia yang terinduksi dari pola makan yang tidak sehat. Dengan berbagai paramater medis, akhirnya diketahui pada individu yang mengalami kelebihan berat badan, dengan puasa, kelebihan tersebut menga-rah ke normal, sedangkan yang kelebihan berat badan sangat tinggi  bisa agak turun tetapi tidak sampai pada normal. “Ini mengisyaratkan anjuran untuk menjalankan puasa bukan hanya pada bulan Ramadan saja selama tiga puluh hari, tetapi lebih dari itu, bisa dilanjutkan dengan berbagai puasa sunnah yang dilaksanakan setelah bulan Ramadan, seperti puasa Daud dan puasa Senin Kamis”, ungkapnya.
Selain itu, Dr Rasjad Indra juga membimbing seorang mahasiswa nonmuslim yang tertarik mengungkap puasa Rama-dan. Diawali dialog dengan mahasiswa tersebut, ia merespon ketertarikan si mahasiswa melakukan pengamatan puasa dengan hipotesa dari literatur yang dibacanya bahwa puasa Ramadan me-ningkatkan asam urat. “Tetapi dari hasil pengamatan dengan berbagai parameter medis dan biokimiawi ternyata asam urat malah turun”, ungkapnya. Setelah itu, beberapa mahasiswa lain tertarik meneliti  “Efek Meditasi terhadap Metabolisme Tubuh Manusia”. Bersama mahasiswa nonmuslim pula, Dr Rasjad Indra meneliti efek puasa terhadap LDR (trigliserin), sejenis lemak darah yang menyebabkan penyakit jantung. Dari hasil penelitian diketahui bahwa dengan puasa, LDR dapat turun untuk yang berkadar tinggi, kemudian LDR tetap untuk yang berkadar normal dan LDR tidak menurun untuk yang berkadar rendah.
Dalam talk show selepas ceramah muncul beberapa pertanyaan tentang pengaruh puasa bagi gastritis (maag), pengaruh puasa terhadap kecerdasan serta sejauh mana puasa dapat meminimalisir penyakit yang disebabkan pola makan seperti DM dan jantung.
Menjawab berbagai pertanyaan itu, Dr. Rasjad Indra menggunakan pendekatan analisis medis dan ilmiah. Mengenai gastritis, Dr Rasjad Indra membedakan menjadi dua, yaitu gastritis karena faktor jiwa dan saraf serta gastritis karena infeksi. “Cara membedakan keduanya bisa dilakukan dengan uji laboratorium yang dilakukan dengan pemeriksaan gastrokopi”, jawabnya.
Melalui puasa yang dijalankan dengan hati yang tenang dan ikhlas tentu dapat menjadi terapi bagi jenis gastritis yang pertama tetapi untuk jenis yang kedua menurutnya dibutuhkan pengobatan intensif dan dengan puasa saja menurutnya tidak akan efektif.
Menanggapi pertanyaan pengaruh puasa terhadap kecerdasan otak, Dr. Rasjad Indra memberikan “bocoran” penelitian yang saat ini sedang dilakukannya, tentang keberadaan reseptor insulin pada otak manusia. “Insulin adalah hormon yang berperan dalam penyimpanan kelebihan makanan”, terangnya. Lebih lanjut dikatakan, otak merupakan bagian sel dalam tubuh manusia yang tidak membutuhkan insulin.
Menurut Dr Rasjad Indra, meski tidak butuh insulin, otak ternyata memiliki reseptor insulin untuk mengatur glukosa yang dibakar dan menjadi insulin. “Ini berhubungan dengan memori di otak”, katanya. Bagi orang yang berpuasa, kadar glukosa darahnya rendah sehingga insulin akan turun, dan berakibat menaiknya kinerja reseptor insulin (up regulation), termasuk di otak yang berkorelasi positif pula dengan pengayaan reseptor insulin di memorinya.
Terkait dengan DM, Dr. Rasjad Indra menyampaikan hasil penelitiannya bahwa bagi penderita pre-DM terbukti secara kuantum bahwa dengan puasa, kadar gula darah dapat mengarah ke rentang normal. “Tetapi puasa saja tidak cukup untuk yang telah mengidap DM”, katanya. Melihat berbagai kelebihan puasa, Dr Rasjad Indra mengajak pada setiap audiens untuk berbangga memiliki kemampuan menjalankan ibadah puasa tanpa harus anarkhis terhadap orang yang tidak berpuasa ataupun membuka warung pada waktu puasa.
“Dengan keyakinan yang kita miliki, ditambah berbagai bukti ilmiah keunggulan puasa, jangan terusik dengan mereka yang tidak menjalaninya”, ajaknya. [nok]

