Prasetya Online

>

Berita UB

Situasi Pasar Modal Sangat Dipengaruhi Faktor Fundamental Perusahaan

Dikirim oleh prasetya1 pada 12 September 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 3572


Masa krisis keuangan di Indonesia sejak pertengahan tahun 1997 berdampak besar terhadap investasi di Bursa Efek, khususnya Bursa Efek Jakarta. Krisis keuangan di Indonesia meningkatkan ketidakpastian dalam berinvestasi yang mempengaruhi keuntungan bagi investor, sehingga investor harus mempertimbangkan ketidakpastian ini sebagai risiko dalam melakukan investasi.
Demikian pernyataan Ir Muninghar MM dalam disertasi berjudul Pengaruh Faktor Internal dan Eksternal Perusahaan terhadap Return Ekspektasi Saham pada Perusahaan Terbuka (Tbk) di Pasar Modal Indonesia (BEJ dan BES). Ujian terbuka disertasi Muninghar berlangsung di Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Selasa 12/9.
Promotor Muninghar adalah Prof Dra SM Kiptiyah MSc, dan Prof Dr M Harry Susanto SE SU serta Dr Munawar Ismail SE DEA sebagai kopromotor. Dosen penguji terdiri dari Prof Dr H Armanu Thoyib SE MSc, Prof Dr Hj Setyaningsih SE, Dr Ir Solimun MS dan Prof Dr Arsono Laksmana SE Ak.
Muninghar menambahkan, investor selalu hanya memperhitungkan besarnya risiko pasar atau risiko sistematis, sebagai variabel penentu tingkat pengembalian saham yang diharapkan (expected return). Padahal, menurut Muninghar, ada variabel lain yang juga mempengaruhi tingkat pengembalian saham selain faktor internal dan eksternal perusahaan, yaitu likuiditas saham.
Penelitian dilakukan Muninghar terhadap 102 dari 334 perusahaan go public yang terdaftar di bursa (BEJ dan BES selama 4 tahun), untuk membuktikan secara empiris hubungan langsung dan tak langsung antara faktor internal dan eksternal perusahaan terhadap risiko sistematis dan terhadap return ekspektasi, pengaruh faktor eksternal perusahaan terhadap likuiditas saham, dan pengaruh likuiditas saham terhadap return ekspektasi, serta pengaruh risiko sitematis terhadap return ekspektasi pada perusahaan terbuka di BEJ dan BES.
Dari analisis hasil penelitian ini, Muninghar menemukan faktor internal lebih kuat berperan sebagai alat prediksi terhadap risiko sistematis (risiko pasar) daripada faktor eksternal perusahaan. Tidak ditemukannya hubungan signifikan risiko sitematis terhadap return ekspektasi, menurut Muninghar, kemungkinan disebabkan oleh: volume perdagangan pasar modal masih kecil (thin market); terjadi perdagangan yang tak sinkron (non-synchronous trading) pada thin market; harga saham lebih banyak ditentukan oleh sentimen pasar akibat terjadinya informasi yang tidak simetris, situasi pasar sangat dipengaruhi faktor fundamental perusahaan sehingga harga saham berfluktuasi tajam; fluktuasi harga saham sangat tajam karena pergerakan harga saham di pasar modal Indonesia lebih banyak ditentukan oleh aspek psikologi, ketidakstabilan emosi para pemodal, menyebabkan risiko tinggi belum tentu memberikan return ekspektasi yang tinggi pula..
Berdasarkan hasil penelitian ini, Muninghar menyarankan perlunya dikembangkan model pengaruh faktor internal perusahaan terhadap risiko pasar, dan keuntungan yang diharapkan, tidak hanya devident payout, growth leverage, liquidity, assets size, variability of earning, return of investment, return of equity dan total asset turn over, serta price earning ratio, tetapi juga dengan indikator faktor internal perusahaan yang lain. Juga disarankan penelitian lebih lanjut tidak hanya menggunakan variabel-varibel inflasi, suku bunga, GDP, serta politik, tetapi juga diperluas dengan variabel-variabel pajak, nilai tukar, ketenagakerjaan, dan faktor-faktor eksternal lain.
Pada yudisium, Muninghar dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor ilmu ekonomi (minat manajemen) dengan predikat memuaskan.
Dr Ir Muninghar MM (51 tahun) adalah dosen Universitas Wijaya Putra Surabaya, sarjana pertanian dari UPN Veteran Surabaya (1981), dan magister manajemen dari STIE IPWI Jakarta (1996). [nik]

