Prasetya Online

>

Berita UB

Yudisium Program Pascasarjana

Dikirim oleh prasetya1 pada 01 September 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 3630

Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Jumat 1/9, mengumumkan kelulusan 15 orang mahasiswa program doktor, dan 94 mahasiswa program magister. Kelulusan ini ditetapkan dengan Keputusan nomor 04/SK.PPSUB/2006 tanggal 1 September 2006 yang ditandatangani Direktur Program Pascasarjana Prof Dr Djanggan Sargowo.
Menurut SK tersebut, para lulusan berhak menggunakan gelar doktor bagi lulusan program S3, dan magister bagi lulusan program S2, serta diberi surat tanda lulus sementara. Ijazah resmi akan diberikan pada saat wisuda, bersama para lulusan program lainnya (S1 dan diploma).
Para lulusan program doktor yang diyudisium pada hari itu adalah: Dr Harin Tiawon MP, Dr Ir I Gusti Ngurah Santosa MS, Dr Liliya Dewi Susanawati ST MT (Program Studi Ilmu Pertanian), Dr Dwi Wahyu Artiningsih SE MM, Dr Aidin SE MSc (PS Ilmu Ekonomi), Dr Uun Yanuhar SPi MSi (PS Ilmu Kedokteran), Dr Dossy Iskandar Prasetyo SH MHum (PS Ilmu Hukum), Dr Alifiulahtin Utaminingsih MSi, Dr Debora MSi, Dr Hadi Supratikta MM, Dr Maskuri MSi, Dr M Bashori Nuchsin MSi, Dr Suzanna Josephine L Tobing SE MS, Dr Ir Manggaukang MM, dan Dr Muklir SSos SH MAP (PS Ilmu Administrasi).
Sedangkan untuk program magister, lulusan yang diyudisium adalah: Rohmatin Agustina SP MP, Ir Palupi Puspitorini MP (PS Ilmu Tanaman, 2), Ir Gatot Suharto Abdul Fatah MP, Maimuna La Habi SP MP, Ir. Masna Manurung MP, Teguh Harijono SP MP (PS Pengolahan Tanah dan Air, 4), Budi Prasetyo SPt MP (PS ILmu Ternak, 1), Prawika Yunitasari SE Ak MM, Arrisqiatul Karimah Mulyadi SE MM, Dra Yayuk Ngesti Rahayu MM, Gurion Soesanto STP MM, Rizal Dwi Cahyono ST MM, Sayekti Utami SSi MM, Drs Achmad Syamsudin MM, Dewi Murniastuti SPi MM, Rahmawaty Arifiani SE MM, Revnussa Octobery SE MM, Suyono SE MM, Moch Sjaifuddin SSi MM, Yoke Novitasari SSi MM,  Ir Abd Rochim MM, Erna Nurzainul Hakimah SE MM, Drs Ec Gaudensius