Prasetya Online

>

Berita UB

BAPSI Unpad Studi Banding ke Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 04 Desember 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2345


Sebanyak 20 orang staf Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi Universitas Padjadjaran (BAPSI Unpad), Bandung, Senin 4 Desember 2006, mengadakan studi banding ke BAPSI Universitas Brawijaya. Di ruang sidang lantai VIII gedung Rektorat, rombongan diterima Kepala BAPSI Unibraw, Dra. Siti Romlah, didampingi para Kabag dan Kasubag di lingkungan BAPSI Unibraw. Rombongan dipimpin oleh Kepala BAPSI Unpad, Drs Kardhana MSi, disertai Kepala Bagian Sistem Informasi, Dra Heni Suryaningsih.
Menurut Ka BAPSI Unpad, studi banding ini dimaksudkan untuk meningkatkan wawasan dan keahlian staf BAPSI Unpad. Dipilihnya Unibraw sebagai tempat untuk studi banding, antara lain karena nama Unibraw di jajaran Dikti sering disebut-sebut sebagai salah satu universitas yang sudah bagus sistem informasi dan IT-nya, sehingga Unpad menyempatkan diri melihat dari dekat bagaimana pengelolaan sistem informasi dan IT di Universitas Brawijaya.
Pada pertemuan BAPSI dari dua universitas yang berbeda tersebut terjadi diskusi dan sharing pengalaman terkait dengan pengembangan BAPSI dan pengelolaan perencanaan dan sistem informasi. [MW]

Menteri Pendidikan Singapura Bahas Makalah Prof Soekartawi

Dikirim oleh prasetya1 pada 04 Desember 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2983


Paparan makalah Prof Dr Soekartawi berjudul "E-Learning for Improving Access to and Quality of Secondary Education" di hadapan pejabat teras kementerian pendidikan negara-nagara ASEAN (SEAMEO High Officials) di Queen Park Hotel, Bangkok, akhir bulan lalu, ternyata disambut positif. Salah satunya adalah Menteri Pendidikan Singapura, Tharman Shanmugaratnam.
Dalam lawatan ke Indonesia, besok (5/12), Menteri Shanmugaratnam akan membahas kelanjutan isi makalah Prof Soekartawi, khususnya bagaimana peran Singapura untuk mendukung e-Learning, baik untuk pembangunan pendidikan di Indonesia maupun di negara-negara ASEAN lainnya. Demikian penjelasan Prof Soekartawi kepada PRASETYA online.
Guru besar pertanian Unibraw ini dalam makalah tersebut memaparkan, e-Learning amat berperan dalam meningkatkan akses dan perluasan untuk memperoleh pendidikan. Hal ini bukan saja sejalan dengan kebijakan Depdiknas yang tercantum dalam Renstra (rencana strategis) pendidikan nasional, tetapi juga sejalan dengan ketentuan hak asasi manusia (human rights) PBB. Seperti diketahui, Indonesia telah mengadopsi konsep ’the right to education for all citizen’ (hak semua warga negara untuk memperoleh pendidikan) tersebut..
Salah satu agenda kunjungan Menteri Pendidikan Singapura, adalah berdiskusi dengan pejabat Depdknas soal e-learning ini. Menteri Shanmugaratnam dijadwalkan berkunjung ke SEAMEO Regional Open Learning Center (SEAMOLEC), tempat Prof Soekartawi pernah menjadi direktur selama 3 tahun. SEAMOLEC adalah lembaga pendidikan ASEAN yang membidangi distance learning atau e-learning, khususnya dalam pendidikan terbuka dan jarak jauh.
Soekartawi menerangkan, dirinya adalah satu dari 8 pejabat Depdiknas (dipimpin Sekretaris Jenderal Dodi Nandika) yang hadir dalam pertemuan SEAMEO di Bangkuk itu. Menurut Soekartawi, negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia sangat getol mencari mahasiswa asal Indonesia. Alasannya, di samping lokasi Indonesia dekat, juga potensi siswa atau mahasiswa Indonesia untuk sekolah atau kuliah di sana memang besar.
Sementara itu, SEAMEO, menurut Prof Soekartawi, juga menyediakan bantuan dana beasiswa, baik untuk short term training, long term training (MSc atau PhD), penelitian, atau kunjungan singkat. "Warga Unibraw tentunya dapat memanfaatkan beasiswa SEAMEO ini. Untuk lebih jelasnya silakan mengunjungi situs www.seameo.org", tukas Prof Soekartawi. [Skw]