Enam Karya Tulis Lingkungan Hidup Unibraw Lolos ke Final

Dikirim oleh prasetya1 pada 04 October 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 4576

Sebanyak enam karya tulis bidang lingkungan hidup mahasiswa Universitas Brawijaya, lolos ke babak final Lomba Karya Tulis Mahasiswa Bidang Lingkungan Hidup tingkat Nasional. Keenam karya tulis itu akan dipresentasikan di Yogyakarta pada 6-8 Oktober 2006. Demikian keterangan Drs Rudjita, Kasubbag Minat dan Penalaran pada Bagian Kemahasiswaan Universitas Brawijaya, Kamis (4/10).
Rudjita menuturkan, Universitas Brawijaya sebelumnya mengirimkan 44 karya tulis untuk tiga bidang yang dipertandingkan. Tiga bidang yang dipertandingkan itu meliputi biofisik dan kimia, biotis, serta sosek dan budaya kesehatan. LKTM bidang lingkungan hidup merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi. Universitas Brawijaya nantinya akan berkompetisi dengan sebelas universitas lainnya.
Selain Universitas Brawijaya, universitas di Jawa Timur yang juga maju ke babak final adalah Instititut Teknologi 10 Nopember Surabaya (5 karya tulis), dan Universitas Negeri Malang (1 karya tulis). Universitas Brawijaya dan Institut Pertanian Bogor adalah dua perguruan tinggi dengan jumlah finalis paling banyak.
Judul karya tulis dari Universitas Brawijaya yang akan dipresentasikan adalah: (1) ”Penataan Taman Kota Berbasis Eko-Arsitektur sebagai Upaya Mengurangi Tingkat Kebisingan di Daerah Perkotaan” karya Eko Surono mahasiswa Fakultas Teknik, dengan dosen pembimbing Ir Antariksa MEng PhD, (2) ”Implementasi Proyek Clean Development Mechanism dalam Menunjang Pengembangan Energi Berkelanjutan di Indonesia” karya Abdul Mukti Alfatoni mahasiswa Ilmu Administrasi, dengan dosen pembimbing Drs Bambang Santoso H MS,( 3) ”Rekonstruksi Etika Bisnis Perusahaan dalam Mewujudkan Corporate Social and Environtmental Social Responsibility" karya Fanny Widadie mahasiswa Fakultas Pertanian dengan pembimbing Dr Ir Kliwon Hidayat MS, (4) ”Pemanfaatan Glukosa Hasil Biokonversi Limbah Klobot Jagung dalam Sel Elektrokimia Biofuel sebagai Salah Satu Sumber Energi Alternatif” karya Prima Kharisma, mahasiswa Fakultas MIPA dengan pembimbing Drs Warsito MS, (5) ”Upaya Menjaga Kelestarian Terumbu Karang Melalui Penerapan Marine Protected Area (MPA) Berbasis Masyarakat” karya Baihaqi dari Fakultas Perikanan dengan pembimbing Ir Daduk Setyohadi MP, dan (6) ”Peluang Produksi Pupuk Organik Cair Tanaman Berbahan Baku Urin Sapi” karya Willy Priliyani mahasiswa Fakultas Peternakan, dengan dosen pembimbing Khotibul Umam A SPt MSi. [nik]

BAZIS Unibraw Salurkan ZIS kepada 400 Karyawan

Dikirim oleh prasetya1 pada 04 October 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1627


Badan Zakat, Infaq dan Shadaqah (BAZIS) Universitas Brawijaya, pada bulan Ramadan 1427H ini akan menyalurkan zakat, infaq, dan shadaqah kepada sekitar 400 orang karyawan Unibraw yang berhak menerimanya.
Sampai bulan Oktober 2006, BAZIS Unibraw telah menerima dana zakat, infaq, dan shadaqah (ZIS) sebesar Rp 203 juta lebih. Dana ini terkumpul dari unit-unit kerja maupun pribadi-pribadi pejabat di lingkungan Unibraw.
Secara rinci, saldo dana ZIS sampai Desember 2006 tercatat Rp 182 juta lebih, ditambah dengan pemasukan dari Kantor Pusat Rp 1,5 juta, Program Pascasarjana Rp 2,6 juta, Fakultas Hukum Rp 5,3 juta, Fakultas Ilmu Administrasi Rp 1,25 juta, Fakultas Pertanian Rp 250 ribu, Fakultas Peternakan Rp 2,25 juta, Fakultas Teknik 3,37 juta, Fakultas Kedokteran Rp 1,5 juta, Fakultas Perikanan Rp 3,45 juta, Fakultas MIPA Rp 1 juta, Fakultas Teknologi Pertanian Rp 500 ribu, Pusat Pembinaan Agama Rp 250 ribu, Rektorat Rp 1 juta.
Dana ZIS yang terkumpul telah disalurkan sebanyak Rp 21 juta lebih, dengan rincian Rp 14,4 juta untuk pemberian beasiswa kepada 24 orang anak karyawan Unibraw, Rp 4,68 juta untuk beasiswa 52 anak masyarakat sekitar kampus, serta Rp 2 juta untuk bantuan korban gempa Yogyakarta.
Pada tahun 2005 yang lalu, BAZIS Unibraw berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 67,5 juta. Dari dana ini telah disalurkan untuk 286 orang mustahiq, dengan rincian 138 orang dari Kantor Pusat, 131 orang dari fakultas-fakultas dan 17 orang petugas BAZIS. Besar dana yang disalurkan mencapai Rp 28,6 juta.

