Prasetya Online

>

Berita UB

Tatacara Pertimbangan dan Pengangkatan Calon Pembantu Rektor

Dikirim oleh prasetya1 pada 08 Desember 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2014

Rektor selaku Ketua Senat Universitas Brawijaya, menetapkan tatacara pertimbangan dan pengangkatan calon pembantu rektor Universitas Brawijaya. Ketetapan ini tertuang dalam Keputusan nomor 179/SK/2006 yang ditandatangani Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito tanggal 8 Desember 2006.

Syarat
Dalam keputusan itu ditetapkan persyaratan calon pembantu rektor, antara lain: berusia tidak lebih dari 61 tahun saat diangkat, dosen yang serendah-rendahnya lulusan program magister dengan jabatan fungsional sekurang-kurangnya lektor kepala, tidak sedang studi lanjut, mengutamakan kepentingan universitas di atas kepentingan pribadi, tak pernah melanggar PP nomor 30/1980 tentang displin pegawai negeri sipil, serta sehat jasmani dan rohani.

Dua tahap
Tentang tatacara pertimbangan calon pembantu rektor, ditetapkan pertimbangan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu tahap pendaftaran dan tahap pertimbangan. Tahap pendaftaran dilakukan oleh panitia yang dibentuk Rektor (Panitia mendaftar semua dosen yang berhak dicalonkan sebagai pembantu rektor). Rektor memilih tiga nama calon terdaftar untuk masing-masing calon pembantu rektor, untuk selanjutnya diusulkan kepada Senat Universitas. Apabila yang mendaftarkan diri kurang dari tiga orang, maka rektor mengusulkan sesuai dengan jumlah calon pembantu rektor yang mendaftar.

Pertimbangan senat
Pertimbangan dilakukan oleh Senat Universitas dengan prinsip demokrasi, terbuka, jujur, adil, bertanggung jawab dan memperhaikan rekan jejak calon. Proses pertimbangan dilakukan secara musyawarah dan mufakat. Apabila tidak tercapai, pertimbangan dilakukan dengan pemungutan suara berdasar prinsip satu orang satu suara. Rapat Senat memberikan pertimbangan kepada Rektor dua nama untuk masing-masing calon pembantu rektor sesuai dengan perolehan suara.
Rektor mengangkat salah satu nama untuk masing-masing pembantu rektor dangan memperhatikan pertimbangan senat.
Di Universitas Brawijaya, pergantian pembantu rektor dilakukan secara periodik setiap empat tahun. Pembantu rektor diangkat dan diberhentikan oleh Rektor setelah mendapat pertimbangan Senat. [Far]

Melalui BHPMN, Mahasiswa Peroleh Layanan Prima

Dikirim oleh prasetya1 pada 08 Desember 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 1495