Ketua Umum Baru Impala Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 04 Desember 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2230


Nila Dwi Krisnawati, mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi menjadi perempuan kedua yang menjabat sebagai ketua umum Ikatan Mahasiswa Pencinta Alam (Impala) Universitas Brawijaya. Pada periode 2005-2006 yang lalu, ketua Impala juga dipegang Indah Nirawati.
Nila mengaku, sudah tiga tahun ia berpengalaman dalam organisasi tersebut. Bahkan selama aktif di Impala, beberapa prestasi telah diraih. Kesan umum, Impala memang identik dengan hobi kaum cowok. Tapi tidak untuk Nila. Sejak SMU ia telah menggeluti bidang ini. Jangan heran kalau olahraga yang "taruhannya nyawa", arum jeram, pun menjadi hobinya.
Jabatan ketua umum Impala untuk periode 2006-2007, oleh Nila tidak dipandang sebagai beban yang berat. “Yang penting bijaksana dalam manajemen. Baik manajemen stress maupun manajemen konflik,” ujar cewek kelahiran 18 Maret 1985 ini. Nila mengatakangoal setting untuk periode kepengurusannya adalah meningkatkan sumber daya manusia aktif melalui olahraga alam bebas. [vty]

Dosen FMIPA Ikuti Kongres Internasional ICMNS

Dikirim oleh prasetya1 pada 04 Desember 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1926

Dua dosen FMIPA Universitas Brawijaya, masing-masing Fatchiyah PhD dari Jurusan Biologi dan Dra Anna Roosdiana MSc dari Jurusan Kimia mengikuti International Congress Maths and Natural Sciences (ICMNS), di ITB Bandung 29-30 November 2006.
Dalam kongres yang diikuti oleh lebih dari 200 peserta tersebut, Fatchiyah dan Anna Roosdiana, bertatap muka dengan sejawatnya para ahli matematika dan ilmu pengetahuan alam dari berbagai negara, seperti Perancis, Jepang, India, Thailand, Singapura, Jerman, dan Indonesia.
Fatchiyah dalam kesempatan itu mempresentasikan hasil penelitian disertasi sewaktu menempuh program doktor di Jepang, “AD4BP/SF1 function of testes of BACAd4BPtTAZ Transgenic Knockout Mice are Normally Regulated During Development”. Sedangkan Anna membawakan hasil penelitian berjudul “Production of Lipase Mucor Miehei and Rhizopus Oryzae for Lactocyl Palmitate Esterification” yang didanai oleh PHB (Penelitian Hibah Bersaing).
Fatchiyah yang aktif dalam berbagai organisasi profesi, baik nasional maupun internasional, di antaranya Perhimpunan Biologi Indonesia (PBI), Perhimpunan Endokrinologi Indonesia (PEI) dan Society Biochemistry and Moleculer Biology, menyatakan penelitiannya menemukan pemulihan kembali gonad pada mencit setelah gennya dihilangkan dengan kondisi protein AD4BP konsentrasi rendah. Menurutnya, keunggulan penelitian ini adalah dengan memanfaatkan protein AD4BP konsentrasi rendah pun kondisi gonad tetap ada, dan berdiferensiasi secara normal selayaknya perkembangan gonad normal. “Biasanya untuk mendapatkan kondisi ini harus menggunakan kondisi AD4BP konsentrasi tinggi”, ungkapnya. Dijelaskan lebih lanjut, penelitiannya ini merupakan dasar bagi aplikasi penelitian dalam bidang kedokteran untuk meminimalisir kelainan yang terjadi kelenjar adrenal dan gonad dengan menyuntikkan protein AD4BP pada janin yang masih dalam kandungan. “Untuk sampai ke arah ini masih memerlukan penelitian yang panjang”, ungkapnya.
Sementara itu Anna yang berkonsentrasi pada biokimia pangan, mengatakan: “Banyak hal yang harus dilakukan untuk esterifikasi laktosil palmitat". Dalam presentasi itu Anna baru menjelaskan aspek produksinya saja. Rencananya, aspek pembuatan lipase amobil, akan dipaparkan pada saat seminar basic science di Universitas Brawijaya tahun depan. Menurut Anna, sarjana Kimia ITB dan master dalam ilmu pangan dan teknologi dari University of New South Wales (UNSW) Australia ini, penelitiannya memanfaatkan limbah industri keju di Malang. “Limbah keju dapat lebih dimanfaatkan, bukan hanya untuk pakan dan pupuk seperti selama ini, tetapi juga dalam esterifikasi laktosil palmitat sebagai bahan emulsifier dan detergen, tergantung kondisinya”, ungkap Anna.
Selain Fatchiyah dan Anna Roosdiana, tiga dosen kimia FMIPA juga mempresentasikan poster dalam kongres itu. Poster Drs Warsito MS berjudul “Transeseterification of Kelor Seed Oil Using Methanol: A potency of Kelor as Biodiesel”, poster Drs Edy Priyo Utomo MS berjudul “An Effects of Carbon Resources on Accumulation of Isoflavan in a Cultured-callus of Bengkoang in Vitro”, dan poster Arie Srihardyastutie MKes  berjudul “Synthesize Glucosyl Oleate Using Immobilized Lipase”. [nok]

