Prasetya Online

>

Berita UB

Disertasi Ir Subijanto MM: Dilematika Rokok

Dikirim oleh prasetya1 pada 29 Juni 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 3044

Ir. Subijanto MM
Ir. Subijanto MM
Kebiasaan merokok telah menjadi fenomena yang mengglobal. Di Indonesia, rokok mengalami satu dilematika serius. Keberadaan pabrik rokok telah menghasilkan pendapatan yang besar bagi pemerintah. Tidak kurang dari Rp 23 trilyun mengucur ke kantong pemerintah dari cukai rokok tiap tahunnya. Selain itu, dari sisi tenaga kerja, pabrik rokok telah menyerap tenaga kerja lebih dari 23 juta manusia Indonesia.
Demikian Ir. Subijanto MM dalam disertasi yang berjudul "Kampanye Antirokok Pemerintah dan Respon Pabrik Rokok: Pengaruh Kampanye Antirokok Pemerintah dan Iklan Pabrik Rokok terhadap Perilaku Perokok di Jawa Timur". Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Kamis 29/6, menggelar ujian terbuka disertasi bagi Ir Subijanto MM. Ujian akhir terbuka ini dipromotori oleh Prof Dr M Saleh Safradji MADE serta kopromotor Prof Dr Djumilah Zain SE dan Prof Dr Moeljadi P SU. Sedangkan penguji terdiri dari Prof Dr Taher Alhabsji, Armanu Thoyib SE MSc PhD, Dr Mintarti Rahayu MS, dan Prof Dr R Andi Sularso MSM (penguji dari Universitas Jember).
Menurut Subijanto, kebiasaan merokok telah menjadi “candu” yang tidak mudah diusik. Dalam ujian tersebut, kopromotor Prof. Dr. Moeljadi SU bahkan sempat membandingkan kebiasaan merokok yang ada di Indonesia dengan di luar negeri. Ungkapan yang lazim di masyarakat kita dan telah menjadi mitos, "mati tidak mati bukan karena rokok". Sedangkan di luar negeri, "mati tidak mati ditentukan rokok". Di samping itu diungkap pula mitos lainnya seperti, "kerja ingat rokok" untuk kasus Indonesia. Sedangkan di luar negeri, "rokok ingat kerja".
Menanggapi ini, Subijanto mengangkat pula permasalahan berbagai penyakit yang harus ditanggung dari kebiasaan merokok yang telah menjadi kampanye internasional termasuk pula Indonesia. Namun menurutnya, kampanye antirokok di Indonesia masih dilakukan dengan setengah hati karena berbagai “iming-iming” yang diperoleh pemerintah dari cukai dan lapangan pekerjaan.

Nyaris Habis, Formulir Pendaftaran SPMB Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 29 Juni 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2409

Sampai hari kesembilan, Kamis 29/6, persediaan formulir pendaftaran SPMB Universitas Brawijaya nyaris habis. Dari seluruhnya 9000 lembar formulir, telah terjual 8996 lembar dengan rincian IPA 3199, IPS 3798, dan IPC 1999. Empat lembar formulir yang tersisa (IPA 1, IPS 2, dan IPC 1) dapat dipastikan habis pada hari terakhir pendaftaran besok.
Oleh panitia, para calon peserta SPMB, disarankan untuk mengambil formulir di panitia sub lokal Universitas Islam Negeri (UIN) Malang di Jalan Gajayana, karena di sub lokal Universitas Negeri Malang (UM) persediaan formulir juga telah habis. Kabarnya, stok formulir pendaftaran di UIN pun saat ini sudah menipis, karena telah terjual sekitar 1600 lembar dari jatah UIN 2000 eksemplar.
Namun demikian panitia pendaftaran di sub lokal Unibraw tetap melayani calon hingga penutupan besok Jumat 30/10 sore. Panitia masih menerima pengembalian isian formulir, karena sampai hari ini Kamis 29/10 baru 8021 lembar formulir yang sudah kembali atau 89,2% dari jumlah formulir beredar sebanyak 8996 lembar, terinci atas formulir IPA 2881, IPS 3359, dan IPC 1781 lembar. Masih ada 975 lembar yang belum kembali (10,8%).

Raker Penyusunan DIPA 2007

Dikirim oleh prasetya1 pada 28 Juni 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1573