Open House Unit Aktivitas Mahasiswa Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 10 September 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1341

Memasuki awal tahun akademik baru 2006-2007, momentum ini dimanfaatkan unit-unit aktivitas mahasiswa untuk mencari anggota baru. Sekitar 30-an unit aktivitas mahasiswa (unitas), Minggu (10/9) mengadakan open house di lapangan Rektorat Universitas Brawijaya. Selain untuk mencari anggota baru, acara rutin tahunan ini ditujukan untuk memperkenalkan unitas di lingkungan Unibraw kepada para mahasiswa baru.
Cara memperkenalkannya pun bermacam-macam. Unitas bela diri misalnya, mempertontonkan kebolehan mereka dalam berolah "kanuragan". Sementara unitas kesenian juga mempertunjukan ketrampilan mereka masing-masing dalam olah seni. Tetapi tidak semua unitas menampilkan atraksi. Ada beberapa unitas yang hanya berorasi memperkenalkan visi dan misi mereka di samping berbagai kegiatan yang mereka selenggarakan sesuai dengan bidang yang mereka tekuni.
Acara juga dimeriahkan dengan sajian musik dari band tamu, di antaranya CCCC band, dan Homeband Unitas mahasiswa Unibraw.
Minggu pagi, acara ini dilanjutkan dengan jalan sehat yang diikuti segenap mahasiswa baru, sembari mencari tahu tentang unitas-unitas yang sesuai dengan minat mereka masing-masing. [vty]

Wisuda Periode I Tahun Akademik 2006/2007

Dikirim oleh prasetya1 pada 09 September 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2893

Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito mewisuda 1152 orang wisudawan Universitas Brawijaya di gedung Sasana Samanta Krida, Sabtu 9/9. Prosesi wisuda adalah kegiatan yang diikuti oleh seluruh mahasiswa yang telah menyelesaikan tugas akhir mereka. Pada kegiatan yang diselenggarakan secara periodik ini, para alumni mengucapkan janji wisudawan, yang di antaranya menyebutkan bahwa para wisudawan harus mengamalkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk pembangunan bangsa, negara dan kesejahteraan umat manusia serta harus menjunjung tinggi kehormatan dan martabat almamater.

Wisuda periode pertama tahun akademik 2006/2007 melibatkan seluruh jenjang pendidikan yaitu diploma, sarjana, magister, dokter spesialis I, dan doktor. Para wisudawan masing-masing berasal dari Fakultas Hukum (100 wisudawan), Fakultas Ekonomi (132), Fakultas Ilmu Administrasi (134), Fakultas Pertanian (149), Fakultas Peternakan (61), Fakultas Teknik (123), Fakultas Kedokteran (68), Fakultas Perikanan (50), Fakultas MIPA (110), Fakultas Teknologi Pertanian (73), Program Bahasa dan Sastra (53), dan Program Pascasarjana (99).

