Prasetya Online

>

Berita UB

Kerjasama Unibraw-BNI 46 

Dikirim oleh prasetya1 pada 12 April 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2785

kerjasama Universitas Brawijaya dengan Bank BNI
kerjasama Universitas Brawijaya dengan Bank BNI
Naskah kerjasama Universitas Brawijaya dengan Bank BNI, Rabu 12/4, ditandatangani. Kerjasama ini dalam pengelolaan dan penyaluran kredit kemitraan BUMN kepada usaha kecil. Ini merupakan salah satu bentuk usaha mengembangkan usaha mikro kecil serta memberikan pendampingan kepada pengusaha produktif berskala mikro kecil. Dari fihak Unibraw, penandatanganan dilakukan oleh Ketua Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Prof. Dr. Ir. Syamsulbahri MS sedangkan dari pihak BNI 46 diwakili oleh Kepala Sentral Kredit BNI 46 Malang Drs. Achmad Dyanto, disaksikan oleh Rektor Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno.
Dalam sambutannya, Rektor menyatakan keberadaan perguruan tinggi di suatu kota terbukti dapat meningkatkan roda perekonomian masyarakat sekitarnya. Rektor memberi contoh apa yang dialami oleh masyarakat Ketawang Gede saat ini (perbaikan tingkat pendapatan rumah tangga) merupakan imbas dari pembangunan Universitas Brawijaya di era 70-an dan 80-an. “Masyarakat sekitar yang waktu itu hanya mengandalkan hasil panen padi setiap dua kali dalam satu tahun, dengan jumlah pendapatan tidak seberapa, setelah menjual tanah dan sawahnya untuk dibangun kampus, ternyata dapat meningkatkan pendapatan. Hal ini karena mereka membangun kost mahasiswa, ataupun membuka warung makan, yang dibutuhkan mahasiswa disekitar kampus,” ungkapnya.
Sementara itu,  Achmad Dyanto yang juga alumni Unibraw, menyatakan penandatanganan naskah kerjasama ini merupakan komitmen BNI sebagai BUMN dalam mengembangkan usaha mikro kecil dengan memberikan bantuan kredit melalui pola kemitraan. Jumlah dana bantuan untuk usaha mikro kecil yang diberikan saat ini menurut Rachmad baru sebesar 10 Milyar rupiah sampai akhir 2005, dari alokasi anggaran nasional sebesar 61 Milyar rupiah. Di Malang sendiri, jumlah dana yang diberikan sementara baru sebesar 750 juta.
Lebih lanjut diungkapkan Achmad bahwa dalam aplikasinya,  pihak LPM Universitas Brawijaya yang memberikan pembinaan, pelatihan dan pendampingan kepada pengusaha skala mikro kecil, yang merupakan anggota binaan LPM menjadi perantara dengan BNI sebagai pemberi kredit. Kredit yang diberikan ditujukan kepada anggota dengan syarat-syarat tertentu yang telah ditetapkan seperti diantaranya, aset perusahaan tidak boleh melebihi dari 200 juta rupiah dan tidak termasuk aset tanah dan bangunan, merupakan usaha produktif dan bukan konsumtif, serta perusahaan yang telah beroperasi paling tidak dua tahun. Bunga yang diberikan sangat ringan yaitu untuk pinjaman kurang dari 10 juta sebesar enam persen, pinjaman sampai dengan 10 s/d 30 juta sebesar delapan persen, pinjaman hingga 30 s/d 50 juta sebesar 10 persen dan pinjaman lebih dari 100 sebesar 12 persen. Bunga ini berlaku efektif setiap tahun dengan jangka waktu pinjaman selama tiga tahun.[nik]

Pembukaan Workshop Biokonversi Limbah

Dikirim oleh prasetya1 pada 11 April 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2145

