Prasetya Online

>

Berita UB

Meninggal Dunia: Badaruddin, Mantan Ketua Umum DM Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 12 Mei 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2541

Ir. H. Badaruddin
Ir. H. Badaruddin
Ir. H. Badaruddin, mantan Ketua Umum Dewan Mahasiswa Universitas Brawijaya (DM Unibraw), Kamis dini hari 11/5 meninggal dunia, di Muarateweh, Barito Utara, Kalimantan Tengah. Almarhum, terakhir menjabat sebagai Bupati Barito Utara, meninggal dunia karena sakit liver, sepekan setelah memperingati ulangtahunnya yang ke-62. Badaruddin lahir di Purukcahu, Kalimantan Tengah, 3 Mei 1944, menjadi mahasiswa tugas belajar dari Propinsi Kalimantan Tengah, pada Fakultas Pertanian, Jurusan Teknik Pertanian sekitar tahun 1965-1966. Semasa mahasiswa, Badaruddin cukup aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Pernah menjadi Ketua Umum Senat Mahasiswa FP Unbra (1970-1971), dan pada masa kepemimpinannya terbentuk Ikatan Mahasiswa Pertanian Indonesia (IMPI) dalam kongres yang digelar di kampus Universitas Brawijaya (1971). Berikutnya, Badaruddin terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Mahasiswa Universitas Brawijaya (1972-1973) dalam Sidang Umum Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Universitas Brawijaya. Dalam kepemimpinannya di Dewan Mahasiswa, Badaruddin merintis tradisi Porsaf (Pekan Olahraga dan Seni Antar Fakultas) di lingkungan Universitas Brawijaya. Gebrakan Badaruddin ini ternyata mampu menghapus citra bahwa setiap pertandingan yang diselenggarakan mahasiswa selalu berakhir ricuh. Dengan Porsaf ini mahasiswa Unibraw mampu berkompetisi secara sehat, baik dalam bidang olahraga maupun seni. Pada masa Badaruddin pula, pada tahun 1973, ratusan mahasiswa Unibraw dapat dikoordinir untuk kunjungan persahabatan ke Yogyakarta, mengadakan pertunjukan seni bersama mahasiswa UGM, dan mengadakan pertandingan olaharaga dengan mahasiswa UGM maupun Taruna Akabri Udara. Ikut bersama rombongan itu, antara lain Bambang Guritno (Ketua Umum Senat Mahasiswa FP Unibraw, sekarang gurubesar agronomi, Rektor Unibraw), Umar Nimran (Sekretaris Umum DM Unibraw, sekarang guru besar administrasi, PR-IV Unibraw), Lukito Adi Soehono (sekarang guru besar FMIPA), dan Hendrawan Soetanto (sekarang gurubesar Fakultas Peternakan).

16 PTN Penuhi Syarat Menjadi PT BHP

Dikirim oleh prasetya1 pada 11 Mei 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2542

Enam belas perguruan tinggi negeri (PTN), berdasarkan pemantauan dan evaluasi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, dinilai telah mempunyai kapasitas yang baik dalam hal pengelolaan akademik dan penjaminan mutu, serta pengelolaan sumber daya perguruan tinggi -- dua persyaratan utama yang diperlukan untuk menjadi perguruan tinggi badan hukum pendidikan (PT BHP).
Penegasan ini disampaikan Dirjen Pendidikan Tinggi Prof Dr Satryo Soemantri Brodjonegoro dalam surat bernomor 1703/D/T/06 tanggal 11 Mei 2006, perihal perubahan status PTN menjadi PT BHP.
Sehubungan dengan itu, sejalan dengan kerangka pengembangan pendidikan nasional dan pendidikan tinggi khususnya, demikian Dirjen, diharapkan 16 perguruan tinggi tersebut mengajukan -- atau menindaklanjuti bagi yang pernah mengajukan -- proposal perubahan status PTN menjadi PT BHP dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Bersama surat tersebut, Dirjen melampirkan 3 naskah, yaitu (1) Kerangka Pemikiran Pembentukan Perguruan Tinggi Badan Hukum Pendidikan (PT BHP), (2) Guidelines for Development of A University as A Legal Entity, dan (3) Butir-butir Penting Penyusunan Proposal Perubahan Status Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Menjadi PT BHP. Ketiga naskah itu diharapkan dapat menjadi rujukan dalam penyusunan proposal, melengkapi ketentuan dan peraturan lainnya.