Djuang MM, Ni Kadek Yulie Dian Sari SE MM, Novicawati Sujito ST MM, Rusdi Musa Ishak SE MM, Daniel Bharata SE MM (PS Manajemen, 20), Abdurrachim Laing SPd MAB, Ajeng Mahestika SAB MAB, Arif Budiman SE MAB, Buyung Widyarini Nurtetta SAB MAB, Edy Sutrisno SE MAB, Kusumadyahdewi SSos MAB, Nur Imamah SAB MAB, Setio Utomo SSos MAB, Drs Wiyata MAB (PS Ilmu Administrasi Bisnis, 9), Yudi Purnomo SSi Apt MAB (PS BioMedik), Andi Batari Angka ST MT, Ardawati ST MT, Mustaqim Mad Mberu ST MT (PS Teknik Sipil, 3), Hasnil Purwanto SH MAP, Drs Muchson MAP, Ani Sri Rahayu SIP MAP, La Manguntara SSos MAP, Muhammad Rum SH MAP, Agung Widianta SP MAP, Dra Rr Andayoen Sri Afriana MAP, Bimo Haryono SH MAP, Dwiko Yudhi Widodo SH MAP, Drs Gamaliel Raymond H Matondang MAP, Heru W Sembodo SSos MAP, Imam Gunawan SKom MAP, Imam Malik ST MAP, Indah Kusumayanti SH MAP, Indah Sri Palupi SH MAP, Inti Kurniawati SSi MAP, Muhammad Rizal SSos MAP, Naning Sugiarto SSi MAP, Nurohmah SE MAP, Roy Marganda Lumbantobing SE MAP, Sarji SIP MAP, Seksio Bekti Mardhianto SPt MAP, Shinta Mayana SPi MAP, Teguh Musoffa SE MAP, Tofan Efendi SPt MAP, Tri Suciati ST MAP, Yuyun Indria Shanti ST MAP (PS Ilmu Administrasi Publik, 28), Ilfan Nurdin SH MHum, Dyah Pchtorina Susanti SH MHum, Gusti Ngurah Parikesit Widiatedja SH MHum, Mehdi Kamel  MHum, Muliadi Tutupoho SAg MHum, Wiwin Karlina Andani SH MHum (PS Ilmu Hukum, 6), Drs Ec Suwarno ME (PS Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan, 1), Darma Kusuma SE Ak MSA, Freddy Yuniar Satria Berlin SE MSA, Rismawati SE MSA, T Agus Indrajaya SE Ak MSA, Wita Ramadhanti SE Ak MSA, Yunus Tulak Tandirerung SE MSA, Tony Baharawan SE MSA (PS Sains Akuntansi, 8), Ari Riyadi Tatak Kurniawan ST MT, Ir Ali Saifullah MT, Harsa Dhani ST MT, Ir I Made Sugina MT, Si Putu Gede Gunawan Tista ST MT (PS Teknik Mesin, 5), Ledyawti SPsi MSos, Muslim SSos MSos, Lutfiana Wahyuni SP MSos, Mohammad Miftahusyai'an SPd MSos, Arie Wahyu Prananta SPi MSos (PS Sosiologi, 5), dan Dasirin SPi MP (PS Budidaya Perairan, 1). [Far]