Bekerja sama dengan Forum Studi Mahasiswa Pengembangan Penalaran (Fordimapelar), Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi (EM FE) Universitas Brawijaya mengadakan dialog BHPMN (badan hukum pendidikan milik negara). Kegiatan ini diselenggarakan di basemen Gedung-E FE Unibraw. Rektor Universitas Brawijaya, Prof Dr Ir Yogi Sugito hadir dalam kesempatan tersebut, dan mahasiswa bebas menyampaikan aspirasinya. Mereka tampak antusias walau sore itu kota Malang diguyur hujan lebat. Sempat terlontar dalam diskusi santai tersebut, berbagai ide, solusi, kritik serta kekhawatiran demi tujuan bersama menuju peningkatan kualitas Universitas Brawijaya dan perwujudannya sebagai organisasi yang sehat.
Rektor menjelaskan, BHPMN merupakan kesempatan berharga bagi keluarga besar Universitas Brawijaya serta seluruh stakeholder-nya. Kewenangan dalam mengatur rumah tangga sendiri sebagai kunci dalam otonomi, menurut Rektor merupakan modal bagi peningkatan kualitas. ”Bagi mahasiswa, melalui BHPMN akan diperoleh pelayanan prima”, ungkap Prof Yogi yang juga guru besar Fakultas Pertanian. Dijelaskan lebih lanjut, transformasi budaya PNS menjadi budaya korporasi akan menjadikan mahasiswa sebagai customer yang berhak mendapat layanan prima. ”Melalui manajemen yang proposional, diupayakan tidak akan ada lagi dosen yang ngajar ataupun karyawan yang bekerja seenaknya”, katanya. Dalam BHPMN menurut rektor output yang berkualitas merupakan salah satu parameter utama dengan standarisasi internasional.
”Dalam hal ini kita dapat berkiblat pada UGM yang telah melakukan penjaminan mutu dalam berbagai tingkatan yaitu kantor penjaminan mutu di tingkat rektorat, gugus penjaminan mutu di tingkat fakultas dan unit penjaminan mutu di tingkat jurusan”, tuturnya.
Sempat terlontar pertanyaan mahasiswa mengenai prinsip keadilan dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru. ”Apa yang menjadi prioritas Universitas Brawijaya dalam penerimaan mahasiswa baru nantinya?”, tanya mahasiswa itu. Menanggapi ini, Rektor menyinggung kasus gugatan APTISI (Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia) yang sedang ramai diperbincangkan. Menurut Rektor, seleksi penerimaan mahasiswa baru tetap diupayakan berorientasi pada kualitas. Jika diibaratkan kampus sebagai sebuah proses produksi, maka proses yang baik sangat ditentukan oleh input yang unggul, yang harapannya akan menghasilkan output yang unggul pula. ”Saya sangat sedih jika mendengar ada alumni Universitas Brawijaya yang menganggur”, katanya. Lebih lanjut Rektor mengatakan, upaya tracer studies yang telah lama dilakukan dapat menjadi dasar analisis bagi eksistensi alumni Universitas Brawijaya. ”Secara jujur harus diakui, mahasiswa berkuliah di perguruan tinggi sebagian besar adalah untuk kerja, sehingga ini menjadi salah satu parameter keberhasilan”, ujar Rektor.
Dalam diskusi tersebut, Rektor sempat "membocorkan" target turunnya SK berdasar pada pengajuan proposal yang diajukan oleh Universitas Brawijaya, yaitu tahun 2007 dengan masa transisi 10 tahun, sehingga BHPMN akan mulai berjalan pada 2017. ”Mulai saat ini kita bisa melakukan persiapan dalam berbagai hal, karena 'Belanda' sudah dekat”, katanya. Dalam masa persiapan tersebut menurut Rektor banyak hal yang harus dilakukan, di antaranya penyediaan sarana dan prasarana yang berstandar internasional. Secara khusus, Rektor menyebutkan, sarana laboratorium jika memenuhi standar tersebut nilainya mencapai  Rp 1,7 trilyun. ”Dari mana dana untuk memenuhi itu semua?”, ungkap Rektor seraya mengajak mahasiswa untuk berpikir bersama.
Lebih lanjut dikatakannya, kita hidup di lingkungan miskin, pemerintah yang miskin serta masyarakat yang miskin. BHPMN menurut Rektor sangat diharapkan dapat menjadi kesempatan untuk memenuhi standard internasional. Dalam rangka memanfaatkan kesempatan tersebut, dalam waktu dekat Universitas Brawijaya menurut Prof Yogi sedang menyongsong kerjasama dengan JBIC (Japan Bank International Corporation) yang bersedia mendanai kegiatan entrepreneurship yang dilangsungkan di Universitas Brawijaya. ”Hal ini bisa diselaraskan dengan upaya Universitas Brawijaya untuk menjadi entrepreneural university yang juga mencakupi teaching university serta reserch university sebagai proses di dalamnya”, ungkap Rektor.  Dalam diskusi tersebut muncul pula usul tentang proporsi mahasiswa dalam MWA (majelis wali amanah), serta beberapa kekhawatiran seperti independensi Unibraw dalam status BHPMN, kesiapan Unibraw serta kenaikan SPP. [nok]

Yudisium Program Pascasarjana

Dikirim oleh prasetya1 pada 08 Desember 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2358