Wisudawan terbaik
Pada upacara wisuda ini rektor juga memberikan penghargaan kepada para wisudawan terbaik untuk setiap program dan fakultas dengan kriteria IPK tertinggi dan lama studi tercepat. Mereka adalah Priscilia Meiry Puspitasari SH (Ilmu Hukum FH, IPK 3,70), Zilva Boaz SE (Akuntansi FE, IPK 3,69), Mariana Wijayanti AMd (DIII Akuntansi, IPK 3,67), Nooricha Eka Maulidiah SAB (Administrasi Bisnis FIA, IPK 3,61), Daniar Safitri AMd (DIII Pariwisata, IPK 3,72), Etty Riana Yuliastuti SP (Agrobisnis FP, IPK 3,63), Nur Fitrianah AMd (DIII Agribisnis Pertanian, IPK 3,58), Indiah Rosa Arselia (Produksi Ternak Fapet, IPK 3,69), Susilowati AMd (DIII Manajemen Produksi Ternak, IPK 3,69), Qurratu Aini Sofwati ST (Teknik Elektro FT, IPK 3,62), Lilik Supriati SKep (Ilmu Keperawatan, IPK 3,60), Dyah Murdyaningsih SPi (Sosial Ekonomi Perikanan, IPK 3,62), Okta Sinawati (DIII Agribisnis Perikanan, IPK 3,55), Eko Yuli Astutik SSi (Biologi, IPK 3,72), Laili Furoikha AMd (DIII Teknik Komputer, IPK 3,62), Relia Marta Yuana STP (Teknologi Industri Pertanian, IPK 3,59), Ayiek Iswidayanti AMd (DIII Teknologi Industri Pertanian, IPK 3,64), Nurenzia Yannuar SS (Sastra Inggris, IPK 3,81), Retno Ilhami AMd (DIII Bahasa Arab, IPK 3,93), Dr Alifiulahtin Utaminingsih MSi (S3 Ilmu Administrasi, IPK 4,00), Budi Prasetyo SPt MP (S2 Ilmu Ternak, IPK 3,96), dan Tony Baharawan SE MSA (S2 Sains Akuntansi, IPK 3,96). [nik]

Memperbaiki Hasil Kacang Tunggak di Lahan Lebak Kalsel

Dikirim oleh prasetya1 pada 09 September 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2824


Kacang tunggak adalah salah satu sumber protein nabati yang penting karena memiliki kandungan gizi cukup tinggi dan banyak dikembangkan di lahan lebak Kalimantan Selatan. Lahan lebak ialah lahan rawa dengan kekuatan arus pasang lebih kecil dari kekuatan arus sungai. Rawa lebak terjadi bila tanda pasang-surut yang terlihat sebagai akibat air tanah naik-turun tidak tampak lagi, sehingga sejak saat tersebut rawa pasang-surut berganti menjadi rawa lebak. Teknologi budidaya pertanaman kacang tunggak, yang merupakan tanaman leguminosae, yang diterapkan di lahan lebak masih tergolong sederhana.
Demikian Ir Jamzuri Hadie MP, kandidat doktor ilmu-ilmu pertanian (kekhususan ekologi tanaman) menyampaikan pada ujian terbuka disertasi yang berlangsung di gedung Pascasarjana Universitas Brawijaya, Sabtu 9/9. Promotor ujian disertasi ini adalah Prof Dr Ir Bambang Guritno, dan kopromotor Dr Ir Husni Thamrin Sebayang MS serta Prof Ir Eko Handayanto MSc PhD. Tim dosen penguji terdiri dari Prof Dr H Saubari M Mimbar MAgr, Prof Dr Ir H Jody Moenandir DiplAgrSc, Prof Dr Ir Tatik Wardiyati MS, dan Prof Dr Ir Hj Hakimah Halim MSc.
Dalam disertasi berjudul "Teknologi Perbaikan Hasil Kacang Tunggak di Lahan Lebak Kalimantan Selatan", Jamzuri Hadie menyatakan, budidaya tanaman palawija lebih sesuai ditanam di lahan lebak. Lahan lebak mengandung unsur hara baik makro maupun mikro pada kisaran kategori sangat rendah, sehingga menghasilkan kualitas kacang tunggak yang juga rendah. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya-upaya meningkatkan hasil kacang tunggak sebagai salah satu tanaman palawijaya yang penting di Kalimantan Selatan, dengan melakukan perbaikan-perbaikan budidaya di lahan lebak.
Penelitian Jamzuri dilakukan di Desa Bayanan, Kecamatan Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dan di lahan lebak tengahan yang terletak di Desa Tabat, Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Hasil penelitian menunjukkan, manipulasi tanah untuk memperbaiki keragaan pertumbuhan dan hasil kacang tunggak di lahan lebak, dapat dilakukan dengan pemupukan NPK, pengapuran dan/atau pembubuhan bahan organik (Salvinia natans) yang dikombinasikan dengan pupuk urea.
Dalam upaya memperbaiki hasil kacang tunggak petani di lahan lebak dangkal dan lebak pertengahan, Jamzuri menyarankan: untuk lebak dangkal dapat digunakan varietas Nagara atau KT-2. Bila hanya menggunakan varietas Nagara, untuk mencapai hasil di atas 2,0 ton/ha sebaiknya digunakan pupuk NPK 200-300 kg/ha. Tetapi bila hanya memakai varietas KT-2, untuk mencapai hasil di atas 2 ton/ha, sebaiknya diberi bahan organik (Salvinia natans) 0,5-1,0 ton/ha, dikombinasi dengan pupuk urea 90 kg/ha. Sementara itu, untuk lebak tengahan juga disarankan menggunakan vaietas Nagara dan KT-2. Bila hanya ada varietas Nagara, untuk mencapai hasil di atas 2,0 ton/ha, sebaiknya diberi bahan organik 0,5-1,0 ton/ha yang dikombinasi dengan pupuk urea 90 kg/ha. Sebagaimana halnya varietas Nagara, bila yang digunakan varietas KT-2, untuk mencapai hasil lebih dari 2,0 ton/ha, sebaiknya juga diberi bahan organik 0,5-1,0 ton/ha, dikombinasi dengan pupuk urea 90 kg/ha.
Pada yudisium, Jamzuri Hadie dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam bidang ilmu pertanian (kekhususan ekologi tanaman) dengan predikat memuaskan (IPK 3,33)
Dr Ir Jamzuri Hadie MP, pria kelahiran Murung Pudak, Kalimantan Selatan, 50 tahun silam, adalah staf pengajar pada Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Sarjana pertanian lulusan Universitas Lambung Mangkurat, dan magister pertanian dari PPS Universitas Gadjah Mada (1993). [nik]