Pinjaman bergulir tanpa bunga
Ketua BAZIS Unibraw HA Latief Syafradji SH mengungkapkan, mulai tahun 2007 mendatang, BAZIS Unibraw meluncurkan sebuah program baru berupa bantuan pinjaman modal usaha bergulir tanpa bunga untuk jangka waktu 2 tahun. Besar pinjaman Rp 3 juta, diberikan kepada warga Unibraw kurang mampu yang telah memiliki usaha, dan terdaftar sebagai karyawan Unibraw.
Calon peminjam ditetapkan oleh BAZIS Unibraw berdasarkan rekomendasi hasil pengamatan, pertimbangan, dan penilaian pengurus BAZIS masing-masing unit kerja. Pengurus BAZIS masing-masing unit kerja bertanggung jawab atas keakuratan hasil seleksi calon. Peminjam dana modal usaha, diharapkan aktif menyisihkan zakat, infaq, dan shadaqah dari hasil usahanya guna dikelola BAZIS Unibraw sesuai dengan kemampuannya. Pengembalian dana pinjaman usaha dilakukan dengan cara mengangsur setiap bulan selam 2 tahun, melalui pengurus BAZIS unit kerjanya masing-masing. [Far]

Memulai Bisnis Tanpa Uang

Dikirim oleh prasetya1 pada 03 October 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 3065


Memulai usaha tanpa mengeluarkan uang sudah menjadi hal yang biasa. Hal itu disampaikan oleh Drs Arif Himawan Kusumanegara dalam Seminar Kewirausahaan yang diadakan Koperasi Mahasiswa Universitas Brawijaya, Selasa, 3/106 di Cafe Maleo. Tapi ternyata pandangan tersebut belum menjadi panutan yang banyak digunakan oleh khalayak. Banyak kalangan masyarakat masih terpatok pada pemikiran bahwa memulai suatu usaha harus mengeluarkan banyak uang untuk modal usaha. Padahal kenyataannya tidak demikian. Salah seorang mahasiswa Unibraw telah membuktikan hal ini, menjadi seorang pengusaha dengan menjual ide. Puji, mahasiswi berumur 19 tahun ini hanya bermodalkan omongan dan ide. Ia menjual ide untuk mengadakan program pendidikan tentang kewirausahaan yang diadakan di sekolah-sekolah.
Ia kemudian dijadikan Arif, penyaji seminar ini, sebagai contoh bahwa memulai bisnis ternyata tidak harus mengeluarkan modal berupa uang. Pendiri Soerabaia Consulting dan Redaktur Majalah Pengusaha Jakarta ini mengatakan, memulai usaha berawal dari ide. Sedangkan ide dapat dicari melalui cara apapun. Misalnya dengan browsing di internet atau melihat peluang dari lingkungan sekitar.
Seminar sehari ini mencoba untuk memfokuskan pada tema “Creating Money Without Money.” Faisal Tri Putra, ketua pelaksana acara ini mengatakan bahwa tujuan dari acara ini adalah melatih mahasiswa untuk bisnis sambil kuliah. Selain itu mereka juga bermaksud untuk menjadi ajang silahturahmi antar lembaga mahasiswa semi otonom yang ada di Unibraw dan bekal untuk menghadapi era globalisasi.
Peserta yang mereka tembak pada umumnya adalah mahasiswa dan juga karyawan. “Peserta dari karyawan kami tujukan untuk meningkatkan mutu mereka,” jelas Faisal. Peserta yang mendaftar sebanyak 29 orang. Faisal mengatakan bahwa untuk menikmati fasilitas ini mereka kemudian ditarik biaya sebesar Rp 10.000 untuk anggota Kopma, dan Rp 15.000 untuk non anggota Kopma. Acara seminar kemudian ditutup dengan buka bersama. [vty]