Umi Marwati: ”Ekosistem dari Nol di Lumpur Lapindo”

Dikirim oleh prasetya1 pada 01 September 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 4931


”Ekosistem dari nol di lumpur Lapindo”, demikian ucap Dra. Umi Marwati MSi, Jum’at (1/9) terkait penelitiannya tentang lumpur Lapindo yang saat ini semakin membludak di daerah Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Dalam penelitiannya, dosen biologi FMIPA Universitas Brawijaya dengan kekhususan Biologi Lingkungan ini mencoba mengamati kemungkinan pengembalian fungsi pada ekosistem semula. Dalam penelitiannya ini, secara paralel ia menggunakan 2 jenis bakteri koleksinya, yang bergenus bacillus dan bakteri yang teradaptasi (hidup dalam lumpur Lapindo).
Sejalan dengan penelitian ini, ia juga mencoba mengecambahkan biji-bijian, ternyata tidak ada satu pun biji yang bisa tumbuh walaupun lumpur Lapindo tersebut sudah dicampur tanah biasa. ”Apa artinya? Dalam lumpur Lapindo terdapat suatu zat yang bersifat racun (toxic)”, Umi menyimpulkan hasil pengamatannya.
Dari hasil penelitian menggunakan bakteri, ibu dua anak ini menemukan bakteri-bakteri tersebut mampu tumbuh di lumpur Lapindo. Dari sini ia menarik kesimpulan sementara bahwa bakteri-bakteri tersebut memiliki sistem metabolisme yang mampu mengubah zat dalam lumpur tersebut menjadi sumber energi bagi kehidupannya. Sementara untuk bakteri-bakteri yang teradaptasi dalam lumpur Lapindo, Umi mencoba mengamati peranannya guna mengawali ekosistem di lumpur tersebut di samping sebagai referensi bagi kemungkinan kehidupan dan ekosistem selanjutnya.
Sampai sejauh ini, Umi yang telah mengawali penelitiannya sejak Juni 2006 mengikuti perkembangan kedua populasi bakteri tersebut guna mengetahui potensi yang dimilikinya dalam meminimalisir racun dan pemanfaatan lumpur lapindo bagi kemungkinan pengembangan ekosistem dan kehidupan baru.
Mengikuti perkembangan langkah-langkah dalam penanganan lumpur, Umi mengkhawatirkan tindakan gegabah water treatment dengan mengalirkan kandungan air dalam lumpur ke laut. Jika tidak diantisipasi, dampak yang tidak diinginkan mungkin akan terjadi. ”Saya khawatir tindakan itu akan mengacaukan rantai makanan, dengan akumulasi risiko terbesarnya pada manusia, jika kandungan racun dalam lumpur, baik tanah maupun airnya, tidak dituntaskan”, tuturnya.
Selain itu, ia juga cukup pesimis dengan pemanfaatan lumpur sebagai batu bata tanpa treatment terlebih dahulu. ”Dengan kandungan NaCl (garam) dalam lumpur, saya meyakini akan berakibat korosif bagi berbagai perabotan besi yang dinaunginya”, katanya.
Beberapa kandungan kimia lain yang terkandung dalam lumpur Lapindo, juga menjadi perhatian Umi, di antaranya fenol. Dalam pengelolaan senyawa fenol ini, ia optimis terdapat satu jenis bakteri yang mampu mendegradasinya menjadi senyawa karbon dan hidrokarbon. ”Penanganan lumpur Lapindo ini membutuhkan penelitian yang menyeluruh secara fisika, kimia dan biologi. Di antaranya, dengan menggunakan bakteri sebagai pionernya”, ucap Umi. Menurutnya, penelitian integratif ini harus dilakukan sesegera mungkin sebelum air hujan menyapu dan memperlebar kawasan lumpur Lapindo.
Selain mengamati lumpur Lapindo secara swadaya dan swadana, Umi juga pernah mensosialisasikan hasil penelitian biofertilizer berjenis Azospirillum yang mampu meminimalisir akumulasi logam berat di samping menstimulus faktor pertumbuhan/penghasil hormon pertumbuhan yang sangat memiliki kelayakan jual.
Ketertarikannya mengamati lumpur Lapindo mendapat hambatan besar terkait akomodasi yang selama ini bersifat swadaya dan swadana, terutama dalam menganalisis kandungan kimiawi serta prediksi jumlah bakteri yang dibutuhkan dalam menetralisir kandungan tersebut. ”Saat ini saya tengah melakukan mapping kondisi terkini kehidupan mikroorganisme yang ada dalam lumpur Lapindo dengan parameter utama jarak/radius semburan”, ungkapnya. (nok).

Wali Kota Bergaya "Terminator", MOG Menghancurkan Ikon Kota Malang

Dikirim oleh prasetya1 pada 31 Agustus 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2751