Perlu ada perubahan budaya dalam masyarakat kita untuk mengatasi masalah lingkungan hidup. Perubahan budaya yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan pengertian tentang kepedulian terhadap lingkungan hidup sejak dini kepada anak-anak. Demikian ungkap Rektor Universitas Brawijaya Prof.Dr.Ir.Bambang Guritno dalam sambutannya ketika membuka penyelenggaraan Workshop Nasional Biokonversi Limbah bertajuk "Pengelolaan Limbah Padat dengan Visi Bisnis", di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya, Selasa (11/4).
Lebih lanjut rektor mengungkapkan bahwa peran orang tua sangat dominan kepada pengetahuan mereka terhadap kebersihan lingkungan sekitar. Sebagai contoh di luar negeri, kebiasaan untuk tidak membuang sampah di sembarang tempat sangat ditanamkan oleh para orang tua kepada anak-anak mereka sejak masih kecil. "Hal ini berbeda sekali dengan di Indonesia dimana orang cenderung segan menyimpan bungkus makananan di kantong baju atau tas mereka sebelum mereka menemukan tempat sampah," tambahnya. Workshop yang berlangsung selama dua hari ini dihadiri pula Menteri Negara Lingkungan Hidup Ir. Rachmat Witoelar.
Dalam laporannya, ketua panitia penyelenggara seminar, Prof.Dr.Ir. Chandrawati Cahyani MS, mengatakan pendekatan masalah limbah yang kontraproduktif selayaknya mendapat perhatian semua pihak, sehingga menghasilkan pemecahan yang berhasil guna bagi semua pihak. Untuk itu penyelenggaraan workshop yang diikuti oleh sekitar 190 peserta dari periset perguruan tinggi, lembaga, maupun balai di Jawa dan luar Jawa, instansi pemerintahan kota, dinas kebersihan, dinas perindustrian serta pihak swasta ini bertujuan untuk membangun sinergi di antara mereka mengenai penanganan limbah, serta untuk mensosialisasikan teknik penanganan limbah padat yang aman, padat dan menguntungkan.

Workshop Nasional Biokonversi Limbah 

Dikirim oleh prasetya1 pada 11 April 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1963

Limbah padat organik dapat menimbulkan masalah serius dalam berbagai aspek. Misalnya, biaya transportasi, kebutuhan lahan penampungan, bau, masalah higinis, emisi gas rumah kaca, ataupun cairan lindi. Di Indonesia, penanganan limbah tidak ditangani dengan benar. Limbah padat organik umumnya diolah melalui proses biologis seperti pengkomposan dan biomentanasi, yang memiliki nilai ekonomis sekaligus sebagai konservasi biomasa, nutrisi dan energi. Berangkat dengan tujuan untuk membangun sinergi antara para ahli diberbagai bidang keilmuan, bisnis, dan masyarakat umum mengenai penangan limbah, serta untuk mensosialisasikan teknik penangan limbah padat yang aman, padat dan menguntungkan, Pusat Penelitian Biokonversi Lembaga Penelitian Universitas Brawijaya menyelenggarakan Workshop Nasional Biokonversi Limbah Padat pada 11-12 Maret 2006.
Workshop ini menghadirkan pembicara kunci Menteri Negara Lingkungan Hidup Ir. Rachmat Witoelar, Deputi Menristek bidang Perkembangan Riptek, Prof Dr Frank Schuchardt dari FAL Jerman, Prof Dr Ir Chandrawati Cahyani MS dari Universitas Brawijaya, dan Dr Ir Enri Damanhuri dari Institut Teknologi Bandung. menghasilkan keluaran seperti rekomendasi dan draft regulasi bagi pembuat dan penentu kebijakan, menunjukkan kebutuhan penelitian ilmiah, serta proposal pembangunan pusat pertanian organik terpadu. Materi yang dibahas antara lain undang-undang persampahan, teknologi limbah padat, konservasi massa dan energi dari limbah padat, potensi daur ulang, kompos dan biogas, pertanian organik, pengelolaan limbah padat domestik, limbah padat agrokompleks, dan limbah padat industri, serta kebijakan teknik lingkungan.
Selain mengikuti workshop, setiap peserta yang diharapkan hadir dari kalangan instansi pemerintah dan swasta, dosen dan mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat serta masyarakat umum ini juga dapat menghadiri pameran.
Keterangan lebih lanjut mengenai workshop biokonversi limbah dapat menghubungi panitia di Lemlit Universitas Brawijaya, Jl. Veteran, Telp (0341) 575824 dengan contact person Dr. Rurini Retnowati MSi di 081334110369 atau Zubaidah Ningsih, SSi di 081334610292. [nik]

