Prasetya Online

>

Berita UB

Simposium Nasional IX FSTPT Indonesia

Dikirim oleh prasetya1 pada 17 November 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2540

Transportasi merupakan salah satu jenis infrastruktur yang berpengaruh besar terhadap proses pembangunan. Dampak positif maupun negatif yang ditimbulkan oleh penyelenggaraan transportasi telah dirasakan. Berangkat dengan tujuan untuk berbagi informasi tentang perkembangan bidang transportasi, hasil penelitian murni maupun terapan, serta berbagi pengalaman praktis yang tentunya akan bermanfaat bagi pembangunan di bidang transportasi, terutama yang berkaitan dengan aspek keselamatan. Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi Indonesia (FSTPT) sebagai wadah pertemuan dan diskusi bagi pemerhati transportasi dari kalangan perguruan tinggi berskala nasional menyelenggarakan simposium tahunannya yang kali ini berlangsung di Universitas Brawijaya 17-18 November 2006.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Jurusan Teknik Sipil dan Jurusan Pengembangan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya ini akan menghadirkan para ahli bidang transportasi yang peduli terhadap aspek keselamatan dalam prasarana maupun sarana transportasi, dari seluruh Indonesia serta negara tetangga ASEAN. Hingga saat ini, sudah delapan kegiatan simposium diselenggarakan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang dimulai di Institut Teknologi Bandung pada 1998.

Tim Peneliti FMIPA Teliti Lumpur Lapindo

Dikirim oleh prasetya1 pada 16 November 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2305

penelitian lapang di lokasi semburan lumpur panas PT Lapindo Brantas
penelitian lapang di lokasi semburan lumpur panas PT Lapindo Brantas
Sebuah tim peneliti Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya, mengadakan penelitian lapang di lokasi semburan lumpur panas PT Lapindo Brantas, Porong, Sidoarjo. Penelitian selama dua hari, 16-17 November 2006, dilaksanakan dengan mengadakan pengambilan sampel di tempat itu.
Tim peneliti terdiri dari tiga dosen jurusan kimia yaitu: Adam Wiryawan, Barlah Rumhayati, dan Yuniar Ponco, serta seorang dosen jurusan biologi Umi Mawarti, dibantu seorang analis kimia Darwin.
Sampel yang diambil akan diteliti di Laboratorium Kimia dan Laboratorium Biologi FMIPA. Analisis terhadap sampel direncanakan berlangsung pekan depan, dan hasilnya akan diperoleh sesegera mungkin. [aw]

Sinergi Potensi Riset Perguruan Tinggi, Daerah dan Industri

Dikirim oleh prasetya1 pada 15 November 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1913

Pengembangan Riset Kemitraan: Sinergisme Potensi Riset Perguruan Tinggi dengan Potensi Daerah dan Industri
Pengembangan Riset Kemitraan: Sinergisme Potensi Riset Perguruan Tinggi dengan Potensi Daerah dan Industri
Menyongsong paradigma baru penelitian dan peneliti dari kalangan dunia perguruan tinggi, Jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Brawijaya menyelenggarakan lokakarya ”Pengembangan Riset Kemitraan: Sinergisme Potensi Riset Perguruan Tinggi dengan Potensi Daerah dan Industri”. Kegiatan yang dibiayai oleh PHK (program hibah kompetisi) A2 Jurusan Kimia FMIPA ini dilaksanakan di Fakultas MIPA Universitas Brawijaya, Kamis (15/11). Dalam acara yang diikuti oleh peneliti di lingkungan jurusan Kimia dan FMIPA tersebut, dihadirkan pemateri dari Kementerian Ristek yaitu Ir Prasetyo Sunaryo MT serta Ketua Pusat Kajian Kimia Universitas Brawijaya, Prof Dr Ir Chandrawati Cahyani MS sebagai pembicara pada diskusi panel I. Selain itu, hadir juga Dr. Bambang Setiaji (staf pengajar Kimia UGM), Ir Dachlan Faturachman MS (Bappeda Blitar) sebagai pembicara pada panel II serta beberapa peneliti dari Universitas Brawijaya, meliputi Dr. Soebiantoro Apt MSc (peneliti bioteknologi Unibraw), Dr Rurini Retnowati MSi (peneliti bahan alam Unibraw), dan Dra Tutik Setyaningsih MSi (peneliti lingkungan Unibraw).
Dalam penjelasannya, Dr. Bambang Setiaji mengatakan, pada saat ini seorang peneliti dituntut juga menguasai kemampuan entrepreneurship. Perubahan paradigma ini memperluas peran peneliti yang semula hanya berkutat di wilayah laboratorium untuk lebih jeli dan teliti menangkap peluang pasar atas hasil penelitiannya. ”Di sini dibutuhkan peneliti yang konsisten dan memiliki kemauan serta keyakinan untuk mengaplikasikan ilmu dan hasil penelitiannya”, kata Bambang.
Hal ini, berdasarkan pengamatannya di kalangan masyarakat, seperti petani, yang memiliki kendala mendasar dalam kemampuan ”menjual”. Sebagai ilustrasi, Bambang menceritakan pengalamannya dalam melakukan penelitian VCO (virgin coconut oil/minyak kelapa murni). Penelitian yang dilakukan sejak 1979 tersebut, terbukti telah berhasil meningkatkan pendapatan petani. ”Penelitian VCO bahkan dapat meningkatan nilai ekonomi kelapa dari Rp 500/biji menjadi Rp 2.300/biji/hari”, tuturnya. Dari pengalaman ini, ia berpesan kepada peneliti untuk lebih peka terhadap pasar, berpijak pada potensi daerah yang cukup banyak serta memiliki kemauan keras untuk mengaplikasikan ilmu dan hasil penelitiannya. Selain itu, secara khusus ia menyarankan kepada pemerintah untuk lebih serius dalam meningkatkan dana dan anggaran penelitian, bukan hanya memperhatikan skala laboratorium saja, tetapi juga sampai pada pilot plan. ”Melalui home industry sebagai pilot plan misalnya, kita dapat melakukan pendampingan dan memonitor penelitian tersebut”, ungkapnya. ”Tetapi kelemahan dari model seperti ini, tentunya kualitas menjadi lebih rendah”, tambahnya.