Pra Visitasi Tim Reviewer BHPMN Unibraw

Dikirim oleh prasetya1 pada 02 Desember 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2422


Tim reviewer dari Dewan Pendidikan Tinggi (DPT), Sabtu 2/12, melakukan pre site visit di Universitas Brawijaya. Enam orang anggota reviewer itu terdiri dari Prof. S Pramoetadi dan Dr Ir Rizal Zainuddin Tamin dari ITB, Chan Basaruddin, dan Bagyo Y Moeliodihardjo dari UI, Syafrida Manuwoto dari IPB, serta Silvia dari DPT. Tim reviewer bertemu dengan tim task force Universitas Brawijaya untuk membahas serta mendiskusikan lebih mendalam proposal otonomi yang pernah diajukan Unibraw beberapa waktu yang lalu.
Dr Ir M Sasmito Djati MS, salah satu anggota task force Unibraw menjelaskan, secara garis besar proposal yang diajukan kepada DPT masih memerlukan perbaikan. Meski demikian, tim reviewer setelah melakukan pra visitasi dan melihat langsung keadaan di lapangan, serta melakukan pertemuan dengan mahasiswa, wakil dosen, dan karyawan, serta pimpinan universitas dan fakultas serta anggota Senat Universitas Brawijaya, menilai Universitas Brawijaya telah siap menjadi BHPMN.
Beberapa hal yang menurut tim reviewer perlu diperbaiki, di antaranya adalah revenue generating atau rancangan tentang menatap masa depan Universitas Brawijaya dengan segala pendanaannya, perencanaan sumber daya manusia, serta perbaikan  naskah akademik.
Untuk menuju perguruan tinggi negeri yang otonom dalam pengelolaan organisasi, Universitas Brawijaya telah mengajukan dua proposal, yaitu tentang perencanaan transisional dan evaluasi diri pada Oktober 2005. Hingga saat ini proposal tersebut telah mengalami dua kali revisi, berdasarkan masukan dari tim reviewer DPT yang ditunjuk Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi. Diharapkan sekitar Januari-Februari 2007 akan dilakukan site visit, dan pada Maret 2007 proposal Universitas Brawijaya akan masuk ke Setneg. [nik]