Semiloka Pembuatan Proposal PKM

Dikirim oleh prasetya1 pada 09 September 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1698

Universitas Brawijaya, Sabtu (9/9), mengadakan seminar dan lokakarya pembuatan proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Seminar di gedung Widyaloka ini diikuti oleh para dosen pembimbing dan mahasiswa peminat penulisan ilmiah, yang sebagian besar sudah pernah mengikuti kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).
Sebagai pembicara dalam semiloka tersebut, Ketua Tim Juri PKM, Dr Ir Endy Suwondo dengan materi "Informasi dan Karakteristik PKM", "Penyusunan Proposal", serta "Penyusunan Naskah PKMI". Selain itu, hadir pula sebagai narasumber, beberapa anggota tim juri nasional dari Universitas Brawijaya, yaitu Prof Dr Ir Hendrawan Soetanto MRurSc dengan materi "Pendalaman Proposal PKMP", Dr Ir Bambang Dwi Argo DEA dengan materi "Pendalaman Proposal PKMT", Ir Anang Lastriyanto MS dengan materi "Pendalaman Proposal PKMK" dan Drs Kertahadi MCom yang menyampaikan "Pendalaman Proposal PKMM".
Staf Ahli Pembantu Rektor III, Ir Arief Prajitno MS menjelaskan, kegiatan ini merupakan upaya evaluasi diri atas ketidakberhasilan Unibraw dalam PIMNAS IX. Dengan menganalisis SWOT terhadap berbagai potensi yang ada, ia berharap akan mampu menggalang strategi yang jitu guna berkompetisi tahun depan.
Sementara itu, dalam diskusi sempat mengemuka beberapa hal yang diduga menjadi hambatan bagi mahasiswa dalam kompetisi PIMNAS. Di antaranya masalah energi yang terkuras dalam pelaksanaan PIMNAS yang lalu, dan keseriusan juri dalam melakukan penilaian. Selain itu, beberapa peserta juga mempertanyakan kriteria penilaian PKM, mulai dari pengumpulan materi PKM ke Dikti hingga penilaian pada waktu pelaksanaan PIMNAS. [nok]