Dibuka: SPMK  Gelombang I 

Dikirim oleh prasetya1 pada 10 April 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2315

Penerimaan mahasiswa Universitas Brawijaya baru melalui seleksi program minat dan kemampuan (SPMK) gelombang pertama segera dibuka. Pendaftaran akan berlangsung mulai 10 April hingga 5 Mei 2006. Ujian tulis dilaksanakan hari Minggu, 7 Mei 2006, dan hasilnya diumumkan minggu kedua Mei 2006. Biaya pendaftaran gelombang pertama Rp 200 ribu, tempat pendaftaran di gedung Student Center Unibraw, dan tidak ada pembatasan tahun ijazah. Pembantu Rektor I, Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito, mengungkapkan hal ini Sabtu 8/4 setelah mengadakan koordinasi dengan jajaran akademik (pembantu dekan I).
Perubahan jadwal ini (semula pendaftaran 10-21 April, ujian 23 April, pengumuman 29 April 2006) menurut Prof. Yogi adalah untuk menyesuaikan diri dengan jadwal ujian akhir SMA yang mulai dilaksanakan Senin 24/4.
Jalur baru
Di samping melalui jalur penerimaan PSB (penjaringan siswa berprestasi, tanpa ujian tulis, yang sedang berlangsung, SPMB (seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui ujian tulis nasional), dan SPMK (seleksi program minat dan kemampuan, dengan ujian tulis lokal), mulai tahun akademik 2006/2007 Universitas Brawijaya membuka beberapa jalur baru penerimaan mahasiswa baru program sarjana (S1) sebagai pengembangan dari SPMK.
Jalur baru penerimaan mahasiswa itu meliputi: SPKS (seleksi program kemitraan sekolah, ada dua macam: tanpa ujian tulis berjalan bersama PSB, dan melalui ujian tulis yang diseleng-garakan sesuai kesepakatan), SPKIns (seleksi program kemitraan instansi, melalui ujian tulis, calon dikirim oleh instansi/ perusahaan milik negara maupun swasta), SPKD (seleksi program kemitraan daerah, melalui ujian tulis, kerjasama dengan pemerintah daerah, calon dikirim sebagai mahasiswa tugas belajar).

Festival Monolog Teriak Brantas

Dikirim oleh prasetya1 pada 09 April 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2368

Festival monolog Pekan DAS Brantas VIII 2006
Festival monolog Pekan DAS Brantas VIII 2006
Satu lagi usaha yang dilakukan oleh panitia Pekan DAS Brantas (PDB) VIII 2006 untuk meneriakkan gerakan peduli lingkungan sungai. Festival monolog yang dilaksanakan pada Sabtu (9/4) di Student Center Unibraw ini diikuti oleh 26 peserta dari Universitas Gajayana, Universitas Muhammadiyah, SMAN 4, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Brawijaya, Teater Umum dan lainnya. Azwar Kharis Fadillah, koordinator acara mengatakan tujuan dari kegiatan ini memang untuk mengenalkan Pekan DAS Brantas VIII kepada pengunjung dengan teater. Walaupun mengusung tema Teriak Brantas pihak penyelenggara tidak membatasi tema monolog untuk dipentaskan.
Penilaian festival ini menurut Azwar, berdasarkan musik, karakter, lighting dan naskah. “Ada 3 kejuaraan yang akan diambil berdasarkan penilaian keseluruhannya,” jelas mahasiswa angkatan 2003 ini. Ia menambahkan tim juri berasal dari Dewan Kesenian Malang (Aziz), Yosi (seniman Malang) dan Farid.
Festival yang hanya dilaksanakan selama 1 hari ini menghasilkan pemenang yaitu juara I Abdul Aziz dari teater Kertas Unibraw, juara III Pudi Indardi dari Kelompok Dua Indonesia Universitas Negeri Malang dan juara III Ragil Winarto dari Teater Imoro. Pemenang festival monolog ini juara I mendapatkan piala rektor, sertifikat dan fresh money Rp 500 ribu, juara II mendapatkan
piala rektor, sertifikat dan fresh money Rp 300 ribu sedangkan juara III mendapatkan piala rektor, sertifikat dan fresh money Rp 100 ribu. [vty]