Kongres Nasional VI Perhimpunan Ahli Mikrobiologi Klinik Indonesia

Dikirim oleh prasetya1 pada 14 November 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 4349

Penyakit Infeksi merupakan penyakit dengan angka kesakitan yang paling tinggi di negara berkembang termasuk Indonesia. Demam tifoid, hepatitis, dan demam berdarah dengue, masih merupakan penyakit yang harus dihadapi.
Demikian juga AIDS, flu burung, dan banyak penyakit infeksi lain yang merupakan permasalahan kesehatan nasional. Diagnosis dini dan pencegahan penyakit infeksi merupakan kebutuhan sangat mendasar. Di samping itu, resistensi bakteri terhadap antimikroba makin menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan, sehingga penggunaan antimikroba harus rasional dan bijak.
Dalam rangka menuju Indonesia sehat 2010, peran spesialis mikrobiologi klinik sangat besar. Terkait dengan hal tersebut, Perhimpunan Ahli Mikrobiologi Klinik Indonesia (PAMKI) menyelenggarakan Kongres Nasional (KONAS) yang keempat. KONAS VI PAMKI diselenggarakan di Hotel Santika Malang 16-19 November. Dalam pertemuan ilmiah itu akan dibahas berbagai masalah penyakit infeksi (seperti infeksi saluran kemih, sepsis, infeksi obstetrik dan ginekologik, avian influenza, infeksi nosokomial) dan penanggulangannya (diagnosis dini dan vaksin) serta resistensi terhadap antimikroba. Tema KONAS VI ini adalah ”Strategies to Combat The Emergence And Spread Of Life Threatening Microbes”. Demikian antara lain keterangan pers Prof Dr dr Sanarto Santoso, yang disampaikan di Laboratorium Mikrobiologi FK Unibraw, Selasa 14/11.

Sudarmiatin: Obyek Wisata Harus Dikelola Serius

Dikirim oleh prasetya1 pada 14 November 2006 | Komentar : 1 | Dilihat : 2385

Dr Sudarmiatin MSi
Dr Sudarmiatin MSi
Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi wisatawan dalam berkunjung ke obyek wisata seperti faktor promosi, atribut obyek wisata, image konsumen, faktor kebutuhan dan gaya hidup konsumen. Kondisi itu dapat membingungkan pemasar apakah strategi pemasaran yang disusun harus mengutamakan promosi, mengedepankan atribut obyek wisata atau menciptakan image konsumen yang positif. Agar jumlah wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata meningkat, perlu diupayakan berbagai perbaikan meliputi terus melaksanakan promosi dan membangun image positif konsumen terhadap obyek wisata.
Demikian ungkap Sudarmiatin dalam disertasi berjudul "Pengaruh Atribut Obyek Wisata Alam, Promosi dan Karakteristik Individu terhadap Image Konsumen dan Pengambilan Keputusan Berkunjung (Studi Empiris terhadap Perilaku Wisatawan pada Obyek Wisata Alam di Jawa Timur)". Program Pascasarjana Universitas Brawijaya menggelar ujian terbuka disertasi ini, Selasa 14/11.
Bertindak sebagai promotor Prof Dr Eka Afnan Troena SE, serta kopromotor Prof Dr M Syafiie Idrus SE MEc dan Dr Agus Suman SE DEA. Tim penguji terdiri dari Prof Dr Djumilah Zain SE, Prof Dr Armanu Thoyib SE MSc, Dr David Kaluge SE MSc, dan Prof Dr Imam Syakir SE.