Sejumlah Wali Kota Malang sejak era 1970-an hingga sekarang, cenderung bergaya "terminator" atau penghancur. Mereka menerapkan kebijakan publik yang tidak pro-publik dan dengan enaknya menghancurkan ikon-ikon Kota Malang.
Prof.Solichin Abdul Wahab PhD
Prof.Solichin Abdul Wahab PhD
Demikian dltuturkan guru besar Universitas Brawijaya Malang bidang kebijakan publik, Profesor Solichin Abdul Wahab PhD, Rabu (30/8) di Malang.
Menurut dia, sudah sejak era 1970-an Malang memiliki pemimpin yang memiliki kebijakan publik yang tidak pro publik. Misalnya, penghancuran bangunan sldang Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dan berganti menjadi pertokoan Sarinah, penghancuran penjara wanita yang berubah menjadi Ramayana Mall dam sejumlah perusakan ikon sosial kultural lainnya.
“Kasus wali kota sekarang dengan proyek Malang Olimpic Garden (MOG) juga tidak jauh berbeda. Proyek yang bisa jadi sekadar implementasi dari ambisi bisnis yang menumpang lontaran-Iontaran simbolik demi peningkatan kualitas dan semangat olahraga itu justru akan menghancurkan ikon Malang untuk kesekian kalinya,” tutur dosen lulusan Wageningen University Belanda itu.
Ikon kota yang bakal hancur adalah lapangan tenis dan kolam renang yang merupakan peninggalan masa kolonial. Padahal dua fasilitas olahraga itu dahulunya (saat masih terawat) pernah menjadi tempat turnamen olahraga tingkat internasional.
"Kebijakan wali kota saat ini tidak ubahnya dengan rezim Orde Baru, yaitu kebijakan kontroversi yang sifatnya tabrak lari. Dilakukan dahulu, baru kemudian sosialisasi. Terbukti, saat ini banyak masyarakat dan kalangan akademisi, termasuk Dewan, merasa tidak mendapatkan permisi terkait dengan MOG,” ujar pria yang telah tinggal di Malang selama 57 tahun itu.
Kalkulasi bisnis
Kehilangan ikon, menurut. Solichin, merupakan kehilangan besar bagi sebuah bangsa karena layaknya kehilangan identitas dan kebanggaan sosio-kultural, dan politik itu yang kadang tidak dipakai oleh para pemimpin untuk membuat kebijakan publik. Mereka hanya memakai kalkulasi bisnis yang sering mengabaikan hak-hak hakiki masyarakat;' ucapnya.
Namun, kata dia, kondisi itu bisa diatasi oleh masyarakat asalkan mereka mengintegrasikan kekuatan dan elemen-elemen kerakyatan, termasuk tokoh independen, mahasiswa, pengajar, seniman, LSM, wartawan, dan berbagai lapisan lain untuk satu kata menyuarakan “Hentikan kebijakan publik yang tidak propublik.”
"Kekuatan-kekuatan intelektual seperti itu bisa menghentikan kebijakan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Tidak perIu memakai kekerasan. Kalau represi pemerintah dilawan represi, yang ada hanyalah kehancuran demokrasi. Dengan desakan kekuatan intelektual tersebut, kalau konsisten wali kota tentu akan gerah bahkan takut membuat public policy yang tidak pro publik;' tutur Solichin.
Selain itu, menurut dia, juga dibutuhkan kearifan negarawan seorang wali kota dalam membuat kebijakan. Jangan menjalankan roda pemerintahan dengan pendekatan bisnis layaknya pemikiran re-inventing government ala Osborne dan Gabbler. "Karena jika itu dilakukan, yang ada adalah pertimbangan untung rugi bisnis. Padahal, selama ini yang untung belum tentu publik, namun yang pasti buntung adalah publik,” ujarnya. [Dahlia Irawati] KOMPAS Kamis, 31 Agustus 2006

Serah Terima Jabatan Ketua Dharma Wanita Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 31 Agustus 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 9691


Ny. Eny Yogi Sugito secara resmi menggantikan Ny. Rien Bambang Guritno sebagai Ketua Dharma Wanita Persatuan Universitas Brawijaya. Serah terima jabatan dilakukan Kamis 31/8, di Gedung Student Center Universitas Brawijaya. Turut hadir pada kesempatan itu Penasehat Dharma Wanita Kota Malang Ny Heri Puji Utami Peni Suparto, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Malang Ny Bambang DH serta jajaran pengurus dan anggota Dharma Wanita di lingkungan pemerintah kota Malang, Universitas Islam Negeri Malang, dan Universitas Brawijaya.
Pada upacara serah terima jabatan itu, dibacakan berita acara serah terima ketua, penandatanganan berita acara serah terima, dan penyerahan memori pertanggungjawaban.
Dalam sambutannya Ny Bambang DH menyatakan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Ny Rien Guritno yang telah meluangkan waktu dan pikirannya dalam mengembangkan Dharma Wanita sebagai salah satu organisasi kewanitaan, khususnya di lingkungan Universitas Brawijaya. Selanjutnya Ny Bambang DH mengharapkan Ny Eny Yogi Sugito meneruskan program kerja Dharma Wanita yang telah dicanangkan sebelumnya serta diharapkan turut ambil bagian dalam kegiatan Dharma Wanita di kota Malang, berpartisipasi dalam menyukseskan program pemerintah kota Malang dan bekerjasama dengan organisasi kewanitaan lainnya yang ada di kota Malang.
Sementara itu Ny Peni Suparto dalam pidatonya menyatakan bahwa sebagai pendamping suami yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil sekaligus sebagai orang tua, terlebih lagi Dharma Wanita sebuah institusi pendidikan, anggota Dharma Wanita Universitas Brawijaya dituntut untuk peduli dan turut serta memberantas penyebaran dan penggunaan narkoba di kalangan generasi muda. [nik]