Program Pascasarjana Universitas Brawijaya, Jumat 8/12, mengadakan yudisium bagi 47 orang lulusan perode Desember 2006/2007. Para lulusan itu terdiri dari 2 orang doktor dan 45 orang magister.
Dari program doktor, diyudisium Dr Susnaryati MSi, dan Dr Enny Radjab MAB. Sedangkan dari program magister manajemen diyudisium Siti Masrohatin SE MM; program magister teknik sipil: Ir Herry Tjahyono Tjokroatmodjo MT, Henora Koffeno Nahan ST MT, Ir Agustian Jagau MT, Akhmad Elpiansyah ST MT, Anatomi ST MT, Ir Anwar Sanusi Umarnur MM MT, Drs Dales MT, Ferry Hardi ST MT, Ir Heru Budiarto Yustinus MT, Isrodianson ST MT, Ir Kalimonang MT, Kaspulzen Heriyanto ST MT, Kumang Supatmi SE MT, Muhammad Hairul Saleh ST MT, Ir Radjiman Simarmata MT, Ir Rawei MT, Sodi Hartono SE MT, Sucipto ST MT, Yunge ST MT, Iwan Wibisono ST MT, dan Ir Rinawati P Handajani MT; program magister administrasi publik: Drs Dengah Y Tulus MAP, Drs Edvin Mandalla MAP, Dra Enon MAP, Fabianus SH MAP, Hariawan SSos MAP, Immanuel Canemart Siregar SK MAP, Drs Juliansyah MAP, Jonianto SP MAP, Drs Kalpin MAP, Drs Kaspul Bahri MAP, Liston Sinurat SSos MAP, Drs Mohamad Wahyudi Kayful Anwar MAP, Sopianur SH MAP, Drs Victor Dulien MAP, dan dr Wineini Marhaeni Noveta Karin MAP; program magister hukum: Abdul Hamid SH MH; program magister teknik mesin: Gatot Soebiyakto ST MT, Ir Abdul Wahab MT, Ir Nova Risdiyanto Ismail ST MT, Jamal ST MT, dan Ir Hendrik Kini MT. [Far]

Mahasiswa Unibraw Juara Sayembara Komik Sejarah

Dikirim oleh prasetya1 pada 08 Desember 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 10633


Mohammad Aly Masyhar, mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, berhasil keluar sebagai Juara Harapan I dalam Sayembara Membuat Komik Sejarah 2006. Sayembara diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, dengan tema ”Membangkitkan Nilai-nilai Kesejarahan pada Generasi Muda Melalui Komik Sejarah”. Pada babak final sayembara, Rabu 29/11, Aly Masyhar mempresentasikan karyanya di hadapan dewan juri, di Gedung A Kompleks Depdiknas, Senayan, Jakarta. Presentasi berlangsung selama 15 menit dan diskusi dengan dewan juri selama 40 menit. Komik Aly mengisahkan tentang proses terjadinya proklamasi 17 Agustus 1945. Seluruh produksi gambar berupa sketsa dan alur cerita dibuat Aly berdasarkan buku sejarah perjuangan.
Secara lengkap, hasil sayembara itu adalah: Juara I Aziza Noor (ITB) "Bendera", Juara II Robi Sulistyo Didi (Unair) "Tiga Pelaut dalam Sejarah Masuknya Islam di Jawa Timur", Juara III Amalia Nur Prohastuti (Undip) "Pertempuran Pisangan 24 Juli 1825", Juara Harapan I Muh Aly Masyhar (Unibraw) "Soekarno dan Detik-ditek Proklamasi", Juara Harapan II Nurfitriani Zakaria (SMA Depok) "Si Jajak Harupat", dan Juara Harapan III Hasan Sobari (Unpad) "Diponegoro: The Antawirya Stories". [nik]

Website Unibraw Raih Juara

Dikirim oleh prasetya1 pada 08 Desember 2006 | Komentar : 0 | Dilihat : 2526


Website Universitas Brawijaya http://www.brawijaya.ac.id berhasil keluar sebagai salah satu pemenang lomba website perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Proses penilaian oleh tim juri berlangsung dalam tiga tahap, tahap pertama 26 Juni 2006, tahap kedua 11 Juli 2006, dan tahap ketiga 30 Juli 2006. Berdasarkan penilaian tersebut, dengan keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi nomor 3373/D/T/2006 tanggal 4 September 2006 ditetapkan 6 pemenang lomba website perguruan tinggi tahun 2006 dengan urutan Juara I, Juara II, Juara III, Juara Harapan I, Juara Harapan II, dan Juara Harapan III.
Juara I diraih oleh Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Juara II Politeknik Negeri Makassar, Juara III Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Juara Harapan I Universitas Brawijaya, Juara Harapan II Universitas Airlangga Surabaya, dan Juara Harapan III diraih oleh Sekolah Tinggi Manajemen Teknik Komputer Surabaya.
Penghargaan diserahkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Satryo Soemantri Brodjonegoro kepada masing-masing pimpinan perguruan tinggi tersebut di Jakarta beberapa waktu lalu. Untuk Unibraw, penghargaan diterima langsung oleh Rektor Prof Dr Ir Yogi Sugito. [nik]