Seminar & Workshop: Futures Exchange and Derivatives Product 2006

Dikirim oleh prasetya1 pada 11 Mei 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1557

Menjembatani disparitas dunia akademis dan praktis, Himpunan Mahasiswa Akuntansi Universitas Brawijaya mengadakan seminar dan workshop dengan tema “Futures Exchange And Derivatives Product 2006”. Diselenggarakan di gedung Widyaloka Universitas Brawijaya selama 5 hari, 11-15 Mei 2006, menurut salah seorang panitia, Murihiwono, kegiatan ini berlangsung berkat kerjasama dengan Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan Millenium Penata Futures Malang. Tujuannya adalah transfer pengetahuan serta eksplorasi bibit unggul dengan jiwa investasi terutama dalam bidang futures exchange dan derivatives product. Seminar diikuti oleh 200 peserta yang mayoritas mahasiswa program sarjana.
Narasumber yang diundang Hasan Zein Mahmud (Direktur Utama BBJ) dengan materi “Bursa Berjangka Secara Umum”, Djoko (Branch Manager Millenium) dengan materi “Analisis fundamental” dan Ardiyanto (Technical Analysis Millenium) dengan materi “Technical Analysis”. Sementara untuk kegiatan workshop yang diselenggarakan selama 2 hari setelahnya, pemateri dihadirkan dari Millenium Penata Futures sebanyak 15 orang dengan keahlian financial advisor, trader dan broker.
Dalam workshop tersebut, disimulasikan aplikasi software meta trader yang menganalisis pergerakan pasar uang dan indeks saham khususnya luar negeri, terutama yang berbasis blue chip.

Bomb: Bondan dan Fade2 Black

Dikirim oleh prasetya1 pada 11 Mei 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1864

Sasana Samanta Krida Universitas Brawijaya, Kamis (11/05),  dipenuhi fans-fans musik beraliran hip-hop dan RnB. Maklum ada sebuah pagelaran musik yang diadakan oleh BEM Bastra (Bahasa dan Sastra) Unibraw yang menghadirkan Bondan Prakoso dan Fade2 Black sebagai bintang tamunya. Bondan dan bandnya Fade 2 Black mempunyai album baru berjudul "Respect" yang mempunyai warna musik hip-hop dan RnB. Tidak heran jika penonton yang hadir pun berasal dari komunitas hip-hop dan RnB Malang. Ada sekitar 1000 penonton memadati Sasana Samanta Krida, malam hari itu.
Bomb sebagai nama acara merupakan kepanjangan dari Bastra Awesome Music Blast, berarti ledakan musik yang sangat extravaganza. Acara ini menurut Iskandar Zulkarnain, ketua pelaksana, sebagai bukti bahwa Bastra pun bisa mengadakan sebuah acara yang cukup menghebohkan. “Kami menargetkan ada lebih dari 2000 penonton yang akan menghadiri acara ini,” kata Zul, panggilan akrab Zulkarnain.

Pelantikan Kabag dan Kasubbag di Lingkungan Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 11 Mei 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2178

Amanah memiliki arti kredibel, layak mendapat kepercayaan, selalu mawas diri, dan memiliki inisiatif untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Kata amanah sebenarnya memiliki beberapa pengertian antara lain, selalu menjalankan perintah atau kewajiban dengan sebaik-baiknya, memiliki moral yang dapat dijadikan panutan dan pengayom, memiliki hati yang hidup,
sempurna dalam pekerjaan, tidak mengeksploitasi jabatan, dan mengangkat yang terbaik.
Demikian sambutan Rektor Prof Dr Ir Bambang Guritno pada pelantikan kepala bagian dan kepala sub bagian di lingkungan Universitas Brawijaya, Kamis 11 Mei 2006 di gedung PPI.
Lebih lanjut diungkapkan, seorang pemimpin juga dituntut untuk dapat menghargai karya dan ikut memecahkan persoalan yang dihadapi bagian yang dipimpinnya. Seorang pemimpin harus memiliki hati yang hidup, yaitu hati yang menjaga perbuatan dari dorongan keekstreman dan bertindak di atas semua golongan tanpa memandang asal usul yang dipimpinnya. Sebagai manusia, seorang pemimpin harus melakukan kewajiban yang dibebankan kepadanya dengan sempurna, serta mengerahkan segala kekuatannya untuk mencapai kesempurnaan, sehingga seorang pemimpin dituntut untuk selalu memiliki kreativitas sesuai
dengan petunjuk Nabi Muhammad SAW, bahwa sesungguhnya Allah mencintai seorang hamba yang mengerjakan pekerjaannya dengan sempurna. Rektor menambahkan seorang pemimpin tidak boleh memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi, keluarga, atau untuk menghalangi atau menghilangkan kepentingan masyarakat. "Seorang pemimpin adalah orang terbaik yang dipilih. Oleh karena itu, para pejabat yang dilantik hari ini adalah berdasarkan penilaian obyektif atas pertimbangan Baperjakat Universitas Brawijaya, serta tes psikologi yang dilakukan, dan bukan didasarkan pada unsur senioritas," tandasnya.