Pengaruh Kekuatan Tawar bagi Pendapatan Petani Padi

Dikirim oleh prasetya1 pada 31 Agustus 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2471


Bagi negara-negara di Asia, khususnya Indonesia, beras memiliki posisi strategis dalam kehidupan ekonomi, sosial, dan politik. Keberhasilan kampanye swasembada beras sejak tahun 1984 cenderung diikuti terbentuknya harga beras yang murah. Sementara itu, kebijakan pemerintah kurang mendukung kepentingan petani. Hal ini berakibat termarjinalkannya pendapatan dan kesejahteraan petani, padahal kondisi internal dan ekstenal petani pada umumnya rendah.
Kekuatan tawar petani yang rendah dan merosotnya harga gabah/beras di tingkat petani, terutama pada musim panen, merupakan masalah klasik pertanian Indonesia, yang hingga kini masih belum dapat diatasi.
Ir Eko Nurhadi MS mengemukakan kondisi tersebut dalam disertasi berjudul “Kekuatan Tawar Petani Padi: Faktor Penentu dan Dampaknya terhadap Pendapatan Petani ( Studi Kasus Sentra Produksi di Desa Kacangan, Lamongan, Jawa Timur)” pada ujian terbuka yang digelar Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Kamis 31/8. Promotor ujian disertasi ini adalah Prof Dr Ir Moch Muslich Mustadjab MSc, dan kopromotor Prof Dr Djumilah Zain SE serta Dr Ir Bambang Ali Nugroho MS DAA. Sedangkan tim penguji terdiri dari Prof Dra SM Kiptiyah MSc, Dr Agus Suman SE DEA, Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS, dan penguji dari UPN Veteran Jawa Timur, Prof Dr H Djohan Mashudi SE MS.
Penelitian disertasi Eko Nurhadi mengambil lokasi daerah Lamongan. Obyek utama penelitian ini adalah petani padi atau rumah tangga petani (RTP), dan obyek pelengkapnya individu atau lembaga pembeli padi langsung dari petani.
Hasil penelitian menunjukkan beberapa hal yang signifikan. Di antaranya, petani dan pedagang dalam melakukan proses tawar-menawar mengacu pada tingkat harga pasar. Selain itu, semakin tinggi pendapatan nonpertanian, kekuatan tawar petani padi pada musim gadu semakin tinggi.
Dalam disertasinya, Eko Nurhadi secara khusus menyampaikan saran yang bersifat kebijakan. Antara lain, perlunya revitalisasi penggalakan kredit pedesaaan, monitoring harga gabah/beras di tingkat petani, serta perlunya penegakan aturan dan akuntabilitas terhadap pihak-pihak yang terlibat, baik dalam proses seleksi maupun evaluasi kinerja pedagang pengumpul mitra kerja Bulog.
Dalam yudisium, Eko Nurhadi dinyatakan lulus dan layak menyandang gelar doktor dalam bidang ilmu pertanian (kekhususan ekonomi pertanian) dengan predikat sangat memuaskan (IPK 3,62).
Dr Ir Eko Nurhadi MS (49 tahun), pria kelahiran Lamongan, sarjana sosial ekonomi pertanian lulusan Fakultas Pertanian
Universitas Brawijaya (1982), magister sains sosial ekonomi pertanian dari UGM dan Unibraw (1993), sejak 1987 adalah dosen sosial ekonomi pertanian pada Fakultas Pertanian UPN Veteran Jawa Timur, Surabaya. [nok]