rapat kerja penyusunan anggaran DIPA (daftar isian pelaksanaan anggaran) tahun 2007
rapat kerja penyusunan anggaran DIPA (daftar isian pelaksanaan anggaran) tahun 2007
Jajaran bidang administrasi keuangan Universitas Brawijaya, Rabu 28/6,  mengadakan rapat kerja penyusunan anggaran DIPA (daftar isian pelaksanaan anggaran) tahun 2007. Rapat kerja diadakan di Hotel Kusuma Agro Wisata, Batu, dan dibuka oleh Rektor Prof Dr. Ir. Yogi Sugito. Hadir sebagai peserta, para Pembantu Dekan II dan para pejabat di bidang administrasi keuangan dari unit-unit kerja yang ada.
Dalam kesempatan itu Rektor menyampaikan pokok-pokok program kerja rektor selama 4 tahun ke depan. Dalam bidang pendidikan, Rektor menekankan upaya-upaya peningkatan kualitas mahasiswa baru, peningkatan kualitas sarana proses belajar mengajar, pengembangan job placement center, penataan program studi dan kurikulum, peningkatan mutu dan nilai akreditasi program studi, peningkatan jumlah jurusan/progran studi/unit yang menerima dana program hibah kompetisi (PHK), peningkatan peran Pusat Jaminan Mutu, dan penyelenggaraan kelas internasional. Di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat, Rektor akan memperluas kerjasama, mengambangkan pusat-pusat studi/kajian, membuat payung penelitian dan pengabdian kepadamasyarakat, meningkatkan produk iptek baru dan HaKI (hak ata kekayaan intelektual), meningkatkan pendapatan institusi dari proyek kerjasama, meningkatkan peran inkubator bisnis (Inbis), dan meningkatkan koordinasi antara lembaga dan fakultas/jurusan. Di bidang keuangan, Rektor menegaskan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan dana, menggali dana yang lebih besar, mengembangkan "profit center", dan memberdayakan aset.
Sementara itu mengenai kepegawaian (dosen dan karyawan), Rektor memrogramkan peningkatan kualitas dosen melalui studi S3, dan karyawan melalui pelatihan-pelatihan, pemberian penghargaan yang layak bagi staf yang berprestasi, memfasilitasi pengadaan perumahan, transportasi, santunan kesehatan, bantuan biaya perjalanan ibadah haji, dan lain-lain, peningkatan insentif, dan pemberian bantuan pendidikan bagi putra-putri karyawan.

Formulir Pendaftaran SPMB Unibraw Tinggal 118 Lembar

Dikirim oleh prasetya1 pada 28 Juni 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1833

Pendaftaran SPMB Universitas Brawijaya, Rabu 28/6, telah memasuki hari kedelapan. Sampai hari kedelapan ini, jumlah formulir terjual telah mencapai 8882 lembar, atau 98,7% dari jatah 9000 lembar. Secara rinci, formulir IPA terjual 3131, IPS 3798, dan IPC 1953. Untuk hari ini saja, jumlah formulir terjual 436 lembar, terdiri dari IPA 215, IPS 46, dam IPC 175 lembar.
Dengan demikian, saat ini jumlah formulir hanya tersisa 118 lembar (1,3%), sementara pendaftaran masih akan berlangsung selama 2 hari kerja lagi, hingga Jumat 30 Juni 2006. Dengan semakin menipisnya persediaan formulir, panitia Sub Lokal Unibraw telah mengantisipasi dengan mengambil kebijakan mempersilakan calon mengambil formulir di Sub Lokal UIN Malang di Jalan Gajayana, khususnya formulir IPS. Hal yang sama juga dilakukan oleh Sub Lokal Universitas Negeri Malang (UM), karena jumlah formulir di sana tinggal puluhan saja.

Menghindari Culture Shock, Perlu Pendekatan Manajemen

Dikirim oleh prasetya1 pada 28 Juni 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2207

Drs. Asmaji Darmawi MM.
Drs. Asmaji Darmawi MM.
Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Rabu 28/6, menggelar ujian terbuka disertasi bagi Drs. Asmaji Darmawi MM. Dalam ujian terbuka itu, kandidat doktor dalam bidang ilmu administrasi ini memperthankan disertasi berjudul "Revitalisasi Perbankan di Era Otonomi Daerah (Kajian Good Corporate Governance pada Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan).
Dalam disertasinya, Asmaji Darmawi menyimpulkan dan menyarankan beberapa hal yang dapat dijadikan rujukan bagi pelaksanaan revitalisasi, terutama untuk lembaga BUMD (badan usaha milik daerah) yang bertugas melaksankan pelayanan publik, sekaligus sebagai lembaga yang berfungsi untuk menghasilkan profit.
Hasil penelitian Asmaji menunjukkan, revitalisasi perbankan yang dilakukan melalui kajian good corporate governance, telah memunculkan implementasi kebijakan makro pada kebijakan mikro sebagai landasan revitalisasi Bank BPD Kalsel. Selain itu, implementasi kebijakan makro pada kebijakan mikro dengan diberlakukannya visi dan misi Bank BPD Kalsel yang sebelumnya tidak ada, dan diterbitkannya SK Direktur tentang lima pilar kebijakan umum yang harus ditaati dan dipatuhi oleh manajemen muapun stakeholder Bank BPD Kalsel.
Sementara itu, pengelolaan kekuatan revitalisasi perbankan di era otonomi daerah oleh Bank BPD Kalsel melalui kajian good governance telah dilaksanakan, sehingga terwujud komitmen Bank BPD Kalsel untuk menciptakan good corporate image dengan motto "Banknya Urang Banua" sebagai komitmen pelaksanaan good corporate governance, dan diimplementasikan melalui SK Direksi tentang pedoman pengelolaan sumberdaya manusia jalur karier.